
nyam nyam nyam (🗿gak tau gimana efek orang makan) mereka makan dalam diam, karena tidak ada yang memulai pembicaraan
10 menit berlalu "huf kenyang, skill memasak ku gak berubah ternyata, saat nenek meninggal aku jarang memasak masaknya sendiri sering pesan online, yosh saatnya bekerja!!, " kriett tap tap tap toriki berdiri dari kursinya dan melangkah menuju sebuah lukisan di ruangan tersebut "ah ya keiko chan, kau ingin mandi sebaiknya di tunda dulu, kau cerna dahulu makanan mu baru mandi, itu tidak baik" toriki yang melihat keiko menuju kamar mandi, segera menegurnya
"a ah ya aku lupa, arigatou" ia sedikit gagap karena aksinya ketahuan oleh keiko
"hais, baiklah sampai di mana kita tadi, ah ya, hmm kuingat ingat di balik lukisan ini ada sebuah tuas untuk menuju ruangan itu, coba kita lihat apakah benar" tap puk srak toriki melepaskan lukisan tersebut dan..., ia menemukan sebuah tuas di dalamnya "haha ternyata benar" cklak krtttt brak toriki menarik tuas tersebut dan seketika lemari yang ada di belakangnya bergeser dan menampakkan sebuah tangga menuju bawah
"ayah sangat pintar membuat mekanisme lama seperti ini yang akan sulit di deteksi oleh musuh, kita lihat apakah dalamnya masih sama seperti dulu?, hei Keiko chan kau mau ikut? " toriki yang melihat keiko bersemangat sekaligus penasaran melihat tangga tersebut akhirnya mengajaknya turun
"eh boleh, baiklah dengan senang hati~" tap tap keiko menyusul toriki yang sudah mulai turun menuju dalam tangga
ruang tersebut sedikit remang karena hanya di terangi oleh lampu tua saja, "sudah berapa lama tangga ini di tinggal kan bahkan lampunya saja sudah sangat tua? "
"entahlah mungkin sebelum aku lahir ini sudah ada, ayahku selalu misterius dan menyimpan banyak rahasia, ruangan ini saja baru aku temukan setelah 2 tahun Apocalypse terjadi, " tap tap setelah berjalan beberapa menit mereka sampai di sebuah pintu dengan pin pemeriksaan "hm masih ada ya, dulu aku mencoba meninju pintu ini, malah menghancurkannya, yeah meskipun itu membutuhkan waktu 3 jam baru hancur ini pintu, baiklah kali ini mari kita bukan dengan normal, " ting ting toriki mulai berkutat dengan pintu tersebut, ia terus mengetik pin tersebut mencari kode sandi yang benar
5 menit kemudian tinggg... trettt lengkingan kecil terdengar tanda pintu terbuka "huf tak sia sia aku belajar coding dulu", pintu setebal 3 meter itu terbuka
tap tap saat toriki memasuki ruang di dalam pintu tersebut, lampu yang ada di dalamnya otomatis menyala dan menampilkan sebuah pemandangan yang hebat " meskipun aku pernah masuk ke ruangan ini tapi masuk yang kedua kalinya tetap saja mengagumkan, yosh mari kita jarah isinya, hei keiko chan silahkan pilih benda yang kau mau! "
"umu", mereka mulai berpencar dan menjelajahi ruangan yang cukup luas tersebut.
tap tap tap yuto berjalan jalan menyusuri tiap sudutnya, " jika tidak salah benda itu ada disini, ah ini dia" set tak ia menghampiri sebuah kotak yang berada di pojok ruangan tersebut "satu set lengkap untuk survival, tapi aku penasaran juga kenapa ayah tahu bahwa apocalypse ini akan terjadi bahkan menyiapkan semua ini untukku" toriki mengeluarkan semua benda yang ada di dalam kota tersebut, "semuanya masih sama, ada katana, satu set baju , dan sebuah penangkal virus, peta, tas gunung, alat survival"
__ADS_1
(anti air + gores)
", ah surat ini ya, dulu aku membacanya,jikq tidak salah seperti ini isinya, " hei toriki kun jika kau menemukan surat ini kau pasti tahu apa yang terjadi, mungkin aku sudah tidak ada saat kau membaca ini, dan selamat sudah bisa menemukan ruangan ini, semua benda yang ada di dalamnya untukmu, baiklah langsung saja ke intinya, kau temui nakamura di kota kumammoto dan minta bantuannya untuk membuat vaksin virus, berikan saja surat ini beserta darah milikmu, darahmu mengandung anti virus di dalamnya,hati hati dengannya,sifatnya agak kasar, itu saja dan semoga berhasil,seluruh nasib umat manusia ada di tangan mu", ini sedikit menyebalkan, menumpahkan tanggung jawab sebesar ini ke anak umur 18 th apakah itu masuk akal, ah biar lah,sampai atau tidak aku akan tetap kesana, kapsul ini meskipun hanya ada tiga, yah ini cukup, sudah beberapa kali benda ini menyelamatkan hidupku" srak srak srak toriki mulai mengatur apa yang ia perlukan saat di perjalanan, sekaligus mengambil beberapa pistol yang ada di sana, "hmm, ini revolver yang ayah baru kembangkan ya, cukup kuat"
(lengkap dengan peredam)
tap tap tiri kim berjalan ke arah keiko untuk memeriksa apa yang ia ambil dari ruangan ini
wus buk , tiba tiba sebuah anak panah melesat ke arahnya yang hampir mengenai kepalanya "ah maaf keiko kun, aku terlalu senang sampai lupa melihat sekitar" tap keiko berlari kecil ke arah dirinya
"ah tidak apa apa, aku saja yang tadi kurang waspada, jadi apa yang kamu ambil? " set
"oh ini panah, dan sebuah pisau sedang ini" keiko menunjukkan benda yang ia ambil
__ADS_1
"pilihan yang bagu, btw kau tidak ingin mengambil pistol atau senjata api? "
"emm sepertinya tidak perlu, aku hanya membutuhkan panah ini saja" keiko tampak percaya diri dengan panah miliknya
"baiklah, ayo kita ke atas, ini saja cukup, ah ya ambil ini" wus puk toriki melempar sebuah tas yang sama seperti tas miliknya ke arah keiko, menyuruhnya memakainya, "ambil makanan dan barang yang kamu perlukan, termasuk daleman
blus ia seketika me merah mendengar kata daleman terlontar begitu mudah dari mulut toriki " b baik" tap tap ia berlari kecil ke salah satu susut ruangan yang menyimpan keperluan survival.
10 menit berlalu 'memang kebiasaan wanita atau apa, saat bersiap selalu saja lama' toriki cukup lama menunggu dan...
tap "maaf lama menunggu, ayo kita berangkat, aku tidak jadi mandi, ngomong ngomong untuk apa batu mulia yang kau bawa saat kita menuju kesini? "
puk "ah ya aku lupa, " tak srak ting toriki membuka katanya dan mengeluarkan semua permata dan emas yang tadi ia kumpulkan ke lantai basement "aku ingin mengupgrade senjata ini dengan skill forge yang kudapatkan di kehidupan ku sebelumnya, yah meskipun skill itu ter reset menjadi level 1 , tapi cukup untuk mengupgrade senjata sederhana" ia sedikit menjelaskan tentang skillnya, setelah semua siap "tempat! " toriki berseru dan wus permata dan emas tadi perlahan lahan menyatu ke katana toriki,
katana yang awalnya putih besi, berangsur-angsur berubah menjadi hitam pekat bagai malam "sugoi! , kenapa bisa seperti itu!? " keiko yang melihat langsung cara kerja skill toriki berseru takjub
"haha ini baru level 1,kau belum melihat level sempurna dari skill ini, kau ingin skill seperti ini? "
"umu umu" keiko mengangguk cepat ia sangat ingin mendapatkan skill seperti toriki
__ADS_1
selesai, ah kenapa ya sepi apakah tidak seru, dah 5 ep lo g ada juga yang baca satupun hah ini menyebalkan
assalamu'alaikum