Hunter Zombie

Hunter Zombie
11


__ADS_3

selamat membaca


_____


_____


_____


_____


tap tap asakawa berjalan menyusuri kota yang hancur lebur seperti kota mati"agak miris melihat kota yang hancur lebur seperti ini, padahal dulunya tempat ini. adalah kota dengan penduduk terpadat di dunia sekitar 37,19 juta penduduk, tapi lihat sangat sepi seperti tidak ada yang mendiami, yang ada hanya mayat hidup berkeliaran tanpa arah, meskipun aku tipe orang bekerja sendiri tapi ada hal yang menjanggal dalam hatiku, dan aku tidak tahu apa itu" guk guk Jack yang ada di samping asakawa menggosokkan kepalanya ke kaki nya, seperti tahu apa yang tuannya rasakan.


"arigatou Jack, aku sudah tenang sekarang, baiklah mari kita fokus ke tujuan kita selanjutnya, mall terdekat dari sini emm ah ya


shinjuku takashimaya 2 jam jalan kaki dari sini" tap tap mereka memulai perjalanan dan kali ini asakawa tidak sendirian, tidak seperti dulu.

__ADS_1


tap, "hei akira! jangan lengah di sebelah kanan mu mereka mulai berkumpul" sebuah kelompok yang tidak jauh dari tempat asakawa berada sedang bertempur dengan segerombolan zombie


"iya aku tahu, ini juga sedang ku atasi, sebaiknya perhatikan kondisi mu sendiri, kaichou! " (ketua) pemuda yang disebut akira berkata sebal, ia sedang menghadapi 3 zombie biasa sama hal repotnya dengan orang yang ia panggil ketua tersebut


"suara pertarungan, dan sepertinya itu manusia, masih ada ternyata yang bisa bertahan di masa seperti ini, hei jack aku tertarik untuk menonton? " guk seperti paham Jack menggonggong kencang


tap tap asakawa mempercepat jalannya menuju arah suara tersebut, mengintip "sebuah kelompok, sepertinya anak SMA, melawan 5 zombie biasa dan 1 zombie tingkat 3, aku tidak tahu itu tipe apa, dai hanya diam tidak bergerak, sepertinya tipe kecepatan, jika ku serap ore zombie tersebut, maka skill pedang milikku bisa di tingkatkan, dan ore nya bisa ku pakai untuk mengupgrade katana milikku, tapi sebaiknya jangan terlalu gegabah kita amati dulu situasinya " asakawa bergumam, kata yang hanya ia yang bisa mendengarnya


5 menit pengamatan, dan sepertinya kelompok tersebut sudah mencapai batasnya,


"itu tidak mungkin akemi, aku tidak akan pernah meninggalkan mu sendirian disini!, aku lebih baik mati dalam melawan zombie daripada kabur seperti pengecut! " akira menolak tegas perintah akemi,.


"dasar keras kepala!, kau kabur bukan untuk menjadi pengecut tapi untuk bertahan hidup, cepatlah ini perintah! "


"tapi_,"

__ADS_1


"pergilah, tolong kabulkan permintaan ku kali ini saja" wus buk sambil menghadang zombie yang mulai mendekat akemi membujuk akira untuk segera pergi


"kuh" set hup drap drap akira berlari sambil menggendong seorang gadis di pundaknya


"nah sekarang aku tidak memiliki beban lagi, yeah baiklah mari kita berjuang sampai titik darah penghabisan, oraaaa!! " pria itu berlari ke arah kumpulan zombie samb8l mengayunkan pipa besinya secara acak, ia tahu ini tidak membantu banyak tapi setidaknya bisa mengulur waktu untuk akira kabur menyelamatkan diri, 3 wus buk "ack, kenapa zombie itu berbeda, kecepatannya tidak masuk akal" akemi terpental beberapa metar saat ingin memukul zombie yang berwarna biru di depannya, wus wus grrr zombie itu mekesat ke arahnya sambil mengarahkan cakarnya "ah~ sepertinya ini akhir dariku, maaf kaori aku meniggalkan mu seperti ini, semoga kamu bisa bahagia bersama akira" wus ting saat cakar zombie tersebut hampir menembus dadanya sebuah suara mengejutkannya


"hah kenapa anak zaman sekarang sangat mudah menyerah,,kaki dan tangan mu masih ada kenapa tidak berusaha lebih?," suara dingin sambil menegur pemuda tersebut,"menjauh dari sini kau hanya menjadi beban saja" sambil menahan serangan zombie tersebut asakawa 'mengusir' akemi menjauh dari medan pertempuran


"h... haik" tap tap sedikit tertatih ia menjauh dari medan pertempuran menuju tempat yang menurutnya aman


"nah pengganggu sudah di singkirkan, sekarang saatnya membunuh daging busuk ini" asakawa menyeringai tipis di balik topengnya, pegangan katana miliknya semakin erat set " shinigami no odori! " (tarian dewa Kematian), pertarungan segera di mulai, dan kalian tahu kan siapa yang menjadi pemenangnya


wus jleb "huh memang zombie kecepatan, agak merepotkan melawannya untuk saat ini, tapi masa itu akan berubah setelah menyerap benda ini" asakawa duduk di atas mayat zombie tingkat 3 tersebut dan dengan santainya mengambil ore yang ada di kepalanya, ia tidak menghiraukan para zombie yang ada di sekitarnya.


grr melihat mangsa mereka diam tidak bergerak para zombie di sekitarnya mulai bergerak berniat menyerang asakawa "hah bisakah beri aku waktu untuk bersantai sejenak, shi no senko" (kilatan kematian) cklack asakawa menarik keluar sedikit katanya lalu memasukkannya kembali, wus wus wus belasan zombie yang ada di sekitarnya terpotong potong kecil, seperti ada bilah tidak terlihat yang memotongnya "aku tahu ini cepat, tapi bukannya ini keterlaluan, kecepatan yang sudah di luar akal manusia" bahkan penggunanya sendiri terkejut setelah menggunakannya, asakawa bergerak sangat cepat sampai tidak bisa di lihat oleh mata orang normal, ia menebas para zombie dengan sangat cepat seperti tidak bergerak dari tempatnya setelah ia menyerap ore zombie tipe kecepatan tersebut.

__ADS_1


tap setelah mengumpulkan semua ore zombie, asakawa berjalan ke arah akemi yang sedang mematung seperti melihat hantu "hoi kau tidak ingin menyusul temanmu, ah ya aju lupa tubuhmu sedang sekarat, ambil ini dan pergilah, aroma darah disini bisa memancing para zombie mungkin juga hewan mutasi, jangan salah paham, aku tidak berniat menolong mu hanya, kebetulan lawat dan melihat benda yang ku incar ada bersamamu, ja sayonara" tap, asakawa menaruh sebuah botol obat penyembuh di samping pria yang mematung tersebut sambil mengucap beberapa patah kata.


__ADS_2