
selamat membaca
_____
_____
_____
_____
wus sring sring buk, asakawa mulai mengayunkan katananya ke arah para zombie yang ada di depannya "hehe haha shine! shine! hihi" (shine : mati) wus buk ayunan katana asakawa semakin kuat "lagi lagi huahahahaha" ia semakin menggila setelah membunuh pulah zombie dalam sekejap. 3 menit kemudian "hehe, hanya segini kekuatan kalian, lemah!" krak buk persis ia memotong kepala terakhir zombie, katanya patah dua dan Berkelontang di lantai "hah hancur, aku harus cepat cepat membuat yang baru, tapi sebelum itu aku harus mengurus dia dulu" set asakawa menoleh ke arah gadis di belakangnya.
tapi tap buk "hei, kau ingin kemana setelah ini, jika ada tempat yang kamu ingin tuju aku akan antar!, ah ya siapa namamu, sudah 10 tahun aku sudah lupa " asakawa keluar dari gedung bersama gadis itu, setelah aman ia baru menannyakan keperluannya dengan gadis itu.
"hmm~, bukannya kurang sopan menanyakan nama orang lain tanpa memperkenalkan diri terlebih dahulu!? " tiba tiba nada bicara gadis itu berubah menjadi dingin kepada asakawa, yang awalnya penakut menjadi dingin
"hahaha, seperti biasa kau dingin ya, baiklah namaku asakawa, tepatnya toriki asakawa salam kenal" ia menaruh tangan kanannya di depan dada "hehe ini akan menyenangkan" dan tertawa evil
"heh, namaku keiko kana, salam kenal! " gadis itu menjawab datar salam kenal asakawa"
__ADS_1
(keiko kana)
"haha memang gadis hebat, aku suka sikapmu yang seperti ini, jadi apa tujuan mu selanjutnya? " asakawa kembali ke topik semula setelah ia memperkenalkan dirinya
"ah, tujuan ku adalah rumah orang tua ku, aku ingin memeriksakan apakah mereka masih hidup atau tidak, sisanya aku tidak tahu mau kemana? ,dan kenapa kau mau membantuku, dan sejak tadi kau tidak pernah memanfaatkan aku seperti memper##sa aku, atau menjadikanku sebagai umpan"
"baiklah tujuan sudah dikonfirmasi, ayo kita berangkat sebelum malam datang, tidak ada yang spesial,aku hanya membalas budi di masa lalu" tap tap asakawa berjalan terlebih dahulu untuk menuntun jalan tapi... "etto, rumahmu ke arah mana ya? , aku lupa"
" ho memangnya apa yang ku lakukan di masa lalu ke kamu sampai membalas budi seperti ini? ,hah baiklah aku yang akan memimpin" tap tap mereka mulai berjalan tapi kali ini keiko yang memimpin jalan.
ckring 'hmm jika tidak salah di dalam sini ada satu 2 zombie, coba lihat apakah masih sama seperti dulu' tap tap asakawa mulai melangkah ke dalam toko perhiasan, groarr baru melewati 2 rak perhiasan tiba tiba satu zombie menyerangnya "ah kan benar, tapi heh zombie evolusi tingkat 1 menarik, tapi ini masih mudah di bunuh dengan pistol biasa" wus cklak dor klontang asakawa menembak zombie tersebut, setelah menembak ia mulai bergegas mengambil batu mulia yang ada di toko tersebut seperti emas berlian "kessh waktuku hanya sebentar, dan hei entah kenapa susah sekali mencari emas dan berlian murni disini, 1 menit kemudian, aku hanya segini yang ku dapatkan setelah berkeliling 1 menit, ah saatnya balik sebelum para zombie mengepung tempat ini karena suara tembakan tadi" drap drap asakawa berlari keluar dari toko tersebut sambil menyiapkan amunisi Revolver nya.
wus buk "heh lama sekali kau dan, tidak bisa kah kau tidak memakai pistol, itu memancing zombie sialan ini mendekat" grr buk keiko yang di kepung beberapa zombie berseru kesal setelah melihat asakawa keluar dari toko
"ah gomen, ku kira kau sudah duluan jadi aku tembak saja, hehe, kenapa kau tidak ke rumahmu lebih dulu dan malahan menungguku disini"
"hah aku membutuhkan mu untuk menjaga ku, kau kan punya pistol! " tampak sedikit rona merah di pipi , "ngomong ngomong, kenapa kau membalas budi sampai segininya kepada ku? "
__ADS_1
"ah itu agak rumit, di kehidupanku sebelumnya, tepat saat pertama wabah zombie menyebar, aku yang saat itu sedang di toilet di serang oleh seekor zombie, aku tidak tahu apa apa merasa bingung dengan perilaku orang itu tidak melawan tapi hanya menghindar dan tidak lari, aku terus berada di ruang itu, saat serangan ke dua zombie itu menyerang ku, aku terlambat menghindar, saat aku pasrah dengan hidupku yang ingin di makan zombie saat itu juga kau datang dan memukul kepala zombie itu, kau masih seperti dulu takut dan pemalu tapi kau tetap melawan dan menyelamatkan diriku, sejak saat itu aku bersumpah untuk membalas budi sampai mati, berhari hari aku tidak berhasil membalas budi, sampai kita berpisah saat kau memeriksa rumah orang tua mu mereka..... , dan aku tidak pernah bertemu lagi dengan mu, tapi 2 tahun kemudian aku bertemu dengan dan kau menjadi pemimpin sebuah organisasi yang bernama shield, itu saja yang ku ingat, aku malas memberi tahu kelanjutannya, nanti akan ku beritahu jika sudah waktunya, jadi apakah kau jadi mengunjungi rumah orang tua mu? "
terdiam, 1 menit kemudian "tidak, aku sudah muak melihat orang tercinta mati di depan mataku, aku akan mengikuti mu, jadi apa tujuan mu selanjutnya? " wanita itu tampak tenang menyebutkan hal sensitif seperti itu, mungkin dia memiliki masa lalu yang sangat kelam
"oh begitu ya Baiklah, aku akan ke rumahku untuk mengambil beberapa senjata milik ayahku, ayo kita jalan ini sudah mulai gelap" tap tap 'gadis yang malang, aku ingat ia pernah menceritakan tentang itu, tapi ah itu sangat buruk untuk diingat, saat SD ayahnya yang tukang mabuk dan emosional sering memukulinya bahkan hampir membunuhnya, ia hidup di lingkungan yang keras dan itu terus berlanjut sampai smp, ayahnya mati saat ibunya membunuhnya dengan sebuah pisau dapur tapi dia cukup hebat membuat topeng saat di sekolah atau pun di keramaian
hah gadis itu perlu pendamping yang bisa di percaya untuk mencurahkan tentang hidupnya'
"hei asakawa kun, kenapa kau melamun saja? " (ah maaf aku lupa menambahkan ini) keiko berdiri di hadapan asakawa sambil mengayunkan tangannya ke wajah asakawa untuk menyadarkannya
"eh, ah tidak apa, hanya mengingat sedikit masa lalu, hmm ini untuk mu, aku masih bisa membunuh zombie dengan tangan kosong meski tidak secepat saat memakai senjata, dan ini amunisinya, ingat hemat peluru" set puk asakawa menyerahkan pistol revolver nya ke keiko
"eh apakah kau yakin menyerahkan benda ini kepada ku?, bukannya ini benda yang sangat berharga bagimu?"
"makanya aku memberikannya untuk mu, terimalah itu sebagai hadiah dari ku, " asakawa sedikit tersipu saat menyebutkan apa tujuannya menyerahkan pistol tersebut ke keiko, keduanya terdiam, jika dilihat wajah mereka berdua me merah bagai kepiting rebus.
yo kembali lagi, ah bosan juga ya berbicara sendiri, hei g ada yang baca nih novel kritik kek komen atau like, hah baiklah mungkin belum rezekinya
assalamu'alaikum
__ADS_1