
SELAMAT MEMBACA
____
____
____
____
____
"keiko kerja bagus" tap asakawa mengacungkan jempol ke arah keiko yang melompat turun dari atas pagar.
"hah, hei asakawa tadi itu sangat berbahaya, terlambat sedikit saja nyawamu bisa melayang! " keio tampak mengkhawatirkan asakawa karena tindakan nya barusan
"tapi berhasil kan, jika aku tergigit, kamu hanya perlu membunuh ku saja, gampang, semakin tinggi resikonya semakin besar hasilnya"
"hah baiklah jangan sampai tergigit aku tidak mau membunuh orang yang kusukai, tapi ada yg aneh dengan zombie itu, seperti dia masih hidup, lihat! " keiko menunjuk zombie yang baru saja ia panah, bagian yang hancur tampak menggeliat seperti tumbuh
"oh memang dia masih hidup, zombie seperti ini bisa dikatakan abadi, kami menyebutnya ghoul, meskipun regenerasi nya lambat tapi jika kamu biarkan seharian dia akan bangkit kembali, kecuali kamu bakar sampai tidak tersisa atau kamu ambil ore nya" wus jleb asakawa menusuk kepala zombie tersebut dan mengambil sebuah ore sebesar 3 jari orang dewasa
"eh kok berbeda dari ore zombie lainnya? "
"memang berbeda, tiap tingkatan akan terus berbeda, baik ukuran maupun warna, semakin tinggi tingkatan zombie semakin besar dan gelap ore yang ia miliki"
__ADS_1
"baiklah tahan dulu pembicaraannya, pekerjaan belum berakhir, hidangan utama sudah di habiskan saatnya melihat hidangan penutup" asakawa menoleh ke arah zombie yang mengerumuni mereka.
cklack "saatnya mencoba revolver ini" set ia mengambil revolver dari belakang punggungnya, ck asakawa melepas pelatuk dan memasang peredam "ada 2 mode, mode umum dan mode plasma, yah karena aku masih memiliki peluru dan peredam lebih baik memakai mode normal", revolver milik asakawa berbeda dari revolver pada umumnya karena di buat oleh ayahnya, ukurannya lebih besar dan bisa memuat lebih Banyak peluru, sekitar 20 peluru itu mode normal, jika mode plasma, tanpa peluru masih bisa beroperasi, tapi perlu sumber lain, seperti baterai atau sumber energi lainnnya
kembali ke sisi asakawa, "mari kita bereskan ini dengan cepat, hei keiko ambil ini" wus buk asakawa melempar kapak yang ia punya menyuruhnya untuk bertarung jarak dekat, "hemat anak panah milikmu, dan juga belajarlah bertarung jarak dekat! "
"b baik" keiko ragu ragu mengambil kapak tersebut, karena ia terbiasa membunuh zombie dari jarak jauh
asakawa mulai membidik zombie paling dekat dengan dirinya, ia juga menyuruh keiko untuk menghabisi zombie di arah sebaliknya
zap zap suara peluru tertahan, entah sudah berapa lusin peluru terpaksa, asakawa terus menembaki gerombolan zombie di depannya, tiap 10 menit sekali ia berhenti untuk menstabilkan revolver miliknya "meskipun sudah di modifikasi tetap saja yang namanya senjata api akan tetap panas jika di pakai terus menerus dalam jangka waktu lama" cklack tak, selagi mendinginkan revolver nya asakawa mengganti selusin peluru "ini yang terakhir, hah aku harus mencarinya lagi, hmm aku penasaran apakah bisa membuatnya dari bahan ore zombie, coba saja mumpung lagi istirahat, tak tak asakawa mengeluarkan beberapa ore yang ia pungut dari beberapa zombie "10 sepertinya cukup" set asakawa berkonsentrasi ke ore zombie di depannya dan... "create!!" ore zombie yang awalnya diam membeku bergerak dan mulai mencair seperti logam, perlahan lahan cairan ore zombie tersebut membentuk 20 peluru ungu
"oh bisa tapi apakah akan meledak seperti peluru pada umumnya, aku penasaran" set asakawa mengambil salah satu peluru tersebut dan memasukkannya ke dalam lubang peluru di revolver miliknya, "muat, nah coba apakah berhasil" tak wus ia menembak salah satu zombie yang tampak menyendiri, dan...
wus bum kepala zombie itu meledak setelah asakawa membidik dan menembak kepala zombie tersebut "wow lebih kuat dari peluru biasa, tapi ini memerlukan energi yang cukup banyak untuk membuat 5 peluru dari ore zombie, sepertinya aku memang harus mencari peluru, kecuali memakai 'itu'".
set tap selsai beristirahat asakawa kembali menembaki zombie di depannya, membantu keiko yang sudah membunuh beberapa zombie, wus jleb zras "zombie ini seperti tidak ada habisnya, sudah berapa kali aku menghabisi mereka, selalu ada yg menggantikan nya" keiko mengeluh melihat kerumunan zombie yang tampak tidak berkurang
di tempat asakawa, cklack cklack "sial peluru ku habis, dan zombie ini tsk tidak ada habisnya" wus wus ia mencabut katana dari Pinggang nya dan berlari ke arah kerumunan zombie, membunuh manual seperti keiko
__ADS_1
sore harinya, 2 orang terduduk di tengah kubangan daha biru dengan nafas terengah-engah dan tampak tidak punya tenaga lagi "hah hah hah, ayo kita berdiri dan masuk ke gedung sebelum zombie berkerumun di sini" set asakawa memaksakan dirinya untuk bangkit meskipun enggan, keiko mengikuti asakawa tanpa berbicara sepatah kata pun, dia sangat kelelahan hanya untuk sekedar berbicara.
Tap tap saat sampai di depan pintu rumah sakit, asakawa berhenti sebentar "hah sepertinya kita harus bersih bersih sebentar, ah~ malasnya" cklack ia kembali mengambil revolver miliknya dan mulai memasukkan peluru kedalamnya, "keiko, kamu diam saja di sini dan ambil ini, untuk membasahi kerongkongan" keiko hanya mengangguk dan menerima botol air mineral dari tangan asakawa
kriett tap "sepi dan gelap, lama tidak melihat pemandangan ini, yah saatnya bekerja" ck zap zap zap zap suara peluru teredam menggema di ruangan yang sepi tersebut, "1.. 3..5...7..10, aku merasa kasihan dengan orang orang ini, mereka berbondong-bondong masuk untuk mendapatkan perawatan tapi malah berakhir seperti ini" zap zap zap asakawa terus menembaki zombie di ruangan tersebut, hanya butuh waktu 10 menit untuk asakawa 'membersihkan' seluruh lantai rumah sakit tersebut sampai beberapa ruangan, meskipun tidak semuanya tapi masih layak di tinggali
"hei keiko kau bisa masuk, semua penghalang sudah di bersihkan, kamu bebas memilih ruangan mana, aku akan beristirahat di ruang A-1 tap tap setelah memberi tahu keiko asakawa langsung berjalan ke ruangan yang ia maksud. puk " ah melelahkan, tapi aku belum boleh beristirahat, malam 'itu' akan segera tiba, aku harus mempersiapkan nya".
set tak tak asakawa menaruh 6 ore zombie dengan tingkat yang berbeda beda, 5 ore zombie tingkat 2 dan 1 ore zombie tingkat 3
"ini seharusnya cukup untuk berevolusi menjadi mutan rank 2, combine! " asakawa kembali memakai skill forge miliknya.
ore ore tersebut mulai melayang dan mencair seperti halnya membuat peluru, tapi kali ini berbeda....., ore zombie tersebut menyatu dengan satu sama lain, cairan mulai memadat dan membentuk sebuah kapsul pil hitam dengan aura ungu gelap di sekitarnya
persiapan pertama selesai saatnya lanjut ke tahap selanjutnya "
tak asakawa meraih tasnya dan mengambil sesuatu di dalamnya tak "sangat di sayangkan memakai ini secepat ini tapi aku tidak punya pilihan lain, waktu terus berjalan
set crack asakawa mengambil sebuah serum sekaligus pistol suntik dari kotak yang ia ambil dari ruangan rahasia rumahnya.
" ini akan menyakitkan" hup pertama ia meminum pill yang harus saja dibuat, saat awal awal tidak ada reaksi apapun, ia sempat menduga pill buatannya gagal, tapi setelah 1 menit berlalu, reaksinya mulai muncul, urat urat ungu mulai menjalar dari jantung dan mulai merambat ke arah otak "ack" asakawa menggerakkan giginya, ia merasakan seperti di tusuk ribuan jarum panas, rasa sakit memenuhi seluruh tubuhnya, ia mencoba untuk tidak berteriak, urat berwarna ungu tersebut terus merambat dengan cepat, sampai tidak terasa sudah mencapai ujung tenggorokan asakawa, ia yang menyadari hal tersebut berusaha sekuat tenaga mengambil suntikan yang ada di sebelahnya dan... jleb ia menusukkan suntikkan tersebut di lehernya tepat sebelum urat ungu tersebut mencapai otaknya.
__ADS_1