Hunter Zombie

Hunter Zombie
02


__ADS_3

selamat membaca


_______


_______


_______


_______


tap tap tap, asakawa mulai berjalan menuju bangunan sekolahnya setelah membunuh zombie satpam tadi, "hm terakhir yang ku ingat hanya 5 siswa yang selamat di kelas ku, apakah takdir kali ini akan berubah? " tap ia bergumam sendiri saat berjalan, di depan pintu utama yang sedikit tertutup, wus asakawa mengeluarkan katananya dari sarungnya dan mulai membuka Pintu tersebut "yosh mari kita mulai! " set kriett.


grrr grrr saat asakawa membuka pintu tersebut, terlihat di sepanjang lorong gerombolan zombie yang siap menyerang dirinya, groarrr drap drap seekor zombie paling dekat dengannya mulai berlari menyerang, "hehe ayo kesini zombie chan~" tap wus saat zombie itu setengah meter dari dirinya, yuto langsung melesatkan serangan kuat ke arah leher zombie tersebut, wus buk zombie itu langsung terbunuh setelah asakawa menebas kepalanya "satu beres, waktunya bersenang-senang".


drap drap ia berlari ke arah kerumunan zombie tersebut sambil menghunus kan katananya ke arah salah satu zombie di dekatnya "1..2..3...4...6...8...10..,hehe shine! shine! shine! hahaha" ( shine : mati) asakawa mulai menggila saat ia membunuh tiap zombie yang ia lewati, 10 menit kemudian "haha lelah, lama aku tidak se senang ini dan cih pedang ini kualitas rendah, padahal baru membunuh 20 zombie tapi sudah retak dan tergores tapi wajar sih pedang kayu" asakawa terdiam di atas sebuah genangan darah zombie setelah ia membantai zombie yang ada di lorong, dan sekarang tidak mirip seperti lorong malah mirip sungai darah.


tap tap asakawa lanjut berjalan setelah ia beristirahat sebentar "3a... 3b...3c... ah ini dia setelah ia berbelok 2 kali dan sekali menaiki tangga asakawa akhirnya Sampai di kelasnya Kriiitt tap.


"hiatt rasakan ini" wus set tang persis ia melangkahi pintu sebuah serang tiba tiba mengincar dirinya wus set asakawa menghindar dan segera menghunuskan katanya ke arah leher orang yang menyerangnya karena refleks

__ADS_1


"a ampun, gomen gomen ku kira kamu tadi zombie" seorang lelaki yang menyerang asakawa mengangkat tangannya dan menjatuhkan sebuah pemukul bisbol besi tanda menyerah


"cih ku kira siapa tadi" set ia melepas ancaman nya dan berjalan ke arah bangku miliknya, ia menghiraukan murid itu dan melangkah menuju kursinya ia menghiraukan darah dan mayat yang berceceran di sekitarnya, asakawa mengambil tasnya dan mengeluarkan semua isinya "oh masih ada ku kira sudah kalian ambil" ia mengambil sebuah revolver kaliber 22 yang bisa menampung 1-10 peluru dari dalam tasnya



"ehh, kau membawa pistol ke sekolah emangnya boleh? " semua murid yang selamat berseru terkejut karena asakawa mengeluarkan pistol dari dalam tasnya


"hmm sebenarnya tidak boleh, tapi... asal tidak ketahun gak masalah, ini juga sebagai kenang kenangan dari ayahku yang dulunya seorang kolektor senjata, ini yang paling ia sayang" asakawa santai menjelaskan kenapa ia bisa membawa pistol ke sekolah.


"..... " semua terdiam mendengar penjelasan asakawa yang menurut mereka itu terlalu santai akan hal apapun, bayangkan remaja umur 18 tahun membawa pistol tanpa ijin


"ais sudah kuduga ini bakal terjadi" buk buk asakawa memukul tengkuk para murid yang menggila untuk melumpuhkannya "jika dibiarkan mereka akan memancing zombie kesini" cklak cklak cklak "hei kau apakah tidak keluar?, aku ingin keluar menjarah makanan sebelum para penyintas mengambilnya, haha jangan khawatir tinggal kan saja para babi itu disini, mereka hanya akan menjadi beban haha" tap tap setelah mengisi full pistolnya asakawa berjalan keluar kelas.


sementara itu murid yang berada di pojok kelas mematung mendengar ucapan asakawa yang sangat dingin terhadap orang 'haha benar juga dunia sudah berakhir, semua peraturan ter reset ulang, siapa saja bisa menjadi penguasa dunia!, lebih baik akhirnya mengikuti laki laki itu, orang berbahaya adalah orang yang membawa senjata' drap drap murid itu berlari keluar untuk menyusul langkah asakawa


drap drap set "hosh hosh, hei bolehkah aku ikut!? " laki laki itu berlari menyusul asakawa dan berhasil menghadang nya .


"ho apa kegunaan mu untukku, aku tidak ingin membawa orang lemah!, mereka hanya akan menjadi beban, kecuali kamu mau menjadi tameng hidup ku" set ia mengangkat sebelah alisnya dan menanyakan tentang pria tersebut

__ADS_1


"a ah etto, aku bisa membawa barangmu, kalau kau mau kau bisa jadikan aku umpan zombie! " laki laki itu sedikit tersinggung karena perkataan asakawa tapi ia tahan dan menjawabnya, 'terpaksa membuang harga diri, dari pada di mukbang zombie'.


"heh hanya itu, cih beban dan ah tubuh apa itu, lemah! " asakawa sengaja menekankan kata lemah untuk memprovokasi laki laki tersebut


"grrr, lemah kata mu!, heh aku adalah peserta terbaik Karate internasional! , hiattt!! Rasakan ini!!" tap wus laki laki itu mengayunkan kaki kanannya ke arah leher asakawa, ia mengincar titik lemahnya tapi sayangnya ia salah memilih lawan


wus buk tendangan kencang itu telak mengenai leher asakawa, "haha rasakan itu! ", tapi tidak ada jawaban dari asakawa, tiba tiba... wus buk sebuah tangan kuat mengambil kaki murid laki laki tersebut dan membantingnya


ke lantai dengan keras " arghhh! " ia berteriak kesakitan karena di banting oleh asakawa ke lantai


"heh kau terlalu lengah, kau kira aku sudah kalah, itu terlalu mudah bahkan tendanganmu tidak ada apa apanya dengan zombie mutant level 1! " cklak "ada kata kata terakhir? " dor sebelum mulut laki laki itu berucap asakawa sudah melepaskan tembakan dan membunuhnya telak "satu beres, hmm wanita itu ya, semoga tidak terlambat" drap drap setelah membunuh murid laki laki tersebut yuto berjalan menuju ke arah wc perempuan yang ada di lantai tempatnya berada.


tap brak ia sampai di depan pintu wc perempuan, tanpa babibu asakawa membuka pintu tersebut "kyaaa mesum! " seorang murid perempuan yang sedang membasuh muka terkejut mendapati asakawa masuk.


"ssttt, diam, jika tidak ingin menjadi santapan para zombie, puk cepat ikuti aku, kita harus keluar dari gedung ini sebelum mereka mengepung" asakawa langsung mennyambar tangan gadis itu dan menariknya keluar dari wc tanpa memberinya kesempatan untuk berbicara


drap drap mereka berlarian di lorong dengan tergesa-gesa "tsk, mereka mulai mengepung jika begini terpaksa harus bertarung, padahal katanaku sedang sekarat" drap mereka terus berlari, sampai ke lantai dasar "ah ini menyebalkan mereka sudah memenuhi pintu keluar utama, pintu belakang jauh, hah Baiklah toh aku juga akan membuat katana baru" wus tak sring asakawa mencabut katana dari pinggangnya dan mengarahkannya ke arah kerumunan zombie, "hehe saatnya ronde kedua!! "


SORRY JIKA SEDIKIT AKU NULIS EP MAKLUM MASIH PEMULA, JANGAN SUNGKAN UNTUK MENGOMENTARI NOVELKU

__ADS_1


assalamu'alaikum!


__ADS_2