
selamat membaca
____
____
____
____
____
"se sedikit lagi a aku harus tetap sadar" setelah menyuntikkan serum tersebut urat ungu yang merambat di tubuh asakawa mulai memudar meskipun kesadarannya mulai menipis.
5 menit berlalu, urat tersebut sepenuhnya menghilang dari tubuh asakawa, bruk "akhirnya selesai, meski di kehidupan ku dulu sering melakukan ini tapi melakukan nya untuk pertama kali tetap saja menyakitkan" set setelah merebahkan diri sebentar ia kembali duduk di kasur dan mulai bersiap kembali meskipun tubuhnya berbanding terbalik dengan apa yang ia pikirkan "ugh belum pulih sepenuhnya, tapi aku harus melakukannya, mereka akan segera datang, semoga keiko membaca pesan yang ku berikan"
srak srak asakawa membereskan segala hal yang ada di ruangan tersebut seperti tidak ada yang memasukinya "tempat paling bagus untuk menyergap ada di ventilasi udara, ini akan berat, tubuh ini sudah mencapai batasnya, tapi jika mereka tidak di bereskan malam ini juga, itu akan menjadi masalah untuk kedepannya" tap wus asakawa melihat halus tanpa bersuara ke arah ventilasi udara dan masuk kedalamnya.
__ADS_1
sementara utu di tempat Keiko "fuha~, sangat lelah, tapi hal ini harus di tunda dahulu, aku harus membereskan para pengganggu yang akan segera datang, meskipun aku tidak yakin , tapi aku tetap percaya dengan asakawa" tap tap setelah membaca pesan yang di tinggalkan asakawa keiko memulai bersiap, ia mulai mencari tempat persembunyian yang tepat, berbeda dengan asakawa, keiko bersembunyi di sebuah lemari tidak jauh dari tempat tidur "aku tidak yakin ini akan terjadi, tapi aku akan bersiap untuk kemungkinan terburuk, sedia payung sebelum hujan" ia menggenggam belati miliknya dengan erat
tengah malam, tap tap tap hentakan kaki terdengar nyaring di antara sunyinya malam "pria itu luar biasa, padahal ada ribuan zombie di bawah tapi ia dan wanita itu menghabisinya hanya dalam kurun waktu beberapa jam, hei apakah kamu yakin ingin menangkap mereka, nasib kita di ujung tanduk lo? " 2 orang pria berjalan beriringan menyusuri lorong gelap menuju ruangan asakawa
"tenang saja, saat ini mereka sedang tertidur lelap, jika pun masih bangun mereka sudah kelelahan, itu kesempatan kita untuk menjarah barang mereka, dan juga kita bisa mendapatkan 'bonus' basar" pria itu menyeringai dengan niat jahat di wajahnya
"aku tidak yakin ini akan berhasil, firasat ku buruk tentang ini"
tap tap setelah mereka mengecek beberapa ruangan, satu di antara mereka berhenti di depan sebuah pintu "ketemu!, hei suzuki kau periksa ruangan sebelahnya,aku merasa gadis itu ada di sana! " ia menyeringai sambil mengeluarkan sebuah belati yang dari pinggangnya
"umu" tap tap setelah berbagi tugas pria yang di sebut suzuki tadi berjalan ke ruangan sebelah
"mengganggu waktu istirahat ku saja, yosh mari selsaikan ini dengan cepat lalu kembali istirahat, semoga keiko bisa menanganinya"
set asakawa mengeluarkan sebuah tali dan mengikat pemuda tersebut.
di tempat keiko, suzuki masuk ke dalam ruangan tersebut, tempat itu tampak sunyi dan gelap tanpa ada tanda kehidupan sama sekali "ini aneh kata yamada gadis itu ada di ruangan ini" pria itu bergumam tanpa mengendurkan penjagaan nya, tap tap tap saat melewati sebuah lemari, wus jleb "ap__" sama seperti yamada pria itu hilang kesadaran tanpa mengetahui apa yang terjadi dengan dirinya
__ADS_1
"fuh, lemari itu sangat pengap dan gerah, tapi ini sangat di sayangkan membuang bahan berharga seperti ini hanya untuk 1 orang" tak tak keiko melempar suntikan yang berisi cairan obat tidur dosis tinggi ke lantai "ikat atau langsung bawa ya, ah ikat dulu nanti kumpulkan dengan temannya, set set aku penasaran mau di apakan orang orang ini oleh asakawa? ".
" yosh selesai, tinggal seret saja lagi" tap "ugh ini berat juga", tak tak " hei asakawa aku membawa orang yang kau pinta" cklek pintu terbuka
"oh baiklah taruh saja di dekat temannya aku akan urus sisanya, yeah mayan umpan zombie segar" hening. "kau tidak istirahat keiko?, besok akan menjadi perjalanan yang panjang dan berbahaya, dan itu akan menyulitkan mu! " sengaja asakawa menekan kata mu di akhir
keiko yang mengerti kode tersebut bertambah murung "baiklah, jaga dirimu baik baik meskipun kamu kuat tapi tetap saja manusia memiliki kelemahan" ia seperti hendak menangis tapi di tahan, "baiklah aku pergi istirahat" drap drap keiko berlari keluar dari ruangan, tampak air matanya tidak terbendung lagi dan tumpah di lantai
"meskipun aku tahu ini akan terjadi, tapi menyaksikannya tetap saja menyakitkan, hanya sampai disini aku membantumu sisanya akan ku serahkan kepada takdir, semoga kita bertemu masih dengan status sama, bukan musuh maupun monster" tap asakawa berbalik dan membereskan apa yang perlu ia bereskan
di ruang keiko "hiks hiks, aku... tidak ingin berpisah dengannya.... di dekatnya selalu membuatku nyaman... hiks tapi jika aku terus disisinya, aku hanya akan menjadi beban, aku tidak ingin lagi melihat seseorang yang kucintai mati untuk melindungi ku, apa tujuanku selanjutnya?, hanya kaki yang terus membawa ku entah kemana "
waktu terus berlalu tak terasa malam berat tersebut terlewati, meskipun dengan luka pilu di hati, tap tap "pagi seperti biasa, bangun dengan sediri tanpa ada yang membangunkan, yeah ini tidur ternyenyak selama 10 tahun aku tidak merasakannya. hah entah kenapa aku mulai merindukan gadis itu padahal baru beberapa jam berpisah dengannya, baiklah mari lupakan masa lalu dan mulai merangkai masa depan, banyak yang harus ku kerjakan" tap srak asakawa mempersiapkan dirinya, tap tap "ah ya aku belum mengecek gedung ini" tap asakawa mulai menyusuri tiap lantai, 2..4..5 "tas ini semakin berat, sampai disini saja deh, sisakan yang lainnya untuk para penyintas lainnya" wus asakawa melompat dari jendela menuju halaman rumah sakit, dan itu dari lantai lima,
tap asakawa mendarat dengan halus seperti bulu, "oh lebih halus dari saat aku pertama evolusi. tatap, hah ini menyebalkan tapi harus ku lakukan" ia memandang tumpukan mayat zombie dengan malas.
srak srak srak seorang pemuda tampak memunguti kepala zombie dan menumpuknya seperti sampah "ini yang terakhir, tinggal lakukan langkah terakhir dan semuanya selesai" asakawa sedikit mundur untuk mengambil ancang ancang, ia menggenggam katana miliknya dengan erat, dan... "shinigami no mai! " (tarian dewa kematian) asakawa seperti berpindah tempat dalam sekejap ke sebrang tumpukan kepala zombie tersebut.
__ADS_1
srak srak buk, ratusan tidak 1000 kepala zombie terbelah dan hancur berkeping-keping ibarat kaca pecah oleh sesuatu "huf, meskipun memakai banyak tenaga tapi hasilnya sepadan, tinggal memunguti ore mereka saja lagi.
me " maaf ya kalo beberapa episode lalu banyak gambarnya, seperti bukan novel, tapi yah begitulah aku, sudah jadi kebiasaan, aku malas menerangkan detail hal yang di pakai oleh karakter, sa adios bro tunggu episode selanjutnya "