
selamat membaca
_____
_____
_____
_____
beberapa menit mereka terdiam dengan malu, "emm etto, ayo kita lanjut menuju rumahku, semakin cepat semakin baik" asakawa memulai pembicaraan meskipun itu sangat memalukan di suasana canggung seperti ini
"e eh baiklah, tapi kenapa kau memanggil ku dengan nama depan sedangkan aku memanggilmu dengan nama belakang, bolehkah aku memanggilmu dengan nama depan juga? "
tap tap asakawa yang berjalan lebih dulu berhenti "hmm boleh saja, jika kau mau, supaya kita impas"
"em to toriki kun" keiko tampak sangat maku menyebutkan nama toriki di hadapan orangnya
"eh pakai kun" 'wah gila dia cantik kali saat malu seperti itu ah pengen peluk'
"apakah tidak boleh" keiko memiringkan kepalanya tanda bertanya yang menambah keimutan nya
pffttt "bo boleh saja" toriki mimisan melihat tingkah laku keiko ke dirinya
"hei toriki kun apakah kau sakit, kenapa wajahmu mimisan dan eh hidungmu berdarah" keiko mendekat dan menyentuh wajah dan hidung toriki yang membuatnya semakin malu
"ah tidak apa apa, mungkin ini hanya kerana kelelahan" ia membuat alasan agar keiko tidak curiga dan berhenti memegang wajahnya 'ini terlalu dekat, dan wow tubuhnya harum meski sudah banyak membunuh zombie'
"oh begitu baiklah, ayo kita cepat pergi sebelum malam datang, dan kau bisa cepat istirahat" drap drap keiko berlari lebih dulu meniggalkan toriki tampak wajahnya memerah
'eh ketahuan ya, ah sudahlah' drap drap toriki juga berlari menyusul keiko yang sudah jauh didepannya
__ADS_1
5 menit kemudian tap tap "huf sampai, akhirnya~, tubuh ini terlalu lemah berlari 5 menit saja sudah kelelahan, hah bagaimana dengan Keiko" tap
"hei toriki kun kau terlambat, aku sudah menunggu lama nih" tampak keiko berdiri di depan pintu rumahnya menunggu dirinya
"haha gomen, hei keiko apakah kau atlet lari, kok cepat sekali kau sampai di rumahku dan darimana kau tahu? " tap tap tap toriki menghampiri keiko
"ah itu apakah kau lupa kita saat SD pernah belajar bersama tapi saat sma kau melupakan ku, padahal aku selalu menunggu mu di depan taman tempat kita biasa bermain, saat SMP aku selalu menyapa mu tapi... tapi... tidak pernah kau respon, nande!" nada Keiko yang awalnya riang tiba tiba berubah menjadi marah + sedih (yah kalian tahu kan) ia sedikit mengeluarkan air mata menceritakan isi hatinya yang selama ini ia pendam
tertunduk "Maaf kan aku Keiko, aku juga ingin menyapa mu tapi, kau adalah siswi paling populer di sekolah aku sungkan, jika kau menyapa ku aku diam saja karena aku tidak ingin merusak Citra dirimu, lihatlah aku yang bahkan di anggap angin lalu di sekolah,maaf"
hening, matahari mulai tenggelam dan menjadi sunset yang indah, saksi bisu 2 sahabat yang saling men curahkan isi hati mereka yang sudah lama di pendam
"hiks hiks, toriki baka! , aku tidak peduli tentang itu aku hanya ingin seperti dulu, berteman tanpa pandang fisik ataupun kasta"
Keiko terduduk sambil menangis
tap tap tap puk "maaf aku tidak tahu jika itu yang kamu inginkan, aku pengecut, aku tidak pernah berani berhadapan dengan mu, sejak kita pertama kali berteman aku sudah menaruh perasaan kepada mu, maaf aku baru mengatakannya sekarang, mungkin sudah terlambat tapi..., aku menyukai mu," toriki menghampiri Keiko dan memeluknya
"hah sepi seperti biasa, hm pertama tama aku bersihkan diri dulu, ais kenapa aku tidak singgah ke toko baju tadi, baju untuk Keiko tidak ada, apakah pakai baju ibu, masih kuat, ah nanti saja dipikirkan aku mandi dulu" tap tap toriki berjalan ke belakang rumah menuju kamar mandi
3 menit kemudian "wah ini menyegarkan, memang enak setelah mandi" toriku keluar dari kamar mandi hanya dengan selembar handuk di pinggangnya
saat bersamaan di atas sofa "engh, eh dimana ini, ah ya aku tadi di depan rumah toriki dan " blus ia langsung melu setelah mengingat kejadian tadi "ia memelukku dan mengutarakan perasaannya, ah ini memalukan mana aku tertidur di pelukan nya"
wajah Keiko semakin memerah
tap tap "oh Keiko kau sudah bangun, ayo mandi aku sudah menyiapkan air panasnya, maaf jika kau harus memakai bajuku" ia menyapa Keiko yang baru bangun dengan handuk melilit pinggang menunjukkan tubuh sempurna dengan roti sobek
(yah kira kira kek gini lah, ah aku menangis liat tubuh kek gini, sedangkan aku đź—żbulat)
__ADS_1
terdiam
"eh kenapa kau diam saja, tidak ingin mandi? "
toriki belum menyadari dengan kelakuan nya sendiri
pftt darah deras mengucur keluar dari hidung Keiko "te terlalu sempurna"
tap tap "hei Keiko kau tidak apa apa?, hidungmu berdarah lo" toriki mendekati Keiko yang mimisan karena ulahnya
"ugh, tubuhmu, teralu sempurna" ia yang baru melihat tubuh lelaki langsung mimisan karena tidak tahan
"eh tubuhku, terdiam, ehhh maaf Keiko aku memakai baju dulu ” ia sadar dengan kelakuan nya langsung cepat cepat pergi ke kamarnya untuk berpakaian
1 menit " huh, hehe aku lupa jika kau ada disini, aku sering seperti ini dan jadi kebiasaan deh, "
"......" Keiko tidak bicara apa apa setelah toriki duduk di samping nya, wajahnya masih merah 'itu tadi pemandangan langka'
kruyuk lama dalam keheningan, suara perut lapar memecahnya "ah sudah larut, aku lupa menyiapkan makanan, tunggu ya" tap tap "hei Keiko kau mau makan apa, omelet, spageti, atau miso? " itu saja yang ada pilihan salah satu
buk "terserah , aku lapar" setelah ia melamun sebentar dan melupakan kajadian tadi ,
"baiklah malam ini kita makan omelet, mungkin ini makanan terakhir yang paling mewah dalam waktu seperti ini, ah ya bagaimana kau sudah memikirkan perkataan ku tadi? "
blus Keiko langsung ngeblus "etto, aku memang menyukai mu tapi apakah tidak apa apa membiarkan ku ikut?, aku hanya akan menjadi beban lo" ia me merah dan sangat malu mengucapkan hal yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya
terhenti "hah Keiko chan dengarkan aku, selama kau ada di sisimu utu sudah cukup, kau tidak akan menjadi beban dalam hidupku, sebaliknya jau akan menjadi harta berharga dalam hidupku, arigatou sudah mau menerima diriku" toriki berhenti sebentar dan berbalik sambil mengatakan hal yang membuat Keiko semakin malu
"..... " keiko tidak bisa berkata apa apa lagi, ia masuk mode malu 100%
hah masih sepi, 0 pembaca, apakah novel ini g seru ya, ingin promosi tapi ke siapa
__ADS_1