Hunter Zombie

Hunter Zombie
12


__ADS_3

selamat membaca


____


____


____


____


drap drap, seseorang tampak berlari cepat di atas jalanan kota yang hancur berantakan"wow ini hebat, meskipun aku tahu bahwa penggunaannya bisa memiliki kecepatan ini, tapi merasakannya secara langsung tetap mengagumkan, dulu aku pernah mendengar rumor tentang seseorang yang menyerap ore tipe kecepatan, saat ia berada di tingkat maximal ia bisa berlari secepat cahaya bahkan bisa melakukan teleportasi. tapi aku bingung kenapa aku hisa menyerap 2 tipe ore yang berbeda, yang normalnya orang lain hanya bisa menyerap 1 tipe ore saja dalam hidupnya, apakah ini efek dari aku kembali ke masa lalu"


tap saat sampai di mall yang ia tuju, tubuhnya membeku seakan tidak percaya apa yang ia lihat "ini tidak mungkin bukan, arghh sialan kemana para zombie itu, kenapa yang ada hanya camp ini" di depannya terdapat sebuah mall raksasa, bukannya di penuhi oleh para zombie, tapi yang ada hanya camp manusia yang besar dengan tembok darurat sederhana di area sekitar parkiran mall.


tap tap asakawa berjalan santai menuju area pengawasan penjaga, tap "hei berhenti di sana,! " seorang pria berpakaian tentara menodongkan glock meyer 22 miliknya ke arah asakawa, asakawa yang menyadari tindakan pria tersebut tidak menghentikan gerakannya, menyadari pemuda yang di todong nya tidak berhenti ia mulai menarik pelatuk dan siap menembak kapan saja.


dalam jarak 5 meter yang lebih dari cukup untuk pria iyu menembak asakawa, "ku peringatkan sekali lagi, berhenti di sana!" tap tap melihat asakawa tidak bergeming dan tetap berjalan menuju arahnya, tentara itu tidak punya pilihan lain selain menembaknya,

__ADS_1


wus dor dor dor, ia menembak peluru ke asakawa, meskipun bukan organ vital tapi hal itu tetap bisa menghentikan seekor zombie biasa dengan mudah.


wus ting ting sekilas terdengar dentingan besi yang saling beradu di dalam kepulan debu lalu kembali tenang, "apakah aku membunuhnya, mustahil, bagaimana bisa dia menghindari peluru tadi, aku yakin menembaknya dengan tepat, kuso ini gawat jaraknya semakin dekat, aku tidak bisa mengkonfirmasi apakah dia manusia atau zombie" aura mencekam dan dingin dengan muka yang di tutupi oleh topeng siapa yang tidak curiga coba.


tap tap asakawa berjalan santai menuju gerbang, sementara itu pria yang menjaga gerbang semakin panik karena semua pelurunya tidak pernah mengenai asakawa, seperti ada yang menghalangi, padahal yg sebenarnya adalah asakawa menangkis semua peluru tersebut dengan kecepatan yang tidak dilihat oleh mata manusia normal, meskipun itu menguras stamina nya.


tap saat ingin menembak kembali sebuah suara dingin menusuk tulang terdengar dari telinga pria tersebut "lambat" wus tap asakawa 'menghilang' dari pandangnya dan muncul di belakang tentara tersebut "berisik kau mengganggu ketenangan ku" wus buk asakawa menepuk belakang leher pria tersebut yang membuatnya pingsan " ini menghabiskan cukup banyak energi hanya untuk mengurus 1 orang, lain kali aku harus berhemat" tap tap ia meminggirkan pria tersebut lalu masuk ke dalam camp dengan mudah tanpa sedikit pun terluka.


tap tap 'pengecut' itu yang terlintas di pikiran asakawa saat melihat tumpukan 'sampah' yang hanya berpasrah menunggu bantuan orang lain, tatapan yang menyiratkan kekosongan tanpa ada harapan hidup seperti menyerah akan kehidupan, tubuh yang tidak jauh berbeda dari zombie, kurus dan kotor. padahal baru seminggu apocalypse terjadi tapi manusia sudah seperti ini, tap tap ia terus berjalan menyusuri are 'pemukiman' lusuh sampai seorang gadis menghadang langkahnya.


"tuan, sudikah anda membagi makanan kepada saya, sebagai gantinya.... " gadi itu sedikit membuka bajunya set "di sini terlalu 'ramai' " asakawa mencegah gadis itu sebelum melakukan hal yang lebih jauh. dan menyeretnya ke sebuah gang di pojok.


"h... haik" awalnya gadis itu gugup menjelaskan tapi lama kelamaan ia terbiasa dengan sikap datar dan dingin asakawa, 30 menit berlalu tanpa terasa "itu saja hal yang ku tahu selama aku menjadi pengungsi di sini tentang gedung pusat maaf aku sangat minim informasi tentang gedung tersebut tapi yang pasti jika kamu berusaha menerobos masuk kamu akan di tembak di tempat" wus tak tak asakawa melemparkan 2 buah makanan kaleng ke gadis tersebut sebagai bayar atas informasi yang dia berikan sebelum ia memintanya


"terimakasih" tap tap asakawa pergi dari tempat itu menuju gedung pusat yang di maksud gadis tersebut.


"apa yang mereka jaga sampai mengerahkan tentara dengan persenjataan lengkap seperti itu" asakawa sampai di depan pintu masuk gedung pusat yang sebenarnya adalah gedung mall, di sana terdapat 2 tentara yang berjaga dengan masing masing menyandang ak 47 di tangannya "akan sulit melawan 2 senapan serbu sekaligus dengan kekuatan ku saat ini hmm bagaimana aku bisa masuk ke. sana, jika tidak salah 'dia' seharusnya ada di dalam gedung itu" saat asakawa sedang asik berfikir cara masuk ke dalam, sebuah kelompok menghampiri kedua penjaga tersebut dan bernegosiasi.

__ADS_1


"kami membawa barang menarik untuk 'dia' apakah cukup? " seorang laki laki berumur 30 an, sepertinya ketua dari kelompok tersebut berbicara pada salah satu penjaga.


"hmm obat bius, baiklah kau diizinkan masuk" penjaga tersebut membukakan pintu setelah mengkonfirmasi apa yang di bawa oleh kelompok tersebut, wus sebelum pintu tersebut tertutup sekilas ada angin kencang yang ikut masuk ke dalam "brrr angin di sini mulai dingin, mungkin sebentar lagi musim dingin akan tiba"


"huff, lumayan cepat, baiklah mari kita lihat apa yang di akibatkan oleh efek kupu kupu sialan itu" asakawa menyapu semua hal yang ada di dalam gedung mall tersebut 'hmm apakah semakin tinggi lantai semakin bagus dan nyaman, aku hanya melihat tumpukan pengecut disini meskipun keadaan mereka cukup bagus daripada yang di luar' tap tap ia mulai menyusuri bagian lantai dasar gedung sambil mengumpulkan informasi yang ada.


"cih merepotkan, andai aku memiliki kekuatan sonar kelelawar aku akan menemukannya dengan cepat" 30 menit menyusuri hampir seluruh lantai dan ruangan umum asakawa mulai kesal karena tidak menemukan apa yang ia cari, "apakah dia ada di lantai teratas, jika iya itu akan menjadi sulit, penjagaan di sana sangat ketat, kuh ini menyebalkan".


note : status asakawa saat ini


nama : toriki asakawa


umur : 18 th


skill : berserk, fuller


job : hunter

__ADS_1


ras : evolved lv 3


power : kecepatan, regenerasi, peningkatan tanpa batas


__ADS_2