Hunter Zombie

Hunter Zombie
10


__ADS_3

selamat membaca


_____


_____


_____


_____


day 5


"hmm pas 1000 ore, melihat, ternyata memang kurang hanya memakai emas dan berlian, kurang dari 1 minggu sudah mulai retak" asakawa menggerutu sambil melihat pedangnya yang mulai lecet dan retak di beberapa bagian, "banyak yang ingin ku buat dari benda ini tapi apa boleh buat, forge!" asakawa seperti menenggelamkan benda ke air, padahal jelas itu benda padat tapi ia dengan mudahnya melunakkan hal tersebut.


"500 ore zombie seharusnya bisa bertahan untuk beberapa minggu kedepan, selama itu tidak berhadapan dengan zombie tingkat 5, pedang selesai, hmm apakah aku perlu masker baru, ku buat deh mumpung ada bahan, create! " srak ore zombie mulai melunak dan membentuk sesuatu, kurang dari 10 menit hal yang di inginkan asakawa terpampang di depannya "ini benda bagus untuk menyembunyikan identitas, toh aku kurang percaya manusia/orang lain apalagi di dunia apocalypse ini"



srak "pas di wajah, nah pelengkapan selesai, apakah aku perlu memakai panggilan baru seperti di kehidupan ku sebelumnya, ah ya bagaimana kalau hunter , nama yang tidak buruk juga, tapi aku akan tetap memakai title lama lone wolf , hmm tujuan kita selanjutnya mall saja deh, tempat menemukan zombie paling mudah, saatnya berburu"

__ADS_1


"tapi akan ku apakan ya 2 sampah ini, membunuh mereka itu terlalu baik, lihat, ah ya bagaimana kalau jadi penarik perhatian zombie, haha itu ide brilian" srak srak asakawa menyeret dua orang tersebut ke arah pintu gerbang yang sudah di penuhi gerombolan zombie "dua umpan besar seharusnya cukup, hei bangun!, kalian memiliki tugas" tak tak asakawa memukul 2 kepala mereka cukup keras


"dimana ini?, zombie?, waaa!! " suzuki bangun yang pertama dan segera menyadari apa yang terjadi, ia berteriak ketakutan melihat gerombolan zombie persis di bawah kakinya


"arghh!! " di susul oleh pria satunya, tapi nasibnya kurang beruntung, dua buah tangannya hilang setelah di tebas oleh asakawa


"berisik, kalian seperti burungnya beo saja, sana lari jika tidak ingin di makan zombie! " buk buk asakawa melempar mereka ke sebrang tempat tidaka ada zombie berpijak, untuk sementara


grrr grrr semua zombie yang ada di depan pintu gerbang sontak menoleh dan muslim mengejar dua orang yang tampak lezat di mata mereka "yo selamat berjuang, seishin o tamotsu~" (semangat yah)


tap tap asakawa melompat dan berjalan dengan santai menuju arah berlawanan


sementara itu asakawa melambaikan tangan tanda tidak peduli terhadap mereka, tap tap ia terus berjalan lurus menyusuri jalan kota yang tampak kacau balau seperti kapal pecah "sepi seperti kota hantu, aku merasa kasihan melihat ini, hanya sebuah organisme kecil pencapaian manusia selama ini langsung musnah dalam sekejap, betapa rapuhnya manusia".


10 menit berlalu dalam kesunyian " suara pertarungan, sepertinya tidak jauh dari sini" drap drap telinga asakawa mendengar sesuatu seperti detingan besi yang saling beradu. tap "serigala atau anjing?, apa yang sedang mereka perebutkan sampai membuat mereka bertarung sejauh ini? " ia mengintip sebuah pertarungan 2 makhluk mutasi yang tampak kuat, dia mata orang lain, dimata asakawa itu hanya perkelahian 'kecil'


grr roar seekor makhluk mirip serigala sedang menerkam dan mencakar makhluk di depannya, rottweiler lebih tepatnya rottweiler jumbo seukuran sepeda motor, tubuhnya penuh dengan luka luka begitu juga dengan serigala yang menyerangnya, 5 menit berlalu pertarungan terus berlanjut dan sepertinya pertarungan ini memiliki pemenangnya, auuuuu! serigala di depannya melolong dengan bangga dan meskipun harus kehilangan telinga kanan dan kaki kirinya, ia berhasil mengalahkan anjing rottweiler tersebut.


melihat "apa yang di jaga oleh rottweiler tersebut sampai bertarung mati matian seperti ini, ah pantas naluri seorang ibu" seekor anak rottweiler berjalan ketakutan menuju mayat ibunya, ia menggonggong pelan "hah dunia ini memang kejam tapi bukannya ini terlalu dini untuk makhluk tidak berdosa seperti ini" tap wus saat serigala itu ingin membunuh anak anjing tersebut asakawa lebih dulu menghadang serangan tersebut "hei bung apa masalahmu menghabisi makhluk seimut ini. dan ketangguhan mu patut puji, Banyak kehabisan darah tapi masih bisa bergerak selincah ini, yeah tapi ini tidak akan bertahan lama, titipkan salam ku untuk hades" merasakan bahaya serigala itu melompat mundur dan berniat kabur "jangan harap, funsai surasshu!"

__ADS_1


( tebasan penghancur) wus zras asakawa mengayunkan katana miliknya dan sebuah lesatan energi vertikal mengarah ke serigala tersebut, buk buk sebuah tubuh terpotong rapi jatuh ke tanah, sedikit bergerak lalu terdiam


tap tap "makhluk yang malang, apakah kamu mau ikut dengan ku? " setelah mengalahkan serigala abu-abu asakawa berjalan menuju anak anjing tersebut dan mengulurkan tangannya, rottweiler yang awalnya ketakutan melihat asakawa mendekat setelah beberapa saat ia mulai tenang, mengikuti insting ia menerima uluran tangan asakawa tanda menerima ajakannya "issho ni hatarakete yokatta" (senang bekerja sama dengan mu) ia tersenyum lembut yang membuat rottweiler tersebut semakin yakin untuk mengikuti asakawa.


"tapi sebelum itu aku ingin mengubur mayat ibumu dengan layak, baru kita melanjutkan perjalanan" tap tap, 3 menit berlalu "semoga tenang di alam sana, aku akan menjaga anakmu dengan baik" asakawa mengantupkan tangannya tanda bentuk penghormatan.


tap tap "pertama tama mari kita bersihkan tubuhmu dulu, tapi aku tidak bisa memakai air berharga sesuka hati, pakai kain basah saja ya" guk guk seakan mengerti apa yang asakawa katakan.


usap usap "hmm bulumu lembut juga, kukira kasar seperti anjing jerman lainnya, apa karena mutasi ya. baiklah selesai"



guk guk anak anjing itu berputar putar di sekeliling tubuh asakawa "haha baiklah baiklah kau senang sekarang? " guk kruyukk


"haha perutmu menandakan ya, baik mari kita cari makanan untuk mu, emm tidak mungkin bukan kau memakan makanan hewan normal?, jadi apa yang kau mau, Jack? "


sesaat Jack memiringkan kepalanya, kemudian berlari ke arah mayat serigala tersebut dan memakannya "daging, kalau dilihat serigala itu setara zombie tingkat 2,apakah Jack hanya memakan daging hewan mutasi, semoga tidak, minggu pertama pasca apocalypse jarang di temukan hewan mutasi tingkat 2, semoga Jack bisa memakan daging zombie, itu akan memudahkan ku untuk mencari makanan nya untuk kedepannya, baiklah aku juga harus bekerja" tap tap asakawa juga menghampiri tubuh serigala yang di sebelah kiri dan mulai menguliti tubuh tersebut


5 menit berurusan dengan mayat "hah meski tidak besar tapi repot juga mengambil material yang ada di hewan mutasi jika kurang pengalaman, untung di kehidupan sebelumnya aku sering melakukan ini jadi tubuh ini segera terbiasa, hei Jack kau sudah kenyang", guk " bagus kalau begitu ayo kita berangkat, ada banyak pekerjaan yang harus kita lakukan " guk, Jack segara mengikuti asakawa yang sudah berjalan lebih dulu.

__ADS_1


gomen bro jika banyak yang salah/ typo atau kurang menarik nih ep, nanti ku usahkan ku perbaiki kedepannya


__ADS_2