
...♡...
Malam ini Ghea mendengus kesal. Pasalnya sang bunda terus mengoceh ditelpon selama 2 jam hanya untuk membahas perihal 'kapan nikah'?
Tolong Ghea ya tuhan, boro-boro nikah, pacar saja tidak punya.
Untung saja cuti kali ini ia tidak pulang ke rumah, membayangkan saja sudah menyeramkan. Apalagi tante-tantenya pasti sekarang sedang berghibah ria memanas-manasi bundanya disana.
Ghea Brillianna Agasha. Perempuan yang saat ini mendengus kesal menatap handphonenya yang di penuhi spam dari grup keluarga besar, isinya penuh wejangan dan tuntutan kapan nikah? udah umur 25 tahun lho, kamu mau jadi perawan tua?
Menyebalkan. Memangnya apa salahnya dengan umurnya segini belum nikah? Lagian jodoh kan gak kemana.
Karena muak membaca pesan-pesan itu, ia segera membuka aplikasi tiktok miliknya. Lalu ia berhenti saat sebuah video yang bermanfaat memberikan informasi yang bagus. Disana menyatakan ada website bernama arealme.com yang bisa membuat jodoh dengan menggambarnya sendiri.
Ia pun iseng mencari di situs google dan akhirnya website itu ketemu. Segera ia pun menggambar wajah pria. Dibandingkan wajah pria, gambar ini lebih mirip manusia buruk rupa yang disebut manusia lidi. Matanya hanya sebatas titik, belum lagi rambutnya yang acak-acakan. Harus Ghea akui ia sangat buruk dalam bidang seni.
Dan akhirnya, jadi. Gambar pria yang susah payah ia gambar dengan tangannya sendiri. Ia pun mengklik selesai dan jreng, hasilnya sangat-sangat di luar nalar.
Muncul profil kecil di sisi kanan. Disana terdapat informasi seputar pekerjaan, tinggi badan, ukuran dan lainnya.
Dibandingkan gambar wajah jodohnya yang sangat mirip lidi, informasi-informasi di samping kanannya sangat membuat Ghea tersenyum puas dan tertawa kecil. Kepribadian pasien? Wah Ghea asumsi pasti dia manja seperti pasien, dan apa-apaan dengan feromon, mengingatkannya pada dunia omegaverse saja haha.
Ghea lalu berbaring di sofa, masih dengan senyuman indahnya ia lalu menyalakan siaran tv kesukaannya. Lalu, setelah se-jam penuh menonton, matanya perlahan tertutup karena kantuk melanda dirinya.
Sebuah mimpi menyerangnya, Dirinya tertidur di kamar dengan pelukan posesif pria tampan setengah telanjang. Dadanya yang bidang dan roti sobek yang dimilikinya membuat tangan genit Ghea terjatuh disana. Tidak lupa meremas roti sobek yang benar-benar padat itu.
Apakah ini kenikmatan dalam dekapan pria tampan? Wah pikiran Ghea sudah tidak karuan lagi.
“Apa kamu menyukai otot perutku, istriku?”
“Ya! Tentu saja hehehe,” sahut Ghea dengan semangat, tidak lupa sambil memeluk erat tubuh gagah perkasa ini ke tubuhnya. Hangat. Ghea benar-benar sangat nyaman, di tambah detak jantung pria ini terlalu terpacu cepat.
Pria tampan itu tersenyum lebar sesekali mengusap kuncup kepala Ghea.
“Ah lihatlah betapa senyuman pria ini membuat matanya silau, benar-benar membuat jantungnya tidak aman saja,” gumam Ghea dalam hati.
Pria tampan itu lalu tiba-tiba mendekat ke arah wajahnya dan sebuah bibir kenyal menempel pada bibirnya. Perlahan melahap bibir miliknya dan terus menerobos paksa kedalamnya.
Tunggu. Rasanya kenapa sangat panas dan kenapa ini terasa begitu nyata?! Bukannya ini dalam mimpi?
__ADS_1
Ini tidak benar!
Ghea segera mendorong dada bidang pria ini darinya tapi usahanya sia-sia saat pria ini terus memperketat pelukan padanya dan terus mencumbu bibir miliknya disana. Belum sampai disana saja, pria ini mengigit bibir bawah milik Ghea dengan ganas.
Ghea terengah-engah, napasnya hampir habis jika pria ini tidak membiarkan dirinya terlepas dari ciuman panas yang mereka lakukan.
“Oh tidak! ciuman pertamaku hilang direbut pria bajingan ini,” Ghea mengeram marah dalam hati.
Ghea segera berdiri, ia lalu meninju pria di depannya dengan kepalan tangan mautnya.
“Ughhh... Kenapa kamu meninjuku, istriku?”
“Kamu nanya, huh?!”
Ghea lalu mengambil bantal dan segera memukul pria bajingan ini, tidak lupa mencakar tubuhnya yang tidak terlindungi pakaian atasan.
“Rasakan ini, rasakan! Siapa kamu hah berani-beraninya masuk kamar orang lain dengan tubuh jelekmu itu!”
“Ughhh... Istriku, bukannya kamu tadi sangat menyukainnya ya? Aduh, jangan menggigit bahuku! kamu bahkan bukan kucing,” pria tampan ini terus mengeluh menghindari serangan Ghea yang brutal.
“Siapa yang menyukainya, hah! Kukira tadi itu mimpi kau tahu?! Dan siapa kamu 'hah bisa masuk ke kamarku!”
“A-aku suamimu tentu saja, ...Aduh ughhh!”
“Aku memang suamimu, Ghea isriku!” pria itu berteriak, ia menahan tangan miliknya yang hendak akan memukulinya lagi, lalu menjatuhkan tubuhnya keatas kasur. Menindihnya dan mengunci kedua tangannya di atas kepalanya. Ugh, posisi yang membuat orang salah paham.
Saat Ghea akan melawan pria bajingan ini, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka lebar. Memperlihatkan Ibunya yang kaget dengan tante-tantenya di belakang yang sama pula memperlihatkan wajah kagetnya.
Tidak. Ini benar-benar semakin kacau.
Ghea membatin rumit dengan situasi yang tiba-tiba ini. Tolong Ghea, tuhan!
Setelah beberapa detik mereka terkaget-kaget, lalu mereka tersadar dan mulai berteriak kencang.
“Aaaaaaaaaaa...!”
Teriakan ibu dan tantenya bergema hingga ke lantai bawah.
Kacau. Telinga Ghea rasanya mau pecah.
“Siapa pria itu, Ghea!”
Ibunya memekik marah, Ghea juga ingin membalas ucapan ibunya tapi pria di atas tubuhnya ini mengatakan sesuatu yang membuat ibunya makin berteriak.
__ADS_1
“Halo ibu mertua, saya suaminya Ghea hehe,” ujar pria tampan ini. Ghea mengumpat di dalam.
hehe? Sialan, apa-apaan pria ini.
Tante-tantenya histeris, Ghea tidak bisa membedakan apakah itu histeris kemarahan atau kebahagian?
Tante Sinta tersenyum sambil mengusap ujung matanya yang tidak berair sedangkan tante Hilda menutup mulutnya dengan kedua tangannya itu. Ibunya? Jangan ditanya, wanita paruh baya ini langsung menyeret tubuh pria bajingan itu kepelukannya dengan senyuman yang bahkan Ghea tidak pernah tahu bahwa ibunya bisa tersenyum seperti itu.
Apa ini, WTF! Harusnya pria ini langsung di pacung! Apa-apaan senyum sumringah ibunya ini, tuhan!
“Sayangku Ghea, harusnya kamu bilang kalau kamu sudah punya calon pengantin pria yang setampan ini bahkan otot-otot tubuhnya sangat sehat,” ujar ibunya selepas memeluk pria bajingan itu.
Ghea menggeleng kuat, “calon pengantin pria? yang benar saja bu! Aku bahkan tidak mengenal bajingan gila ini!”
“Kalau kamu tidak mengenalnya, kenapa bisa dia di kamarmu, jangan membuat alasan konyol ponakanku yang cantik,” tante Sinta menyahut. Seakan-akan memanasi keadaan Ghea yang tidak bisa berkutik lagi.
Tante Hilda pun mulai menimbrung, “Apakah kalian ini sudah snu snu? ini bahkan tidak bisa dibiarkan! Kalian harus menikah secepatnya!”
Sialan. Pemikiran kotor apa lagi yang diucapkan tante Hilda! Ah, rasanya Ghea ingin menghilang dari kamar ini saja. Ia benar-benar merasa terpojok saat ini.
“Sebenarnya secara adat, kami belum melaksanakan acara pernikahan, ibu mertua bagaimana dengan pernikahan sebulan kemudian?”
“Apalagi ini, si bajingan ini! kita bahkan baru bertemu hari ini, bajingan gila.” ucap Ghea tanpa memedulikan kata-kata kasarnya. Tapi sang ibu dan tantenya tidak mendengarkan omongannya dan terus mengabaikan ucapan Ghea.
“Ibu sangat setuju pada rencana ini menantuku yang tampan!”
“Tante-tantepun sangat setuju sekali!”
Mereka bertiga kompak menganggukkan kepalanya, bahkan pria ini tersenyum puas menatap kearah dirinya.
“Tu-tunggu ibu, aku tidak setuju! Aku tidak mau!” Ghea berteriak menyuarakan pendapatnya. Hei tolong, pria ini orang tidak dikenal tahu?! bagaimana bisa dia langsung dinikahkan begitu saja!
“Diamlah, anak nakal!” ibunya berteriak pada Ghea, membekap mulut anaknya dengan tisu kering.
Ghea melotot, ibunya sekarang beserta tante-tantenya sepertinya telah tersihir oleh ketampanan bajingan ini!
Tidak, lebih tepatnya Ghea sepertinya terjebak oleh skenario pria tampan ini.
...ー Ghea bersama Minji ー...
...♡...
__ADS_1