
...♡...
Ghea akhirnya sampai di kantor tempat ia bekerja. Ia bekerja di perusahaan penerbitan sebagai editor senior selama kurun waktu 3 tahun.
Segera ia bersapa riang kepada rekannya yang tidak sengaja berpapasan di lobi, tapi ada yang aneh! Kenapa mereka terus menatapnya lekat-lekat padanya sambil tersenyum malu-malu begitu.
Apakah ada yang salah dengan penampilannya? Sepertinya tidak, ia berpenampilan seperti biasanya. Lalu apa?
Tiba-tiba seseorang menepuk bahunya, Ghea lalu berbalik. Ternyata Lia, teman satu timnya.
“Oh, Lia?”
Lia tersenyum misterius, ia terus-terusan melirik leher Ghea di sertai gerakan heboh menutup mulutnya yang siap mengeluarkan cekikikan.
“Aku tidak tahu bahwa pacarmu begitu ganas sampai menandakan begitu banyak ****** di lehermu, Ghea!” ujar Lia akhirnya membuka mulutnya yang sedari tadi ditahannya.
Apa? ******? Sialan! Ghea lupa nenutupinya!
“I-ini a-adalah gigitan serangga! Ya, serangga besar,” bantah Ghea menutupi lehernya dengan kedua tangannya. Sialan kau Arsetto! Ghea terus-menerus mengumpat dalam hati. Rasa malu mulai merayapi Ghea, pantas saja banyak orang yang curi-curi pandang melihat wajahnya. Ternyata karena ini!
Lia tertawa terbahak-bahak. Alasan Ghea sungguh lucu, padahal jelas-jelas ****** itu adalah kerjaan manusia bukan serangga.
“Diamlah Lia! aku sekarang benar-benar malu,” ujar Ghea menutup paksa tawa Lia yang berhasil mengundang banyak orang melihat kearah sini.
“Baiklah, baiklah aku akan berhenti tertawa. Tapi ngomong-ngomong bukannya seorang Ghea yang aku kenal ini adalah jomblo akut ya? Apakah ****** itu dari one night stand?!” heboh Lia berasumsi gila.
One night stand? Pikiran gila apa lagi itu! Ghea pantang kehilangan kesuciannya sebelum menikah, bisa-bisaan temannya berpikiran sempit seperti ini!
__ADS_1
Ghea segera memukul lengan Lia brutal. Tidak memedulikan rintisan kesakitan yang keluar dari mulut Lia.
Dari pagi dirinya dibuat kesal oleh Arsetto dan sekarang makin dibuat kesal oleh Lia yang telah mengundang banyak mata yang mendengarkan omong kosong dirinya itu! Bisa-bisa akan terdengar rumor aneh tentang Ghea jika mulut Lia tidak tersumpal dengan baik hari ini.
“Omong kosong yang gila! Ini bukan seperti pemikiran sempitmu, Lia,” kesal Ghea terus-menerus memukuli lengan itu, Sang empu yang dipukuli hanya bisa meringgis kesakitan meski sudut bibirnya tersenyum lebar sambil cekikikan girang.
“Oh ayolah Ghea, kalau bukan itu siapa lagi? Jangan-jangan calon suami?!” sahut Lia sambil menutup mulutnya dramatis.
Ghea terdiam, calon suami? Apakah iya? Ghea juga bingung harus menjawab ya atau tidak. Pasalnya keluarganya bahkan kemarin sudah mempersiapkan tanggal yang pas untuk pernikahan satu bulan kedepan nanti. Dan jika ditanya apakah Ghea suka sama Arsetto? ia juga masih bingung, pikiran dan hatinya masih semu tentang pria tampan itu.
Tolong, ia dan pria itu saja baru bertemu 2 hari. Dan tentunya jantungnya memang kadang-kadang berdetak kencang tapi itu karena wajah tampannya bukan karena kelakuannya yang nyosor sana sini menciuminya. Haish... Dasar anak anjing mesum!
Lia yang melihat Ghea termenung lama makin merasa bahwa tebakannya adalah benar. Wah, akhirnya temannya ini laku juga. Segera ia mengeluarkan syal berwarna coklat dari tasnya dan melilitkannya ke leher Ghea.
“Nah pakai ini, kamu tidak akan pamer 'kan ****** itu keseluruh orang perusahaan?”
Mereka lalu berjalan bersamaan memasuki ruang kerja. Orang-orang di dalam bahkan bertanya kepada Ghea kenapa memakai syal di hari panas begini. Ghea hanya bisa tersenyum kaku, berbeda dengan Lia yang cekikikan melihatnya.
...♡...
Arsetto mengendus pakaian Ghea yang ia ambil di lemari putih. Harum paper mint menggelitik penciumannya, Arsetto bahkan dibuat kecanduan dengan aroma ini.
Tiba-tiba, ponsel di atas nakas bergetar. Itu ponsel yang diberikan Ghea padanya. Segera Arsetto memegang ponsel itu, disana terdapat panggilan dari seseorang bernama Fernan. Arsetto langsung mengangkat panggilan itu dengan perasaan kesal pasalnya ia mengira Ghea yang menelponnya.
“Ada apa? sudahku bilang kan kalau aku sedang cuti 2 bulan jangan mengganguku!”
“Tuan Arsetto tersayang, saya mohon jangan mengada-ngada... Ini bahkan bukan cuti tapi pembolosan kerja! Mau sampai kapan anda membolos hah! Padahal kemarin orang-orang sedang sibuk dengan operasi pembengkakkan lambung kucing dan anda malah menghilang secara tiba-tiba," ujar Fernan panjang lebar beserta kekesalannya dibalik ponsel itu.
“Ugh, sudahku bilang kan bahwa operasi itu kau yang ambil,” sahut Arsetto tak kalah kesalnya. Ia terus saja terikat pekerjaan padahal atasannya sudah mengizinkan dirinya untuk cuti, tapi semua itu tidak mempan untuk telinga pria bernama Fernan itu.
__ADS_1
Arsetto bahkan tidak menganggap Fernan adalah sahabatnya jika sudah bersangkutan dengan pekerjaan. Fernan benar-benar manusia paling menyebalkan baginya.
“Saya tidak mau terus-terusan mengambil pekerjaan milik anda tuan Arsetto! Cepat datang kesini sekarang juga, atau saya akan menyeret anda kesini?” ancam Fernan, dia pun langsung menutup panggilannya tanpa mendengar protesan dari Arsetto.
Arsetto mengeram kesal, bagaimana ini... Dirinya sekarang saja terkunci. Bisa gawat kalau Fernan melacak lokasinya dan benar-benar menyeretnya dari sini. Dan belum lagi Arsetto malas melayani pasienー para binatang.
Arsetto dibuat kaget saat ada ketukan dari arah pintu, apakah Fernan bisa secepat itu menemukannya? Wah, manusia gila.
“Buka pintunya, tuan Arsetto.”
Tebakan Arsetto memang benar. Gila. Bagaimana ini?! Ketukan Fernan berubah menjadi dobrakan brutal.
Sekarang pintu itu terjatuh, menampilkan sosok pria dengan mata pandanya yang dalam serta janggut lebat tidak terawat. Jangan lupakan, penampilan lusuh dengan jas putih khas dokter yang sepertinya tidak disetrika rapih. Kaca mata kotak bertempel dipangkal hidup miliknya malah menambah aura kesuraman.
Arsetto tercengang melihatnya, kemana hilangnya wajah rupawan seorang Fernan Mahendra itu?
Oh, Arsetto juga dibuat ketakutan pasalnya sahabatnya ini tersenyum menyeramkan saat mata mereka beradu pandang. Entah kenapa leher belakang Arsetto menjadi kaku.
Yang benar saja, tubuh Arsetto di seret paksa oleh Fernan. Ia memberontak tapi tenaga badak Fernan sudah tidak diragukan lagi sangat menyeramkan. Arsetto hanya bisa pasrah, meninggalkan apartemen istrinya tanpa pamit.
Disisi lain, Ghea mengoleskan pondation ke lehernya di toilet, menutupi bercak kemerahan itu agar ia tidak kepanasan memakai syal milik Lia seharian ini.
Setelah selesai mengoleskannya, Ghea mendengus sebal. Di kaca yang menampilkan wajahnya sungguh cantik tapi bukan itu yang membuat Ghea mendengus, ia sebal karena sekarang ia harus lembur dadakan. Sama seperti tahu bulat di goreng dadakan, Ghea lupa membawa i-pad yang di dalamnya penuh file penting terutama kontak para penulis yang akan menandatangani kontrak ekslusif di perusahannya.
Ghea segera mengkontak pesan kepada Arsetto, meminta bantuan pria itu untuk mengantarkan i-pad padanya. Tapi pria tidak tahu malu ini dari tadi belum merespon pesannya, Ghea bahkan sudah spam call kesana tapi malah tidak diangkat.
“Sialan. Kenapa tidak diangkat sih, Bajingan mesum!”
...♡...
__ADS_1