
B/R: ada adegan flashback 2 tahun yang lalu.
...♡...
Ghea akhirnya sudah pulang ke rumah besar mereka setelah 3 hari berdiam diri di rumah sakit yang membosankan ini. Ia bahkan sudah beberapa kali memaksa Arsetto agar menyetujuinya bekerja kembali setelah cuti nya sebentar lagi berakhir.
Ya meski awalnya pria ini tidak menyetujuinya namun bukan Ghea namanya jika kemauannya tidak terkabulkan! Arsetto ternyata lemah pada tangisannya ahaha. Sekarang Ghea bisa menggunakan mata buaya ini untuk kedepannya!
Ghea sebenarnya nyadari bahwa setelah ia pingsan hari itu, pria ini menjadi semakin overprotektif dan sangat posesif. Bahkan kebiasaanya dahulu mengekorinya ke kamar mandi mulai kembali menjadi rutinitas setiap kali Arsetto di hari liburnya, membayangkan wajah pria ini serius melihat ia mengejan di wc membuat perasaan malu hinggap pada diri Ghea.
Tolong, ia pun butuh privasi!
“Kamu tidak merasa kebauan?” tanya Ghea dengan wajah yang sudah menunjukkan kejengkelan di pagi hari ini.
Arsetto tersenyum, ia menggeleng pelan.
Ghea mengumpat didalam hati, rasanya setiap hari tidak merasa jengkel adalah hal mustahil baginya apalagi hidup berdua dengan pria seperti Arsetto ini.
“Saat kerja nanti, kamu jangan cuci mata ya istriku. Aku akan memantaumu dimana pun saat kamu melirik pria lain!” ujar Arsetto memperingati Ghea dengan tegas.
Ghea memijit pelipisnya. Dengan posisi ia masih duduk di wc, ia mendelik kesal kearah Arsetto.
Cuci mata bagaimana ceritanya? Pria didepannya saja sudah membuat ia terpesona. Apakah pria ini tidak sadar diri bahwa wajah tampannya adalah tipe-nya sekali?
“Berhenti bersikap posesif, Aku disana bekerja bukan mencari penggantimu.” jawab Ghea final, ia segera berdiri dari duduknya dan menekan tombol pada wc.
Arsetto tersenyum sumrigah mendengar jawaban Ghea, ia pun terus mengekori Ghea yang sedang mempersiapkan hari pertamanya kembali bekerja setelah cuti.
“Kalau begitu, istriku. Aku akan menemanimu bekerja!”
Ghea melotot, “Tidak! Kamu diam dirumah saja.”
Arsetto cemberut. Ghea yang melihat itu segera mengalihkan pandangannya. Ia tidak boleh lemah dengan wajah pria ini! Ghea tahu bahwa pria ini benar-benar berbahaya saat sudah menggunakan wajah tampannya itu!
“Kamu pergi kerumah temanmu saja sana! Siapa namanya? Fernan?” usul Ghea yang dibalas gelengan kepala Arsetto.
__ADS_1
“Untuk apa aku menghampiri rumahnya, istriku?! Aku sekarang hanya ingin terus didekatmu!”
Ghea pusing keliling mendengarnya. Pria ini sekarang makin menjadi-jadi setelah 3 hari yang lalu dan sekarang pria ini sudah mulai menggunakan mode imutnya kepadanya.
Apakah suaminya ini mempunyai sindrom kepribadian ganda?!
Ghea akhirnya mau tidak mau menyetujui keinginan Arsetto untuk mengikutinya ke tempat kerjanya.
Ghea sudah menebaknya. Ia menahan rasa malunya saat pengawai-pengawai ditempat kerjanya melirik mereka berdua.
Dengan tangannya yang digengam kuat oleh Arsetto. Ghea hanya bisa membalas lirikan mereka dengan senyuman tipis.
Ia akhirnya sampai di tempat duduknya. Disana sudah ada Lia yang menyambut Arsetto dengan memberikan pria itu tempat duduk disebelah Ghea.
Dasar teman pengkhianat!
Ghea merutuk didalam hati. Lalu ia mulai membuka laptopnya dengan Arsetto yang bertumpu satu tangan melihatnya bekerja dengan wajah tampannya.
Ghea mendengus, “Suamiku tersayang, jangan membuatku hilang fokus!”
Arsetto terdiam kaku. Ghea selalu jarang memanggilnya dengan sebutan suami padanya, jadi Arsetto sekarang merasa jantungnya berdetak kencang dan wajahnya sudah salah tingkah.
...⋆...
Jam makan siang tiba. Arsetto sudah mengantri untuk memesankannya makanan. Ghea lalu menghampirinya dan ijin sebentar ke toilet meski dengan reaksi wajah gusar Arsetto yang sepertinya tidak ingin meninggalkannya sedetikpun.
“Tenang saja. Aku hanya ke toilet, sayang.” ujar Ghea menyakinkan Arsetto.
Arsetto tersipu, mau tidak mau mengangguk kepala pada istrinya.
Dalam hati, Ghea bersorak kemenangan. Akhirnya ia berhasil menang melawan Arsetto yang sangat posesif padanya!
Dengan langkah senang, Ghea berjalan santai menuju toilet wanita. Namun langkahnya terhenti secara tiba-tiba saat kepalanya berdenyut sakit. Pusing yang mendera ini semakin berubah menjadi-jadi.
“Ugh... Sakit sekali.”
Ia mengerang kesakitan seraya memegang kepalanya erat-erat. Lalu sebuah kenangan asing masuk secara brutal ke kepalanya tanpa permisi.
__ADS_1
Ghea bahkan sudah berjongkok saat kenangan itu mulai bertambah satu persatu sehingga mengaburkan pandangan matanya kedepan.
Ada apa ini? Kenangan apa ini?!
Ghea meringgis. Di bawah kendali kenangan asing yang ternyata terlupakan oleh otaknya, Ghea mulai menangis tertahankan saat ia mulai menyadari bahwa kenangan asing ini adalah memori 3 tahun yang lalu yang sangat Ghea ingin tahu kebenarannya.
Kenangan dimana ia memang istri sah dari pria bernama Arsetto Girtama pada 3 tahun yang lalu, bukan dari website yang awalnya ia gambar tetapi sebuah kenyatan yang sebenarnya sudah ia lupakan, Sehingga Ghea akhirnya menemukan puzzle yang hilang dan sedikit demi sedikit menyatukannya kembali.
Ghea meringgis. Kepalanya rasanya mau pecah.
Ah sialan, kenangan ini terus-terusan masuk kedalam kepalanya dan semakin membuat Ghea mengaduh kesakitan.
Ia lalu perlahan berdiri. Menopang dirinya pada wastafel di depannya. Ia lalu memaksakan kedua tangannya membasuh wajahnya dengan air dari wastafel karena wajahnya yang habis menangis benar-benar terlihat sangat jelek.
Sesaat ia akan mengusap wajahnya dengan tisu, sialnya tubuhnya oleng dan hampir terjatuh ke bawah, untungnya sebuah pelukan pada posisi belakang datang di area perutnya sehingga tubuh Ghea tertahan.
“Piuh... Hampir saja bonyok ke lantai,” gumam Ghea menghembuskan napas lega.
“... Istriku, kamu benar-benar sangat ceroboh, rasanya jantungku hampir terlepas,” ujar Arsetto, mengkagetkan Ghea yang mendengarnya.
Arsetto muncul tidak terduga di toilet wanita. Ghea lalu melepaskan pelukan itu dan berbalik badan menatap Arsetto yang saat ini sudah bercucuran keringat di dahinya.
“Hei, ini toilet wanita! Bagaimana kamu bisa masuk sembarangan?!”
Arsetto menutup mulutnya. Pria ini sekarang malah memijit kepalanya. Ghea yang melihat itu malah kebingungan, ada apa dengan suaminya ini? Kenapa suasana ruangan ini menjadi tidak mengenakan.
“...???” Ghea bingung karena Arsetto sekarang tidak meresponnya. Ia merasa aneh melihat sifat suaminya yang tidak biasanya, apakah memang benar bahwa Arsetto memiliki kepribadian ganda? Ugh, membayangkannya saja membuat Ghea pusing kembali.
Arsetto menghembuskan napasnya lelah, dia lalu membawa tubuh Ghea kedalam pelukannya. Membuat Ghea semakin kebingungan, hei hei tolong, kita sedang ada di toilet umum khusus wanita!
“Aku tidak peduli dengan toilet wanita ini, yang kupedulikan adalah sekarang wajahmu sudah pucat pasi dan aku benci saat air mata ini mengalir, istriku.”
Arsetto menciumi bulir air di dekat matanya.
Jantung Ghea berdetak kencang melebihi biasanya, ia melotot lebar karena di depan pintu toilet ada sebagian orang melihat adegan mereka ini.
Sial. Lagi-lagi deja vu. Apa ini juga pernah terjadi 3 tahun yang lalu sehingga Ghea seperti terbiasa dengan deja vu ini.
__ADS_1
Tolong, lama-lama urat malunya hancur oleh pria sedot vakum ini! Argh, Menyebalkan!
...♡...