
...♡...
Hari ini. Pada hari senin tanggal 25 November 20xx bertepatan musim panas. Adalah hari paling teraneh dalam hidup Ghea. Kenapa aneh? Tentu saja, pria bajingan ini akan tinggal di rumahnya saat ini?!
Yang paling anehnya lagi, Ayahnya yang sangat galak dan tegas langsung luluh dihadapan pria bajingan ini kemarin. Oh tentu saja, betapa kagetnya dirinya saat ayahnya bahkan merestui pernikahan mereka berdua!
Sudah kuduga, pasti pria bajingan ini sudah menyihir seluruh keluarganya. Tidak ada yang percaya pada omongannya bahwa pria ini tidak ada hubungannya dengannya, tapi tetap saja mereka semua tidak percaya itu!
“Istriku, kamu kenapa terus melihat wajahku? Lama-lama wajahku bisa berlubang,” ujar pria bajingan ini tersenyum lembut menatapnya.
Ghea mendengus kesal, “Istri? Aku bahkan tidak tahu namamu!”
“Arsetto Girtama. Itu namaku,” sahut Arsetto tersenyum lebar hingga menampilkan sederet gigi putihnya itu.
Menyebalkan. Bagaimana bisa Ghea harus membenci wajah tampan ini, dan apa-apaan senyuman pepsodent itu, hah... Bahkan jantungnya sekarang berdetak kencang.
Apakah ia juga sudah tersihir dengan pria dihadapannya ini? Ghea merasa tercurangi karena lemah pada wajah tampan itu.
“Kita baru bertemu kemarin kan? Kenapa kamu mengklaim bahwa aku adalah istrimu,” tanya Ghea setelah selesai menata ketenangan jantungnya. Tidak lupa menampilkan dahinya yang mengkerut dalam.
Arsetto terdiam, lalu wajah tampannya mengkusut.
“Hah, kenapa dia menunduk begitu, dan kenapa kelakuannya mirip sekali seperti Minji yang sedang sedih sih,” gumam Ghea dalam hati sambil menahan kegemasan.
Arsetto lalu mendongkak menatap wajah Ghea lekat-lekat, “Bukannya kamu yang sudah membuatku ada Ghea, Aku bahkan ada karenamu menciptakanku, jadi... Kenapa kamu bahkan dari kemarin terus memberikan tatapan kebencian dan terus menghindar dariku?” jawab Arsetto menahan tangis, pria ini bahkan menutup seluruh wajah tampannya dengan kedua tangannya.
Gawat. Pria dihadapan Ghea sekarang ini malah berubah menjadi anak anjing yang kehilangan pemiliknya. Ghea dibuat tidak karuan karena tangisan pria ini semakin menjadi-jadi. Entah tangisan itu dibuat-buat atau memang beneran menangis, Ghea tidak tahu.
Ghea lalu refleks memeluk tubuh kekar pria ini erat-erat, mengusap punggung belakangnya bahkan mengelus kepalanya.
__ADS_1
Selain lemah pada wajah tampan, Ghea juga sangat lemah pada orang yang menangis. Apakah ini sebabnya, empati besar ini membuat Ghea tidak bisa mengusir Arsetto dari rumahnya. Dan sialnya, wajah menangis Arsetto membuat dirinya terpesona. Baru kali ini Ghea terpesona dengan tangisan orang lain, dan bahkan wajah menangis itu menambah tingkat ketampanan pria ini.
Ah kalau dipikir-pikir, kenapa Arsetto mengatakan bahwa dirinya lah yang membuat dia ada, Ghea bukan tuhan atau sejenisnya bagaimana bisa pria ini mengucapkan omong kosong aneh ini.
Tunggu dulu. Entah kenapa pikirannya mengarah ke kejadian saat itu, dan juga waktunya pas sekali disaat kemunculan Arsetto di atas tempat tidurnya.
Jangan-jangan Arsetto muncul di kamarnya akibat ia menggambar di website itu. Yang benar saja?! Apa itu mungkin? Si Lidi itu Arsetto? Omong kosong.
Kalau itu benar? Gawat. Ghea mengacak rambutnya frustasi.
Lalu tiba-tiba tubuh Ghea menegang, pasalnya Arsetto mengigit tekuk lehernya dengan ganas bahkan setelah mengigit lehernya ia mulai mengemut dan menjilatinya.
“Sialan, Apa yang kau lakukan!”
Ghea mendorong tubuh Arsetto, namun pria mesum ini memeluknya erat-erat hingga Ghea tidak mampu mendorong tubuh kekar ini menjauh dari tubuhnya.
“Apa yang kau lakukan sih?! Lepaskan aku sialan, aku bisa mati karena sesak!”
Bukannya menjawab dan mengendurkan pelukannya, Arsetto malah mengangkat tubuhnya seperti kapas. Ia lalu membawanya ke sofa, Ghea duduk di pahanya yang keras itu dan masih diposisi berpelukan.
“Arghhh, kau ini apa-apaan sih!”
Ghea berteriak frustasi, menahan bibir Arsetto untuk membuatnya menjauh tapi hasilnya nihil, Ghea malah memicu nafsu Arsetto. Tangannya malah dijilati Arsetto. Sialan, dia bahkan bukan anak anjing!
“...Asin, tangan istriku ternyata asin sekali tapi aku sangat menyukainya,” celetuk Arsetto setelah puas menjilati tangan Ghea.
Ghea tersipu, Sudah dipastikan wajahnya benar-benar memerah karena malu. Sekarang Ghea tahu arti feromon di profil samping gambar manusia lidi itu.
Ughh, benar-benar perayu handal.
“Tunggu sebentar, Aku ingin memastikan sesuatu,” ujar Ghea berdiri, mengabaikan Arsetto yang cemberut disana.
__ADS_1
Lalu tangan Ghea mengambil ponsel di atas kasur seraya mencari-cari sesuatu di galeri. Dapat. Sebuah foto yang ia cari akhirnya ditemukan, Ghea segera memberikan ponsel miliknya kepada Arsetto untuk memperlihatkan gambar itu kepadanya.
“Yang kau katakan tadi maksudnya adalah ini?”
“Iya istri, itu adalah aku. Dan aku juga dokter hewan hehehe,” Arsetto mengangguk, ia tersenyum lebar seraya tangannya memeluk tubuh Ghea yang berdiri kaku.
Sial. Ghea menepuk kepalanya. Hal aneh apa yang sudah terjadi padanya?! Bagaimana bisa gambar lidi ini menjadi kenyataan dan muncul tepat di depannya. Belum lagi, bagaimana bisa dari sebuah gambar yang sangat jelek buatannya ini berubah menjadi pria tampan. Wah, bisa gila Ghea.
Apakah Ghea sedang berhalusinasi sekarang? Oh, tentu tidak mungkin. Dirinya saja sekarang merasakan sakit atas gigitan yang dilayangkan Arsetto pada leher kirinya. Lagi-lagi pria mesum ini memberikan tanda ke lehernya.
Benar-benar anak anjing! Sudah berapa banyak tanda cinta ditubuhnya akibat gigitan Arsetto padanya?! setiap inci lehernya penuh dengan ******-****** besar sekarang. Ghea putuskan bahwa dia bukan sembarangan anak anjing, tapi bibir sedot vakum!
Ghea memberontak menahan bibir sedot vakum itu saat akan menuju bibirnya. kepalan tangan kanannya langsung melayang ke perut Arsetto tanpa hati nurani. Ghea tidak peduli lagi jika Arsetto mulai menangis kesakitan, ia sudah bertekad tidak akan lagi terpesona pada wajah tampan itu!
“Ughhh... Istriku, sakit sekali,” rengek Arsetto memegang perutnya.
Ghea mendengus kesal. “Sekali lagi kau sembarangan mencium dan menggigitku, wajah tampanmu yang akan jadi sasaran, ingat itu!”
Setelah mengatakan itu, Ghea menendang tulang kering Arsetto hingga pria itu melengkuh kesakitan. Ghea yang melihatnya tersenyum miring lalu berjalan keluar kamar, meninggalkan Arsetto yang menangis tidak ingin ditinggalkan sendirian.
“B-baiklah, a-aku tidak akan menciummu tanpa izinmu lagi istriku, ah ahー istriku, jangan tinggalkan aku!”
Arsetto berteriak tak kala Ghea mengunci kamarnya, menahan Arsetto untuk mengikuti dirinya keluar.
Ghea mendengus frustasi. Jika dibiarkan, pria ini pasti akan mengikutinya sampai ke kantor tempat ia bekerja. Ugh, benar-benar seperti anak anjing saja!
Bukannya pria ini juga bekerja sebagai dokter hewan? Kenapa bukannya pergi kerja malah terus menempel padanya dari kemarin.
Hah, Ghea tidak tahu. Yang pasti kehadiran pria ini saja sudah hal yang aneh dan mustahil dan tentunya Ghea kepikiran soal profil gambar itu di sela-sela perjalanannya menuju kantornya.
__ADS_1
Kepribadian pasien? Huh, ternyata bukan manja seperti yang awal-awal dipikirkan Ghea, tapi memang benar-benar pasien. Otaknya sepertinya bermasalah dan kelakuannya seperti binatang saja, main gigit dan jilat sana sini!
...♡...