Husband Generator

Husband Generator
08— Hari pernikahan


__ADS_3


...♡...


Hari ini akhirnya tiba. Pernikahan mereka diadakan di altar yang megah. Tamu-tamu yang hadir adalah 80% saudara dan relasi dari kedua belah pihak keluarga, kecuali tidak ada kehadiran orang tua Arsetto, karena pria ini yatim piatu. Lalu 10% dari pihak teman-teman Arsetto dan 10% lagi dari teman, sahabat, rekan kerja Ghea.


Di atas altar, Arsetto tersenyum paling lebar dan linglung melihat Ghea yang datang mengenakan gaun pernikahan. Ghea benar-benar terlihat seperti bidadari yang turun dari surga.


Arsetto segera memegang tangan Ghea. Mereka berdua langsung menghadap ke depan. Lalu acara pernikahan berlangsung dengan Mengiyakan kalimat janji suci yang keluar dari mulut pendeta sebagai prosesi sakral pernikahan.


Setelahnya, adegan ciuman tiba. Mata Ghea tertutup perlahan, degup jantungnya tak tentu arah. Sial, padahal ini bukan ciuman pertama mereka tapi entah kenapa Ghea benar-benar dilanda kegugupan. Ia harusnya sudah terbiasa, tapi ayolah kenapa suasananya berbeda sekali.


Arsetto pun sama halnya. Ia perlahan mendekati bibir Ghea yang menggoda. Sedikit demi sedikit mengikis jarak diantara mereka. Kelambatan keduanya dalam adegan ini mampu membuat tamu undangan greget-an melihatnya.


“Ayo dong hei! kenapa kalian lama sekali, tinggal cup, udah!” teriak Lia menggelegar ke semua sisi ruang ini. Suara wanita ini memicu teriakan yang datang dari tamu undangan lainnya.


Semua tamu undangan mulai bersorak untuk mempercepat adegan ciuman mereka, Ghea merasa sangat malu sampai-sampai rasanya Ghea akan menyerang Arsetto duluan saja jika pria ini tidak mempercepatnya.


Oh ayolah, pria bajingan ini sekarang malah bengong seperti patung. Kemana bibir sodet vakumnya itu sekarang?!


Ghea yang sudah terlanjur malu, tangannya mulai menekan leher belakang Arsetto. Segera bibir pria ini menempel erat di bibirnya.


“Aaaaaaaaa.....! Akhirnya!”


“Ohoo... Ghea sangat agresif sekali~!”


Suara sorak tamu undangan saling nyahut-menyahut begitu riuh meneriaki nama Ghea, mengatakan bahwa ternyata Ghea benar-benar agresif sekali.


Ghea kesal di dalam hati, siapa yang kau panggil agresif hah! Ia melakukan ini karena pria bajingan ini malah membeku tiba-tiba!

__ADS_1


Bibir Ghea akan terlepas dari bibir Arsetto, namun pria ini segera menahan tekuk lehernya, memperdalam ciuman mereka sehingga semua tamu undangan mulai bersorak kembali.


“Ohoo... Arsetto kau lebih agresif ternyata!”


Teriakan itu berasal dari Fernan, penampilan lelaki ini sudah berubah total menjadi tampan maksimal, benar-benar berbeda dengan penampilannya di episode 3.


1 menit mereka bercumbu. Orang yang sedari awal di depan mereka hanya bisa tersenyum simpul. Pendeta muda ini hanya bisa menitikkan air mata kanannya, Tolong... dia sangat iri sekali. Nasib kaum jomblo memang menyedihkan, mana pekerjaan dia jadi pendeta lagi... Setiap hari harus melihat keuwu-an pasangan bahagia di altar.


Ghea menepuk bahu Arsetto, napasnya sudah hampir habis dari ciuman yang mereka lakukan ini. Arsetto yang peka lalu melepaskan tautan bibir mereka.


Pendeta muda itu segera mengucapkan selamat, “Selamat, kalian sudah sah menjadi suami istri.”


Semua tamu undangan pun bersorak menepuk tangan mereka dengan bersemangat.


Arsetto tersenyum bahagia menatap istrinya. Tidak disadari air mata pria ini mengalir keluar dengan deras, Ghea yang melihatnya tidak bisa tidak tertawa terbahak-bahak. Oh ayolah, pria bajingan ini kenapa begitu cengeng? Ghea benar-benar dibuat gemas melihatnya.


“Karena aku bahagia, Istriku akhirnya benar-benar menjadi milikku untuk selamanya. Kita tidak akan bisa dipisahkan lagi seperti 3 hari yang lalu, A-aku benar-benar bahagia...” jawab Arsetto diiringi cegukan akibat menangis. Pria ini segera berhambur ke pelukan Ghea, mulai menangis lagi di bahunya.


...♡...


Kalian mengharapkan malam pertama? Oh tidak mungkin terjadi. Arsetto sudah tepar di atas tempat tidur karena kelelahan. Jadi, Ghea memanfaatkan waktunya untuk unboxing amplop dan kado hasil tadi pagi.


Mungkin saja mereka akan malam pertama saat honeymoon ke pulau indah dengan pemandangan pantai sebagai ikon utamanya. Apakah ke bali? Entahlah, Ghea sebenarnya merasa tidak nyaman kesana karena mayoritas pasti kebanyakan bule-bule di pantai dengan hanya berpakaian minim saja


Ugh, Ghea akui ia pecemburu. Ia tidak ingin mata Arsetto berpaling padanya. Puas? Haaa...


Ghea mulai membuka kado bergambar hello kitty. Kado ini adalah hadiah dari Lia padanya, segera ia mengeluarkan isinya.


Sial. Ghea mengumpat di dalam hati.

__ADS_1


Pakaian mengerikan apa ini?! Ghea hanya bisa mengelus dadanya. Pakaian ini bahkan melampaui semua gaya lingerie merah yang pernah ia lihat di mall. Gaya pakaian ini seperti baju maid tapi dimodifikasi besar-besaran hingga banyak menampilkan bahan transparan di setiap sisi yang ada sehingga jika memakainya, bagian dada Ghea akan terlihat jelas.


Tangan Ghea segera memasukkan kembali pakaian biadab itu ke wadahnya. Rasanya pipinya memanah karena hal ini. Sialan. Ghea pasti akan menjitak kepala Lia.


Ia lalu mulai membuka kado yang lainnya tapi ia melirik Arsetto yang sudah bangun tidur dan beranjak dari tempat tidurnya lalu menghampiri kearahnya. Pria ini bahkan sudah mengangkat pakaian biadab itu dari wadahnya.


Tangan kekar Arsetto mengangkat ke atas pakaian biadab ini. Pandangannya mulai melirik Ghea dan pakaian ini bersamaan. Membayangkan bagaimana istrinya memakai pakaian yang mampu menggunggah nafsu Arsetto saat ini. Padahal masih dibayangkan belum betulan dipakai.


Ghea melotot. Ia segera merebut pakaian biadab itu dari tangan Arsetto. Bisa gawat ini, malam pertama yang mereka rencanakan bisa saja dimajukan oleh Arsetto secara tiba-tiba. Tidak, tidak boleh! Ghea masih belum siap dan ia juga merasakan ada sedikit ketakutan. Maklum, pertama kali ini, siapa sih yang tidak takut? Makanya mereka berdua sepakat akan malam pertama di hari honeymoon mereka.


Arsetto tersenyum sumrigah, “Istriku, Aku mau kamu pakai ini nanti pas honeymoon, oke?” ujar Arsetto seraya terlentang di samping kanan Ghea, lalu menyandarkan kepalanya di kedua paha istrinya. Uh, nyaman sekali.


Ghea menghembuskan napas lega. Untung saja pemikirannya ternyata salah, buktinya Arsetto tidak seegois itu.


Ghea mengangguk mengiyakan keinginan Arsetto. Pria ini langsung tersenyum senang, ia lalu menekan tekuk leher Ghea. Merekapun berciuman dengan posisi ini.


Ciuman itu semakin lama dan dan sangat lembut sehingga Ghea terlena menikmati ciuman mereka. Arsetto pun tidak ketinggalan menjelajahi satu-persatu gigi Ghea. Mencumbunya begitu lembut dan hangat.


Akhirnya ciuman mereka selesai, Ghea menatap Arsetto lekat-lekat. Dan sialnya pria bajingan ini masih sama tampannya dan bahkan semakin tampan saja dimatanya.


“Istriku, coba ucapkan ini padaku.” pinta Arsetto berbisik pada telinganya, yang mau tidak mau diangguki Ghea dengan mimik wajah enggan.


Ghea menahan geli, “Suamiku Arsetto tersayang, Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu selamanya.” ucapnya lalu mencium kuncup dahi pria ini. Ugh, jantungnya berdegup kencang seperti dibawa lari. Ghea lalu menutup kedua wajahnya karena malu sekali.


Ini pertama kalinya panggilan pria bajingan ini berubah total menjadi 'suamiku'. Hah... Padahal ia masih betah memanggil Arsetto dengan panggilan pria bajingan ini, pria bajingan itu.


Arsetto yang mendengarnya tertawa. Mimik wajah istrinya benar-benar sangat lucu saat salah tingkah.


...♡...

__ADS_1


__ADS_2