Husband Generator

Husband Generator
10— Demam


__ADS_3


...♡...


Ini bukanlah akhir. Ghea menggigit bahu pria ini dengan kesal, mereka melakukannya lagi setelah di kamar mandi dan melanjutkannya di tempat tidur.


Rasanya stamina pria ini tidak ada habis-habisnya! Dan Ghea sudah di ambang kelelahan karenanya.


Entah sudah berapa kali Ghea pingsan, tapi pria bajingan ini terus saja memacukan benda itu dengan ganas! Sialan, tubuh Ghea rasanya benar-benar remuk sekali.


Ia segera bangun saat sinar matahari menusuk kelopak matanya, namun tangan kekar Arsetto melilit pinggangnya erat. Ghea hanya bisa mendengus pelan, ia lalu berusaha melepaskan tangan itu namun bukannya terlepas, tangan itu semakin memeluknya erat dan membuat Ghea terbaring kembali.


“Le-lepaskan!”


Arsetto membuka kedua matanya perlahan. “Istriku, ciuman pagi dulu.”


Ghea menggeleng. Tentu saja ia tahu trik pria ini. Jika ia menuruti permintaan ciuman ini, ia tetap saja tidak bisa keluar dari kukungan pelukan mereka, dan yang ada bibirnya akan membengkak layaknya tersengat tawon sesudah ciuman mereka.


Sudah pasti, Ghea lagi yang dirugikan disini. Tidak bisa! Ia tidak ingin bibirnya bengkak, ditambah bibir bengkak susah di sembuhkan dengan apapun semudah tanda kemerahan di lehernya.


Arsetto merenggut saat Ghea menahan bibirnya yang sudah manyun ke arah bibir Ghea.


“Kenapa tidak boleh?” tanya Arsetto dengan mata yang seakan sebentar lagi akan menangis.


Ghea tentu saja mendengus mendengar rengekan Arsetto padanya, mau bagaimana lagi, Ia lemah oleh wajah itu. Segera tangan Ghea menyeka air mata Arsetto di pipi pria ini. Bibirnya lalu menciumi kedua mata Arsetto dengan lembuh, menyalurkan rasa kasih sayang yang mampu membuat Arsetto terdiam.


“Kau cengeng sekali,” celetuk Ghea setelah selesai mencium kedua mata Arsetto. Arsetto lalu tersenyum setelahnya.


Akhirnya mereka beranjak dari tempat tidur bersama-sama, tentu saja Arsetto menempel lagi padanya dengan memeluknya di posisi belakang.


Ghea hanya bisa berpasrah diri. Mulai dari mandi hingga saat ini mereka sarapan pagi, Arsetto memeluknya terus. Ghea berpikir, apakah pria ini renkarnasi kukang? Dan ia renkarnasi pohon sebagai objek pelukannya? Hah... Risih sekali.

__ADS_1


Setelah sarapan pagi selesai, mereka berjalan-jalan sambil berpegangan tangan. Menyusuri pulau yang indah di mata, Ghea terus-terusan berdecak kagum. Arsetto yang terlanjur gemas segera menggigit pipi Ghea, sang empu yang tergigit menggigit balasan ke lengan Arsetto.


Kelakuan mereka berdua ditertawakan orang-orang bule yang melihat mereka, Ghea yang menyadari itu segera bersembunyi ke dada lebar Arsetto.


Tolong, Ghea rasanya ingin tenggelam saja ke lubang tikus. Malunya kerasa sekali saat Arsetto juga menertawakannya. Dengan wajah kesal ia menonjok perut suaminya, Arsetto segera mengaduh kesakitan dan berhenti tertawa lagi.


“Ugh... Istriku, kekuatanmu semakin meningkat saja,” gumam Arsetto sambil mengelus perutnya yang berdenyut sakit. Kerasa sekali adegan KDRT ini membuat Arsetto mau tidak mau mengakhiri tawanya. Padahal ia tertawa karena gemas melihat wajah istrinya yang sedang menahan malu. Memang, suami selalu salah di mata istri. Arsetto hanya bisa pasrah.


“Siapa suruh kau tertawa!” ujar Ghea kesal, ia lalu mengusap perut Arsetto perlahan agar sakitnya berkurang meski tidak berefek sama sekali.


“Oh, oh bayinya menendang-nendang!” ucap Arsetto membuat lelucon pada istrinya.


Ghea tertawa kecil, “Iya nih, berapa bulan bun anaknya?” tanya Ghea menimpali candaan Arsetto.


“27 bulan sepertinya bun, tapi tidak terlihat menonjol karena tertutupi sixpack saya. Besok melahirkan di wc bun, bunda mau lihat anak saya?” sahut Arsetto.


Ghea tertawa renyah mendengarnya. Sial, mana ada kandungan yang mencapai 27 bulan! Yang ada umur Arsetto yang 27 tahun!


...⋆...


2 Minggu berlalu begitu cepat. Honeymoon mereka selesai dan Ghea sedikit demam karena kelelahan atas gempuran yang dilakukan Arsetto. Rasanya tubuh Ghea remuk, dan sang pelaku yang membuat ia remuk malah menampilkan wajahnya yang mengkilat dan bersinar.


Rasanya Ghea ingin menonjok wajah yang berkilauan itu. Tapi ia tahan karena sekarang mereka sedang berada di dalam pesawat.


Kepala Ghea pusing tujuh keliling dan demam ini mampu membuat Ghea tidak bertenaga. Arsetto yang melihatnya, gelisah dan ketakutan. Tangannya yang kekar segera menangkup wajah istrinya ini, ia lalu mengusap wajah Ghea yang berkeringat dengan kain yang sudah di basahi air hangat.


Akhirnya perjalanan pulang ke tanah air selesai dengan memakan waktu belasan jam. Tubuh Ghea sudah ada dipangkuan Arsetto setelah keluar dari bandara. Mereka memasuki mobil yang sudah menunggu sedari tadi, dan mobil melaju sedang ke sebuah rumah besar. Rumah hasil kerja keras Arsetto untuk Ghea dan hidup bersamanya selamanya.


Rumah ini bahkan tidak layak dipanggil rumah, ini harusnya dipanggil mansion besar! Dengan kemewahan yang mampu membuat mata berdecak kagum. Ghea yang setengah sadar memasuki kediaman ini hanya bisa meneguk saliva.


Ghea rasanya tidak percaya, yang ia tahu Arsetto memang membeli sebuah rumah untuk mereka tinggali tapi pria ini tidak mengatakan bahwa rumah ini sebesar mansion!

__ADS_1


Lagi-lagi ginjal Ghea bergetar. Tahu begini, mending ia tinggal di apartemennya saja yang nyaman. Dan lagipula kenapa harus membeli rumah lagi sih, padahal rumah peninggalan orangtua Arsetto saja masih ada. Setidaknya pria ini seharusnya mengurangi pengeluaran!


Tolong, untuk Ghea si manusia paling hemat kalah telak dihadapan Arsetto si pemboros besar!


Ghea bertekad untuk mengubah tabiat buruk Arsetto pada pemborosan yang tidak perlu ini! camkan itu!


Sekarang ia sebagai pemegang utama dompet milik Arsetto, akan menjaga utuh semuanya dan tidak lagi menghambur-hamburkan uang dari sana!


Lamunan Ghea segera buyar saat bibir Arsetto mencium jidatnya dengan lembut. Pria ini lalu berbaring disebelahnya dan memeluk Ghea ke dalam dadanya.


Padahal tempat tidur ini berukuran sangat besar, tetapi saat bibir Ghea ingin berkomentar, Arsetto membungkamnya dengan obat table penurun demam rasa jeruk.


Ghea melotot, ia tidak terima diberi obat untuk anak-anak! Umurnya sekarang sudah 25 tahun, mana mungkin obat ini ampuh padanya!


“Kau! kenapa memberiku obat untuk anak-anak?!” tanya Ghea kesal, Arsetto tertawa kecil melihat wajah kesal Ghea.


“Aku diberi tahu oleh mertuaku, bahwa obat ini cocok untukmu dan berhasil menurunkan demammu.”


Karena siapa ia sakit demam huh! Lagi-lagi orangtuanya menganggap dirinya seperti masih bocah. Ugh, Ghea hanya bisa pasrah karena kenyataannya memang obat itu ampuh pada tubuhnya. Rasanya Ghea dilanda kekesalan oleh keadaannya ini.


“Oh lihat, demammu sudah turun!” girang Arsetto setelah mengecek suhu tubuh istrinya menggunakan termometer.


“Sial! Obat itu hanya kebetulan saja tahu!”


Ghea lalu melimpahkan kekesalannya kepada Arsetto. Ia mencubit bibir berisi Arsetto dengan tangan kanannya.


Arsetto sekarang seperti bebek dewasa. Bibirnya yang moyong sialnya tidak membuat wajah itu jelek, yang ada malah wajah Arsetto semakin terlihat imut di matanya.


Ghea semakin kesal, “Ish! Menyebalkan!”


...♡...

__ADS_1


__ADS_2