Husband Generator

Husband Generator
11— Foto di ruang galeri


__ADS_3


...♡...


Demam Ghea akhirnya sudah sembuh, sekarang Ghea sedang berkeliling mansion luas ini dengan kaki jenjangnya. Arsetto untungnya sudah masuk kerja jadi Ghea bisa bernapas dengan leluasa tanpa ada yang terus mengekori dirinya layaknya anak ayam pada induknya.


Ginjal Ghea berdetak cepat saat melihat isi kulkas yang penuh dengan makanan produk terkenal dan harganya yang lumayan membuat ia untuk pikir-pikir kembali saat akan membelinya. Oh Ghea rasanya ingin mengeluh pada suaminya. Pemborosan ini, pemborosan besar!


Ghea mendesis kesal. Ia lalu ke ruangan lainnya. Lalu kakinya berhenti tepat di sebuah pintu putih bernuansa mewah. Ghea pun masuk ke ruangan itu setelah suara 'klik' terdengar dari pintu yang dibuka oleh tangan kanannya.


Ruangan ini indah dengan berbagai koleksi lukisan serta foto-foto pernikahan mereka yang sepertinya baru dimasukkan kesini. Sambil melihat-lihat, Ghea melirik sebuah bingkai foto yang lumayan besar di tengah-tengah yang tertutupi oleh kain putih.


Dengan rasa penasaran yang besar, Ghea membuka kain putih itu dengan semangat yang membara.


Deg.


Apa ini! jantung Ghea berhenti sebentar. Ia masih tidak percaya dengan penglihatannya ini setelah melihat foto di depannya yang menampilkan dirinya tersipu malu saat Arsetto mencium pipinya.


Apakah hobi pria aneh ini adalah editing photoshop? Wah, ini terlihat sangat smooth sekali.


Tunggu, ia kan tidak pernah memberikan foto dirinya sedang tersipu malu, bagaimana pria ini mendapatkannya? Hal-hal aneh terus saja membuat kepala Ghea sakit.


Kepalanya rasanya mau pecah, rasa sakit ini terus bertambah setelah menatap foto itu. Ghea bahkan sekarang sudah mengerang kesakitan saat ia memegang kepalanya ini. Ada apa dengan kepalanya?! Apakah ia tiba-tiba mengalami tumor otak di usia yang terbilang muda ini? Oh no!


Lalu tiba-tiba tubuhnya kehilangan kendali dan Ghea ambruk ke bawah dengan kesadaran yang mulai menipis. Di saat-saat terakhir ia menutup matanya, yang Ghea pikirkan adalah bagaimana dengan pemikiran tumor itu jika memang benar ia mengindap penyakit mengerikan di otaknya. Ugh, menyeramkan.


Namun pemikiran Ghea buyar saat sebuah tangan besar meraih tubuhnya dan suara panik suaminya yang memekakkan telinga.


“Loh, bukannya kau sedang kerja?” tanya Ghea keheranan, lalu setelah itu penglihatannya menjadi gelap.


“Istriku, istriku? Bangun istriku!” panggil Arsetto yang menampilkan wajah paniknya seraya mengendong Ghea keluar mansion.

__ADS_1


Arsetto berlari dengan wajah gusar, Ia segera memasukkan Ghea kedalam mobil dan melajukannya dengan kecepatan yang lumayan cepat. Arsetto memegang tangan istrinya erat-erat, ia tidak ingin sesuatu terjadi pada Ghea. Oh tuhan, jantung Arsetto rasanya lebih terpacu cepat karena kekhawatiran ini.


“Istriku, kumohon bertahanlah,” ujar Arsetto seraya membawa tangan Ghea ke bibirnya, ia ciumi tangan istrinya pelan-pelan.


Akhirnya mobil sampai di depan rumah sakit yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah mereka. Arsetto segera keluar dari mobil dan membuka pintu mobil sebelahnya untuk membawa tubuh Ghea ke pangkuannya.


Disana segera petugas rumah sakit membawa tubuh istrinya ke kursi roda. Arsetto pun dengan mimik wajah yang masih penuh gelisah mengikuti dengan serius ke dalam ruang pemeriksaan.


“Tuan, harap tidak masuk. Anda bisa menunggu di luar.” ujar suster melarang Arsetto untuk masuk kedalam, tapi sepertinya Arsetto memaksa bahkan akan membeli seluruh rumah sakit ini agar ia bisa leluasa masuk kedalam.


Dokter yang melihat kerusuhan itu hanya bisa pasrah melihat kekeras kepalaan Arsetto, “Sudahlah, biarkan saja suaminya masuk.” ujar Dokter pada akhirnya, Arsetto tersenyum senang mendengarnya.


Arsetto lalu berdiri disamping istrinya, memegang tangan kanan itu dengan erat-erat. Dokter yang melihat ke posesif-an ini lagi-lagi menahan kesabarannya.


“Saya akan memeriksa kondisinya sekarang, harap anda jangan melototi saya saat saya menyentuh istri anda,” ucap dokter itu memperingati Arsetto.


Karena ini bukanlah satu dua kali pertemuan dengan pria posesif ini, dia tahu betul bahwa pria ini selalu saja pecemburu gila. Padahal ia hanya menyentuh untuk pemeriksaan tapi rasanya nyawanya yang jadi taruhan atas pelototan gila Arsetto padanya.


Theo menahan amarahnya, ia lalu memulai pemeriksaan terhadap Ghea.


“Dasar wajah bermuka dua, di depan sepupu-mu ini anda terlihat seperti singa lapar, namun didepan istrimu anda berubah menjadi anjing penjilat,” sarkas Theo dengan senyum tipisnya. Bibir atasnya bahkan sudah berkedut-kedut.


Arsetto membalas senyum itu dengan cibiran, “Diamlah dan fokuslah memeriksa istriku, Theo.”


Theo membalas teguran Arsetto dengan 'Cih' dan melanjutkan pemeriksaan-nya itu.


...⋆...


“Untungnya bukan sesuatu yang buruk, memori dikepalanya satu persatu mulai tersusun kembali. Kemungkinan memori yang terlupakan dari 3 tahun yang lalu akan datang dan itu sebabnya kepalanya sakit,” jelas Theo panjang lebar ke Arsetto.


Arsetto terdiam. Ia senang istrinya mulai mengingat kembali memori yang terlupakan, namun melihat Ghea kesakitan bahkan sampai membuat dirinya jatuh pingsan, Arsetto tidak tega. Jika ada yang bisa memindahkan rasa sakit dari istrinya kepadanya, Arsetto sangat rela melakukan itu.

__ADS_1


“Baiklah, kalau begitu Aku pergi.”


“Silahkan, tidak ada yang melarang, kalau perlu jangan sampai datang lagi ke rumah sakit ini,” sahut Theo dan mendapatkan pelototan maut Arsetto sebagai balasannya.


Arsetto keluar dari ruang milik Theo, Ia lalu menghampiri ruangan istrinya yang saat ini masih belum sadarkan diri.


Bibirnya segera menempel di dahi Ghea, menyalurkan rasa kasih sayang yang tidak terbatas. Tangan milik Ghea pun tidak lewat dari ciumannya.


“Aku senang kamu akan mulai mengingat kenangan kita kembali, tetapi aku sangat takut kamu merasa kesakitan dan setelah ingatan itu utuh, aku sangat takut kamu meninggalkan diriku lagi, istriku.” ujar Arsetto mulai menitikkan air matanya. Dadanya berdenyut sakit jika harus kembali mengingat ia pernah sekali kehilangan Ghea dari pelukannya.


Arsetto selalu punya kekhawatiran yang dalam pada istrinya setelah mengetahui bahwa istrinya mengindap penyakit Alzheimer.


Rasanya dunia Arsetto hancur saat ia bahkan harus terpaksa berpisah sementara selama 2 tahun dengan istrinya. Ia benci di posisi dimana ia bahkan tidak bisa melihat Ghea setiap hari dihidupnya.


Makanya ia selalu memantau setiap gerak istrinya dengan diam-diam selama 2 tahun ini.


Namun, kesempatan datang padanya. Kebetulan Ghea tertarik pada website yang dibuat olehnya dan segera ia berlari ke apartment saat itu juga. Ia bahkan sudah menghubungi kedua mertuanya bahwa ia akan menghampiri Ghea sesuai kesepakatan yang sudah direncanakan 2 tahun terakhir ini.


Rasanya rasa rindu ini tidak bisa dibandingkan dengan apapun saat istrinya menatap wajahnya dengan binar matanya pada saat itu.


Arsetto rasanya mulai gila, ia bahkan mencium istrinya setelah sekian lama mereka bahkan tidak saling skinship.


Arsetto putuskan bahwa ia tidak akan pernah melepaskan Ghea dari kukungan pelukannya lagi.


Lamunan Arsetto langsung buyar saat Ghea mengusap rambut kepalanya, “Rambutmu kenapa seperti orang gila? Berantakan sekali.” ujar Ghea sembari merapihkan anak rambut Arsetto yang berantakan disana sini.


Arsetto tersenyum lebar. Bibirnya lalu menyerang bibir Ghea dengan ganas. Sang empu yang diciumi hanya bisa menjambak rambut Arsetto erat-erat.


“Sialan, dasar bibir sedot vakum ini!” umpat Ghea didalam hati.


...♡...

__ADS_1


__ADS_2