Husband Generator

Husband Generator
09— Honeymoon


__ADS_3


...♡...


Ghea menatap takjub tempat ini lewat jendela yang terbuka lebar. Sampai-sampai membuat leher Ghea sakit saking terpesonanya melihat perbukitan gunung api yang sudah tidak aktif lagi disana. Harus Ghea akui, Arsetto sangat kaya raya. Terbukti mereka saat ini sudah di perancis. Lebih tepatnya honeymoon di Bora-bora, kepulauan polynesia.


Ghea yang mendengar mereka akan kesini segera terkejut melototi Arsetto tidak percaya. Rasanya ginjal Ghea bergetar-getar saking tidak menyangka pria ini menyewa penuh tempat ini!


Membayangkan seberapa uang berhambur-hamburan mendadahi Ghea, Ghea sudah tidak sanggup lagi. Ginjalnya mungkin tidak akan bisa membayar setengah harga tempat honeymoon ini. Ghea sampai bertanya-tanya berapa gaji perbulan Arsetto sebagai dokter hewan? Duh, ia dibuat iri oleh pria ini. Untungnya sekarang mereka suami istri, uang suami uang milik istri juga. Haha.


Arsetto menempelkan lengannya di bahu Ghea, ia tersenyum menatap istrinya yang menampilkan wajah lucu. Sialnya, Arsetto ingin menutupi bibir yang terbuka nganga itu dengan ciuman mautnya.


Ghea terkejut. Matanya melotot saat Arsetto menciuminya gemas. Ia tidak habis pikir, kenapa pria ini selalu saja tidak bisa menahan rasa ingin berciuman sih?! Benar-benar bibir sedot vakum!


Lama-lama jantung Ghea pindah ke dengkul saking selalu kaget dengan ciuman tiba-tiba ini. Oh dan sekarang dadanya berdebar kencang. Tolonglah, dekat dengan pria bajingan yang notaben sekarang menjadi suaminya sangat membuat jantungnya tidak aman.


Arsetto melepaskan tautan bibir mereka, Ia tersenyum lembut pada Ghea, “Kamu sangat lucu istriku, aku tidak tahan untuk tidak menciummu.”


Semburan kemerahan datang pada pipi Ghea, ia lalu berdeham pelan, menahan rasa salah tingkah akibat ucapan yang dilontarkan Arsetto padanya.


Sial, panasnya kenapa semakin naik. Bisa dipastikan wajahnya memerah seperti tomat matang.


“Apaan sih! kau kan memang bibir sedot vakum makanya begitu!” sahut Ghea sambil berbalik badan, menghindari tatapan Arsetto yang intens padanya. Tanganya bahkan sudah menutupi seluruh wajahnya saking malunya.


Arsetto tertawa pelan, istrinya ternyata sangat lucu saat sedang salah tingkah. Ia semakin dibuat gemas jika begini caranya. Arsetto pun segera membalikkan tubuh Ghea, ia tersenyum lebar sampai matanya tidak terlihat. Tangan-nya pun mengangkat Ghea ke atas tubuhnya, menggendong pada posisi depan sambil terus menciumi seluruh wajah istrinya.


Ghea dibuat cengo, padahal ia sedang memakai gaun dan pria ini gampang sekali mengangkatnya dalam sekali percobaan. Oh jangan lupakan ciuman bertubi-tubi yang datang pada wajahnya, membuat Ghea kegelian dibuatnya.


“Akhh... Hentikan!” Ghea protes karena ciuman itu semakin membuat wajahnya kebanjiran saliva dari pria ini.

__ADS_1


Tangan Ghea terus-menerus menahan bibir itu, namun hasilnya nihil karena Arsetto malah menjilati telapak tangannya. Membuat Ghea semakin geli.


Dasar pria bajingan mesum ini!


Arsetto menatap Ghea sensual, matanya yang indah dibuat sayu seakan menggoda Ghea saat lidahnya menjilati tangan itu dengan perlahan. Meninggalkan rasa menyengat dari tangan ke tubuh Ghea. Ghea bahkan sudah bergidik karena sensasi kecil ini.


Ghea lalu mendengus kasar, ia seakan dibuat tidak berdaya oleh Arsetto. Lagi dan lagi Ghea dibuat lemah pada wajah tampannya itu.


“Bolehkah sekarang, istriku?”


Ghea tertekan. Masalahnya ini masih pagi sekali. Kenapa pria ini sangat tidak sabaran?! Dan mereka juga baru sampai di tempat ini 1 jam yang lalu. Tangan Ghea rasanya ingin menjambak rambut pria ini saja!


...⋆...


Obrolan pagi tadi terhenti secara paksa oleh jambakan brutal pada anak rambut Arsetto. Siapa lagi kalau bukan Ghea pelakunya. Arsetto hanya bisa pasrah menerimanya.


Di meja makan sudah tersusun makanan-makanan khas dari pulau ini. Apalagi dengan makanan lautnya yang sudah menggunggah saliva di tenggorokan Ghea. Arsetto yang peka segera membuka semua cangkang luar king crab dan memberikan isian dagingnya ke mulut Ghea.


Ghea tentu saja menerima suapan itu. Sial! Rasa daging kepiting besar ini membuat kedua matanya berbinar senang. Tubuh Ghea langsung bergoyang kesana kemari dengan kepala miliknya yang bergoyang ke kanan dan ke kiri.


Arsetto yang melihat itu lalu menutup mulutnya, menahan tertawa kecil yang akan keluar. Kenapa istrinya begitu gemas sih?! Lama-lama ia terkam juga sekarang!


Akhirnya setelah 2 jam yang mereka habiskan di tempat makan dan menatap pemandangan malam yang indah oleh kerlap kerlip lampu malam.


Ghea kelelahan dan akhirnya ia digendong Arsetto di belakang punggungnya. Mereka pun berjalan menuju tempat peristirahatan mereka.


Disana, tempat tidur khusus untuk pasangan baru sudah disiapkan oleh staff pulau. Ghea tercengang melihatnya karena tempat tidur itu sudah ditaburi bunga mawar merah berbentu hati.


Arsetto terseyum licik, ia lalu menurunkan Ghea ke ranjang, lalu kedua tangannya mencegat tubuh Ghea yang akan melarikan diri darinya.

__ADS_1


“Bagaimana istriku? Ini sudah malam.” ujar Arsetto menatap mata Ghea yang gelisah.


Matanya melirik kesebelah kiri, menghindari wajah Arsetto yang semakin mendekat padanya. Jantung Ghea bahkan sudah berdebar kencang, ia benar-benar dilanda kegugupan.


“Y-ya malam... Ah hentikan dulu Arsetto—!”


Ghea menahan kepala Arsetto yang sudah menempel di lehernya. Namun seakan pria ini tuli, bukannya berhenti, Arsetto semakin gencar bermain disana. Meninggalkan tanda cinta pada leher putih Ghea.


“Aku tidak bisa bersabar lagi, istriku.” ucap Arsetto seraya menarik kedua tangan Ghea, Tangannya dikunci di atas kepala sehingga Arsetto bisa leluasa.


Ghea semakin gugup, “B-bukannya kita harus ke kamar mandi dulu? A-Ayo kesana dulu!”


Arsetto tersenyum lebar, segera tubuh Ghea di gendongnya, mereka lalu memasuki kamar mandi dan tangan Arsetto dengan cekatan mengunci pintu itu.


Ghea mengumpat dalam. Harusnya ia tidak mengusulkan ke kamar mandi terlebih dahulu. Terbukti, tubuhnya sudah tidak kuat dengan semua perlakuan Arsetto padanya.


Mereka berendam di bak mandi bersamaan dengan benda keras dan besar itu yang terus menggesek paha atasnya. Rasanya Ghea ingin menghilang saja! Ghea bahkan sudah terkejut melihat ukuran tidak manusiawi itu! Tolong, Ghea masih syok berat saat pertama kali benda itu terlihat oleh kedua matanya.


Belum sampai disana, Bibir Arsetto bahkan terus-menerus menyusuri setiap inci tubuhnya, menaburi bercak merah di kulitnya. Ghea bahkan sudah lelah mendesah beberapa kali saat Arsetto menggigit layaknya anjing galak!


Lalu sesaat Ghea lengah. Benda besar itu masuk perlahan. Membuat Ghea terlonjak kaget, ia lalu berbalik badan, menatap Arsetto dengan gelisah.


“A-a-apa yang—!” ucap Ghea terhenti oleh ciuman Arsetto pada bibirnya.


“Istriku, aku sudah tidak tahan.” jawab Arsetto disela-sela ciuman mereka. Ia terus membuat penetralisir agar Ghea tidak terlalu merasakan sakit di bagian bawahnya.


Ghea yang tadinya gelisah mulai tenang kembali. Merekapun bergulat di bak mandi dengan air hangat yang berceceran kesana kemari saat Arsetto menjalankan aksinya.


...♡...

__ADS_1


__ADS_2