Husband Generator

Husband Generator
05— Fernan tersiksa


__ADS_3


...♡...


Ghea pasrah, rasanya ia ingin menenggelamkan wajahnya ke lubang tikus. Atau, wajah Arsetto saja yang ia jebloskan ke lubang tikus agar pria ini tidak lagi kurang ajar padanya?


Untungnya tubuh pria bajingan ini terlepas darinya, semua ini berkat bantuan pria berkacamata yang memisahkan mereka secara paksa.


“Sialan, anda ingin kabur lagi kan tuan Arsetto!” ujar Fernan dengan mimik lelahnya, matanya masih tetap berapi-api menatap kearah Arsetto.


Arsetto meringgis pelan, ia segera bersembunyi dibelakang tubuh istrinya tersayang. Memeluk dengan posisi belakang sambil mengadu padanya.


“Di-dia istriku! Dia menculikku kesini dengan paksa!” adu Arsetto mendramalisir semuanya, “Dia bahkan menobrak paksa pintu apartemen kita! Cepat kasih pelajaran pada dia, istriku!”


Kepala Ghea pening. Apartemen kita? sejak kapan pria ini membayar bulanan sewa apartemen miliknya? Oh, dan ternyata pria yang tadi menyelamatkannya adalah pelaku yang merusak pintu kesayangannya! Sialan, padahal tadi ia ingin berterimakasih padanya.


“Kau! ternyata kau yang merusak pintuku!” marah Ghea. Tangannya langsung menarik rambut lebat Fernan dengan ganas.


Arsetto yang menyaksikannya sangat terkejut, bahkan semua orang di rumah sakit yang melihat pertunjukan itu bersorak ria. Adegan ini seperti istri sah yang memberi pelajaran pada seorang pelakor!


Fernan tercengang, ia tidak mungkin melawan balik serangan seorang wanita. Itu benar-benar sangat tidak jantan baginya.


“Lepaskan! Arghh... Bu tenang bu, saya bisa jelaskan!”


Ghea semakin marah, “Bu? Siapa yang kau sebut ibu hah?!”


Arsetto bingung, dirinya ingin memisahkan mereka tapi itu akan menghilangkan kesenangannya melihat Fernan tersiksa. Aduh, mana istrinya terlihat badas dimatanya, membuat Arsetto semakin cinta lagi dan lagi padanya.


Fernan meringgis kesakitan, tangannya naik turun meminta bantuan Arsetto, tapi sang empu yang dimintai pertolongan malah tertawa cekikikan melihatnya tersiksa.


“Sialan kau, Arsetto!” geram Fernan melototi pria itu dengan tajam.


Ghea melepaskan tarikan tangannya pada rambut Fernan, amarahnya sudah tertuntaskan. Saatnya ia menarik kerah baju Arsetto dibelakangnya, “Lepaskan pelukannya atau kau juga ingin merasakan tarikan tanganku pada kepalamu?”

__ADS_1


Arsetto bukannya takut atas ancaman Ghea, Pria ini malah tersenyum bahagia. Kepalanya pun ia tundukkan kepadanya, “Silahkan, istriku! Aku akan sangat bahagia merasakan kekuatan dahsyatmu!”


Ghea menaikkan garis senyum secara paksa di wajahnya yang datar. Dirinya lupa, Arsetto kan sejenis makhluk bajingan gila yang bahkan mau seberapa pukulan darinya pun otaknya tidak akan pernah bisa dipulihkan bahkan jika dipukul mungkin akan semakin parah saja.


“Tidak. Terlalu gampang jika aku menarik rambutmu,” jawab Ghea seraya mengelus kuncup rambut pria dihadapannya ini.


Arsetto yang baper malah salah sangka atas omongannya sehingga pria ini semakin kurang ajar.


Bibir pria ini sudah menempel di telapak tangannya, oh tentu saja tindakan pria ini membuat Fernan melotot ngeri dan juga ekspresi kegirangan orang-orang yang lewat sembari membawa hewan peliharaan mereka.


Kondisi Ghea saat ini? Oh, malu sekali!


Ghea saking malunya segera menarik telapak tangannya dari bibir Arsetto. Ia segera berlari keluar, meninggalkan Fernan yang semakin tercengang karena Arsetto mengejar Ghea seperti orang kesurupan.


“Istriku! Istriku, kamu mau kemana?! Tunggu Aku!”


Ghea semakin mempercepat lari-nya. Benar-benar memalukan! Seumur hidupnya ini baru kali ini Ghea merasakan malu yang amat dalam.


Semua ini karena si bajingan ini! Harusnya Ghea tidak usah membantu pria itu bahkan untuk menjemputnya! Hah... Benar-benar buang waktu, ditambah jam istirahat di kantornya hampir habis. Ghea tidak mungkin bolos kerja.


Ghea tersenyum lelah. Pada akhirnya, Pria bajingan ini mengikutinya sampai ke kantornya.


Semua teman kantornya tentu saja terus melirik dan menanyakan sederet pertanyaan kepada Ghea, siapa pria tampan ini?


Lia bahkan sudah senyum-senyum tidak jelas ditempat duduknya sambil menggoda Ghea dengan alis yang bergoyang ke atas dan ke bawah.


Ghea mendengus. Untungnya Pria ini anteng duduk disampingnya tanpa mengoceh seperti di dalam taksi saat perjalanan mereka kesini. Arsetto tersenyum lembut membalas tatapan Ghea padanya.


“Tenang saja, istriku. Aku tidak akan menggangu saat kamu sedang bekerja!”


Ghea mengangguk pasrah. Percaya atau tidak percaya, yang pasti dirinya bisa memegang omongan pria ini.


Lalu Ghea pun mulai fokus ke layar laptop didepannya.Tidak mempedulikan tangan kirinya yang dimonopoli Arsetto, bahkan tangan sekarang mereka bertaut erat.

__ADS_1


Se-jam akhirnya berlalu. Ghea dengan mata lelahnya menutup laptop itu setelah meninjau ulang sebuah novel bergenre horor yang bulan depan akan segera diterbitkan.


Tangan kirinya berkeringat karena tautan tangan mereka. Jadi Ghea ingin melepaskannya tapi pria bajingan itu malah semakin mempereratkannya.


“Lepaskan. Tanganku berkeringat, ini sangat membuat tidak nyaman.”


Arsetto segera mengelap tangan kiri Ghea ke celana miliknya. “Kalau begini sudah tidak apa-apa kan, istriku?”


Ghea terpaksa mengangguk. Ia lalu berdiri, mengambil tasnya dan segera berpamitan pada semua orang karena sudah waktunya pulang kerja.


Arsetto dibuat bingung. “Loh, sudah pulang? Kok sebentar sekali kerjanya.”


Lia yang mendengar pertanyaan Arsetto terbahak, “Jam kerja kami memang seperti ini pawangnya Ghea, Kebanyakan akan dikerjakan di rumah untuk meninjau dan memberikan konsultasi kepada penulis yang bersangkutan secara tatap muka.”


Arsetto mengangguk paham.


“Oh hampir lupa, perkenalkan namaku Lia dan aku sohibnya Ghea!”


Arsetto mengangguk, “Ya, salam kenal. Aku calon suami Ghea.”


Ucapan Arsetto mengundang keterkejutan pada semua pegawai disini. Ghea bahkan sudah menghela napas pasrah. Lia tentu saja sama terkejutnya mendengar itu! Oh ayolah, ini benar-benar sangat tiba-tiba sekali.


“A-apa, calon suami? Kapan kalian akan menikah?” tanya Lia masih dengan ekspresi terkejutnya.


“Sebulan lagi. Aku harap nanti kalian datang ya,” sahut Ghea tersenyum paksa. Ah, kacau sudah! Padahal ia merencanakan akan berusaha mencari cara membatalkan pemikiran gila keluarganya untuk menikahi mereka berdua. Tapi pria bajingan ini mulutnya tidak bisa dijaga sama sekali! Huftt... Ghea benar-benar lelah secara fisik dan psikis.Tolong, siapapun tolong Ghea...


Setelah mendengar penuturan itu, semua pengawai bersorak bahagia. Akhirnya Ghea si jomblo akut sudah melepaskan labelnya itu! Betapa bahagianya mereka karena dulu hanya Ghea saja yang jomblo diantara semua pegawai disini!


Lia tercengang. Padahal baru tadi pagi dirinya hanya menebak saja tapi omongannya ternyata terbukti 100%! Wah, sepertinya dirinya harus mulai memikirkan membuka usaha ramalan percintaan.


Arsetto tersenyum lebar. Menampilkan sederet giginya ke arah Ghea. Ghea pun yang menatap balik ke arah Arsetto hanya bisa menghela napas lalu ia pun tersenyum tipis.


Ghea bisa apa dihadapan pria tampan ini?

__ADS_1


Oh ayolah, Ghea sepertinya harus mengikuti kursus dalam menghadapi wajah pria tampan seperti Arsetto ini. Kalau tidak, Ghea akan terlena dan terjebak selamanya.


...♡...


__ADS_2