
( Bagian satu).
...----------------...
Pagi ini melody sedang sibuk memakai seragam sekolah barunya, finally melody menjadi siswi SMA, betapa bahagianya hati dia karena tidak sabar disambut kakak-kakak ganteng didepan gerbang sekolah
Melodi menatap kaca untuk terakhir kalinya, memastikan wajah cantiknya tidak luntur rambut bergelombangnya, akan jadi pusat perhatian di sekolah nanti
"Perfect...! ucap melody lantang
Sebelum beranjak melody berdoa dalam hati
"Ya Allah...! semoga melody dijauhkan dari kakak kelas yang sok, yang suka marah-marah nggak jelas tanpa sebab seperti orang kesurupan
Setelah itu melody segera mengambil tas dan bersiap beranjak
"Astagfirullah...! teriak melody kencang, terkejut melihat cowok yang tengah berdiri di ambang pintu kamarnya entah sejak kapan
"Ngapain berdiri di sana kak...! tanya melody berusaha tetap tenang
"Wah...! Lo beneran udah SMA aja ya Mel...! seinget gua kayaknya baru kemarin gua ganti popok bayi Lo...! ucap Dimas sembari geleng-geleng
"Gue udah besar kak, gue udah nggak pake popok...! kesal melody
"Masa...! sini coba gua cek ...." canda Dimas garing
Melody melirik Dimas tajam membuat sang kakak langsung tertunduk
"Sorry...! ucap Dimas segera meralat ucapnya, Dimas mengarahkan telunjuknya ke arah ruang tamu
"Ada Stevan tuh...!
Kedua mata melody terbuka sempurna
"S... Stevan...? kaget melody
"Iya, dia ada diruang tamu nungguin Lo...!
Tanpa menunggu lama, melody segera berjalan cepat menuju ruang tamu melody menuruni tangga dengan kecepatan ekstra
Melody melihat sosok pria tampan itu memang sedang dirumahnya dengan pakaian berseragam SMA yang sama dengan melody
Melody mengembangkan kedua sudut bibirnya, melihat wajahnya dari dekat saja sudah membuat jantungnya berdetak tak karuan
Stevan Austin, cowok dengan kulit yang seputih susu, tinggi semampai dengan rahang yang tegas dan wajah yang sudah bak dewa Yunani masa kini, jangan coba-coba menatap matanya jika tak ingin jatuh dalam pesonanya
"Stevan...! panggil melody lagi dengan suara yang lembut dan berlagak feminim
"Apa...!
Melody memamerkan senyumnya kepada Stevan
"Gimana penampilan gue...! udah kelihatan dewasa kan, kelihatan anak SMA kan....!?
Stevan mengangguk singkat
"Iya...!
"Udah cantik belum...!
"Lumayan...!
"Kok lumayan...! heboh Melody'
"Iya cantik...! jawab Stevan tak mau memperpanjang drama paginya
Melody bersorak senang dalam hati" gue udah siap-siap loh jadi pendamping hidup Lo " ucap Melody malu-malu, lahir batin siap kok
"Nggak usah halu...! ketus Stevan bangkit dari sofa lalu meraih tasnya yang dia taruh di bawah kursi
"Aish!" umpat melody kesal sembari mengibaskan rambutnya, udara mendadak panas tidak apa-apa ini bukan pertama kalinya Melody ditolak oleh Stevan, melody yakin semakin dia berusaha keras suatu saat nanti Stevan pasti akan melihat kesungguhannya dan menerima hatinya
"Lo ngapain berdiri di sana...! tanya Stevan bingung
"Hah...! bingung Melody
"Lo mau berangkat atau gua tinggal...!
"Gue mau berangkat asal ada syaratnya...! ucap Melody dengan kedua tangan terlipat di depan dadanya
"Apa...! sahut Stevan cepat
Melody terdiam sebentar, bibirnya bergerak-gerak tidak pasti, Melody menatap Stevan sedikit tidak yakin
"Apa syaratnya...! tanya Stevan mengulangi
"Lo bujuk gue pake panggilan sayang dulu baru gue berangkat sekarang...! ucap Melody dengan nada sok tidak mau tahu
Tatapan dingin Stevan menyorot Melody, salah satu sudut bibir Stevan terangkat menatap Melody dengan tak suka detik berikutnya Stevan berjalan menabrak kasar bahu Melody
__ADS_1
Melody melotot melihat reaksi Stevan tidak sesuai ekspektasinya, mulut Melody menggeram memendam rasa kesal ia menghentak-hentakkan kakinya
"Vann...! teriak Melody
Stevan tak memperdulikan Melody, ia memasang earphone nya, dengan cepat berjalan keluar rumah
Kesekian kalinya Melody ditolak
Melody menggeram menahan kekesalannya
"Sial, umpatnya...!
Melody mengkibas-kibaskan tangan, tubuhnya mendadak panas
"Gue nggak akan nyerah...!
"Seorang Melody Maureen Ashalina nggak bakalan menyerah mendapatkan cinta si es balok...!
Melody mengepalkan kedua tangannya sekuat mungkin, lalu mengangkat tinggi
"Liat aja gue pasti bisa buat Lo suka sama gue...!
"LIHAT SAJA.....!!!
...----------------...
Stevan dan Melody adalah saksi hidup yang menemani keduanya tumbuh dari bayi hingga sebesar ini, mereka berdua saling menjaga dan menyayangi, selain sahabat Stevan sendiri sudah menganggap Melody seperti adiknya sendiri, ia memberikan kasih sayang sepenuhnya untuk Melody
Namun ketika Melody menginjak umur sebelas tahun, gadis itu mulai bersikap feminim di hadapan Stevan, dia sering secara tidak terduga mengungkapkan perasaannya kepada Stevan, Melody berkata bahwa dia menyukai Stevan
Stevan sendiri hanya mengagguk singkat dan menanggapi hanya sekedar candaan, mengaggap sikap sahabatnya itu sebagai sikap yang menggemaskan
Namun semuanya semakin tak terduga dan diluar kendali, Melody semakin besar, dan rasa sukanya ke Stevan semakin menjadi, sampai Stevan tidak tahu bagaimana cara mengendalikan gadis itu
Bagi Melody Stevan adalah cinta pertamanya, dan Melody berharap bisa mendapatkan hati Stevan dan menjadikan Stevan, sebagai cinta terakhirnya juga, rasa suka Melody kepada Stevan sangatlah besar dari kecil hingga sekarang, bahkan mungkin lebih besar daripada ia menyukai kakak kandungnya sendiri Dimas, mungkin
Sedangkan Stevan dia hanya menganggap Melody sebagai sahabat... tidak lebih
.
.
.
.
.
.
Melody menoleh ke samping, tersenyum merekah ia dapat melihat dengan puas paras tampan Stevan, tatapan yang tenang, rahang yang tegas, hidung mancung, semuanya Melody suka
"Mungkin aku terlanjur...! tak sanggup jauh dari dirimu kuingin kau selalu...! Melody sengaja melantangkan suaranya membuat Stevan sedikit mengerenyit
"Diam...! suruh Stevan
"Nggak mau dan nggak bisa...! balas Melody seenaknya
Stevan menarik nafas, sembari geleng-geleng, menyuruh harimau diam mungkin lebih mudah daripada menyuruh Melody diam
β Author....!
Nekt....! nekt
Gua jadi goyang liat gua nulis geleng-geleng ituπ
Papa muda Mama di giling giling....! pusing jadinya
Ahhhhh bubar π gua halu aja kebanyakan nonton anime....! skuy lah lanjut nulis
Sedangkan Melody tak berhenti tersenyum dan memandangi Stevan, bahkan dari sisi samping pun wajah Stevan tetap saja bersinar
"Stevan...! panggil Melody
"Apa...! sahut Stevan malas
"Lo suka sama gue nggak...!?
"Nggak...!
"Kenapa nggak suka...! lirih Melody sedih
"Menurut Lo kenapa...!
Melody mengerutkan keningnya, tanpa berpikir,
"kenapa yah...! padahal gue cantik pintar, rajin menabung lagi
"Kata siapa...!
"Gue barusan...!cengor Melody tak berdosa
__ADS_1
Stevan menahan nafasnya beberapa detik, hawa disekitarnya mendadak berubah panas
"Lo sakit...! tanya Stevan ingin memastikan
"Iya gue sakit...! karena sudah jatuh cinta pada sahabat mass kecil gue sendiri...! jawab Melody dengan polosnya
Stevan menelan ludah, mendadak tenggorokannya merasa kering gadis ini terus saja mengoceh tak ada henti, Stevan diam saja tak ingin menanggapi
Namun yang namanya Melody tidak akan pernah berhenti untuk mendekati Stevan, ia pantang menyerah untuk melakukan apapun demi Stevan
"Gimana, Stevan...!?
"Apanya...!
"Gue suka sama Lo,"
"Gua yang nggak suka sama Lo...!
"Gue tahu dan gue nggak peduli, gue sekarang sedang buat Lo suka sama gue Dan gue yakin Lo pasti bakalan suka sama Gu...!
"Berisik...!
Melody mendecak kesal, lagi-lagi perkataannya dipotong oleh Stevan cowok itu seolah membatasi keberadaannya dengannya, Melody menatap Stevan cowok itu sangat fokus menatap ke depan Melody tersenyum kecil
"Stevan...! panggil Melody
"Hm,"
"Boleh pegangan tangan nggak...! pinta Melody terang-terangan
"Gua lagi nyetir...! ucap Stevan singkat
"Berarti kalau nggak lagi nyetir boleh...?
"Nggak...! tolak Stevan tegas
Melody mendesis kesal, namun dia tak akan menyerah begitu saja
"Jadi bolehnya apa...!
"Lo diem...!
"Kan udah dibilang nggak bisa...!
"Ya udah terserah...! pasrah Stevan
"Beneran nih seterah...!
Kali ini Stevan memilih tak menjawab, energinya bisa habis sebelum disekolah, hanya karena meladeni gadis beo disebelahnya
Melody melebarkan senyumannya, ia menoleh ke samping menatap Stevan lekat
kemudian mendekatkan tubuhnya ke samping sembari melepas seatbelt nya
"Cuupp...!
Dengan beraninya Melody mencium pipi kanan Stevan dalam hitungan waktu yang singkat, kedua mata Stevan membulat sempurna dia langsung membanting stir ke kiri, menghentikan mobilnya
Stevan menoleh ke samping, terkejut dengan apa yang dilakukan Melody
"Katanya tadi seterah kan...! ucap Melody tak berdosa
Mulut Stevan setengah terbuka, ia tak bisa berkata apapun saat ini, masih terlalu shock bagaimana bisa gadis ini semakin agresive kepadanya
"Karena gue nggak mau keadaan menjadi canggung dengan Lo...! gue turun disini aja yah, lagian sekolah sudah dekat juga
Tanpa menunggu jawaban Stevan, Melody segera turun dari mobil dengan senyum yang tidak bisa hilang dari paras cantiknya
Sebelum menutup pintu mobil, Melody melambaikan tangan ke Stevan
"Bye-bye calon pacar...! kita bertemu lagi nanti disekolah,"
Setelah itu Melody menutup pintunya dengan keras dan beranjak dari pandangan Stevan, gadis itu berjalan menuju sekolahnya
"Gadis sinting...! ucap Stevan akhirnya bersuara
Stevan terdiam sebentar, mengatur nafasnya dia menyentuh pipi kanannya, entah kenapa tiba-tiba ada perasaan aneh yang tidak bisa diartikan oleh Stevan
Stevan segera menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali, mencoba melupakan kejadian tadi,
Stevan menghela nafasnya pelan, tersenyum kaku
"Nggak apa-apa Van...! Rileks
Bersambung....................
Guys baru part satu aja udah panjang gimana part selanjutnya πππ» tangan gua....! mata gua.....! gua dikatakan monster dingin bermuka kusut klo lagi ngumpul bareng kawan
Silahkan tunggu up berikutnya
__ADS_1