I Love My Boyfriend

I Love My Boyfriend
Beruang kutub 2


__ADS_3

~Melody dan Nisa masuk ke dalam kantin, mereka memilih untuk ke kantin saja, mereka berdua berjalan masuk ke dalam kantin yang cukup ramai di penuhi siswa yang membeli jajanan di kantin


Mata Melody mengendarkan ke seluruh ruangan, mencari sosok yang ingin di temuinya namun sosok itu tidak ada di sana


Melody tanpa sadar mendecak sebal, kenapa Steven tidak ada di sini, terus di mana dia..? selera makannya hilang begitu saja


"Mel, Lo mau kemana...! teriak Nisa bingung karena sahabatnya itu meninggalkannya begitu saja


"Cari kera sakti dan biksu tong, yang masih berusaha mencari kitab sucinya...! balas Melody teriak tanpa membalikkan badannya dan terus berjalan pergi


Nisa melongo, mulutnya terbuka sempurna sahabatnya itu mungkin sudah gila


Nisa menggeleng-gelengkan kepalanya


"Gue yakin pasti emaknya dulu makan mercon, atau mungkin ngidam utramen


...----------------...


Melody tidak menemukan Steven di mana-mana kelas, lapangan, aula bahkan di toilet


Melody pun memutuskan untuk mencarinya di roftop sekolah, walau Melody ragu untuk ke sana, Melody takut ketahuan oleh panitia OSIS ia pasti akan di omeli habis-habisan dan mendapatkan hukuman


"Bodoh amat deh.." Melody memutuskan untuk pergi ke sana


Ia menaiki tangga berusaha hati-hati agar tidak ada panitia OSIS yang melihatnya ke sana Melody membuka pintu roftop yang tidak di kunci


Melody pelan-pelan mencari keberadaan Steven ia tersenyum senang saat menemukan Stevan


Steven tengah berdiri bersandar ke dinding roftop, menikmati pemandangan indah kota Jakarta dari atas, sembari mendengarkan musik dengan earphone du telinganya


Hati Melody mulai bergetar hebat, memandang pria itu saja sudah membuat berdetak tidak karuan


Melody melangkah pelan-pelan mendekati Stevan, ia memiliki berdiri tidak jauh dari Steven, Melody menoleh ke samping sepertinya Steven belum menyadari kehadirannya pria itu diam memejamkan matanya


Melody memperhatikan wajah Steven, angin yang berhembus tenang menyapu beberapa helai rambut Steven

__ADS_1


"Apa wajah gua beneran setampan itu, sampai Lo sering memperhatikan secara diam-diam


Melody terkejut mendengar Steven yang tiba-tiba bersuara, pria itu perlahan membuka matanya menoleh ke arah Melody dengan tatapan menyelidik


Steven melepas salah satu airpods yang terpasang di telinga kanannya


"Gi... gimana Lo tahu kalau gue disi... disini...? tanya Melody cukup takjub, terbesit curiga bahwa Steven titisan cenayang


"Bau farfum Lo cukup khas...! jawab Steven


"Ahh...!


Melody mengangguk-angguk sangat masuk akal


"Ngapain Lo disini...! tanya Steven tanpa basa-basi


Melody terdiam, bingung harus menjawab apa otaknya bekerja cepat untuk mencari jawaban yang pantas untuk pertanyaan tersebut


"Gu...gue ma...!


"Nggak...! seru Melody kencang tidak terima


"Terus...!


"Gue mau nemuin Lo...! jawab Melody pasrah ia memilih untuk jujur


"Ada urusan apa...!


"Nggak ada urusan apa-apa gue cuma kangen...!


Desahan berat keluar dari bibir Steven, Steven memiliki untuk diam saja


"Steven...! panggil Melody


"Hm...!

__ADS_1


"Gue boleh tanya sesuatu nggak...!


"Nggak...!


Melody tidak perduli dia tetap bertanya


"Lo udah suka sama gue...!?


"Nggak,"!


"Kok nggak sih...! kapan Lo suka sama gue...!?


"Nggak tahu...!


"Gue boleh tanya lagi, Lo ada rencana buat suka sama gue...!?


"Nggak tahu...!


"Kok nggak tahu? terus gimana caranya biar Lo suka sama gue...! lirih Melody kecewa


"Mel...! panggil Steven raut wajahnya serius


"Gua nggak pernah suka sama Lo...! dan berhenti suka sama gua..., gua cuma nganggap Lo sahabat gue nggak lebih, ucap Stevan tajam


"Tapi gue pengen lebih dari kata sahabat, gue akan bikin Lo suka sama gue...! balas Melody dia menggigit bibir bawahnya mencoba menyembunyikan perasaan sedihnya


"Gue terlanjur suka sama Lo...!


Steven menghela nafas berat, susah sekali menghadapi gadis ini raut wajah Steven kembali suntuk dan dingin


"Kalau Lo Uda suka sama gue bilang ya...! gue bakalan suka sama Lo, gue belum nyerah kok


Steven diam, tidak membalas Melody sama sekali ia masih berdiri dengan tenang dengan ekspresi datarnya


Bersambung............

__ADS_1



__ADS_2