I Love My Boyfriend

I Love My Boyfriend
Beruang Kutub


__ADS_3

~Siang itu para peserta murid baru menjalani bakti sosial membersikan area sekolah


Steven menyandarkan tubuhnya di tembok, setelah menyelesaikan bakti sosial yang di perintahkan oleh kakak osis nya


"Gua nggak nyangka lo bisa se farmous itu di SMA baru di kalangan cewek-cewek, gua sampai terkagum melihat salah satu anggota OSIS cewek yang terkenal galak bisa luluh sama Lo," cerca Ibnu sahabat Steven


Ibnu Leonard, cowok dengan kulit putih kerang, hidung mancung, postur tubuh yang terkesan kurus, namun tidak menghilangkan sisi cool pada dirinya


"Dan hebatnya lo bisa segampang itu mendapatkan tanda tanda dari beberapa panitia, khususnya cewek hidup memang tidak adil ya bund," kesal Ibnu


Steven hanya tersenyum kecil


"Panas banget hari ini," ucap Stevan sambil membuka dua kancing seragamnya sembari mengibas- ngibaskan tangan mencari angin sejuk


Ibnu mengiyakan, ia meniru yang di lakukan Steven


"Lo haus nggak' tanya Ibnu sembari menyenggol lengan Steven


Steven mengangguk dengan cepat, dia mengelus leher tenggorokannya memang terasa kering


"Kantin yuk..., ajak Ibnu


Stevan mengangguk menyetujui, memasang earphone nya lalu bangkit berjalan beriringan dengan Ibnu menuju kantin


...----------------...


Kantin yang tadinya ricuh kini mendadak senyap, saat kedatangan cowok tampan bernama Steven


Semua mata terarah kepada Steven, mereka semua mendadak membisu sangking terpesonanya tidak habis pikir dengan apa tuhan menciptakan manusia sesempurna itu..., astaga siapapun yang menatapnya pasti akan jatuh hati


"Wah...! beruntung banget SMA kita kedatangan murid cogan


Semua mata yang ada di kantin tak lepas dari seseorang berseragam dengan earphone yang terpasang di telinganya itu


Ibnu menyuruh Steven duduk di salah satu kursi paling ujung Stevan pun menuruti saja, ia di tinggal oleh Ibnu yang berjalan ke meja kasir untuk memesan minuman


Seorang gadis tersenyum melihat Steven dari jauh bersama kedua sahabatnya, gadis itupun bangkit dari duduknya berjalan mendekati Stevan, dan yang di lakukan oleh gadis itu membuat beberapa mata langsung tertarik, bisikan-bisikan tak jelas pun mulai terdengar namun, gadis itu tidak memperdulikannya


Gadis tersebut bernama Fatin, semua orang di SMA ini mengenal dirinya, kelas dua belas IPS 2 yang paling sok cantik se-SMA dan gadis kaya raya yang mampu berbuat sesukanya


"Boleh kenalan...! tanya Fatin sembari menyodorkan tangannya ke Steven


Tak ada reaksi dari Steven, pria itu sedang fokus menatap ponselnya sendiri


"Eks-kius- mi...," seru Fatin penuh penekanan


Dan lagi-lagi, pria itu sama sekali tidak memperdulikannya


Fatin dengan berani menarik earphone yang terpasang di telinga Steven, dan berhasil membuat Steven terlonjak kaget


"Boleh kenalan nggak...! pinta Fatin sembari memperlihatkan senyum manisnya


Steven mengerjapkan kedua matanya beberapa kali, raut wajahnya berubah sedikit ngeri


"Ada masalah...! tanya Steven dingin, suaranya terdengar berat dan khas jantung Fatin mendadak lemah, hanya dua kata tapi langsung membuatnya tak berdaya


Fatin dengan cepat menyadarkan diri


"Gue pengen kenalan sama Lo...!


"Hah...!!


Fatin menyodorkan tangannya ke Steven, tersenyum manis semaksimal mungkin


"Kenalin nama gue Fatin, anak kelas 12 IPS 2, gue anak orang kaya di sini, gue masih single, umur gue 18 tahun dan....._,"


"Cukup gua nggak butuh...!!! potong Steven kejam


Fatin mendesis kesal, ia menurunkan tangannya dari Steven


"Ya udah...! sekarang kenalin indentitas Lo juga,"


"Buat apa...! tanya Steven dingin mulai risih, dengan kehadiran Fatin


"Buat saling mengenal...,"


Fatin lagi-lagi mendecak kesal, pria itu benar-benar sangat dingin tapi ia tidak menyerah ia memandang Steven lekat


"Gue boleh minta nomor Lo...!,"


"Buat...!!!


"Buat sms-an atau telepon sama Lo...," gemas Fatin mulai tak sabar


Steven menghela nafas berat, kemudian bangkit dari tempat duduknya


"Loh..., Lo mau kemana...,bingung Fatin


Stevan tidak memperdulikan Fatin, ia kembali memasang earphone nya dan berjalan melewati Fatin begitu saja, Steven mengambil pesanannya yang telah jadi di tangan Ibnu yang sudah lama mematung menyaksikan kejadian mereka, kemudian beranjak keluar dari kantin


"SIALL...!!!


"TUH COWOK DINGIN BANGET...!!!


Fatin menunjukkan raut kesal kedua tangannya berkacak pinggang


Kini semua pengunjung kantin menatap kejadian itu iba, banyak yang kasihan dengan Fatin, gadis itu di tolak

__ADS_1


"Awas aja, Lo belum tahu siapa gue, gue bisa melakukan apapun dengan mudah...! Lo udah injak-injak harga diri gue di depan umum


"Gue akan buat Lo tunduk sama gue...!!!


...----------------...


Melody menempelkan cola dinginnya ke pipi. cuaca siang ini cukup terik, matahari tepat di tengah ubunnya mereka berdua telah menyelesaikan bakti sosial yang di perintahkan oleh kakak osisnya


"Gila panas banget...!!! ucap Melody, ia melepaskan satu kancing seragamnya, dan menggulung rambutnya ke atas


Beberapa siswa yang melewati mereka itu di buat tidak berkedip untuk beberapa saat, beberapa pasang mata memandangi kecantikannya dan tersenyum melihat Melody


"Nih..., Lo bisa pake karet' rambut gue...! tawar Nisa


Melody mengangguk, mengambil karet rambutnya dan menggulung rambutnya ke atas


"Pulang sekolah Lo sama siapa...! tanya Nisa


"Masih perlu gue jawab...! balas Melody


Nisa mendecak kesal, menyesal dengan pertanyaannya


"Si beruang kutub lagi...?


"Iya dong, tiba-tiba gue udah kangen nih...!


"Lo kangen sama dia, tapi dia pasti udah jenuh sama Lo, kalau di ibaratkan Lo itu kaya lemak jenuh di hidup gue," memberatkan dan mematikan


"Lo kira gue kolesterol...! bentak Melody tidak terima


Nisa menaikkan bahunya tidak ingin melanjutkan percekcokannya dengan Melody, karena dia yakin tetap dia yang akan menang walaupun menghabiskan banyak energi


Nisa menyandarkan tubuhnya menikmati sepoi angin yang berhembus, sesekali melihat Melody raut wajahnya menjadi cemberut


"Kenapa Lo..., cemberut gitu" tanya Nisa


Melody menoleh ke arah Nisa


"Steven lagi apa ya Nis...!


"I don't know,"...!


"Gue takut Steven lagi deket-deket sama cewek...?


"Nisaaaaaaaaa...! gue lagi serius, kok Lo gitu sih sama gue...!


Nisa melipat kedua tangannya di taruh di depan dada, menatap sekitarnya kemudian menatap sahabatnya


"Lo kenapa sih bisa suka sama beruang kutub...?! heran Nisa


Melody tersenyum licik


"Berhati malaikat pantat Lo...! seru Nisa


"Ngomong aja jarang...! gue kira dia itu cucunya biksu singgokong


"Lo nggak boleh jelek-jelekin orang ganteng..., kualat nanti ya...! di kutuk jadi boneka jalangkung loh...!!!


Nisa mendesah berat, seraya ikut geleng-geleng melihat tingkah ajaib Melody


"Jadi maksud Lo apa, sampai Lo beranggapan kalau dia berhati malaikat...?


"Dia sosok pelindung gue dari kecil Nis...," yah walaupun Steven itu sosok cowok yang dingin dan nggak pernah menunjukkan sikap pedulinya secara langsung, tapi Steven suka bantu orang lain...! jelas Melody


"Dan Lo baper sama dia gitu...?!


Melody mengangguk kan kepalanya cepat


"Walau Steven sahabat gue, Steven juga cinta pertama gue, Steven seperti punya aura yang berbeda dari pria-pria lain yang gue kenal...,"


"Masih keturunan aura kasih kali ya...! celetuk Nisa asal


"Pokoknya gue bener-bener jatuh hati sama Steven...! dia cowok pertama yang buat hati gue bergetar-getar tidak karuan...!"


"Hp kali ah..." bergetar...! sewot Nisa


Melody mendengus kesal, bercerita kepada Nisa sama saja bercerita sama tembok


"Melody...! panggil seseorang pria menyadarkan Melody dan nisa


"I...iya kak ada apa...? balas Melody kepada pria itu Ali sang ketua OSIS


"Gue ada coklat nih buat Lo...," ucap Ali menyodorkan dua buah coklat ke Melody


"Dalam rangka apa ya kak Ali ngasih Melody coklat...! bingung Melody


Ali menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal


"Nggak ada apa-apa sih...! ya anggap saja permintaan maaf atas kejadian pagi tadi


"Oh, begitu ya," sahut Melody mengangguk-anggukkan kepalanya


"Makasih yah kak Ali, Melody terima cokelatnya...! lanjutnya menerima coklat tersebut


"Di habisin ya..."


"Iya kak,"

__ADS_1


"Kalau gitu gua ke ruang OSIS dulu, kalau ada apa-apa atau butuh bantuan bilang aja ke gua Mel...!"


"Iya kak Ali...," sekali lagi terima kasih banyak,"


"Sama-sama Mel..! gua pergi dulu," Ali pun pergi dari hadapan Melody dan Nisa


"Cieee yang dapet coklat dari cowok Predikat Most Wanted di sekolah ini..." sindir Nisa


"Emang kak Ali cowok populer di sekolah ini...!


"Gila Lo nggak tahu...!


"Nggak...!


"Ya ampun Mel...! nih ya, kak Ali itu anak sebelas IPA 1dia itu sangat terkenal di kalangan cewek-cewek, dia salah satu cogan di sini, dia juga siswa terpintar, selalu dapet juara satu lomba fisika dan kimia sensasional hebat banget kan dia...!


Melody mengangguk-angguk kagum


"Terus kalau dia terkenal, kenapa Lo nggak langsung minta tanda tangan dia tadi pagi...?


"Ya gue nggak tahu kalau dia itu ketua OSIS di sini, kalau gue dari awal tahu ya gue bakalan maju terdepan untuk minta tanda tangan sama dia...!


Melody mengangguk-angguk


"Mel...! panggil Nisa


"Apa...!


"Lo nggak curiga...! raut wajah Nisa berubah serius


"Curiga apa...!


"Kak Ali...!


"Kenapa kak Ali...!?


"Dia kayaknya suka sama Lo Mel...!ಥ‿ಥ


"Huush...," ngawur Lo nggak mungkin kak Ali suka sama gue...! elak Melodyಥ‿ಥ


Nisa mendecak pelan


"Mel gue tahu informasi tentang kak Ali, dia belum pernah ngasih cokelat kaya gini sama cewek bahkan semua orang nggak tahu kak Ali itu sukanya sama siapa, dan lagi tadi gue lihat tatapan kak Ali itu beda banget gitu waktu ngeliat Lo tadi...ಥ‿ಥ


"Beda gimana...!


"Kayak ada binar-binar orang jatuh cinta gitu...ಥ‿ಥ


"Haduh... nisa nggak usah ngaco deh, kak Ali itu gue lihat emang baik orangnya


"Percaya sama gue seratus persen tanpa broaks dan formalin... kak Ali suka sama Lo...! tegas Nisa


Melody terdiam mendengar penuturan Nisa yang terlihat begitu serius dan sedikit meyakinkan


"Tapi kan gue sukanya sama Steven...!!!


"Lo lepasin noh... si beruang kutub yang dinginnya kaya kutub selatan, mending sama kak Ali kemana-mana kali Mel, terkenal, cerdas, ganteng keluarga terpandang kurang apa lagi coba...!!!


Melody mengangkat kedua bahunya


"Gue nggak tertarik...! di mata gue hanya Stevan yang terindah


"Terserah...terserah...terserah...! pasrah Nisa, susah emang kalau ngomong sama kobokan prasmanan


Melody yang baru saja ingin membalas sindiran kejam Nisa, tapi Melody dan Nisa terkejut mendengar suara teriakan


"Gue nyuruh Lo buat beli susu bukan kopi susu Lo budeg ya...!!!


Empat orang gadis tiba-tiba muncul, salah satu dari mereka di dorong kasar sampai terjungkur ke depan


"Lo mau gue tampar lagi hah...!!!


Melody dan Nisa menatap gadis yang terduduk dengan kepala yang tertunduk, mereka sangat tahu apa yang terjadi gadis itu sedang di rundung oleh tiga gadis lainnya


"Siapa kalian berdua...! pergi kalian...," ucap gadis yang paling garang di antara lainnya


Melody menatap tiga gadis itu mereka adalah kakak kelas sebelas, mata Melody berhenti pada name badges nama gadis yang paling garang... Melody membaca namanya," Fatin


"Cepetan pergi dari sini...!!! teriak Fatin lebih keras menatap Melody dan Nisa lebih tajam


Kaki Melody ingin beranjak maju, namun tangannya di cegah oleh Nisa


"Bukan urusan kita...," lirih Nisa tajam


"Tap...!


"Ayo pergi...! ajak Nisa


Nisa segera menarik tangan Melody, mereka berdua pergi dari sana meniggalkan gadis yang di rundung itu sendiri di sana


Melody menatap Nisa, gadis itu berjalan lurus Melody tahu Nisa bisa saja membantu gadis itu, ia punya kuasa lebih untuk membantu... tapi, Nisa sedang tidak ingin menghabiskan waktunya untuk berurusan dengan kakak kelas


Dan Melody juga tahu, Nisa lebih ingin melindunginya tapi kasihan gadis itu


Melody hanya bisa berdoa semoga gadis tadi bisa terbebas dari kakak-kakak kelas yang jahat itu


Bersambung.............

__ADS_1



__ADS_2