I Love My Boyfriend

I Love My Boyfriend
MOS Pertama


__ADS_3

(Bagian dua).


Melody disambut oleh kakak-kakak kelasnya, yang berteriak-teriak didepan gerbang sekolah seperti yang ada di bayangan Melody sebelum berangkat sekolah, baiklah mari mulai perang hari pertamanya ( hari MOS ke-satu)


Untung saja sekolahnya ini termasuk sekolah yang cukup elite, tidak ada tradisi MOS kuno dan norak yang harus kuncir rambut jadi dualah, pakai nametag lah, ataupun buat tas dari tali rafiah


Melody masuk kedalam gerbang sekolah untuk menuju ke aula seperti arahan dari kakak-kakak kelasnya, banyak beberapa siswa yang memuji dan jatuh cinta pada pandangan pertama dengan kecantikan dan sifat Melody gadis itu memang sangat periang


"Cantik...! bro gilaaa


"Anjir...! apa hari ini ada pelangi bro, ko ada bidadari disini


"Gua sepertinya jatuh hati kepada gadis ini...!!!


Sepanjang jalan Melody hanya terus tersenyum, ternyata kecantikan popularitasnya tidak main-main


"Boleh kenalan...!


Sebuah suara dari belakang mengejutkan Melody, ia menoleh ke belakang mendapati seorang gadis cantik berambut sebahu dengan senyum manisnya kedua lesung Pipit terlihat jelas


"Nisaaa...! teriak Melody gembira, hampir dua Minggu ia tidak bertemu sahabatnya ini


Melody langsung memeluk Nisa erat, mereka teman dekat sejak kelas satu SD, dan selalu menjadi teman sebangku dari SD, SMP bahkan kali ini pun merencanakan masuk SMA yang sama


Nisa Sabila Nurhani, gadis cantik mempunyai julukan (Simanis yang mematikan)


Nisa tidak takut pada siapapun, siapa yang mencari gara-gara dengannya akan dihabisi saat itu juga oleh Nisa, dan Melody merasa beruntung bahwa Nisa adalah sahabatnya, selama ini jika ada yang menganggu Melody Nisa akan menjadi pelindungnya, maju paling depan untuk menyelesaikan semua masalah Melody


"Udah Mel...! gue nggak bisa nafas..." Seru Nisa berusaha melepaskan pelukan Melody


"Gue kangen banget sama Lo Nis...!


"Gue nggak kangen sama Lo Mel...!


Melody mendesis kesal, ia pun segera melepaskan pelukannya Nisa menatap Melody dari atas sampai bawah gadis mungil ini semakin bersinar dan semakin cantik maklum titisan bidadari... Eaks


"Gimana kabar Stevan sama Lo...! makin nempel sama dia atau udah lelah


"Lelah...! apa barusan Lo bilang lelah


Melody mengibaskan rambutnya, tersenyum licik


"Maaf dikamus gue nggak ada kata lelah untuk mendapatkan hati Stevan, gue itu yakin sebenarnya Stevan udah ada rasa suka ke gue hanya saja dia masih ragu untuk menunjukkannya, jadi...._-


Bukk


Nisa tak segan menabok kepala Melody dengan ponselnya


"Pagi-pagi nggak usah halu," ucap Nisa dan berjalan duluan


Melody mendesis kesal


"Gue serius Nisa, Stevan udah suka sama gue...! ulang Melody penuh penekanan


"Gue serius Mel, Stevan sama sekali nggak suka sama Lo...!


"Nis Lo, sebenarnya sahabat gue atau bukan...!


"Bukan, untuk sekarang


"Pokoknya Stevan, udah suka sama gue Nis...! paksa Melody


"Terserah Lo...!


Melody mendecak kesal, bagaimana ia bisa buat Nisa percaya, Melody pun teringat kejadian pagi ini


"Tadi pagi aja gue ciuman sama Stevan...! teriak Melody tanpa malu


Dengh


Langkah Nisa langsung terhenti, Melody pun mau tak mau ikut berhenti, waktu seperti baru saja berhenti semua mata disekitar Melody dan Nisa menyorot ke arah mereka


Nisa perlahan menunduk malu, Melody pelan-pelan mendekati Nisa kepalanya juga ia tundukkan


"Lo bisa nggak sih nggak malu-maluin gue...! ini masih hari pertama...! cibir Nisa


"Gue kelepasan, Lo sih nggak percaya sama gue,"


"Jelaslah, gue nggak percaya sama Lo...! si beruang kutub jelas-jelas nggak suka sama Lo...!


"Suka, gue tadi pagi ciuman sama dia," ucap Melody penuh keyakinan


Nisa langsung menoleh kearah Melody,melototkan kedua matanya


"Lo ciuman sama Stevan...! tanya Nisa tak percaya


"Iya, nih bibir seksi gue bukti nyatanya...! ucap Melody menunjuk bibirnya


Mereka berdua kini tak peduli lagi banyak orang yang memperhatikannya, mereka asik berargumen ditengah lorong sekolah


"Hahahahahahahha..! Nisa tiba-tiba tertawa


"Kenapa Lo ketawa...! bingung Melody


"Gue tau otak licik Lo...! Lo sendiri kan yang nyosor duluan ke Stevan...! tuding Nisa tepat sasaran


"Enak aja, emang gue bebek...!


"Terus Stevan duluan yang nyium Lo...! tanya Nisa menyudutkan


"Gue yakin bunglon gue nggak bakal sudi buat hidup lagi cuma mastiin, kebenaran ucapan Lo...!


Melody menghela nafas pasrah, tak bisa berkata apapun lagi saat ini


"Iya-iya...! gue duluan yang nyosor pipi Stevan...! jawab Melody dengan berat hati


Hah..., Nisa mendecak pelan sembari geleng-geleng


"Gadis sinting...!


Nisa pun kembali melanjutkan langkahnya, meninggalkan Melody


"Tapi gue bukan bebek loh Nis...!


"Terserah Lo...!


"Gue cuma..._-


"AKKH GANTENG BANGET...!!!


Kalimat Melody terhenti saat terdengar suara di lorong riuh seketika, ketika Stevan berjalan dengan santainya semua mata terarah ke pada Stevan


Dimana-mana terdengar bisikan-bisikan dari segerombolan gadis-gadis, bisikan mereka cukup terdengar Melody maupun Nisa


"Itu Stevan kan...!


"Gilak cakep banget...!


"Anjir bisa ganteng gitu...! ya Tuhan ciptaan mu


"Hidung, mata, bibir semuanya sempurna...",


"Itu beneran Stevan kan...! Stevan Austin


Stevan sekarang jadi pusat perhatian siswi-siswi disekolah barunya, Stevan membuka jaketnya ia mulai risih dengan tatapan sepasang mata yang terus memandang berbisik-bisik dan tersenyum padanya


Kedua Tangan Melody tanpa sadar sudah mengepal kuat, beberapa kali nafas berat keluar dari hidungnya, entah kenapa mendadak Melody tidak suka melihatnya

__ADS_1


"Wah seperti bisa tuh...! si beruang kutub, selalu jadi pusat perhatian cewek-cewek baru juga hari pertama MOS disekolah, udah banyak fansnya dia...! cibir Nisa


Melody semakin merasakan kepalanya memanas, Nisa yang dapat merasakan aura kecemburuan ditubuh Melody, berusaha menenangkan gadis itu


"Mereka cuma mengagumi," nggak usah cemburu..."


"Kalau salah satu diantara semua cewek di SMA ini, ada yang Stevan suka gimana...! terus keduanya_-


"Yah...! udah Lo tinggal mundur aja..." tajam Nisa


Melody menatap Nisa dengan ekspresi tak enak, sedangkan Nisa tertawa renyah puas melihat wajah kesal Melody


Nisa menepuk pundak Melody


"Nih yah Lo jadi sahabatnya aja udah beruntung Mel...! Lo tahu sendiri kan si Stevan itu super dingin dan nggak pedulian, dia emang baik sih orangnya tapi kalau ada cewek yang suka sama dia, bakalan dijutekin habis-habisan...!


"Gue tahu, tapi kan gue udah terlanjur jatuh cinta sama Stevan Nis...! Stevan itu cinta pertama gue Nis,"


"Tau, ah...! seterah Lo" gidik Nisa menjadi ikut-ikutan kesal


Melody menghela nafas, merasakan otaknya yang bertambah panas, Melody menoleh ke Nisa


"Hati Stevan terbuat dari apa yah Nis...! susah banget diluluhinya...! ucap Melody


"Lo tanya ke gue...! Nisa menunjukan dirinya sendiri


"Iya Nis...!


"Lo mending tanya kerumput yang dangdutan, atau cecak-cecak di toples aja,"


"Gue masih waras Nis,"


Teriakan suara Kakak-kakak senior membahana di seluruh penjuru lapangan upacara SMA Garuda, Melody melihat ekspresi wajah kakak-kakak kelasnya yang mulai berubah sok, berubah seperti orang marah, sok jual mahal ngelirik-ngelirik sinis


Ingin sekali Melody berteriak" SANTAI AJA KALI ITU MATA, KELILIPAN KAH KAK, SINI KUKASIH INSTO...!!!


Namun apa daya, Melody masih berpegang teguh pada cintai nyawamu, minum susu tiap pagi


Melody menggerutu dalam hati, beberapa kakak-kakak kelasnya segera berubah menjadi Powerrangers


MOS pertama pun segera dimulai, banyak juga siswi-siswi baru yang telat dan mendapatkan hukuman dari Kakak kelas, yah sebelum itu mereka mendapatkan caci makian yang paling ufaedah di seluruh dunia


...----------------...


Jam istirahat pertama, semua siswa dan siswi baru SMA Garuda sudah disibukkan mencari tanda tangan, mengumpulkannya hingga penuh, Melody ini targetnya harus mendapatkan 15 tanda tangan, jika tidak memenuhi akan mendapatkan hukuman


Melody melihat kertas yang berisikan tiga kolom panjang, kolom pertama adalah nomor berurutan


Kolom kedua adalah username paling jahiliah di dunia ini,


Melody main apasih ini


Ada username" janji manis mu palsu


Ada lagi username" pangeran dingin, yang paling mengerikan lagi username no 12 dan 13 yaitu istri sehun dan istri taehyung


Astagfirullah kuatkanlah Melody menghadapi MOS ini ya Allah


Melody melangkahkan kakinya dengan gontai, rasanya berat melakukan ini semua Melody berharap MOS ini cepat selesai Melody ingin mengakhiri drama ini


Melody melihat ketengah lapangan, barisan panjang sudah terbentuk dan didepannya ada dua kakak kelas sok cantik duduk dengan membawa peluit, Kakak-kakak tersebut menyuruh adik-adiknya menyebutkan nama-nama member EXO dan member BTS dalam sekali sebut tanpa ada masalah


Melody menahan nafasnya beberapa detik melihat teman-temannya tidak ada yang berhasil, Melody membuang nafas berat dia membalikkan badan tak berniat untuk kesana


Melody dapat memastikan kedua kakak kelas itu yang memiliki username istri sehun dan istri taehyung MELODY YAKIN 100% DEMI MEREKA YANG HALU


"Apa gue harus joget kokopop dan Fakelove dulu depan mereka," nggak sudi


Melody duduk di gazebo mengkibas-kibaskan tangannya mencari sedikit udara ditengah panasnya pagi ini, masih ada dua puluh menit sebelum bel berbunyi dan masuk kelas, Melody melihat kearah kertas yang sedari tadi di bawanya


Semua kakak kelasnya sok jual mahal, kek buk marimar aja yang biasanya jualan sayur di komplek rumahnya, yang nggak pernah mau ditawar harga sayurnya


"Mel Lo udah dapet berapa...! tanya Nisa menghampiri Melody


"Baru lima...! jawab Melody lemah


"Gue juga baru dapet delapan," jawab Nisa memelas


"Emang yah, kakak kelas itu kayak nggak ada bahan ide aja dikira mereka itu artis? pengen banget jadi artis tapi nggak kesampaian, sampai nyuruh adik-adik kelas minta tanda tangan mereka,! kesal Melody mengutarakan pendapatnya


"Andai saja kita tahu siapa ketua OSIS Garuda, merdekalah kita...! sambung Nisa


Melody terdiam teringat akan hal itu, yah satu peraturan emas yang disampaikan oleh kakak kelasnya, dimana jika bisa menemukan siapa ketua OSIS SMA Garuda menemukan username nya dan mendapatkan tanda tangannya, maka Melody tidak perlu lagi mengumpulkan tanda tangan kakak kelas lainya


Bisa dibilang tanda tangan ketua OSIS sama dengan Bing Jackpot and Gameover


Melody langsung berdiri, tersenyum semangat


"Mau kemana Lo...? tanya Nisa mencegah Melody yang beranjak pergi


Melody berbalik, tersenyum penuh arti ke arah Nisa


"Gue cuma perlu nemuin siapa ketua OSIS SMA Garuda kan, dan minta tanda tangannya kan...,"


Nisa mengagguk saja tanpa tahu maksud Melody


"Oke...! seru Melody dan meneruskan langkahnya


★★★★★★


Melody buru-buru masuk ke dalam kelas, mencari buku panduan MOS nya disana ada semua daftar nama-nama anggota OSIS tanpa jabatabeserta foto-fotonya Melody memperhatikan lekat satu-satu


"Dimana... dimana... dimana,"


"Ku harus mencarimu dimana...!


Melody membalik kelembar selanjutnya, ia memakai instingnya untuk menemukan wajah yang memiliki aura kuat dan pantas jadi ketua OSIS


Mata Melody berhenti pada sebuah foto seorang cowok dengan senyum mengembang kecil, dibawah sana tertulis jelas nama orang tersebut, Van. William


Melody tersenyum licik, ia dapat merasakan aura dari foto tersebut dia sangat yakin bahwa pria ini adalah sang ketua OSIS itu


Tapi masalahnya adalah


Kenapa Melody merasa belum pernah menemukan wajah kakak kelas ini, dihari pra-MOS ketika semua anggota OSIS memperkenalkan diri mereka


Hal ini membuat Melody semakin yakin, bahwa cowok bernama Van. Wiliam bersembunyi di suatu tempat dan cowok ini adalah sang ketua OSIS


Melody pun segera membawa semua barang-barang yang diperlukan kemudian bergegas keluar kelas, masih ada waktu sepuluh menit untuk menemukan persembunyian ketua OSIS nya


Melody berdiri didepan mading sekolah, bukan disebelah meding tepatnya Melody menatap peta besar yang menggambarkan denah sekolahnya dengan sangat detail, Melody berpikir keras dimana tempat yang cocok untuk persembunyian dan tidak mudah ditemukan


Kepala Melody terasa panas dan ingin pecah, sama sekali tidak menemukan tempat tersebut, Melody menyerah untuk saat ini otaknya mulai lelah


Melody beranjak dari sana, berjalan lurus menelusuri lorong tanpa arah ia melamun dan tiba-tiba memikirkan kapan dirinya dewasa, kuliah dan menjadi pacarnya Stevan


Hingga akhirnya Melody tersadarkan, ia berhenti berjalan, Melody mengendarkan dirinya merasa asing dengan tempat ini taman belakang sekolah dipenuhi pohon-pohon tinggi dan ada satu pohon beringin yang besar


Melody seperti baru terkena onyot prima dimana ia merasa dibawa ke suatu tempat asing tanpa disadarinya, Melody segera membalikkan badan dan buru-buru pergi dari tempat aneh tersebut


Melody berlari sangat kencang, meremas kertas ditangannya tanpa sadar hingga akhirnya dia bertemu dengan dua orang cowok ditengah lorong kosong yang tengah asik berbincang


Melody melambatkan laju larinya, dan perlahan berusaha berjalan seperti biasanya kedua cowok tersebut memakai almamater hitam dan Melody dapat memastikan dua cowok tersebut adalah kakak kelasnya


Melody langsung menundukkan kepala ketika dua cowok itu menemukan kehadirannya, Melody masih berusaha mengatur nafasnya yang masih ngos-ngosan Melody berdoa dalam hati bahwa dirinya tak akan dipanggil oleh kedua kakak kelasnya itu


"Hey...!

__ADS_1


Dewi fortuna tak berpihak pada Melody, suara panggilan itu membuat Melody terpaksa menghentikan langkahnya


"Kamu kesini...! suara bass itu terdengar lagi lebih lantang


Melody memejamkan mata sebentar, berdoa dalam hati bahwa nyawanya akan selamat hari ini, kan Melody sudah minum susu tiap pagi Melody perlahan membalikkan badan memberanikan diri menghadap kedua cowok tersebut


"Iya kak...! jawab Melody sopan kedua matanya menatap ke arah lain tak berani menghadap kedua kakak kelasnya itu


"Kamu dari taman belakang sekolah, tanya cowok berambut cepak berkulit kuning Langsat


"I...Iya kak...! jawab Melody jujur


"Ngapain...,"


"Nggak tau kak," jawab Melody lebih jujur


Melody menundukkan kepalanya, mulai takut sendiri


"Van...! Van...! Lo dicariin Okta


What's suara teriakan terdengar tak jauh dari mereka bertiga berdiri, Melody refleks langsung mengangkat kepalanya menatap kearah dua cowok dihadapannya yang mengarah kearah sumber teriakan dengan ekspresi tak santai, kedua mata dipelototkan dan muka mereka yang memerah


Melody tersenyum sangat kecil dia seperti mendapatkan petunjuk ilahi


Melody yakin kedua cowok didepannya ini bernama Van. Wiliam dan merupakan sang ketua OSIS SMA Garuda yang tengah menjadi buronan semua siswa-siswi baru, Melody memperhatikan kedua cowok tersebut lekat mengingat-ingat foto wajah kakak kelasnya yang bernama Van yang dilihatnya beberapa menit yang lalu


Melody menggeser tubuhnya, untuk melihat lebih jelas wajah kedua pria ini


"Kak Van...! panggil Melody hati-hati


Dan seorang cowok dihadapannya mengerakkan kepala dengan cepat memandang Melody tajam


"Kenapa...,"


mata Melody saling berpandangan lekat dengan cowok dihadapannya, cowok yang memanggilnya, cowok yang menanyainya mereka saling bertatap untuk waktu yang lama


Melody tersenyum kecil, mengetahui sesuatu ia menemukannya, ia menemukan sang ketua OSIS, Van. Wiliam


Melody mengumpulkan semua keberaniannya, kemudian menyodorkan kertas tanda tangannya tanpa ragu


"Kak Van..! boleh minta tanda tangannya,"


Melody menggerakkan kepalanya kearah jam 1 melontarkan pertanyaan ke cowok berkacamata yang sedari tadi diam tak membuka suara disebelah cowok yang menyahuti panggilannya


Raut wajah kedua cowok itu langsung berubah drastis, seperti maling tertangkap basah Melody tersenyum kemenangan, dugaannya benar


Cowok dihadapannya bukalah Van, dia hanya mengaku ngaku dan berusaha untuk menyelamatkan cowok disebelahnya agar tidak diketahui indentitas aslinya, Melody sendiri masih sedikit ingat wajah foto Van tanpa kacamata


"Van Lo serius..., tanya cowok disebelah


Van tersenyum kecil tanpa berkata apapun, Van menatap Melody sebentar


"Nama Lo siapa...! tanya Van tanpa menghilangkan senyumnya


Melody mematung di tempat, senyum itu mentransfer energi aneh kedalam ke kutub Melody seolah banyak kupu-kupu berterbangan di kepalanya sekarang senyum yang sangat manis


"Hey...!


Melody tersadarkan dan sedikit linglung


"Kenapa kak...! tanya Melody cepat


"Nama Lo siapa?"


"Melody"


"Oh,


Melody bersorak dalam hati, drama tanda tangan ini akan berakhir sebentar lagi Melody sangat bangga dengan isi kotaknya yang cemerlang


"Lo tau kan,"


Suara Van berubah serius dan menggantung, membuat melody mendadak gugup dalam sekejap Melody menunggu saja lanjutan kalimat tersebut


"Tanda tangan gua mahal dan berharga,


Drama apa lagi ini ya Allah, batin Melody meronta


"T...Tau kak, kak Van ketua OSIS SMA Garuda kan...! tanya Melody hati-hati


"Lo tau dari mana, dikasih bocoran sama siapa ngaku Lo...! suara pria disebelah Van masih saja tak nyantai membuat Melody kembali takut, tapi berusaha bersikap biasa saja


"Saya tidak di kasih tahu siapa-siapa, saya hanya lihat dari buku panduan...," Melody menjelaskan dengan sangat detail dan sangat jujur bagaimana dia bisa menemukan Van adalah ketua OSIS


Selesai menceritakan semuanya dari A sampai Z dua cowok didepan hanya bisa melongo mereka seperti baru saja menemukan calon cenayang era modern


"Gua akan kasih tanda tangan gua dengan satu syarat..." ucap Van mengajukan pertanyaannya


"Syarat apa kak...! tanya Melody masih takut


Jangan ada yang sampai tahu kalau Lo dapat tanda tangan dari gua, jangan sampai ada yang tahu gua ketua OSIS SMA Garuda kalau ada satu lagi murid baru yang nemuin indentitas gua...! senyum di wajah Van menghilang berubah serius


"Gua panggil Lo, dan hukum Lo sendirian ditengah lapangan


Kedua mata Melody membelalak, terkejut bukan main mendengarnya


"Di... hukum sendirian kak,"


"Iya,!


Melody tersenyum kecut, ia kemudian menarik kertasnya dengan cepat dari tangan Van, sudah Melody bilang kan dia sangat cinta dengan nyawanya karena dia minum susu tiap pagi


Bodoh amat...! tidak ada tanda tangan Van pun tak masalah, dari pada dia harus was-was memastikan 300 murid baru tidak ada yang menemukan indentitas Van


"Kenapa Lo nggak mau tanda tangan gua...! tanya Van pura-pura kaget


Tanpa menjawab pertanyaan tersebut, Melody langsung pergi dari sana meninggalkan kakak kelasnya yang tersenyum kemenangan


Melody kini mempercepat langkahnya, otaknya kini tak lagi memikirkan bagaimana mendapatkan tanda tangan ketua OSIS nya, kini yang dipikirkan Melody adalah bagaimana menghafalkan nama-nama member EXO dan BTS dalam sekejap


"Suho, Jimin, Chen, kai, Sehun, Suga , Chanyeol, Jin dan Jun


"AARRRGGS....!!!


...----------------...


Semua orang yang berada di koridor menutup mulut mereka masing-masing bahkan ada yang tak bisa berkedip sedikit pun, tidak ingin melewatkan pemandangan terindah dihadapan mereka khususnya para murid yang berjenis kelamin perempuan, mereka menatap kagum Stevan yang berjalan melewati koridor sekolah


Suara bisik-bisik masih bisa didengar Stevan dengan jelas, cowok itu mendesis tidak suka semua cewek sama saja mereka hanya akan tertarik pada cowok yang mempunyai rupa menawan dan tampan, sedangkan tampangnya yang pas-pasan hanya di jadikan objek pembullyan


Stevan berjalan melewati segerombolan cewek yang berjejer didepan, mereka memberi jalan


"Asli woy gans parah...! kagum seorang cewek saat Stevan melewatinya


"OEMEJI...! kira-kira mau nggak yah jadi cowok gue...!"


"Yah..., nggak lah Lo kan buriqnya minta di oplas...!"


"Anjirrrrrrrr...! nggak sadar muka


Sebagian besar kira-kira itulah tanggapan para cewek-cewek yang kurang asupan cogan, mereka memuji Stevan bahkan ada yang tidak bisa berkedip sungguh..., memang pesona Stevan Austin sulit terbantahkan


Bersambung.............


Akhhhh gua lama buat episode nya Njir panjang banget sumpah nyesek 😑


__ADS_1


__ADS_2