I Love My Boyfriend

I Love My Boyfriend
Lanjutannya Beruang kutub 3


__ADS_3

~"Dekat perumahan di seberang SPBU katanya lagi ada polisi, Lo bawa sim kan...!


"Sim gua ketinggalan...! pelan-pelan saja nanti


"Apanya Van...! yang pelan-pelan," tanya Melody dengan lugunya


"Menurut Lo...!


"Lo mau pelan-pelan suka sama gue?"


"Nggak...!


"Terus kapan Lo sukanya sama gue...?!


"Jadi pulang...! tajam Stevan


Senyum di wajah Melody hilang seketika, ingin rasanya dia menjambak rambut Steven, namun dia tahan karena tidak tega, rasa sayangnya lebih besar


"Iya...iya... jadi kok...!


Mereka berdua masuk kedalam mobil, kemudian melesat pergi dari sekolah, untung saja sudah banyak siswa yang pulang jadi tidak banyak yang tahu kalau Stevan dan Melody bersama


...----------------...


Hari sudah sore, sore ini cuaca tidak begitu cukup panas langit benar-benar sangat cerah


Melody membuka setengah kaca mobil, merasakan angin sore menembus kulit wajahnya, aroma makanan yang di jual di pinggir jalan menusuk indera penciumannya, Melody menghela nafas berat menyentuh perutnya


"Stevan...! lirih Melody, sambil menoleh ke arah Steven


Tidak ada jawaban dari cowok itu, ia fokus menatap ke depan


"Van...! panggil Melody sekali lagi


"Apa...?"


"Laper...!"


"Makan di rumah...!"


"Nggak mau, pengen makan di luar...! pinta Melody


"Gua harus pulang cepat, gua cap..."


"Ya udah turunin gue di sini...! gue cari makan sendiri...," ucap Melody ketus


Stevan melirik Melody sebentar, ia dapat melihat raut wajah kesal Melody


"Makan apa...! tanya Stevan mengalah


Melody bersorak puas dalam hati, ia berdehem sebentar mengendalikan ekspresinya


"Nasi goreng "OTONG"... udah lama kan kita nggak makan disana


"Oke...!


Stevan mempercepat laju mobilnya, membelah padatnya jalanan kota, sore hari yang cukup indah bagi mereka berdua


Melody dan Stevan makan nasi goreng "OTONG" yang cukup terkenal, lokasi kedainya tidak jauh dari rumah Melody dulu saat Melody masih kecil, ia sering di ajak Stevan makan di sini


Namun karena Melody dan Stevan sudah banyak yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, mereka jadi jarang makan bersama di sini lagi


Melody mengambil irisan ayam di piring Stevan Melody sangat menyukai ayam goreng, Stevan sendiri tidak protes sudah kebiasaan Melody berbuat seperti itu


"Romantis ya kita...! ucap Melody senyum-senyum


"Apa... balas Stevan dingin


"Kaya orang pacaran, makan berdua, duduk berdua, cuma sayangnya nggak suap-suapan


"Emang Lo bayi mau di suapin...! sinis Stevan


Melody mendecak pelan, niatnya mau membangun suasana romantis ternyata gagal lagi, harusnya Melody sudah menduganya


"Nggak usah banyak omong, habiskan makanan Lo...! suruh Stevan


"Iya...iya..! serah Melody


Stevan menghabiskan nasi gorengnya, sama sekali tidak bersisa di piringnya Stevan menghela nafasnya pelan, perutnya terasa sangat kenyang Stevan melihat ke arah Melody yang masih berjuang menghabiskan makanannya yang tinggal setengah


Mata Stevan mengarah ke belakang Melody, kedua matanya melotot ketika dari jauh ia melihat sebuah badut berjalan ke arahnya


Stevan langsung menatap Melody


"Mel, tutup mata lo...! suruh stevan cepat Melody sangat takut dengan badut, gadis itu punya trauma saat kecil menurut Melody wajah badut sangat menakutkan


Melody tertengun, menghentikan aktivitas makannya ia tidak mengerti maksud ucapan Steven


"Tutup mata...!? bingung Melody


"Iya cepetan...,"

__ADS_1


Melody tersenyum licik


"Ngapain tutup mata...! mau nyium ya...,"tanya Melody malu-malu


Stevan mendesah kasar


"Cepat tutup mata, sebelum Lo nyesel...!


"Nyesel kenapa...? ada apa sih...!


Melody ingin mengerakkan kepalanya ke belakang, namun dengan cepat Stevan memegang tangan Melody, mencegah gadis itu


"Jangan noleh...!


"Kenapa...!? tanya Melody mulai panik, wajah Stevan terlihat serius


"Ada it...it...!"


"Jangan bilang badut...! tebak Melody


"Iya...!


Dengan cepat Melody menutup kedua matanya, Melody merasakan jantungnya berdetak cepat apalagi suara khas badut datang semakin terdengar mendekat


Stevan melihat tangannya, di genggam sangat erat oleh Melody gadis itu sangat ketakutan


"Van..., gue takut...! lirih Melody hampir ingin menangis


Stevan bingung harus berbuat apa, badut itu semakin dekat dan tangan Melody semakin gemetar situasi yang tidak di duga sama sekali oleh Stevan


"Tunggu disini...! suruh Stevan


"Nggak mau...! jangan tinggalin gue sendirian


"Bentar aja...!


"Ja...jangan lama-lama...!"


"Iya tutup mata Lo terus...!,"


Melody mengangguk-anggukkan kepalanya, Stevan perlahan melepas genggaman Melody, ia berdiri meniggalkan Melody


Stevan berlari kecil mendekati badut tersebut, Stevan berusaha bicara baik-baik kepada badutnya dan memberikan uang seratus ribu agar orang yang berkostum badut itu berbalik dan tidak melewati kedai"OTONG"


Untung saja orangnya sangat baik dan mengerti, akhirnya badut berbalik arah


Stevan bernafas lega, ia pun segera menghampiri Melody kembali Stevan duduk dari Melody


"Nggak mau takut...!


"Badutnya udah pergi...!


"Beneran...?


"Iya...!"


"Kalau masih ada gimana...!


"Nggak ada, gua jamin..."


"Demi apa kalau udah nggak ada...!


"Lo mau demi apa...!


Melody berpikir sejenak


"Demi kita pacaran habis ini...!


Stevan menghela nafasnya pelan dan langsung mengangguk kecil, toh itu tidak akan pernah terjadi menurutnya


"Oke gua akan jadi pacar Lo kalau badutnya masih ada...!


Melody langsung membuka matanya dan menoleh ke Stevan senyumnya mengembang lebar


"Berarti kita pacaran sekarang...! tanya Melody semangat


Stevan menggeleng, ia menunjuk ke arah badut yang sudah sangat jauh dan hampir tidak terlihat


"Badutnya sudah pergi...!


Melody menoleh, ikut membuktikan ucapan Stevan


"Tapi masih kelihatan kok...! jadi kita pacaran mulai hari ini


"Nggak...!


"Tapi kan di..."


"Ayo pulang...! jawab Stevan cepat


Stevan berdiri, berjalan duluan ke mobil meniggalkan Melody begitu saja

__ADS_1


"Lagi lagi gue di tinggal...! lirih Melody pasrah


Melody pun segera menyusul Stevan yang sudah masuk ke dalam mobil, padahal nasi gorengnya tinggal sedikit tapi nasfsunya telah hilang Melody langsung kenyang setelah di tolak Stevan lagi


...----------------...


Akhirnya mereka tiba di rumah Melody, sedari tadi Stevan tidak menyahutinya sama sekali fokus menyetir, membuat Melody sedikit sebal


Melody melonggarkan seatbelt nya, memiringkan tubuh Melody menatap Stevan yang sedang sibuk memakai jaket kulitnya, tatapan pria itu datar dan terasa dingin Stevan menatap ke depan dan sama sekali tidak memandang ke arah Melody


"Dari tadi kenapa sih diam aja...! sariawan...? tanya Melody penasaran


"Kapan...?


"Selama perjalanan...!


"Gua lagi nyetir...!"


"Lo marah sama gue...! tanya Melody dengan suara pelan


Melody menghela nafas berat, tidak ada sahutan dari Stevan, pria itu bersiap menyalakan mesin mobilnya kembali


"Van jawab gue...! kenapa Lo diam mulu dari tadi...!


Stevan menghela nafas pelan


"Gue capek Mel...!


"Alasan...! bilang aja biar gue diem juga...!


"Tuh Lo tahu...,"


Melody mendecak kesal, menatap Stevan lekat


"Van...! panggil Melody


"Apa..."


"Lo beneran nggak suka sama gue...?"


"Nggak...!


"Sedikit pun nggak ada rasa ke gue...! lirih Melody


"Nggak...!


"Kenapa....?"


"Lo itu sahabat gua...!!!


"Memangnya kenapa kalau sahabat,...! banyak kok persahabatan lawan jenis, ujung-ujungnya saling menyukai..." potong Melody tidak terima


"Nggak usah pakai alasan itu lagi, bosen gue dengernya...!


"Mel gua..."


"Emang salah ya, jatuh cinta sama sahabat sendiri...!!! emang ada larangan Kalau suka sama sahabat sendiri itu nggak boleh...!!"


"Melody...!!!


Suara Stevan sedikit meninggi membuat Melody diam


"Gua nggak suka sama Lo dan nggak mungkin gua suka Lo...!


"Untuk sekarang kan...? gimana besok, atau besoknya lagi gue selalu siap nungguin Lo untuk suka sama gue, dan gue yakin Lo pasti suka sama gu..."


"Lo keluar sekarang...!! tajam Stevan sorot matanya sangat dingin


Melody merasakan bulu kuduknya berdiri, merinding melihat tatapan mengerikan Stevan dan mendengarkan perintah penuh amarah itu


"Maaf Van... jangan marah, gue minta maaf...! lirih Melody kepalanya tertunduk, kedua jemarinya ia satukan dan rekatkan erat, Melody berusaha untuk tidak takut


"Kalau gitu gue duluan ya...! Lo hati-hati pulangnya..." pamit Melody


Stevan buang muka, masih dengan sikap dinginnya


Melody segera membuka pintu dan keluar dari mobil tanpa berkata apa-apa lagi


Pria itu menjalankan mobilnya dan pergi begitu saja dari hadapan Melody, Melody menggigit bibirnya hatinya tiba-tiba terasa sakit sesuatu yang sesak menghantam keras dadanya


Rasanya begitu menyedihkan


Lagi-lagi Melody hanya bisa menatap kepergian Stevan dalam diam dan kekecewaan, sebuah harapan besarnya perlahan terkikis, ia masih berusaha untuk menenangkan dirinya berpikir positif bahwa ia pasti bisa mendapatkan Stevan.... ya semoga bisa


Melody tersenyum miris


"Kamu tidak tahu rasanya orang mencintai, tetapi tidak di cintai kembali...!!! sangat menyedihkan"


Bersambung...............


__ADS_1


__ADS_2