I Love My Boyfriend

I Love My Boyfriend
Cemburu 2


__ADS_3

~"Ayo, Mel kita keluar...! ajak Nisa ia langsung menarik lengan Melody dan pergi dari taman


Nisa menatap lurus dengan tajam, ia mengingat jelas nama gadis yang meneriakinya tadi, Nisa sempat melihat di nambadge seragamnya, "Fatin


Nisa akan mengingatnya, jika gadis itu berani meneriakinya lagi, Nisa akan habisi gadis itu tanpa ampun


Sedangkan Melody tetap meracau mengajak Nisa kembali ke taman itu, untuk menolong gadis yang di rundung tadi


Skip....


...----------------...


"Stevan...! panggil Melody, kembali mengganggu Stevan yang tengah sibuk menyelesaikan soal fisikanya


"Hm.."


"Lo kira-kira kapan sukanya sama gue...! lagi-lagi pertanyaan itu yang di lontarkan oleh gadis itu ini, Stevan diam tak menjawab


"Lo nggak suka ya sama gue...!?


"Nggak...!


"Sedikitpun nggak suka...!


"Hm...!


"Sedikitpun nggak ada rasa...! tanya Melody memastikan


"Nggak ada...! ketus Stevan

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu..., besok gue tanya lagi ya, siapa tahu aja Lo udah berubah pikiran,...! ucap Melody menyerap semua energi positif di sekitarnya


Stevan hanya bisa geleng-geleng, tidak tahu harus bersikap bagaimana lagi untuk pertama kalinya dia mengenal gadis yang pantang menyerah, seperti Melody


Padahal gadis-gadis lain yang mendekatinya akan langsung ciut nyalinya jika sudah tidak di hiraukan oleh Stevan


Stevan kembali menatap lembaran kertas latihan soal yang di kerjakannya, sedari tadi ia belum bisa menyelesaikan soal terakhir yang menurutnya cukup rumit, Stevan mendadak diam dan berusaha fokus


"Kenapa Van...? sulit ya soalnya...! Melody mengintip soal yang di pandangi Stevan, Melody ikut membacanya dengan seksama


"Van...! itu kayaknya bisa di kerjain dulu rumus tekanannya, baru nanti yang suhunya,"


"Lo bisa...!? tanya Stevan langsung mengangkat kepalanya menatap Melody


Melody menggelengkan kepalanya


"Nggak bisa...!


"Gue ngarang aja, biar kelihatan pintar gitu di depan Lo....! cengir Melody tak berdosa


Stevan menghela nafas berat, padahal Stevan sempat ingin memuji gadis itu, Stevan menyesalinya dan tidak akan melakukannya lagi


"Kerjain soal Lo sendiri...! suruh Stevan


"Wah Lo perhatian ya, gue jadi malu..." ucap Melody senang


"Gue udah selesai kok, dari tadi...! lanjutnya Melody bangga


"Udah...! kaget Stevan

__ADS_1


"Iya dong...! gue gitu...",


Stevan melihat lembar jawaban soal Melody yang memang telah penuh, Stevan tak ingin mengakui kepintaran Melody, tapi apa boleh buat sahabatnya ini memang memiliki otak yang cerdas, yah mungkin sangking cerdasnya terkadang otaknya sering geser, sehingga bertingkah agak tidak waras


"Lo kagum ya sama gue...! tuding Melody


"Biasa aja...! balas Stevan malas


"Kok biasa aja sih...! nggak ada yang luar biasa gitu Van...!


"Nggak...!


"Ya udah deh, gue liatin aja kalau gitu kan gue udah selesai, nggak apa-apa kan Van...!


"Lo duduk di bangku Lo sana, jangan di sini...!


"Nggak mau...! gue pengennya di sini...!


"Terserah...!


Melody tersenyum senang, meskipun jawaban hanya terserah lebih menyenangkan di bandingkan tidak di jawab sama sekali oleh pria itu


Melody tak bisa berhenti untuk mengembangkan kedua sudut bibirnya, pandangannya hanya tertuju kearah paras tampan yang ada di hadapannya saat ini hidung mancung, alis tebal, dagu tirus, sebuah bentuk yang sempurna bagi pangeran-pangeran yang ada di film barbie, menatapnya seperti ini saja sudah berhasil membuat jantungnya berdegup tidak karuan


Bersambung..........


𝑁𝑎ℎ 𝑔𝑢𝑦𝑠 𝑔𝑢𝑎 𝑘𝑎𝑦𝑎𝑘 𝑛𝑦𝑎 𝑢𝑝 𝑑𝑖 𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎 𝑔𝑢𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑡𝑢 𝑖𝑛𝑖, 𝑘𝑎𝑦𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎 𝑦𝑎ℎ


𝑂𝑘𝑒 𝑔𝑢𝑎 ℎ𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑎𝑢 𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑡𝑎ℎ𝑢 𝑖𝑡𝑢 𝑑𝑜𝑎𝑛𝑔 𝑜𝑘𝑒 𝑝𝑎𝑦_-

__ADS_1



__ADS_2