
~Bel tanda jam pelajaran telah usai berbunyi, murid-murid berhamburan menyerang kantin sekolah
Ibnu selesai menyantap nasi gorengnya, tinggal Stevan yang masih sibuk makan, dan satu orang lagi... Melody
Ibnu menatap gadis itu, yang sedari tadi duduk dihadapan Stevan tanpa melakukan apapun
"Lo nggak makan Mel...!? tanya Ibnu melihat mangkuk Melody yang masih utuh
"Nggak...! liat Stevan makan aja udah kenyang kok...!
Uhuuukkkk! uhuuukkkk!!!
Stevan mendadak tersendak, kaget dengan penuturan dari bibir Melody, Stevan meraih botol air mineral disampingnya meminumnya sampai habis, Stevan merasa risih dengan kebenaran Melody sekarang tak nyaman
Tiba-tiba ada tangan yang menepuk bahu Melody
"Kok makanan Lo masih utuh...? katanya tadi laper...!
Melody memandang pemilik suara itu, Nisa gadis itu akhirnya menyusul
"Gue udah nggak nafsu makan lagi...!
"Loh, kenapa nggak nafsu? yang nolak Lo terus-terusan aja makannya sampai habis...! ucap Nisa penuh penekanan
"Pasti nyindir Stevan ya...!? tanya Ibnu tak berdosa
"Menurut Lo...!!?
"Menurut gua sih, iya...! jawab Ibnu lebih enteng, Ibnu menyenggol lengan Stevan
"Di sindir noh sama Nisa, jangan baper...! jawabnya seenak hati
Stevan diam saja tak mau ambil pusingnya, tentu saja ia sudah merasa bahwa perkataan Nisa itu ditujukan kepadanya, namun ia merasa tak peduli dan terus makan
"Cepetan Lo makan, gue tungguin...! suruh Nisa kembali menatap Melody
"Iya, Nis...!
Nisa mengangguk senang, mendekatkan mangkok dan gelas Melody, membiarkan gadis itu makan pelan-pelan
"Melody...!"
Melody, Stevan, Nisa,dan Ibnu menoleh ke arah pemilik suara itu, Ali
Pria itu tersenyum kearah Melody sembari membawa toples kecil berpita berisi penuh permen coklat
"Eh, kak Ali...? ada apa kak...? tanya Melody
"Ini buat Lo, kemarin nyokap dari bali bawa oleh-oleh
Melody memaksa untuk tersenyum, ia menerimanya
"Makasih kak...!
__ADS_1
"Oh ya, Mel pulang sekolah nanti, gua anterin Lo pulang ya...! sekalian juga gua mau ngajak Lo makan, bisa kan
Melody terdiam sebentar, ia merasa bingung harus menjawab apa, sesekali Melody melihat kearah Stevan, pria itu tak melihatnya sama sekali Stevan sibuk meminum jusnya
"Gimana Mel...? biasakan
"Ng...!
"Bisa kok kak Ali...! potong Nisa seenak jidat, tak memperdulikan kedua mata Melody melotot sampai mau keluar
"Melody juga hari ini pulang sendiri kok...! jadi nggak apa-apa kak kalau mau ngantar di pulang...! lanjutnya
"NISA GILAAAK...! teriak Melody tanpa suara, ia terlihat frustasi
"Beneran Mel...?" tanya Ali memastikan
Melody terbungkam, tak bisa menjawab ia bingung harus jawab apa, detik berikutnya dia menganggukkan kepalanya dengan sangat terpaksa, ia mulai takut Melody meremas jemarinya yang mulai berkeringat, bibirnya terulum agar tidak kering
Ali mengacak-acak puncak kepala Melody dengan tersenyum senang menebarkan ketampanannya, untuk beberapa detik, senyum itu berhasil membuat Melody bahkan semua penghuni kantin yang menyaksikan kejadian dari awal langsung merinding, Ali terlihat sangat tampan
"Thanks Mel..." pulang sekolah nanti, gua tunggu Lo diparkiran sekolah"
"Iya kak...!
"Kalau gitu gua pergi dulu, makannya di habisin ya Mel..."!
"Iya...!
Melody melihat Ali berjalan keluar kantin, Melody langsung menoleh ke samping menatap ke arah Nisa dengan tatapan tajam
Nisa mengangkat bahunya, berlagak tak peduli menurutnya ini jalan agar Melody bisa membuka hati untuk pria lain, Nisa hanya ingin melihat Melody bahagia
Stevan tiba-tiba berdiri dari bangkunya, mendadak Stevan menjadi tak berselera dengan makanan dihadapannya, entah kenapa suasana kantin yang mulanya sejuk menjadi sepanas ini, Stevan melonggarkan dasinya, mengkibas-kibaskan tangannya ke leher merasa semakin tak nyaman
"Van, mau kemana...! tanya Melody ikut berdiri
"Nyari angin...! jawab Stevan singkat, lantas meninggalkan kantin tangannya masih sibuk mengibas-ngibas
"VAAN...! MAKANAN LO SIAPA YANG BAYARIN...teriak Ibnu...! MASA GUA...? Stevan tak menjawab, ia terus berjalan tanpa menoleh ke belakang
Dengan cepat Melody langsung mengikuti Stevan, Melody sadar banyak pasang mata memandangi mereka, tapi ia tidak peduli ia pun mempercepat langkahnya berusaha mengejar Stevan yang tidak memperdulikan panggilannya
"Van berhenti....!!! teriak Melody tidak begitu keras, Melody menghentikan langkahnya tepat dihadapan Stevan, sembari merentangkan kedua tangannya tubuh Stevan sedikit tersentak ke belakang, kakinya mundur beberapa langkah Stevan menatap dingin
"Ada yang ingin gue omongin...! ucap Melody menurunkan kedua tangannya
"Apa...! sahut Stevan datar
"Lo cemburu ya sama kak Ali...?" tanya Melody iseng
"Nggak," jawab Stevan ketus
"Beneran...! tapi Lo kayak marah banget sih...!?" goda Melody
__ADS_1
"Gua nggak cemburu...!!! tegas Stevan
Melody mendengus kesal
"Iya...iya gue percaya Lo nggak bakalan cemburu,...! tukas Melody sedikit kecewa
"Lo kan nggak suka sama gue...!!!"
Stevan diam saja, ia pun memilih untuk langsung berjalan lagi namun lagi-lagi Melody mengejarnya
"Tunggu Van...! Melody menahan lengan Stevan, membuat pria itu berhenti
"Apa lagi...!"
"Lo beneran nggak marah...! karena gue udah nerima ajakan kak Ali buat nganterin pulang, dan ngajakin gue makan...!
Stevan diam saja
"Gue nggak suka sama kak Ali kok, gue sukanya cuma sama Lo...!
"Hubungannya sama gua...!!! akhirnya Stevan buka suara
"Kalau Lo ngelarang, gue bakal batalin permintaan kak Ali...! sahut Melody dengan nada penuh harap bahwa Stevan akan melarangnya
Kini giliran Stevan melangkah satu langkah
"Gua perjelas lagi ya Mel...!!! biar Lo paham....!
Mata Stevan menyorotkan ketidaksukaannya secara jelas
"Mel, hidup Lo urusan Lo, hidup gua juga urusan gua, gua cuma sahabat Lo dan gua nggak berhak ngurusin hidup Lo, jadi terserah Lo mau pacaran sama siapa mau ada yang suka pun sama Lo itu bukan urusan gua karena apa...!!!
Stevan terpaksa bicara panjang lebar seperti ini, karena ia tidak tahu cara seperti apa lagi yang bisa membuat Melody sadar dan tidak berharap lagi kepadanya, Stevan melakukan ini demi Melody dan demi persahabatan mereka
Stevan memandang Melody sinis
"Gua nggak pernah sedikitpun ada rasa suka sama Lo! jadi lebih baik Lo nyerah...! dan ingat Lo itu CUMAN sahabat gua...!!!
Setelah mengatakan itu Stevan berlalu pergi, ia tidak membiarkan Melody membuka suara lagi, Melody pun tidak bisa berkata-kata lagi bibirnya terasa kelu untuk bersuara
Melody terdiam, membeku di tempat rasanya begitu sakit, seakan menusuk semua organ tubuhnya apalagi hatinya
Melody menghela nafas berat, ia memilih kembali berjalan menuju kelasnya dengan langkah lemas
Melody berusaha membuang jauh pikiran buruk tentang Stevan serta keinginannya untuk menyerah, ia yakin dirinya pasti bisa mendapatkan hati Stevan
"Sabar ya Melody...! Lo harus tetap semangat..." Melody mulai berbicara sendiri
"Lo nggak boleh nyerah..."Stevan pasti bakalan luluh sama Lo...!
"Lihat saja.....!!!
Bersambung.................
__ADS_1
๐๐๐๐...!!! ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐, ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐โเฟเผแฆ