
~Pagi menyambut, matahari memancarkan cahaya hangatnya dan langit memberikan kecerahannya
Seperti perasaan Melody saat ini, akhirnya dia officially menjadi siswi SMA
Melody bersukur ia sudah melewati hari MOS nya yang cukup melelahkan, hal lain yang di syukurinya juga adalah Nisa dan Stevan satu kelas dengannya tak lupa dengan Ibnu, suatu takdir yang sangat membahagiakan
"Stevan...! panggil Melody
Stevan tidak memperdulikan panggilan Melody, ia langsung duduk di barisan depan paling ujung
"Hay juga Mel...! sapa Ibnu tak tega melihat Melody
Melody memaksakan senyumnya untuk Ibnu, ia hanya bisa melihat Stevan sudah sibuk kembali berbincang dengan Ibnu
"Ikut gue...! Nisa menarik tangan Melody yang entah datang dari mana, mau tidak mau melody mengikuti sahabatnya itu tubuhnya terseret begitu saja
Melody mengikuti Nisa yang tiba-tiba mengajaknya ke taman belakang sekolah, Nisa mendudukkan Melody di ayunan kayu tua yang ada di sana
"Lo mending jauhi Stevan...! ucap Nisa serius
Melody langsung bangkit, menegakkan tubuhnya
"Enak aja, nggak bisa...! gue kan sukanya sama Stevan
"Lo jangan kaya cewek yang kelaparan cowok gitu deh Mel...! kalau lo terlalu agresif..., Stevan nggak bakalan suka sama Lo, dia malah risih...!!!
Nisa sadar ucapannya itu pasti menyakitkan bagi Melody, namun dia melakukan itu demi Melody agar gadis itu sadar
__ADS_1
"Terus gue harus apa...?
"Jauhi Stevan...!
"Nggak bisa...!"
"Mau sampai kapan Lo kayak gini...! mau Stevan suka sama Lo nggak?"
"Mau Nis...!
"Ya udah jauhi dia, nggak usah peduliin dia...!!!
"Nggak bisa, gue udah terlanjur cinta sama Stevan...!
Nisa menghela nafas berat, susah kalau bicara dengan gadis yang kedua matanya sudah buta karena cinta, ia tidak pernah menyangka bahwa Melody benar-benar akan jatuh cinta setengah mati seperti ini kepada Stevan
Padahal banyak sekali cowok di luar sana yang mengantre untuk mendapatkan hati Melody
Melody mendesis sinis ia tidak terima dengan ucapan Nisa, walau sebenarnya apa yang di katakan sahabatnya itu banyak benarnya
"Papa dan Mama Lo bertengkar lagi...! tanya Melody ketika melihat sahabatnya itu mengeluarkan sebuah vapor kecil dari saku roknya.
"Jangan kayak gini terus Nis...! peringat Melody
Tangan Melody di tepis oleh Nisa, tatapannya menajam
"Lo jangan ikut campur...!
__ADS_1
Melody menghela nafas berat, tak bisa berkata lagi ia takkan bisa melarang seorang Nisa yang keras kepala mungkin dengan dia melakukan itu juga bisa membuatnya lebih tenang, walaupun Melody tau yang dilakukan Nisa tidak lah baik',...
BRAAAKK!!!
Botol minuman terlempar dengan kasar, tiga gadis mendorong seorang gadis yang tidak berdaya hingga terjungkur ke tanah
"Lo beneran bodoh banget...!!!
Melody dan Nisa terkejut melihatnya, dia melihat sang pelaku dan sang korban, mereka semua adalah orang yang sama yang pernah mereka lihat di taman belakang sekolah saat hari pertama MOS
"Lo nggak betah sekolah di sini, mau gue keluarin dari sini...!!!
Melody ingin bertindak, lagi-lagi Nisa menahannya
"Ayo pergi...!
"Tapi Nis, kasihan...!
"Bukan urusan kita...!
"Nis...!
"Mel...!"
"LO BERDUA NGAPAIN MASIH BERDIRI DI SANA! MAU JADI KAYAK DIA...! bentak salah satu gadis yang paling galak
Nisa menatap gadis itu dengan tatapan tak enak, menghela nafasnya pelan berusaha menahan kesabarannya
__ADS_1
Bersambung.............