
pagi harinya...
Aku bangun dari tidurku aku melihat akane yang memeluku dengan kepala yang berada di belahan dada ku, aku tersenyum sambil memainkan rambut akane yang berwarna oranye.
"ehm" mengerang dan membuka matanya dan menoleh ke arah ku, akau hanya tersenyum dan langsung memeluknya sebentar"apakah aku membangunkan mu? '' tanyaku
"tidak ratu seharusnya sayalah yang harus bangun terlebih dahulu".
aku berdiri dari tempat tidurku dan menatap akane" ayo kita harus sarapan dulu" ucap ku sambil meregangkan tubuhku.
"baik ratu"
'' ah... aku akan membasuh wajahku dulu"aku berjalan ke kamar mandi dengan di ikuti oleh akane yang masih menguap.
setelah selesai membasuh muka kami aku berjalan ke lantay bawah dan duduk di kursi dan meja yang kosong.
pelayan yang melihat kami duduk langsung mendatangi kami"kalian mau pesan apa? "tanya pelayan itu dengan nada sopan.
" aku pesan daging saja dan untuk minumnya aku pilih teh" ucap ku ke pelayan tersebut, "akane kau mau pesan apa".
" aku juga memesan daging"
pelayan tadi mengangguk dan hendak berjalan namun ia berhenti"apakah kalian melihat pelayan wanita yang berada disini semalam? " tanya pelayan itu sambil menatap kami.
"Pelayan wanita? kami tidak melihat nya memang nya apa yang terjadi kepadanya?" ucap ku dengan nada cemas. padahal aku tidak cemas sekaki haha.
"ah dia menghilang sejak semalam" ucap pelayan itu.
"oh... " balas ku.
Setelah itu pelayan yang tadi langsung berjalan kedapur, Tak lama kemudian makanan yang kami pesan pun tiba kami langsung menyantap nya.
"Akane setelah makan kau antar aku ke toko senjata terbaik yang ada di kota ini!" ucapku sambil menyeruput teh yang masih hangat.
__ADS_1
"Baik ratu".
makanan pun habis aku berjalan menuju kasir dan membayar makanan kami. aku dan akane berjalan keluar pintu penginapan sambil meregangkan tubuhku.
" ah~ kenyangnya, ayo akane antar aku ke toko senjata"
"Baik"
'' kau yang pimpin arahnya" Akane langsung berjalan ke arah timur di ikuti oleh ku.
di tengah perjalanan aku dan akane di berhentikan oleh seorang pria muda berkisar 19 tahunan ia berdiri di depan kami, Mau apa si bajingan ini berdiri di depan kami.
"hey berhenti sebaiknya kau ikut bersamaku.. "
ucap pria itu sambil melihat ke arah dada kami berdua.
"Kasihan sekali nasib dua wanita itu malah bertemu bertemu dengan anak tuan kota ini"
aku yang mendengar para penjual disana tersenyum tipis dan langsung maju ke depan akane" Maaf tuan tapi kami harus ke toko senjata terlebih dahulu"ucapku sambil menampilkan senyum menggoda.
pria tadi yang melihat Aika tersenyum kepada langsung memerah dan menambah hawa nafsunya "ah... baiklah biar aku antar dulu kalian" ucap pria itu.
"kalau begitu baiklah, ayo akane"Ucapku kepada akane yang sedang tersenyum sebenarnya aku tidak takut untuk membunuh pria ini disini namun akan merepotkan kalau aku jadi buronan tuan kota ini.
" Ratu apakah ini tidak apa"
"ya"
kami pun melanjutkan perjalanan kembali di temani si mesum yang dari tadi melihat ke arah dada kami berdua, aku hanya mengabaikan tatapan mesumnya karena sebentar lagi dia akan mati.
"perkenalkan nama saya Aika apakah saya boleh tau siapa tuan ini" ucapku dengan sopan
setelah itu aku mulai memperkenalkan akane juga kepada bajingan mesum ini.
__ADS_1
pria yang dari tadi melihat ke arah dada kami dengan tatapan mesumnya tersentak dan mulai memperkenalkan namanya" nama ku adalah raito tuan muda dari tuan kota ini"ucapnya sambil membusung kan dadanya dengan sombong.
"Ah begitu.. "
kami pun kini sudah berada di depan toko senjata yang katanya terbaik di kota ini aku membuka pintunya secara perlahan dan masuk , kami berjalan perlahan sambil melihat lihat senjata yang di pajang di sana dan seorang wanita muda datang ke arah kami,
sepertinya dia adalah pelayan toko ini.
"nona apakah ada senjata yang Anda minati"
"aku mau pedang yang paling bagus di sini" ucapku ke arah pelayan wanita itu.
"baik lah tolong ikuti saya" kata pelayan itu sambil berjalan.
aku, akane dan bajingan mesum raito mengikuti pelayan wanita tadi dan berhenti saat pelayan tadi memperlihatkan pedang berwarna merah.
raito yang melihat pedang itu menatapnya seakan dia menginginkan pedang itu tapi aku tidak tertarik dengan pedang tersebut sebalik nya aku malah tertarik dengan katana berwarna hitam pekat yang berada di sebelahnya, entah mengapa itu memberiku perasaan yang pamiliar.
aku menghanpiri katana berwarna hitam pekat tersebut dan menanyakan harganya tan ragu "berapa harga katana ini"
"ah itu... katana itu di dapat dari reruntuhan dungeon ratu vampir, tapi katana ini tidak berguna karena belum pernah ada yang bisa memakainya selama ini dan kami hanya memajangnya di sini" jelas pelayan tersebut.
aku terkejut dengan penjelasan dari pelayan itu aku tidak menduga bahwa ratu vampir sebelumnya memeiliki dungeon sendiri.
"kalau begitu aku akan membeli katana ini".
"Ya karna anda menginginkannya, harganya hanya 10 koin emas"
"Baiklah" ucap ku tanpa ragu karna aku merasakan perasaan yang pamiliar dari katana hitam pekat itu.
***Bersambung.
Oy tod Like biar gw semangat kalo males pencet like juga gpp hihi***.
__ADS_1