
Malam hari...
kini aku dan akane sedang berada di kamar
Aku merebahkan badanku di kasur
"oh ya... akane kenapa element yang kita punya tidak ada di status kita" aku heran kenapa di statusku tidak ada informasi tentang element yang kupunya.
"ah saya juga bingung ratu... mungkin saja ketika dewi pencipta menciptakan status dia lupa menambahkannya" akane juga bingung kenapa tidak ada informasi tentang elemen di status.
"Tunggu dewi pencipta? apakah di dunia ini ada dewi? " aku terkejut dengan penjelasan akane, mungkin saja dewi pencipta di masa depan akan merepotkanku dan mencoba membunuhku dengan memberi buuf kepada para pahlawan.
"ya ratu, tapi dewi pencipta tidak bisa ke dunia ini karena dia tidak bisa terlalu mencampuri urusan dunia ini'' jelas akane kepadaku.
" kalau begitu bagus lah".
'ah' aku teringat dengan katana yang baru saja aku beli mungkin saja katana itu adalah senjata ratu vampir terdahulu. "Akane keluarkan katana yang kita beli tadi" Akane mengeluarkan katana itu dari cincin ruangnya dan memberikannya kepadaku "silahkan ratu"
aku memegang katana berwarna hitam pekat itu dengan tangan tangan kananku dan... 'burss' aura hitam pekat langsung menyelimuti tubuhku dengan deras"Ahhkkk" akane terjatuh ke lantai dengan tangan memegangi kepala nya
"Ratu" teriak akane mencoba mendekatiku
ingatan ingatan yang terasa agak pamiliar mulai memasuki kepalaku yang membuatnya terasa sangat sakit tapi tak berselang lama aku langsung berdiri.
"Ra-ratu" ucap akane dengan khawatir.
aku masih memegangi kepalaku yang sangat sakit"Dasar!... dua bajingan itu"ucap aika dengan wajah kesal sekaligus marah.
"Ratu ap-apakah kau baik baik saja" akane langsung memeluku sambil menangis. "Sudah sudah aku baik baik saja kok" aku membalas pelukan akane sambil mengelus bagian belakang rambutnya.
__ADS_1
akane melepas pelukannya dan mengusap air matanya "T-tapi ratu apakah kau benar baik baik saja''
" ya aku baik baik saja"
Aku menatap katana hitam pekat tadi dan menyimpan nya di cincin ruang ku setelah itu aku berjalan ke arah kasur di temani dengan akane dan duduk di sana aku menoleh kepada akane. "hey akane apakah kau percaya dengan reinkarnasi" ucapku menatap serius kepada akane...
akane tersentak"aku tidak tau ratu... tapi mungkin saja memang ada... tapi kenapa ratu menanyakan itu" tanya akane kepada ku dengan memasang wajah khawatir.
"ugh bagaimana ya... aku sebenarnya adalah reinkarnasi dari ratu vampir terdahulu akupun baru saja mendapatkan ingatan ku, sepertinya di dalam katana tadi ada kepingan jiwa ku dan menyatu kedalam tubuhku" jelasku kepada akane.
"apakah benar ratu?, tapi kenapa anda bisa mati waktu itu" akane terkejut dengan apa yang ku katakan tadi, ya siapa yang tidak terkejut karena ratu vampir terdahulu yang begitu kejam ada di depannya.
"Ya... dulu aku sedang melawan dua bajingan raja iblis dan pahlawan mereka di bantu oleh buuf dewi dan sepertinya aku terbunuh setelah itu jiwa ku terpecah" aku menjelaskan apa yang terjadi seribu tahun lalu, akane hanya mengangguk dengan khawatir nya.
"Dewi bajingan itu malah ikut campur dasar sialan" aku sangat kesal dengan dewi yang memberi buff kepada pahlawan dan raja iblis itu, dan sepertinya mereka juga di pengaruhi oleh si dewi itu untuk bekerja sama dan membunuhku, huff sudahlah sebaiknya aku memeriksa level ku dulu.
Nama :Aika
Ras : Vampir
Job :Ratu vampir
Level :300
HP :159080
Mana :178900
Agility: A++
__ADS_1
Stamina: A++
Skill
(pertumbuhan cepat) (Sleep)
(penyamaran) (eyes of destruction)
(pencuri skill)
(penyembuhan extra)
(api hitam)
(berpedang)
(langkah cepat)
"aiish sepertinya kekuatan ku baru sepuluh persen yang baru pulih" ucapku sambil menghela nafas.
"Ratu sebaiknya anda harus beristirahat dulu" ucap akane menatapku dengan khawatir.
''ah.. kau benar akane ayo sebaiknya kita tidur dulu dan membuat rencana besok pagi".
"kyaa"
aku mengangkat akane dan membaringkan nya di atas kasur setelah itu kamipun tertidur lelap.
Bersambung...
__ADS_1
Author: Jan tanya saya ni novel yuri atau enggak :v.