I'M The Evil Queen

I'M The Evil Queen
Teman lama.


__ADS_3

Di penginapan.


Ada dua orang wanita cantik sedang memakan makanan yang berada di atas meja, makanan itu terdiri dari daging, ikan, sayur sayuran, buah buahan dan tentu saja minumnya adalah teh hangat karena mengingat ini baru pagi.


Dua wanita itu tak lain ialah Aika dan Akane mereka baru terbangun dari tidurnya dan langsung ke lantai bawah untuk sarapan pagi


Aika menyesap teh yang ada di dalam cangkir itu sambil menatap akane, ‘‘Setelah selesai sarapan kita harus pergi dari penginapan ini dan pergi ke kota lain dan benua lain singkatnya kita akan berpetualang. ’’.


Akane tersentak dan menatap Aika dengan tangan yang masih memegang daging panggang, ‘‘Baik ratu’’ Ucap akane dan langsung melanjutkan makannya dengan cepat sampai ia tersedak dengan makanan yang ada di mulutnya.


‘‘Santai saja’’ aku mengelap noda makanan yang berada di pipi akane.


‘‘emm’’.Akane tertunduk malu dengan wajah merah merona.


Beberapa saat kemudian.


Aika dan akane sekarang sudah berada di luar penginapan ia juga tidak lupa mengembalikan kunci kamarnya.


“Kita akan ke kota alistar yang berada di timur kerajaan, eh? apakah aku akan bertemu dengan teman lama lagi? hihihi aku menantikannya"


“Teman lama” Ucap akane sambil memegang pipinya dengan jari telunjuk keheranan.


“Ya teman lama”.


“Ayo berangkat”.


Akane menangguk dan berjalan menuju keluar kota, Aika dan akane yang sudah berjalan cukup lama kini ia sudah berada di luar kota


“Kita akan terbang supaya sampai dengan cepat”Ucap Aika ke akane, Karena dengan terbang bisa sampai dengan cepat mengapa harus pakai alat transportasi lain?.


“Baik ratu”.


Aika menumbuhkan sayapnya dari punggung dilanjutkan dengan akane,setelah itu Aika dan akane mengepakkan sayapnya dan terbang meninggalkan tanah.


Mereka terbang dengan cepat sekitar 50Km perjam, Tak terasa hari pun sudah sore Aika melihat sekitar namun yang bisa ia lihat hanya hamparahan hutan dengan pepohonan tapi tunggu...


“Hehe~ ayo kita bunuh warga desa yang berada di sini akane”. Aika berhenti dan memandang sebuah desa kecil dengan 50 rumah.

__ADS_1


Karena Aika ingin meningkatkan levelnya dengan cepat maka ia akan menghisap darah warga desa yang tidak bersalah ini dan untuk anak kecil mungkin Aika akan membunuhnya.


Hanya manusia rendahan seharusnya mereka terhormat kan karena bisa menjadi exp untuk kami! Pikir Aika.


“Kau benar ratu aku sudah lapar karna terbang seharian hihihi~”


*


Aku menurunkan kecepatan terbangku dan mendarat di sebuah desa, Di pintu masuk desa itu terdapat tulisan 'Berun' mungkin itu nama desa ini.


Aku hendak masuk ke dalam desa itu tapi...


“Hey kau nona... mau apa kau kemari”Ucap pria berbadan kekar dan berkulit coklat dengan nada tinggi.


“Akane aku serahkan dia padamu” Ucapku ringan seakan akan tidak akan terjadi apa apa.


“Baik” Akane Mengeluarkan katana dari cincin ruangnya dan menebas leher pria yang sedang menghadangnya.


Swiisss.


Plukkk


Kepada menggelinding ke bawah kaki ku


aku menghentikan kepala itu dengan kakiku


''Pluk".


“Fufufu Ahahaha”aku tertawa terbahak bahak melihat wajah kepala itu mati dengan wajah keheranan.


“Ahhhkkk pembunuh”


“Kyaakk”


Para warga yang melihat kejadian yang tak terduga tadi berteriak dan berlarian kesana sini.


aku mengeluarkan katana hitam dari cincin ruangku, “Sudah seribu tahun aku tidak memegang mu lagi”ucapku sambil melihat katana yang berwarna hitam pekat itu.

__ADS_1


“Ayo akane kita bunuh dan hisap darah manusia rendahan ini”.


“Ufufu baik ratu”.


*


Di sebuah kereta kuda...


“Maaf tuan hari sudah mulai sore apakah kita akan berkemah di sini? ”. ucap pria paruh baya yang mengemudi kereta kuda itu.


“Apakah di sini ada desa terdekat?. ”Tanya pemuda yang berada di dalam kereta kuda itu kepada pria paruh baya.


"Ah... ada tuan, nama desa itu bernama 'Berun'. ”


“Sebaiknya kita berkemah di sana saja” Ucap pemuda itu yang tak lain ialah Hirohito.


Karena berkemah di desa terdekat lebih aman dan nyaman di banding hutan yang lebat dan mungkin saja monster kuat akan muncul kapan saja.


Tak berselang lama akhirnya mereka sudah dekat dengan desa yang di sebut berun itu.


“Kyaaa”


“Ahhkk dasar kau monster sialan”


“Kau akan mendapat balasannya dasar Wanita jalang”.


Semua yang berada di dalam kereta kuda tersentak dengan teriakan teriakan itu


“Eh ada apa disana? ”


“pak tua ayo lebih cepat kesana” Ucap serentak mereka yang berada di dalam kereta kuda.


Perasaanku tidak enak, apa yang terjadi sebenarnya di desa itu?


pikir Hirohito dengan wajah masam.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2