I'M The Evil Queen

I'M The Evil Queen
Akane vs Raito.


__ADS_3

Aku mengeluarkan 10 koin emas dari cincin ruang yang ada di jari ku dan memberikannya kepada pelayan itu.


"ini katananya..." pelayan itu memberikannya kepadaku.


"Akane tolong bawa katanaku." ucapku kepada akane,"baik" akane mengangguk dan mengambil katana yang di pegang pelayan tersebut.


kamipun langsung keluar dari toko tersebut


terlihat Raito yang sedang membeli pedang yang tadi.


"hey akane apakah kau mau menghisap darah bajingan ini?. ucapku kepada akane sambil tersenyum karena cepat atau lambat seluruh kota ini juga akan kuhancurkan nanti setelah level ku di atas lima ratus.


tapi aku juga harus berhati hati karena mungkin saja nanti akan ada para manusia yang berlevel tinggi, yahh persetan lah yang penting akan ku hancurkan ras manusia ini hahaha.


"benarkah?kalau begitu akan ku hisap darahnya sampai kering karena sudah menatap ratu dengan wajah mesum" ucap akane dengan wajah kesal karena raito menatapku dengan mesum oleh karena itu siapa yang tidak marah melihat tuan mereka di tatap dengan tatapan menjijikan oleh manusia rendahan.


"pastikan beri dia rasa sakit" ucapku kepada akane dengan tersenyum memperlihatkan satu gigi tajam menonjol ke bawah bibir.


"baik ratu hihi~''


tak lama raito sudah di belakang aika dan akane yang sedang mengobrol" hey sekarang kalian harus ikut bersama ku"ucap raito dengan nada tinggi dengan menampilkan wajah menjijikan.


"baiklah kau ingin bermain dengan kami kan?kalau kau ingin...ikuti aku" ucap akane sambil tersenyum kepada raito.


"hahaha baiklah".


aku dan akane berjalan menuju gang sepi aku sengaja membawa nya kesini karena di sini akane akan menyiksa nya dengan leluasa.


sebenarnya aku malas berurusan dengannya dan ingin langsung membunuhnya saja tapi aku akan membiarkan akane untuk bertarung dengannya dan menghisap darahnya sampai kering.


kini kami sudah berada di gang"Hey kenapa kalian menyuruh aku mengikuti kalian kesini?"tanya raito heran


aku berbalik dan mengaktifkan mata eyes of destruction untuk melihat level dan stats yang dia miliki walaupun aku tidak berharap banyak pada anak tuan kota yang manja ini.


mataku bersinar merah terang dan memperlihatkan level dan stats yang dia punya.


Nama :Raito


Age :19


Ras :Manusia

__ADS_1


Job :wordsman


Level :94


HP : 25055


Mana :25627


Agy :B


St :B


Skill


(Fire sword)


(Fire tornado sword)


"Lumayan...., levelnya lebih rendah darimu akane"ucapku ringan seakan akan tidak akan kalah.


" Kalau begitu... mari kita akhiri ini dengan cepat dasar manusia rendahan" akane mengeluarkan katana yang ada di pinggangnya


akane tersenyum tipis dengan mata berwarna merah ruby sambil mengeluarkan niat membunuh yang mencekam.


"hyaa" akane maju dengan lightning movement sambil mengayunkan katana yang ie pegang di tangan kanan dan langsung menebas dada Raito 'Tringgg' gesekan pedang terdengar di seluruh gang tersebut.


Raito menahan serangan akane dengan pedang nya, akan mundur ke belakang dengan cepat


"Fire tornado sword" Raito mengayunkan pedang nya secara vertikal menciptakan siluet berwarna oranye dan membentuk sebuah tornado api, tornado api itu melesat ke arah akane.


"Slow motion" akane menggunakan skillnya dan membuat tornado yang melesat dengan cepat itu menjadi sangat lambat, sebenarnya menggunakan skill ini sangat menguras mana namun karena ini untuk membunuh si bajingan raito apa boleh buat.


"apa? dasar kau ******!" Raito langsung berlari dengan cepat ke depan akane sambil mengayunkan pedangnya dengan dua belah tangan.


"huff" Akane menutup matanya perlahan dan membuka matanya lagi lalu menggunakan skill nya 'Lightning movemen' akane mengayunkan pedangnya dengan cepat.


Swisss


Akane sekarang sudah berdiri di belakang Raito dengan memasukan katana kedalam sarungnya yang berada di pinggangnya


Plukk

__ADS_1


tringg


Dua belah tangan yang sedang memegang erat pedang berwarna merah jatuh ke tanah dan mengeluarkan darah sangat banyak.


"Arrgghh, tanganku... tanganku" teriak Raito dengan kedua belah tangan yang sudah tidak berada pada tempat nya, ia menangis dengan ingus keluar dari hidungnya yang membuatnya terlihat lucu bukan sedih.


"Ahahaha bagus bagus akane sekarang cepat kau hisap darahnya sampai kering" aku tertawa terbahak bahak karena melihat tangis raito dengan wajah seperti babi, aku tidak menyangka akan tertawa terbahak bahak karena melihat orang menangis bukannya sedih aku malah merasa senang melihat orang menderita.


"hihihi baik ratu" aika langsung mendekat kepada raito dengan tersenyum mengerikan.


raito yang melihat akane mendekat bergetar karena takut ia mundur dengan tergesa-gesa


"ka-kau mau apa kau"


"Tentu saja untuk menghisap mu sampai kering hahaha"Akane tertawa terbahak bahak


" Slow motion" setelah itu akane menggunakan skill nya untuk membuat dia tidak lari.


"Apakah ratu tidak mau? ''Ucap akane menoleh ke arahku


" tidak... sebaiknya kau saja karena semalam kau menginginkan nya lagi'' balasku tersenyum lembut kepada akane yang melihatku.


"Ba-baiklah! " ucap akane dengan wajah merah merona.


"nah... selanjutnya.." akane membuka mulutnya dan menggigit leher raito dengan kedua gigi takamnya "a.. aa.. ahh" Teriak raito dengan suara yang lambat karena skill akane.


kini tubuh raito sedikit demi sedikit menjadi tua dan kering di mulai dari wajah sampai kaki.


"ahh~.... enaknya " akane melepas gigitannya dan langsung menjilat bibir bagian atasnya karena ada darah sambil memegang kedua pipinya dengan tangan.


plukk


badan kering jatuh ke tanah aku yang melihat itu langsung membakar nya dengan api hitam miliku.


"Ayo akane sebaiknya kita ke penginapan karena sudah semakin sore" aku berjalan meninggal kan gang itu bersama akane.


Bersambung.....


...................


__ADS_1


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


__ADS_2