
Serangan yang aika luncurkan ditangkis oleh pedang isagi "hoo seperti nya kau masih mempunyai tenaga" Aika tersenyum tipis dan mundur beberapa meter ke belakang.
"dasar ****** siala-'' belum sempat menyelesaikan ucapannya aika sudah maju dengan menggunakan skill langkah cepat yang baru ia dapatkan, aika mengayunkan pedang secara vertikal ke arah isagi namun serangan aika pun masih bisa di tangkis oleh isagi.
aika terus mengayunkan pedangnya ke arah isagi, serangan aika terus di tahan oleh isagi namun kini aika menggunakan langkah cepat untuk ke belakang isagi.
"hahaha Terima ini dasar manusia rendahan" aika yang sudah ada di belakang isagi langsung menendangnya dengan keras.
"Eukh" isagi menumpahkan seteguk darah dan melesat dengan cepat ke arah dinding gang.
BOOMMM
Suara keras dapat terdengar dan dinding hancur berkeping keping, isagi yang tadi di tendang hingga menabrak dinding sudah terkubur oleh puing puing dinding.
Aika berjalan ke arah isagi yang terkubur oleh puing puing dinding, Aika mengeluarkan tubuh isagi dari puing puing tersebut dan langsung menyeretnya meninggalkan puing puing tersebut.
"ah~ aku masih belum puas meminum darah mu isagi, apakah aku boleh meminumnya kembali? hihi... " Tanya aika kepada isagi yang sudah agak sekarat.
"k-kau dasar monster... , makhluk a-pa kau sebenernya" balas isagi dengan nada lemah.
"hihi~ apakah kau ingin tahu? bercanda.. '' Aika langung berjalan ke belakang punggung isagi dan langsung mendekatkan mulutnya yang sudah terbuka dengan dua gigi tajam.
" Selamat makan~'' aika langsung menggit leher isagi dan menghisap darahnya, isagi berteriak kesakitan dan aika sama sekali tidak peduli dan terus menghisap darahnya.
Tak berselang lama Aika berdiri dan berkata"ah~ darah manusia sungguh nikmat"Terlihat di bawah kaki aika sudah ada mayat kering, mayat tersebut adalah isagi yang di hisap darahnya sampai kering.
"sebaiknya aku bakar mayat si bajingan isagi ini" Aika mengeluarkan api hitam di telapak tangannya dan berkata kembali "Hehe~ jangan salahkan ratu ini kau duluan yang mau melecehkan aku'' aika melemparkan api hitam itu kearah mayat isagi, api itu langsung membakar habis tubuh isagi sampai tidak ada yang tersisa sedikitpun.
" Sebaiknya aku pulang ke penginapan dulu untuk beristirahat'' Aika berjalan meninggalkan gang tersebut dan terus berjalan ke arah penginapan.
Kini Aika sudah berada tepat di pintu depan penginapan, Aika langsung membuka pintu itu dan berjalan masuk ke arah tangga yang menghubungkan lantay bawah dan atas.
__ADS_1
Aika sudah berada di dalam kamar penginapan Aika mengambil handuk yang tersedia di kamar itu dan langsung berjalan ke kamar mandi.
Aika langsung sudah berendam di dalam air hangat."huuhh... gara gara bajingan isagi kulit ku menjadi kotor, dasar manusia rendahan" Ucap Aika pelan namun dengan nada jijik dan benci.
Setelah cukup berendam dan membersihkan diri Aika langsung merebahkan dirinya ke kasur dan mengucapkan kata 'Status' layar biru langsung muncul di hadapan Aika.
Nama :Aika
age :18
Ras : Manusia
Job :Ratu vampir
Level :65
HP :230021
Agility: A
Stamina: A
Skill
(pertumbuhan cepat)
(penyamaran)
(pencuri skill)
(penyembuhan extra)
__ADS_1
(api hitam)
(berpedang)
(langkah cepat)
Aika yang melihat layar biru itupun tersenyum
"sepertinya membunuh dan menghisap habis darah si bajingan itu ada manfaat nya hihi~"
Aika menggerakan tangannya ke arah kening dan menyandarkan punggung tangannya.
"Sebaiknya aku harus pergi ke guild besok dan mengambil misi untuk meningkatkan level ku dengan cepat''
Aika langsung menutup matanya dan tertidur lelap.
*
Di sebuah ruangan ada dua orang perempuan yang satu tidur dan satu nya sudah tertidur lelap" Ah~ yang mulia ratu melakukannya terlalu erotis" ucap perempuan dengan wajah memerah dan membayangkan kejadian yang menimpa kepadanya.
Perempuan yang tertidur lelap tadi terbangun karna mendengar suara dari wanita di sebelahnya "Mio kau sedang bicara apa" ucap wanita yang di sebelahnya.
Ya mereka adalah minase dan mio, dan seperti nya mio kini sudah menjadi Vampir karna di gigit oleh Aika dan sekarang mio menganggap Aika sebai tuannya.
"ah... tidak ada" mio langsung menutup mata nya begitupun dengan minase dia juga kembali tidur.
"Fufufu" mio terkekeh kecil.
Bersambung...
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1