I'M The Evil Queen

I'M The Evil Queen
Membosankan.


__ADS_3

Aika terus memukul wajah licita hingga pingsan Aika yang melihat wajah licita yang sudah tak berbentuk lagi berhenti dan memandangi wajah licita dengan expresi tak. acuh.


“Tch membosankan” Aika berdiri dan memandangi para pahlawan dan bawahannya


setelah itu Aika berjalan menuju para pahlawan, para pahlawan yang melihat Aika berjalan ke arahnya langsung menyiapkan kuda kuda mereka.


“Sleep” Aika mengarahkan tangannya kepada para pahlawan seketika badan para pahlawan tidak bisa bergerak layaknya tidur tapi kesadaran mereka masih ada.


“A-apa skill sialan ini lagi?” Hirohito berdecak kesal dengan skill yang merepotkan milik Aika.


“Lepaskan aku dasar jalang”Selena berteriak kepada Aika yang membuat Aika sangat marah“Tch berisik sekali dasar para manusia rendahan” Aika berjalan ke arah selena dan memukul tengkuknya seketika selena langsung pingsan dan jatuh ke tubuh aika.


“Dasar bajingan apa yang kau lakukan kepada selena”hirohito berteriak kepada aika dengan wajah marahnya tapi raisa sariela dan gunz tidak berani memandang wajah aika karena takut.


“Haaahhhh... kau terlalu berisik hirohito” aika melesat ke arah hirohito dan langsung memukul perutnya sehingga membuat hirohito terpental tapi aika tidak membiarkannya menjauh aika menarik badan hirohito supaya tidak terpental.


“Kheuk”


Hirohito memuntahkan seteguk darah dari mulutnya sehingga mengenai baju aika,


“Huh? ” aika melihat baju nya yang sudah ternodai oleh darah menjadi marah dan menarik tangan nya kebelakang yang sudah terkepal.


Buuk


Aika memukul tengkuk hirohito seketika hirohito langsung pingsan, aika yang melihat hirohito pingsan langsung melepaskan tangannya yang membuat hirohito jatuh ke bawah.


“Nahh sekarang giliran kalian”


Aika memandang kedua wanita dan satu pria berbadan besar, wajah mereka tampak ketakutan.


“Hiiikk J-jangan bunuh aku”


Aika menghampiri gunz dengan katana di tangan kanannya“hahaha memohonlah! aku suka melihat manusia rendahan yang menyedihkan memohon di hadapanku”


“A-aku mo-mohon ampuni nyawaku”


Swiss

__ADS_1


Kepala gunz jatuh ke tanah dan menyisakan tubuhnya tanpa kepala menyemprotkan darah dari leher dengan deras.


“Nahhh sekarang kita apakan dua wanita ini ya~” aika menoleh ke arah raisa dan sariela sambil menjilat katana hitam yang berlumuran darah segar.


“hiiikk tolong jangan bunuh kami” mereka memohon kepada aika dengan wajah penuh keringat dingin.


Hmm apakah aku jadikan mereka bawahanku saja?.


pikir aika memandangi dua wanita yang tidak bisa bergerak, tak lama kemudian aika memukul tengkuk dua wanita itu membuat mereka pingsan.


“hey kalian kumpulkan mereka” ucapku kepada tiga wanita yang sedang memandangiku.


“Baik”


Setelah itu aika langsung berjalan menghampiri istana raja iblis yang sudah hancur berantakan.


“Apakah aku jadikan istana ini miliku saja ya? ”


ucap aika sambil memegangi dagunya menatap istana ratu iblis yang sudah hancur lebur.


“Baiklah sudah kuputuskan! Manipulation waktu” aika mengarahkan tangannya ke istana yang sudah hancur seketika istana itu perlahan lahan menjadi semula kembali.


“Baiklah kalian bawa para pahlawan ke penjara istana ini dan rantai mereka!,”


“Baik ratu”


“Hmm mio kau bawa ratu iblis itu masuk bersama ku”.


*


Di ruangan yang sangat luas dan megah terdapat satu kusi yang sedang di duduki oleh wanita berambut putih dengan mata merah sedang memandang satu wanita yang terbaring dengan wajah tak berbentuk lagi.



“Mio kau sembuhkan dia! ”


“Baik ratu”

__ADS_1


Mio menggunakan skill nya untuk menyembuhkan ratu iblis atau licita perlahan wajah dan luka licita sembuh.


“Emph”


perlahan lahan mata mata licita terbuka kini wajah dan luka licita sudah sembuh yang membuat licita kembali cantik seperti semula.


licita terbangun dan langsung berdiri dia menengok ke arah kursi yang sedang di duduki oleh aika seketika wajah licita langsung takut dengan di penuhi keringat dingin di wajahnya.


“Apakah kau sudah merasa baik?” tanya aika kepada licita.


“A-aku sudah sembuh, tapi kenapa kau tidak membunuhku? ”


“aku ingin kau menjadi bawahanku! tidak lebih dan kurang, apakah kau menerimanya? ”


Licita melihat wajah aika setelah itu ia berpikir


apakah aku Terima saja tawarannya? huff lagi pula aku sudah kalah.


“Baik lah aku menerimanya”.


“Kalau begitu kau harus membuat kontrak darah denganku” Aika berdiri dari kursi dan berjalan menuju licita.


“Kontrak darah? kontrak seperti apa yang ingin kau lakukan” tanya licita kepada aika namun aika tidak menjawab pertanyaan licita.


sekarang aika berdiri di hadapan licita“Baiklah tahan lah sedikit! ”


“huh? ”.


Aika membuka mulutnya dan terlihat dua gigi tajam, “Haa” aika menggigit leher licita, aika terus menghisap darah licita sampai tiga tegukan.


“akh” licita mengerang kesakitan.


Setelah itu aika berhenti mengigit leher licita dan melihat wajah licita “apakah sakit? ”


licita menggelengkan kepalanya “hanya geli”


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2