I'M The Evil Queen

I'M The Evil Queen
Tidak ada yang menarik?.


__ADS_3

Beberapa jam sudah berlalu, Selena masih menyiksa pemuda yang bernama Hirohito


aku tidak menduga bahwa Selena akan menyiksa dia seperti psichopath.


“Hahaha rasakan ini dasar manusia rendahan!,


berani sekali manusia rendahan seperti kau ingin membunuh ratuku?! ”


Dia memegang pisau yang ada di tangannya lalu memotong telinga Hirohito dengan kejam.


hmm kalau terus begini dia akan cepat mati bukan?.


Pikir ku setelah itu aku menghentikan penyiksaan yang di lakukan oleh Selena karena jika dia mati di tangan kekasihnya mungkin dia akan mati dengan tenang. Oleh karena itu aku akan memberikan dia kepada goblin geh supaya mati dengan menyedihkan hahaha, perasaan ini sungguh nikmat!.


“Baiklah... ikuti aku Selena kita akan mendapatkan tontonan yang menarik fufufu!. ”


“Benarkah? ”


Entah mengapa dia terlihat senang, kalau di pikir pikir sifat dia telah berubah yang dulunya tidak kejam dan baik sekarang berubah menjadi kejam seperti psichopath, ya itu bagus juga si karena aku tidak membutuhkan bawahan yang berhati baik.


“Iya! ” Balasku kepada Selena.


Setelah itu kami berteleport tak lupa dengan membawa Hirohito.


POV ORANG KETIGA.


Di sebuah gua yang sangat gelap terdapat sekumpulan goblin goblin yang berwarna hijau dia berbadan kecil dan pendek telinga yang runcing dan bermuka menjijikan.


Setelah itu di dalam Gua tersebut tiba tiba ada Cahaya berwarna putih menampilkan tiga siluet manusia, tentu saja itu adalah Aika, Selena, dan Hirohito.


Para Goblin yang melihat ada Cahaya itu langsung berlari ke arah mereka, mereka terkejut karena ada manusia yang masuk kedalam Gua.


Tapi tak berselang lama para goblin itu memasang wajah mesum dengan air liur keluar dari sudut bibir mereka yang membuat Aika menjadi jijik dengan penampilan yang di tunjukan para Goblin itu.


Keeekkk


keeeekkk


keeeekkk

__ADS_1


Para Goblin itu seakan akan berbicara 'Menyerahlah dan akan ku berikan kalian kenikmatan'. Aika yang melihat para Goblin rendahan itu berbicara kepadanya langsung memasang wajah Jijik.


Swisss


Kheekkk


Aika mengibaskan tangannya pelan ke arah para Goblin itu, setelah itu kepala kepala mereka lepas dari tubuhnya yang entah sejak kapan itu terjadi. Para Goblin yang tersisa sangat ketakutan dengan Aika.


Aika tersenyum puas dengan Goblin Goblin yang tersisa karena mereka ketakutan.


Setelah itu Aika menoleh ke arah Hirohito yang sudah agak sekarat.


Bukk


Aika melempar tubuh Hirohito kepada para Goblin itu sehingga membuat para Goblin itu tau akan tujuan Aika untuk membuat pemuda tadi menjadi pemuas naf su mereka.


Kheekkk


kheekkk


Benda surgawi para Goblin langsung menjadi besar nan panjang, mereka berwarna hijau serta ada urat yang menonjol.


Goblin Goblin itu langsung menusukan benda surgawi mereka ke lubang pantat Hirohito dengan sangat kasar tak berhenti di situ saja mereka juga memakai mulut Hirohito.


“Fufufu... ini pemandangan yang sangat indah! ” Aika menoleh ke arah Selena yang wajahnya kini di penuhi rasa puas dan menikmati apa yang dia lihat.


Ah, sepertinya dia menikmatinya. aku juga menikmatinya sih, Seharusnya aku tidak boleh menyaksikan adegan ini karena aku masihkah seorang gadis. ” Pikir Aika.


30 Menit kemudian....


Aika yang masih berdiri dengan Selena disisinya sudah sangat bosan, karena Hirohito yang sudah mati dengan keadaan yang sangat menyedihkan tatapan matanya yang kosong serta air liur yang terus mengalir dari sudut bibirnya yang tampak sudah tak berjiwa.


“Huwaaa... sepertinya dia sudah mati” ucap Aika sambil menguap.


“Kau benar ratu... sungguh membosankan! ”balas Selena dengan nada dingin, kemudian Selena mengambil pedang dari sarungnya dan...


Swiiss


Kepala para Goblin langsung lepas dari tubuhnya menyisakan mayat mayat yang berjatuhan tepat di sebelah mayat Hirohito.

__ADS_1


“hmm kau benar... sebaiknya kita pergi dari tempat menjijikan ini” ucap Aika dengan nada dingin, setelah itu Aika mengeluarkann api hitam di tangan nya dan membakar seluruh mayat Goblin dan pahlawan yang bernama Hirohito.


Setelah itu Aika dan Selena kembali ke istana raja iblis dengan berteleport. Di sebuah ruangan yang besar serta megah terdapat satu kursi yang kini sudah di duduki oleh Aika dan di temani oleh Selena di sebelah kiri.


Aika menguap dengan wajah bosan karena di benua iblis ini tidak ada yang bisa menarik perhatian nya, tentu saja tidak ada yang menarik karena di sini hanya di penuhi oleh iblis iblis serta tanah yang tandus pohon pohon yang mati dan banyak sekali bangkai iblis.


“Hey Selena apakah kau tidak bosan? ” ucap Aika tanpa menoleh sedikitpun wajahnya yang datar serta tidak menampilkan sedikitpun emosi darinya membuat dia tampak sudah tidak memiliki emosi layaknya iblis.


“Aku juga sudah sangat bosan ratu aku ingin sekali rasanya menyiksa dan membunuh para manusia! ” balas Selena dengan wajah menyeramkan di tambah dengan matanya yang tiba tiba berwarna merah ruby membuat dia seperti iblis penyiksa.


“Kau benar! semua orang sedang mengerjakan apa yang ku perintahkan. Andai saja ini di bumi mungkin aku bisa membaca manga atau novel... tunggu! sepertinya akan menyenangkan kalau aku bermain main dengan manusia yang ada di bumi. ” Aika bergumam kecil lalu menyeringai membayangkan wajah ketakutan para manusia di bumi.


“Apa itu bumi ratu? ” tanya Selena dengan polosnya kepada Aika yang sedang menyeringai.


Aika yang sedari tadi membayangkan para manusia di bumi tersentak dan menoleh ke arah Selena yang bertanya dengan polosnya.


“Ah... itu adalah dunia lain. dunia dimana tidak ada monster dan iblis serta hanya manusia yang tinggal disana!” Jelas Aika kepada Selena.


Selena terkejut dengan penjelasan Aika dia tidak menyangka akan ada dunia dimana hanya manusia yang tinggal.


“Dan di sana tidak ada yang namanya sihir maupun skill.”


Sekali lagi Selena terkejut dengan penjelasan Aika. dia membayangkan jika dia pergi ke sana maka akan menyenangkan jika membunuh para manusia yang tidak bisa apa apa selain putus asa.


Aika yang melihat wajah Selena tampak sedang memikirkan apa yang dia pikirkan hanya tersenyum tipis.


“Apakah itu benar ratu? ”


“Ya.. Jangan pikirkan terlalu banyak setelah menghancurkan dunia ini kita akan berkunjung ke sana! dan juga saat ini aku sedang bosan... ”


Aika menyeringai menatap Selena. Selena bingung kenapa Aika menyeringai.


“??? ”


Aika menarik lengan selena membuat dia duduk di pangkuannya. Setelah itu Aika mencium bibir Selena tak sampai di situ Aika juga meremas dua gunung yang tampak besar dengan lembut.


...


***

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2