
Di sebuah ruangan seorang gadis yang sedang ber makeup tersenyum dengan manis di depan kaca.
[sepertinya kau sedang senang Indah..]
[emmh? Kelihatan yah?] gadis itu hanya menjawab dengan simple namun memperlihatkan senyum merekahnya, dan sang perias pun tak menanyakan lagi dan memilih untuk menyelesaikan memakeup gadis cantik di hadapanya.
......
Total mereka bertujuh sudah satu bulan setengah di dalam dungeon, dan dengan ajaib mereka bertujuh berhasil sampai di lantai boss terakhir dengan keadaan yang cukup buruk,
mereka di hajar habis habisan di setiap lantai, jebakan kepungan dan sebagainya mereka telah rasakan sepenuhnya dan lagi dengan persediaan potion yang hampir habis, luciel yang pada awalnya selalu membuat potion, namun semakin dalam luciel tidak bisa lagi membuat potion, kenapa?
Tentunya karena bahan yang dia kumpulkan sudah ludes dan tak ada lagi yang bisa di buat. Sebenarnya luciel bisa saja membeli bahan membuat potion di marketplace namun karena di dalam Dungeon mereka tak bisa meng akses nya hingga luciel tak bisa membeli maupun menjual apapun bila berada di dungeon.
[akhirrnya kita berada di last boss aku kira kita akan selamanya akan berada di dungeon haaah.....] Reik.
[hei jangan senang dulu, ada yang lebih mengerikan di dalam sana, semuanya bersiap!!.] Graynard.
[Roger!!!] semuanya menyiapkan senjata dan seluruh peralatan mereka dan bersiap untuk bertarung.
Perlahan gerbang terbuka dan semakin lama semakin besar, saat gerbang neraka itu terbuka seutuhnya mereka hanya melihat skull tyrano yang ambruk begitu saja di hadapan mereka semua dan sesaat setelahnya sang last boss itu berubah menjadi cahaya, mereka semua hanya mematung dengan apa yang ada di hadapan mereka, mereka sangat terkejut dengan apa yang ada di hadapan mereka sekarang, seorang demon yah demon adalah salah satu ras yang tak bisa di pilih oleh player,
Namun para player bisa merubah ras mereka bila mereka mau, namun untuk menjadi ras demon bukan perkara mudah mereka harus menemukan hidden quest, yang sangat susah, namun bukan hanya itu, bila mereka merubah ras mereka menjadi ras demon mereka akan kesulitan untuk memasuki kota bahkan desa sekalipun karena kalau mereka menjadi ras demon mereka otoatis akan menjadi makhluk yang di benci di seluruh midgard, maka dari itu walau pun ras demon memiliki stat dan skill bawaan yang sangat kuat, namun tak ada player yang ingin menjadi ras demon karena pergerakan mereka akan sangat terbatas karena pilihan job mereka.
Dan sekarang mereka menemukan satu ras demon di dungeon sontak membuat mereka bertanya tanya.
[siapa kalian? Apa yang kalian inginkan?]
Sang demon itu sangat mengerikan bahkan suaranya sangat berat membuatnya terkesan sangat mengerikan.
[ada apa? Ohhh apa kalian ke sini ingin mengambil ini juga?]
Saat sang demon itu menunjukan barang yang di bawanya mereka semua langsung membelalakkan matanya, apa yang mereka cari sekarang sedang di bawa oleh demon itu.
[Sial! Kita harus merebut artefak itu dari tanganya sebelum dia kabur cepat!!!.] Kurina.
[tapi apa kita sanggup melawanya? Bahkan dia mampu melawan skull tyrano itu sendirian.] Schwein.
[jangan ragu! Kita harus merebut kembali artefak itu apapun taruhanya!] teriakan Graynard seperti membangkitkan semangat mereka, mereka mungkin tau bahwa mereka tak mungkin bisa melawan demon itu.
[hahaha kalian ingin melawan Gil Gart yang kuat ini, kalian kecoa enyahlah Darkball!]
Tiba tiba sebuah bola hitam melesat ke arah kelompok mereka.
[Divine: gaia protected! Akhhhhh!] graynard menahan serangan dari demon itu dengan skill barunya, namun serangan lebih kuat dari perkiraan graynard hingga dia terlempar 1 meter ke belakang.
[gray! Kau tidak apa-apa?] Reik yang dengan reflek, langsung menghampiri temanya itu dan bersiap bia ada serangan kembali.
[tak aku baik baik saja namun seranganya sangat gila hanya dengan satu serangan hp ku berkurang 30%]
[ada yang aneh...] Kata Luciel.
[apa maksudmu?] Kurina yang sedang siaga mendengar gumaman Luciel.
[Tak dia seperti orang yang panik, apalagi hp dia sekarang hanya tersisa 50% lagi, kemungkinan dia ke sini tidak hanya sendiri, namun kemungkinan seluruh anak buahnya telah mati dan menyisakan demon itu sendiri.]
[Mungkin kau benar, tapi tetap saja dia bukan lawan yang mudah.]
[...kita harus menyerang dia dengan kekuatan penuh....] setelah serangan dari demon itu sebenarnya sang demon hanya bersiap akan kedatangan kelompok yang di depan mereka.
[hime sembuhkan aku! Pola serangan E!] maksud dari perkataan Graynard adalah kurina dan luciel akan menyibukan sang demon, dibantu oleh sihir dari vloid dan schwein.
Sedangkan Reik akan mengambil beberapa serangan Critical pada demon itu sesekali karena jobnya terlalu menekankan pada serangan tersembunyi yang membuat dia akan lemah bila bertarung one on one secara berhadapan langsung.
Setelah Graynard di sembuhkan oleh Hime, dia maju dan memberikan intruksi pada Kurina dan Luciel untuk terus membuat demon itu sibuk.
Dengan bantuan Graynard yang menjadi tanker dan light magic dari Hime, membuat demon itu merasa menyesal meremehkan mereka, dia tidak menyangka kekuatan mereka sebesar ini apalagi dengan pergerakan mereka yang mengalir begitu saja seperti arus sungai, yang membuat Gil Gart itu sangat susah untuk menyerang mereka saat dia akan melancarkan serangan pasti ada yang membuat pergerakanya terhenti atau ter alihkan, entah itu oleh serangan sihir atau seranganya di hentikan oleh Graynard,. Luciel yang melihat sang demon kesusahan dengan pergerakan mereka sekali lagi merasa aneh bagaiman dia bisa menghabisi skull tyrant dengan kemampuanya yang hanya rata rata ini.
[akhh! Ba*****! Rasakan ini Infringe On Specter! Aaaaahhh!!!]
Darrr!!! Bukkh!
Graynard, Luciel, Kurina dan Reik terpental ke belakang beberapa meter karena hentakan kaki dari demon Gill Gart, namun tak berhenti sampai di situ sang demon melakukan hal yang membuat Luciel dan yang lainya menatap tak percaya.
[dia... bagaimana mungkin dia bisa memakai mode besrek!] kata Reik yang tak percaya akan apa yang ada di hadapanya.
[tidak ini sedikit berbeda kemungkinan besar itu hanya mirip dengan mode besrek!] kata Kurina sambil mmbenarkan posisi tubuhya.
[hehehe kau melipat gandakan statusmu? Baiklah bila itu cara mainmu!] semua orang memandang luciel dengan heran apa yang anak itu katakan apa saklar di otaknya sudah putus?.
Itu lah yang mereka pikirkan namun sesaat kemudian mereka kembali terkejut dengan apa yang di bawa oleh luciel dalam inventorynya.
Yah itu adalah statuscard dia sebenarnya menyimpan banyak statuscard dia kadang memakainya untuk menghadapi beberapa monster untuk menambah statusnya,namun sekarang dia membawa banyak sekali kartu hingga dia hanya menjatuhkanya beberapa.
Tebakan kalian benar dia ingin menambahkan statusnya dengan card-card itu sebenarnya card itu hanya menambah 5 atau sepuluh status tambahan namun ternyata efek dari kartu itu bisa di tumpuk sehingga luciel bisa menambahkan setatusnya pada level yang mengerikan.
Namun ada kekurangan dari card yang di bawa oleh Luciel yaitu waktu, walau skill trump card nya sudah naik ke level 2 namun batas waktu dari card nya tidak menambah hanya point setatusnya saja yang menambah.
Setelah mengeluarkan dan memakai setumpuk card yng di dalamnya berbagai macam status, Luciel dan Gill melesat dengan sangat cepat hingga yang lainya tidak bisa melihat mereka berdua, walau hp dari si gill tingal 10% namun bukan perkara mudah untuk melawanya sekarang dia sangat kuat dan cepat di banding sebelumnya, berbanding terbalik dengan 6 orang yang lainya mereka hanya melongo karena mereka tak bisa mereaksi terhadap pertempuran yang ada di hadapan mereka.
__ADS_1
Luciel dan Gill sangat menyeramkan mereka dengan cepat bereaksi dan bertempur layaknya orang yang kerasukan, namun di balik pertempuran yng dahsyat itu Gill sebenarnya sangat frustasi karena dia tak menyangka akan berakhir seperti ini dia hanya di tugas kan untuk mengambil artefak dari musuh mereka dan membawanya ke markas mereka namun nasib buruk malah menimpanya, sesudah seluruh pasukan yang di bawanya lenyap tak tersisa sekarang dia harus melawan orang yang sangat merepotkan, dia tak menyangka di balik penampilan mereka yang terlihat lemah ternyata mereka hanya monster, bahkan dia tak habis pikir dia telah menggunakan skill terkuatnya Infringe On Specter yang membuat statnya naik dua kali lipat dengan mengurangi setengah hp yang tersisa, namun tetap saja dia tak dapat membunuh ba***gan pendek yang sedang dia hadapi sekarang.
[Sial! Sebenarnya kalian itu apa hah!?] dengan menghentakan pedangnya.
[perkenalkan nama kami Seven Heaven Color....]
Bash!!
Gill yang tak sempat menahan serangan dari Luciel berubah menjadi butiran cahaya dan menghilang.
[haah.. haaa... ham... pirhh.. sajha... haaaah] setelah mengalahkan Gill, Luciel langsung terbaring dia merasa seluruh tenagana lenyap begitu saja setelah pertarungan tadi.
Sedangkan teman temanya hanya terdiam dan saking tak mengerti sebenarnya apa yang terjadi, namun beberapa saat kemudian mereka semua berteriak sekeras mereka bisa, mereka tak meyangka akan berhasil dalam penaklukan dungeon dengan sekali serang dan juga pertarungan dari Luciel yang sangat menakjubkan.
Mereka semua berlari mendekati luciel tapi orang yang di maksud hanya terbaring, dan tak bergerak sedikitpun.
[Luciel! Kau sungguh hebat! Luciel?] tak ada tanggapan atas perkataan Reik, luciel hanya tidur seperti putri tidur, Hime sangat panik akan keadaan temanya itu yang bahkan setelah di bengunkan dia tetap tertidur.
[tenaglah Hime, dia hanya pingsan sebentar lagi juga dia akan sadarkan diri tenang lah.] Graynard menenangkan hime yang sudah sangat khawatir.
[emh baiklah...] hime merasa dadanya sangat sesak melihat keadaan Luciel terbaring dengan tenangnya, dia akhirnya memposisikan Luciel pada pahanya untuk mengganti bantal untuk Luciel.
[baiklah kita istirahat dulu sebelum meninggalkan dungeon, Kurina apa yang aku bawa itu?] Graynar bertanya pada kurina yang membawa tiga buah item yang di jatuhkan oleh Gill gart tersebut.
[ini drop yang di jatuhkan demon tadi, lihat lah] barang yang di bawa kurina adalah satu pedang berwarna merah kehitaman, satu buah cermin bulat tapi sangat indah berukuran satu layar laptop namun berbentuk bulat, dan satu telur?
[whoooa pedang itu terlihat sangat kuat, dan itu apa? Telur?] tanya Reik.
[coba lihat telur apa bukan itu.] Schwein dengan semangat melihat apa yang ada di pegang kurina itu.
[oke tunggu..]
{ Egg of calamity dragon
Telur naga dari disaster dragon, naga penghancur dari masa lalu yang bisa meluluhlantakkan semua yang di lewatinya bahkan disaster dragon dapat menghilangkan satu kerajaan kecil.
Anda dapat menetaskan naga ini menjadi pet anda.
Apa anda ingin menetaskan telur ini? Setelah menetas anda dan pet ini akan menjadi satu kesatuan.
Ya Tidak }
Glek...
Semuanya hanya terdiam memandang telur naga tersebut.
[hoo teman kita bertambah lagi..] dengan polos Luciel yang sudah sadar mengejutkan mereka bahkan Schwein yang berada di samping lucie sampai melompat ke samping saking terkejutnya.
[baru saja, saat kalian diam memandangi telur itu.] luciel menampakan muka datarnya yang jarang di perlihatkan bila dia bermain ims.
[emh? Kau kenapa Luciel muka mu merah.] kata Graynard melihat wajah Luciel walau pun wajahnya di buat se datar mungkin namun wajahnya sangat merah seperti tomat matang.
[ti-tidak apa-apa aku hanya kepanasan saja.] kata Luciel.
[emh kepanasan karena bantal paha hime, iya kan.] kata kurina dengan nada mengejek.
Kedua insan itu hanya memerah mukanya, Luciel sebenarnya sangat marah dan malu namun dia tak bisa membalas perkataan Kurina entah kenapa.
[yah yah sudah jangan menggoda dua insan yang sedang jatuh cinta itu lagi, lebih baik sekarang kita keluar dari dungeon] perkataan dari Graynard membuat jengkel Luciel namun lagi lagi dia hanya diam tak bersua.
Mereka menuju ke arah teleport gate yang ada di ruang boss, saat mereka mengaktifkan teleport gate, sebelum mereka keluar mereka mendapat sebuah notifikasi melayang di depan wajah mereka.
{selamat anda telah menyelesaikan dungeon dhurga, kalian adalah orang pertama yang menyelesaikan dungeon ini.
Kalian mendapat tiltle the first janitor, dan subjugatory.
Tuliskan nama party dan anggota party anda untuk di tulis di Epigraphy holynight!}
Mereka saling memandang tidak paham dengan apa yang ada di hadapan mereka.
[apa kita bisa menuliskan nama yang berbeda dari nick name kita?] Schwein mengatakan apa yang di khawatirkan, karena da akan jadi tertawaan bila menuliskan nama nya di epighraphy.
[sepertinya bisa....] Kurina.
[ah bagaimana kalau kita menuliskan julukan kita saja, yang di buat oleh graynard dan nama party kita sudah pasti seven heaven color] Luciel.
{ Seven Heaven Color
Golden Knight
Silver Staber
Fire Crusher
Aquatic Sorow
Green Sniper
White Priestess
__ADS_1
Dark Swordman }
Nama dari atas Golden Guardian Graynard, Silver Staber Reik, Fire crusher Kurina, Aquatic Sorow Vloid, Green sniper schwein, White Priestess Hime dan yang terakhir yang di beri julukan ama netijen Dark Swordman Luciel.
Sesaat mereka bergeridig melihat julukan mereka mungkin menurut mereka julukan mereka sangat berlebihan, dan juga aneh.
“aku tak menyangka ketua itu chuni tingkat akut” itulah yang di pikirkan Luciel saat melihat julukan yang di buat Graynard.
[tunggu ini terlalu berlebihan, bisakah di ganti saja dengan yang agak biasa.] kata Kurina yang melihat julukan mereka.
[tak menurutku kita harus semakin mencolok agar kita di ketahui oleh khalayak banyak, dan satu lagi dengan nama yang besar, namun tak ada orang yang tahu akan sosok kita yang sebenarnya akan membuat tidak akan ada orang yang macam macam pada chruch of gaia.] panjang lebar penjelasan Graynard tak membuat mereka menerimanya.
[baiklah bila kau tak mau kurina bagai mana kalau aku namai burning fighting fighter?]
[tunggu Graynard kenapa julukanku makin kacau?]
[tapi kau tak mau kan di namakan fire crusher?]
[oke baik-baik mending fire crusher kalo gitu ahhhk!] sebenarnya mereka tak mau di kasih julukan yang aneh aneh namun mereka pun tak memiliki ide untuk julukan mereka, memang memalukan bukan memberi julukan terhadap diri sendiri kan?
[oke kalian sudah tau kan julukan kalian masing masing?] kata Graynard sambil tersenyum.
Mereka mengangguk menandakan kesetujuan, dan Graynard menekan tombol OK di layar hologram dan mereka ter transfer langsung ke luar.
....
Luciel POV
Ding!
{ selamat kepada party Seven Heaven Color telah menyelesaikan Dungeon dhurga, semua nama anggota party mereka akan tertulis abadi dalam Epigraphy dalam castel holynight!}
Aku tak menyangka sesaat setelah kami keluar akan ada pengumuman ke seluruh player IMS bahwa kami sudah menyelesaikan Dungeon.
Saat kami keluarpun sebenarnya sangat ramai di luar pintu dungeon karena dungeon ini bisa di bilang sudah cukup terkenal karea bisa di jadikan tempat panen exp yang cukup besar, dan untung saja kami bertujuh langsung keluar dari kerumunan dan saat mereka sudah berbaur dengan keramaian seluruh player di dekat Dungeon terkejut bukan main karena mereka sangat tau medan di dalam dungeon, dengan banyaknya jumlah monster bukan lagi level setiap lantai yang semakin dalam semakin tinggi kesusahanya bukan hal mudah untuk menaklukan sebuah dungeon.
Apalagi dengan nama kami yang tak asing lagi di kuping para player, yang makin membuat gaduh seluruh player yang akan memasuki dungeon.
[apa!? Bagaimana mungkin mereka bisa menaklukan dungeon?] kata seseorang di sana aku dan seluruh teman teman hanya meneruskan perjalann kami hingga sedikit jauh dari kerumunan.
[Hey kata temanku yang sedang berada di castel holy knight, yang menaklukan dungeon hanya bertujuh] mereka semua semakin terkejut dengan apa yang di katakan player lain itu.
[seven heaven color sepertinya namanya familiar?] kata seorang wanita penyihir,
[ahk mereka bukanya yang menyerang guild fire¬buster beberapa waktu yang lalu?]
Semua orag sedang meributkan hal yang aneh menurutku, padahal ku kira kami akan ketahuan bahwa kami adalah seven heaven color tapi mereka malah asik ngobrol sendiri tak ada yang sadar bahwa kami baru saja keluar dungeon, apa aku tak sengaja mengaktifkan silent step? Entahlah....
[eh bukanya kalau mereka berhasil mengalahkan dungeon mereka sudah keluar dari tadi?]
Telat anjirr kami juga baru mau pergi, kasian mereka hanya melongo akan kebodohan? Mereka sendiri, sudah lah lebih baik kami pergi ke tempat yang sepi agar kami bisa langsung teleport kesana.
Tapi sebelum pergi tentu saja aku membuat beberapa teleport card dan juga flycard dan katanya Reik akan belanja dulu di pasar entah untuk apa? Emh apa teleport cardnya ku simpan beberapa dan sebagian lagi akan ku jual di market ku ya kan lumayan buat tambahan dana buat gereja emh seharusnya begitu.
....
Aku saat ini sedang berada di ruangan yang sangat indah berwarna dominan putih seperti bangunan jaman eropa kuno namun di moderenisasi, kami hanya mematung dengan keadaan sekitar kami bahkan tidak mengenali sama sekali bangunan yang sekarang kita masuki itu, ini bermulai saat beberapa waktu yang lalu.
Flashback
Kami semua sekarang sedang berada di hutan yang sangat sepi tak ada player di sini, kenapa? Karena di sini monster yang berkeliaran lebih dari level 80 sehingga akan sangat jarang menemukan orang orang berkeliaran, kami akhirnya memutuskan untuk teleport di sini.
[baiklah ayo kita kembali.]
Ssshhh.....
Kami semua sudah lenyap bagai di telan bumi tidak ada jejak mereka pergi kemana, dan kami berpindah di sebuah ruangan yang tidak aku kenali sama sekali.
This moment
[ini di mana? Bukanya tadi seharusnya kita teleport ke ruangan pope?] kata asuka dengan heran.
Sesaat kemudian pintu terbuka dan menampakan sang pope dengan wajah senang, tak lebih tepatnya terkejut.
[kalian sudah kembali, bukanya kalian akan pergi selama dua bulan?]
Pope merasa aneh karena waktu kami membicarakan pengambilan artefak itu kata kami kemungkinan besar kami akan kembali paling cepat 2 bulan lebih bahkan bila terjadi hal yang tak terduga mungkin akan lebih lama lagi.
[yah ada banyak kejadian yang tak terduga hingga kami bisa kembali lebih cepat.]
Setelah Graynard memberikan artefak itu sang pope langsung tersenyum senang, menurut pope mereka adalah penyelamat mereka mereka datang dengan tiba-tiba membantu dan juga ikut membela Chruch of Gaia.
[aku sungguh berterimakasih, hal ini akan aku selalu ingat sampai akhir hayat ku.]
Sang pope tersenyum sambil meneteskan air mata bahagianya yang langsung di beri senyum oleh Luciel dan kawan-kawan.
.......
- to be continued....
__ADS_1
hantam hantaman lagi cuyyy