Immortal Slayer Online

Immortal Slayer Online
Chapter 15 Salam Perkenalan.


__ADS_3

Di sebuah kota kecil yang berada di perbatasan kerajaan Hail Azure Kingdom, terlihat seorang penyihir berjalan dengan santainya ke arah sebuah gedung yang lebih mencolok dari pada gedung yang ada di sekitaranya,di depan gerbang gapura tertera tulisan besar bertuliskan “ Guild Lavindor” itulah kata yang tertera dengan megah tertoreh emas seakan menunjukkan kesombongan dan kemewahan.


Tanpa aba-aba sang penyihir itu langsung saja melafalkan mantra elemen air dan menghancurkan gerbang yang berdiri kokoh tersebut dengan mudah, hal itu sontak membuat orang yang berada di sekitar tempat itu berhamburan dengan panik bahkan kepanikan yang terjadi bukan hanya di sekitaran tempat kejadian namun orang yang berada di dalam bangunan guild itu berhamburan keluar.


[hihihi... it’s show time!!!] kata seseorang yang memakai kerudung yang sama namun di arah yang berbeda.


Flashback


Di sebuah ruangan kosong terdapat 7 orang sedang meminum teh dengan santai, namun 3 orang di antaranya menunjukkan wajah yang sedikit bermasalah.


[hey apa kalian benar-benar akan melakukan itu? apa kalian sudah hilang akal?] kata seorang yang memakai plate mail dan membawa perisai di punggungnya itu bersuara setelah keheningan dan memikirkan rencana yang akan di laksanakan oleh orang-orang di hadapannya.


[tenanglah Dusties walau pun rencana ini di buat seperti kami tanpa pikir panjang membuatnya, tapi bukan berarti kami tak memikirkan risikonya, aku yakin rencana ini akan berhasil di laksanakan.] kata Graynard dengan tenang sambil melihat holo di depan nya itu.


[haaah kalian ini benar benar pemain yang nekat heh, kalian terlalu menganggap remeh guild lavindor, walau mereka itu bukan guild Profesional, namun kekuatan mereka bukan main main, seharusnya ada sekitar 10 ribu pasukan yang berjaga di markas mereka, di tambah penjaga kota seharusnya akan susah melaksanakan rencana yang kalian buat.] kata Dusties yang sebenarnya agak jengkel pada teman dekatnya tersebut.


[yah aku tau, aku tau, kami pun tak meremehkan guild mereka, aku juga hanya akan memberi mereka salam hangat kok tenang saja.] kata Graynard dengan senyum penuh arti.


[sebenarnya apa yang kalian rencanakan sih?] kata Vina yang sebenarnya ingin menanyakan itu dari tadi tapi karena merasa belum saatnya jadinya dia mengurungkan niatnya untuk menanyakan hal itu dan baru sekarang ia berani mengatakan hal tersebut.


[bukanya kami sudah mengatakanya beberapa kali bahwa kami akan memberikan salam hangat pada mereka?] kata kurina dengan santainya sembari melihat holo yang ada di depan nya.


Sebenarnya hologram yang ada di atas meja itu adalah sistem map yang berguna untuk melihat lokasi yang di inginkan dan pergerakan dari teman separty, dan tiga tanda yang bergerak itu menandakan tiga orang yaitu Vloid, Schwein, Dan Reik, mereka bertiga sedang bergerak menuju hail azure kindom lebih tepatnya di kota itu Sambara.


[bukan itu yang ku maksud! Sebenarnya apa yang kalian incar dari menyerang guild Lavindor bukanya tidak ada yang menguntungkan? Bahkan menurutku kalian hanya bertindak bodoh untuk menyerang mereka secara terang-terangan begini, bukan hanya identitas kalian yang terbongkar juga bagaimana bila mereka bertiga tertangkap saat sedang menjalankan misi bunuh diri ini?] kata Vina dengan panjang lebar.


[mungkin benar apa yang kau maksud namun, tenang identitas atau semua yang kau katakan tidak akan pernah terjadi.] kata Graynar sesudah meminum minuman yang di sediakan di atas meja itu.


[kalian sangat percaya diri heh...] kata Tingker sambil tersenyum di mejanya.


[ya kami sangat percaya diri, tapi apa yang di katakan Vina memang benar kekuatan Lavindor tidak bisa di remehkan, makanya mereka hanya mempunyai waktu maksimal 5 menit dan bila misi mereka belum berhasil dari itu kemungkinan besar mereka akan kesusahan untuk keluar dari kepungan anggota guild dan penjaga kota.] kata Luciel dengan santai dengan buku yang ada di tanganya.


[benar kata Luciel, keberhasilan misi ini akan berhasil bila Reik berhasil mengambil artefak yang di maksud!] kata Graynard dengan serius memandangi holo yang ada di hadapannya.


[nah itu yang ku tanyakan dari tadi memangnya apa gunanya kalian mengambil artefak itu?] kata Vina kembali melontarkan pertanyaannya.


[tadi apa kau mendengar apa yang di katakan assasin tentang nama artefak itu?] kata Graynard dengan kembali bertanya pada Vina namun sepertinya vina tak terlalu ingat dengan nama artefak itu.


[blessing art’s of gaia....] kata Antita dengan wajah yang sepertinya sadar akan sesuatu.


[tunggu jangan bilang bahwa item itu milik kalian dan kalian ingin mengambilnya kembali?] kata Tingker tak habis pikir dengan pemikiran dan kenyataan mereka hingga berbuat nekat seperti itu.


[ano mungkin menurut kalian itu sangat ceroboh dan bodoh namun untuk kami, kami harus segera membawa artefak itu apa pun risikonya..] kata hime.


[yah tapi kan kalian bisa mengambilnya kapan saja setelah perang guild, dan bila kalian mau kami bisa membantu kalian.] kata Tingker


[tidak menurutku sekarang adalah waktu yang terbaik terlepas dari keadaan kita yang sangat memprihatinkan, dengan kita bisa membawa item yang di gadang-gadang bisa meningkatkan status itu di bawa ada kemungkinan mereka akan mengalami perpecahan karena barang yang di janjikan teryata tidak ada, dan aku khawatir artefak itu akan hilang kembali bila kita menundanya sampai perang guild selesai karena bisa saja salah satu dari mereka berkhianat dan mencuri artefak itu hingga akan sulit bagi kami untuk merebutnya kembali.] kata Graynard sambil meregangkan tubuhnya karena hampir dua jam Reik dan lainya belum sampai di tujuan.


[oke oke aku mengerti, jadi bagaimana formasi yang akan kalian lakukan untuk mengambil item itu? bukanya kalian sudah mendengar nya sendiri? bahwa item itu di simpan di ruangan yang hanya bisa di buka oleh ketua mereka?] kata Dusties akhirnya menyerah setelah mendengarkan rencana Graynard.


[mungkin bena bila kita mau mencurinya seperti biasa, tapi kita akan melakukan hal yang lebih bisa kita lakukan dengan waktu yang minim, tak perlu strategi yang terlalu rumit, kita hanya perlu membuat peralihan yang bisa membuat seluruh pemain yang ada di guild bisa keluar agar mempermudah Reik masuk, dan juga untuk mengambil item itu, dan untuk pintu harta bila tak bisa dengan cara halus ledakan saja.] kata Graynard.


Setelah Graynard mengatakan hal itu, di tempat yang lain seorang gadis (?), maksud ku seorang pemuda cantik dan dua orang temanya telah sampai di kota yang di jadikan markas besar dari guild Lavindor, sekedar informasi gedung guild di IMS itu sangat penting kegunaanya, bukan hanya untuk menjadi tempat berkumpul anggota guild, markas besar dari guild juga di pakai untuk merekrut, jadi tempat negoisasi dan pertemuan penting, tapi yang lebih penting adalah untuk menyimpan invetaris dan juga kekayaan guild itu sendiri hingga untuk keamanan dari guild juga selalu terjamin, yang mana bila terjadi sesuatu pada markas guild, maka akan menjadi pukulan telak bagi setiap guild.


[Graynard kami sudah sampai di lokasi, apa perintah selanjutnya.] kata Schwein sambil mengaktifkan percakapan party.

__ADS_1


[pertama kalian lihat dulu keadaan sekitar, dan Reik temukan jalan untuk meyusup, dan sebelum kalian menyerang Vloid, Reik, Schwein kalian hanya mempunyai waktu paling lambat 5 menit sebelum penjaga kota dan juga anggota guild Lavindor mengepung kalian, jadi pergunakan waktu itu sebaik mungkin dan buatlah kerusakan sedahsyat mungkin.] kata Graynard memberikan komando.


[[Roger!!]] kata mereka berdua dan berpencar ke arah yang berbeda Vloid pergi ke arah gerbang depan dari guild sedangkan Schwein menuju bangunan yang cukup tinggi dan bersembunyi namun tetap bisa melihat Vloid dan bagunan guild, sedangkan reik dia sedang berjalan jalan dengan santainya sembari melihat sekitar dan juga melihat bangunan guild yang di kelilingi pagar yang cukup tinggi dan jarak antara tembok dan bangunan utama cukup jauh yang mana akan sangat beresiko ketahuan bila langsung menyusup begitu saja.


Setelah berkeliling sedemikian rupa akhirnya reik menemukan jalan yang menurutnya cukup mudah untuk menyusup yaitu halaman belakang sepertinya halaman belakang di pakai untuk berlatih, di tempat itu sekarang cukup sepi walau jarak dari tembok dan bangunan lebih jauh namun bila menyusup dari sana reik berpikir dia bisa bersembunyi di antara barang latihan dan bila kekacauan yang terjadi di depan maka semuanya akan berpokus teradap penyerangan yang berada di depan hingga akan sangat mudah untuk Reik untuk menyusup dari belakang.


Setelah bersiap siap untuk kejutan perayaan perkenalan mereka, maka rencana pun di mulai..


Setelah vloid memakai kartu penambah status sementara yang di berikan Luciel dia langsung menembak gedung guild dengan telak, hingga orang-orang yang ada di dalam berhamburan keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, semua orang berpikir ini ulah guild fallen star untuk balas dendam tapi ternyata hal yang lebih gila sedang terjadi, melihat yang menyerang hanya satu orang dan itu pun, hanya seorang penyihir, tak ayal membuat semua orang bertanya tanya apa yang di lakukan orang bodoh itu dengan membuat kekacauan itu?


Saat mereka semua sedang berpikir apa yang sebenarnya sedang terjadi, tiba tiba sang penyihir yang di hadapan mereka mengayunkan tongkat yang di pegangnya dan tiba tiba langsung bermunculan macam macam sihir di atas penyihir itu dan melesat ke arah mereka, banyak yang tak sempat menghindar, bukan karena mereka tak dapat menghindari serangan itu namun mereka sekarang sedang berada di lapangan yang cukup sesak karena semua keluar karena ingin melihat apa yang terjadi, sehingga kebanyakan dari mereka tidak bisa menghindari itu karena terhalang oleh teman yang ada di sebelahya.


Sang penyihir alias Vloid tentu terus saja menyerang mereka tanpa peduli keadaan dari lawanya itu, dia dengan santainya terus merapal macam macam sihir untuk meledakkan orang yang ada di hadapanya, dan bila mp dari vloid habis dia dengan santainya akan meneguk potion pengisi mp seolah persediaan potionya tak habis habis.


Tidak hanya itu kebingungan terjadi di antara anggota guild lavindor juga, karena para anggota yang berhasil lepas dari sihir vloid dan bermaksud menyerang vloid dengan mengurangi jarak tiba-tiba saja satu persatu tumbang tampa alasan yang jelas, itu adalah perbuatan dari Schwein dia dengan sigap terus menembakan peluru sihir ke arah para anggota guild yang sudah dekat dengan vloid tapi bukan hanya itu dia juga berhasil membunuh para penyihir yang sedang merapal atau hampir selesai merapal untuk membatalkan casting mereka itu bisa terjadi karena setiap pemain punya waktu casting masing masing untuk vloid sendiri dia mendapat banyak kartu dex dari Luciel yang membuat jarak castingnya sangat cepat apalagi dia seorang multicasting, yang membuat serangan pada Vloid bisa di minimalisir.


Ledakan terus terdengar meriah di depan gedung guild lavindor, sehingga mereka melupakan kemungkinan adanya penyusup yang masuk hingga Reik yang tadinya sedikit ragu sekarang sedang tersenyum karena memikirkan kebodohan dari anggota dan petinggi guild lavindor, tak hanya itu sepertinya petinggi guild tersebut tak ada satu pun yang segera terjun langsung untuk menghentikan kekacauan tersebut, mereka hanya sibuk memerintah dari dalam guild tentu saja karena mereka berpikir “untuk menghentikan kecoa kenapa seorang raja harus terjun langsung?” hingga tanpa mereka sadari keputusan mereka benar-benar salah hingga mau tak mau satu persatu petinggi guild mereka terjun langsung.


Reik saat ini sedang berkeliaran di gedung guild Lavindor, bukan karena dia tak tau jalan menuju tempat penyimpanan harta itu namun dia sekarang sedang menempelkan banyak kartu sihir yang di buat oleh Luciel dengan berbagai macam sihir Vloid, dia terus menempelkan kartu itu dan rencananya akan di ledakan secara bersamaan saat ia akan meledakan tempat penyimpanan harta, agar tak ada yang curiga saat dia meledakan pintu ruang harta itu, Reik dengan cepat melesat ke berbagai tempat di gedung guild dan bergegas ke rencana selanjutnya.


.....


[sialan!! Apa sebenarnya yang sedang terjadi!? Apa kalian begitu bodoh hingga tak dapat membunuh satu orang saja hah!] seseorang berarmour mewah berwarna merah darah sedang marah marah terhadap bawahanya yang saat ini sedang melawan orang misterius yang sedang memporak porandakan guild nya tersebut.


[ketua sebenarnya mudah saja untuk membunuh penyihir itu namun, saat anggota kita cukup dekat dengan penyihir itu tiba-tiba mereka mati tanpa alasan yang jelas...] kata seorang yang berada di dekat orang yang di sebut ketua tersebut.


[pakailah otakmu dasar bodoh! Kalau tak bisa pakai pedang, pakai sihir, atau panah, atau apapun itu asalkan cepat bunuh dia!!!!.] kata dia dengan sangat marah, dia adalah Gram ketua sekaligus pendiri guild lavindor, dia adalah seorang Gladiator job Scond-tier lanjutan knight atau swordman, senjata yang ia pakai adalah pedang khusus tak seperti job biasa lainya, job ini memakai pedang yang tersambung dengan bola besi yang di hubungkan rantai besi, job ini jarang di pakai oleh kebanyakan player karena tingkat kesulitan saat mencari dan memakai senjata tersebut dan apalagi sangat susah untuk mendapatkan job tersebut hanya sedikit orang yang mampu lulus ujian pergantian job gladiator itulah yang membuat job gladiator menjadi job yang cukup kuat untuk sekedar kategori second-tier namun kekuatanya hampir mendekati special-tier bila di gunakan semaksimal mungkin.


[sebenarnya siapa dia? dan kenapa dia menyerang kita?] kata seorang yang berada di dekat Gram, dia adalah Ungol dia seorang penyihir sama seperti vloid, dia adalah salah satu dari empat anggota yang berkhianat.


[omong kosog!!! Kalau benar dia dari Fallen star bukanya dia seharusnya sudah jadi wakil ketua dengan kekuatan nya sekarang! Dan juga mana mungkin mereka akan menyerang dengan secara terang terangan di siang bolong begini!!] kata Ungol dengan menolak mentah mentah pemikiran itu karena ia yang paling tau akan kekuatan keseluruhan dari guld Fallen Star karena nota bene dia mantan wakilnya.


[dari pada memperdebatkan hal itu bukanya ada yang lebih penting yang harus kita lakukan sekarang.] kata seorang wanita yang membawa pedang satu tangan dan memakai armor ringan, dia adalah Lita, knight dari Lavindor.


[Sial! Lita dan aku akan menghadangnya, Ungol kau bersiaplah untuk menyerang dia, dan yang lainya lindungi Ungol saat sedang casting!] saat gram memerintahkan semua anggota untuk bersiap, dan lita dan gram langsung melesat ke arah vloid dengan kecepatan yang cukup tinggi.


[uwahh akhirnya last boss nya muncul! Schwein berapa waktu kita yang tersisa?] kata vloid walau dengan kekuatan yang sekarang vloid sadar dia tidak akan mampu untuk menahan dua orang player ber tipe fighter itu.


[satu menit 30 detik lagi, pokuskan saja untuk menghindari mereka biar aku yang mengalihkan perhatian mereka!] kata schwein sambil melihat holo yang ada di hadapanya.


[roger!] saat itu pula kedua sejoli yang ada di hadapan Vloid dengan ganas mulai menebas dan menebas ke arah Vloid yang mana membua Vloid semakin terdesak, dengan susah payah Vloid menghindar dan sesekali merapal mantra namun selalu saja di gagalkan oleh salah satu dari mereka.


Schwein yang melihat itu hanya bisa berdecak kagum karena koordinasi antara keduanya sangat kuat, walau tak segila duet antara Luciel dan Kurina namun untuk menghadapi mereka berdua akan sangat susah apalagi untuk mereka yang masih newbie.


Namun sebenarnya kedua sejoli itu juga sangat terkajut, mau bagaimana tak terkejut dari serangan yang terus di berikan oleh mereka berdua tak ada satu pun yang terkena pada penyihir itu yang membuat mereka berpikir hal yang sama “penyihir macam apa yang bisa bergerak segesit itu.”


[sial dia bukan pemain yang sembarangan setidaknya dia masuk sepuluh pemain terkuat saat ini.!] kata seorang knight perempuan yang sedari tadi melancarkan serangan beruntun yang cepat ke arah sang penyihir.


[kalau serangan biasa tak bisa bagaimana dengan ini ball destruction!!!] kata gram sambil mengayunkan bola besi yang ada di tanganya kearah vloid.


[aquatic barier...] vloid merapal sihir pertahananya dan


Blaaarrrr!!!!


Ledakan yang cukup besar terjadi di antara vloid dan gram yang membuat pandangan seluruh orang terhalangi oleh debu, semua orang bertanya apa itu berhasil karena hal yang umum kalau hp dari seorang penyihir sangat sedikit yang membuat serangan sebesar itu akan cukup untuk membunuh seorang penihir di level mereka saat ini.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian debu telah tersingkir namun tek terlihat jejak kehidupan dari Vloid, semua berpikir akhirnya penyihir yang memporak porandakan mereka selama beberapa menit itu sudah mati. Namun baru saja mereka lega hal tak terduga kembali terjadi.


Beberapa saat sebelumnya.....


[vloid kau tak apa-apa?] kata seorang wanita terdengar di kepala sorang pria yang cantik.


[ya aku tak apa hanya saja hp ku turun hingga 70%, berapa lama lagi aku harus menahan mereka berdua kalau terlalu lama lagi aku tak akan sanggup lagi] kata Vloid yang sebenarnya sudah sangat kelelahan karena serangan beruntun itu walau hanya beberapa saat itu lebih dari cukup untuk menguras stamina dari Vloid yang nota bene sorang spellcaster itu.


[yah sudah lebih dari cukup, sekarang kita berdua mundur!] kata Schwein di kepala Vloid.


[roger!!] saat itu pula dua orang itu mengaktifkan kartu teleport mereka dan menghilang di medan tempur.


[oke saatnya aku yang beraksi spellcard actif!] saat itu pula reik yang berada di dalam markas Lavindor langsung mengaktifkan semua kartu yang ada di dalam guild.


Duarrr!! Blarrrrr!!! Guruguru!!


Saat itu pula setengah dari gedung guild hancur lebur hingga membuat kaca dan perabutan berhamburan keluar tak hanya itu sebagian pemain yang ada di dalam guild pun turut menjadi korban walau hanya sedikit yang mati namun hal itu cukup untuk mengurangi kekuatan lavindor walau hanya sedikit.


Di dalam ruangan yang penuh dengan harta reik dengan santainya masuk sambil melihat lihat isi dari ruang harta guild Lavindor.


[Waaaaw aku sekarang sedikit mengerti kenapa para pengkhianat itu rela meninggalkan guild fallen star, kalau melihat dari segi ekonomi mungkin guild ini sangat makmur bahkan bisa bersaing dengan guild pro yang lain.] saat ini reik sedang berpergian sambil mencari item yang di maksud.


[reik jangan-jangan kau berpikiran untuk mengankut seluruh harta guild Lavindor?] kata seorang dari yang bersuara sedikit bersemangat di kepala reik.


[enggak lah! Maaf saja aku ini bukan perampok seperti kau Luciel!] kata reik dengan sedikit jengkel.


[sudah hentikan pertengkaran kalian waktu kita tak banyak, reik! Apa kau sudah menemukan barangnya!?] kata graynard dengan serius.


[aku baru saja melihatnya.] sesaat setelah itu reik melihat item yang di tempatkan di sebuah tempat khusus dia tau bahwa item itu lah yang di cari, karena hanya barang itu yang di simpan di atas tempat khusus.


[baiklah bawa item itu dan bawa kesini!] perintah graynard di dalam kepala nya.


[Roger!] saat itu pula tak ada satupun orang yang menyangka akan kedatangan dan kepergian dari Reik mereka kira serangan itu hanya bertujuan untuk menghancurkan gedung guild mereka sekaligus balas dendam di karena kan harta guild mereka tak ada sedikitpun di sentuh kecuali hilangnya artefak tersebut.


.....


[hahaha aku tak menyangka kalian berhasil mencuri harta itu dari mereka!] kata Dusties sambil tertawa lantang.


[benar dengan waktu yang sangat singkat kalian benar benar bisa mengacak ngacak guild mereka, kalian memang monster.] kata Antita sambil menggeleng geleng kepala.


[benar kalian seperti tentara khusus saja bisa melakukan misi yang mustahil.] kata vina walau pun dia masih syok akan ke *ob*okan mereka.


[hihihi kalian terlalu menyanjung kami,] kata Schwein dengan senyumnya.


[oh iya schwein aku tadi merasa kau tak membantu ku dalam menghadari dua bedebah yang mengeroyoku!] kata vloid yang merasa aneh saat pertarungan tadi karena tak satupun tembakan bantuan dari schwein.


[apa yang kau katakan aku membantumu aku menembaki penyihir yang ada di belakangmu, kau tau dia hampir saja menembak mu dengan sihir sekala menengah.] kata schwein dengan cemberut.


[hah sihir sekala mengengah? Apa dia ingin meghancurkan aku dan kedua temanya sekaligus?] kata Vloid dengan aneh.


[entahlah... tapi yang penting reik kau berhasil mendapatkan itemnya kan?] kata Schwein dengan semangat.


[yap aku mendapatkanya tenang saja] kata reik sambil memperlihatkan sebuah tongkat berlapis emas dengan panjang 30 cm.


To be continue......

__ADS_1


__ADS_2