
Di barisan pasukan guild Lavindor di barisan terdepan...
[apa-apaan gerakan swordman itu? apa dia reinkarnasi brush lee? Atau dia murid mad dog?] kata Lita seorang knight dari Lavindor dengan job swordsinger. sambil memandang pemuda yang banyak menghabisi pasukanya tersebut.
[ini gawat kalau terus seperti ini moral pasukan kita akan turun, Gram kita harus melakukan sesuatu.] kata Ungol sang penyihir.
[Tenanglah Ungol, mungkin ini hanya akal-akalan mereka mungkin mereka sengaja mengirim ace mereka untuk membuat kita menjadi gusar... baiklah Luca kau hadapi dia mungkin kau sudah cukup untuk menghabisinya.] kata Gram dengan sombong meremehkan Luciel.
[apa maksudmu aku sudah lebih dari cukup untuk menghadapinya, akan ku buat dia menjadi sapi guling lihat saja!.] sedetik kemudian luca melesat dengan cepat memakai kekuatan api yang membuat jejak terbakar dari jalan yang di lewatinya.
Luca dengan semangat yang membara langsung menebas luciel dengan skill burning slice, yang membuat luciel mental beberapa meter dan dampak dari serangan nyapun membuat tempat itu sedikit berasap dan hangus.
[sudah cukup teman... kau terlalu banyak membantai anggotaku.] kata orang itu sambil melihat orang yang di serangnya tersebut.
[haah salah siapa mengirim banyak pasukan, bukan salahku dong kalau aku membantai mereka semua.] kata Luciel dengan memakai bahasa indonesia.
[haa apa yang kau katakan? Aku tak mengerti.] kata Luca karena dia tak mengerti sebenarnya di game terdapat fitur terjemah otomatis namun sistemnya sedikit berbeda dari terjemahan biasa, di IMS seseorang akan memilih satu bahasa untuk sistem menerjemahkanya ke berbagai bahasa untuk orang lain namun bila orang itu berbicara bahasa yang bukan di pilih oleh orang itu sistem tak akan menerjemahkanya, jadi bila luciel memilih bahasa jepang di pilihan bahasanya dan dia berbicara bahasa indonesia orang lain tak akan mengerti karena tak akan menerjemahkan perkataanya.
[Sudah lah itu tak penting jadi apa kau yang di kirim guild Lavindor untuk mengalahkan ku?] kata Luciel dengan muka datar dan seperti tak tertarik dengan lawanya.
[yah... aku yang akan mengalahkan mu aku Luca Knight dari guild lavindor dan jobku adalah pyromaster!] kata luca sambil mengadahkan tanganya seperti menunjukan dominasinya di medan perang.
[ohh... terserahlah mau luca atau dadas juga aku tak peduli jadi apa kau akan menyerangku apa aku yang menyerangmu?] kata Luciel dengan nada yang sepertinya sangat malas terhadap lawanya tersebut.
[sialan apa kau meremehkanku! SAAAAH BURNING SLICE!] orang itu berlari dan menghantam Luciel dengan pedang berselimut api yang sangat panas.
BLAAAARR!!!!!!
Serangan itu membuat ledakan yang cukup keras namun ternyata ada pedang yang menahanya, tapi bukan pedang satu tangan yang menahanya namun katana, karena sadar seranganya di tahan oleh orang lain luca dengan reflek langsung mundur beberapa langkah dan bersiap akan serangan tiba tiba.
[heey apa yang kau lakukan? kenapa kau maju Kurina?] kata Luciel dengan keheranan, sebenarnya dia sadar akan kedatangan kurina hingga dia memang sengaja untuk membiarkan kurina menahan serangan Luca Barusan.
[yah aku hanya ingin membantu..] kata Kurina dengan santai walau di hadapanya ada orang yang bersiap dengan pedang yang mengacung.
[oh kalau kau mau membantu kau sing-].
[aku yang akan menghadapi orang serba merah ini kau yang singkirkan para pasukan ini.] kata kurina memotong perkataan Luciel.
[woy woy woy! Apa yang kau bilang! Asal kau tau kucing sialan! dia itu datang untuk menghadapiku, kau saja yang menghadapi pasukan itu aku sudah bosan membantai mereka.] kata Luciel sambil bersiap menghadapi pemuda berbaju merah itu.
[sudah turuti saja perkataan ku itu adalah perintah dari graynard.] kata kurina.
[ught...haaa.... baiklah...... terserah tapi selesaikan dengan cepat dan bantu aku, aku sudah bosan menghadapi para cecunguk ini kau tau.] kata Luciel sambil memutar balik tubuhnya bersiap menghadapi pasukan yang sedari tadi diam karena kejadian yang mengagetkan dan terjadi cukup cepat tersebut.
[hey apa kalian sudah bicaranya? Asal kau tau aku datang bukan untuk mendengarkan curhatan kalian!] kata luca sedikit geram karena merasa dia di acuhkan padahal dia adalah orang yang harus dia lawan.
[hai hai kami sudah selesai, maaf membuatmu menunggu.] kata kurina sambil menghunuskan pedangnya kearah luca.
[hee jadi kalian bertukar tempatkah, tapi tak apa biar ku perlihatkan bagaimana kengerian dari apiku.] kata luca dan langsung melesat ke arah Kurina dengan menebaskan pedang tangan satu berwarna merah dengan aksen kuning keemasan.
Kurina yang melihat pergerakan dari luca hanya menyambut nya dengan sedikit senyuman, sambil menghindari serangan dari luca yang bertubi-tubi kurina terus saja mundur kebelakang tanpa melakukan serangan, dia dengan cermat menghindari seluruh serangan yang di berikan oleh Luca, namun bukan berarti dia tak mendapatkan damage, sedikit demi sedikit hp kurina terus terun, walau tidak banyak namun itu cukup membuat hpnya turun 10%.
Sedangkan di dalam pasukan Lavindor mereka benar benar tak menunjukan pergerakan berarti, apalagi melihat guild Fallen Star yang seperti tak berniat menyerang mereka, membuat guild Lavindor sedikit berhati hati dalam mengambil sikap.
[oh mereka pun mengirim bantuan, apa yang akan kita lakukan gram bila terus seperti ini akan merugikan pasukan kita.] kata Saibor sang Queen alias orang terkuat kedua di guild lavindor.
[kita lihat dulu, bila Luca tak dapat membereskan mereka berdua kita akan melakukan serangan.] kata Gram sambil fokus terhadap pertarugan antara Luca dan Kurina.
[hem tenang saja menurutku dengan mengirim Luca saja sudah cukup, lihat bahkan sekarang lawanya terdesak akibat serangan dari Luca.] kata Jank sang earthbender dari guild lavindor.
[Tunggu! Jank siapkan pasukan mu sekarang juga dan segera susul Luca dia tak akan bisa menghadapi dia sendiri.] tiba-tiba Gram berteriak dan memerintahkan jank untuk menyiapkan pasukan nya sangat terheran apa maksud dari ketuanya tersebut.
Memang sekilas terlihat pertarungan antara Kurina dan Luca seperti berat sebelah ke arah luca namun itu sangat jauh dari bayangan mereka semua, mungkin yang menyadari hal itu hanya orang yang berpengalaman dalam bertarung dan juga si Luca itu sendiri.
[apa apaan orang ini dari sedari tadi dia hanya menghindar dan menepis seranganku... sial bahkan dia tak menggunakan satu pun skill miliknya, apa yang seharusnya ku lakukan.] kata Luca dalam hatinya.
sebenarnya pertarungan ini benar benar di kuasai oleh Kurina bagaimana tidak Luca yang sedari tadi terus menyerang kurina tidak pernah sekalipun bisa mengenai kurina yang ada, serangan dari Luca hanya menyerang udara atau sesekali seranganya di tepis oleh Kurina, bahkan tidak ada satupun serangan dari luca yang di tahan oleh Kurina, yang tak ayal membuat luca dari waktu ke waku menjadi gusar.
Sedangkan di arah pasukan Lavindor orang yang di beri perintah untuk segera membantu Luca malah mempertanyakan maksud dari ketuanya tersebut.
[haah mungkin menurut kalian yang memegang kendali itu Luca, pada kenyataanya lawanya lah yang memegang kendali atas luca, lihat bahkan sampai sekarang orang itu belum sekalipun melancarkan serangan ataupun skill ke arah Luca, tapi sebaliknya luca sedari tadi terus saja melancarkan skill nya namun tak ada satupun yang benar benar mengenai atau pun berefek pada lawanya... yang berarti dia jauh lebih kuat daripada luca. Cepat jank bantu dia aku tak ingin hal yang merepotkan terjadi!] dari penjelasan gram sangat sangat membuat seluruh wakilnya itu terkejut, mereka akhirnya sadar apa yang di ucapkan oleh garam dan membuat mereka kembali bertanya tanya.
Sebenarnya siapa yang guild Fallen Star bawa?
Sedangkan di arah pasukan guild Fallen Star Graynard yang melihat pertarungan antara Luca dan Kurina tersenum dengan agak mengerikan.
[hey graynard kendalikan wajahmu, kau ini aku baru tau kau itu tipikal pria yang akan terlihat menakutkan saat sesuatu sudah dalam kendalimu yah..] kata Tingker yang berada di sebelahnya.
__ADS_1
[hehe maaf, bagaimana aku tidak senang, lihatlah mereka mulai terpancing atas umpan yang ku lempar hahaha ini akan menjadi semakin menarik..] kat graynard dengan tertawa, hal itu membuat Tingker hanya tersenyum masam melihat teman dan Ketua osis nya itu.
[kau ini... aku tak tau bahwa kau ini begitu licik, mulai sekarang aku akan berhati-hati padamu.] kata Tingker tapi sepertinya graynard tak mendengar itu dan dia malah memberi komando pada seseorang.
[Jalankan rencana Kedua teman.] kata Graynard dengan pelan untuk memerintah seseorang.
[Roger...] kata seseorang dari alat semacam radio untuk berkomunikasi.
Sedangkan saat ini pasukan dari guild lavindor yang di pimpin oleh jank, sedang dalam perjalanan untuk membantu Luca, sebenarnya dia sedikit merasa aneh saat harus membantu membunuh dua orang dengan jumlah pasukan yang menurutnya cukup besar, pasukan yang di bawanya hampir menyentuh seribu orang itu, namun dia menyampingkan hal itu terlebih dahulu karena dia sadar orang yang di hadapinya sekarang tak akan cukup hanya membawa jumlah yang besar sekalipun.
Sedangkan Kurina yang melihat kerumunan pemain yang menuju ke arahnya malah tersenyum, luca yang melihat lawanya malah tersenyum di saat melawanya malah semakin jengkel karena merasa dia di remehkan oleh lawanya.
[sepertinya sudah saatnya aku mundur.] kata Kurina bergumam namun itu sepertinya terdengar oleh Luca.
[hah kau mau kabur? HEH! tak akan ku biarkan kau kabur dasar pengecut.] kata Luca yang marah karena lawanya akan kabur begitu saja di saat pertarungan mereka berdua.
[Luciel! Umpan telah di makan, Swich!] kata Kurina berteriak dengan keras.
[sudah kubilang tak akan kubiarkan!] luca dengan marah langsung saja menebas Kurina namun hal yang mengejutkan terjadi tubuh yang di tebas oleh pedang itu bukanya menjadi butiran cahaya malah berubah menjadi transparan.
[maaf tapi tugasku sudah selesai... mungkin kita akan bertemu di lain waktu dadah.] kata kurina dan menghilang begitu saja dari hadapan luca, namun seperti tak di beri jeda sedetikpun tubuh Luca langsung terpental beberapa meter karena tendangan dari seseorang.
[kenapa muka mu masam begitu? Bukanya kau kesini ingin menghadapi ku?] kata luciel sambil tersenyum karena berhasil membalas perlakuan dari Luca sebelumnya.
[sial! Lihat saja akan ku jadikan abu kau mini swordman.] kata Luca sambil berusaha berdiri kembali.
Terlihat urat keluar dari kepala Luciel karena di sebut mini, yah dia paling marah bila ada seseorang yang mengejek tinggi badanya, dia selalu berpikir
memang kenapa bila ku pendek? toh bukan karena mau aku pendek, itulah yang selalu dia pikirkan kalau ada yang mengejeknya itu.
[haaaa... tadinya aku ingin bermain main dengan mu, namun sepertinya kau memang ingin mati dengan cepat bocah gosong.] kata Luciel namun tatapanya sekarang menjadi lebih serius dari pada tadi.
[terserah apa katamu aku tak peduli, sekarang terima ini blaze death!] dengan sekuat tenaga Luciel mengayunkan pedangnya kearah Luciel, serangan itu adalah serangan terkuat milik Luca serangan itu sangat kuat karena bisa melelehkan apapun yang mengenai serangan itu.
Namun luciel yang melihat serangan yang di berikan oleh luca hanya mengarahkan pedangnya kearah bawah kiri dan menebas ke arah serangan luca.
Blaaarrrr!!!
Sebuah ledakan kembali tarjadi, dan seseorang terpental sangat jauh oleh serangan itu, namun itu bukan Luciel tapi itu adalah luca, dia terpental cukup jauh bahkan perlengkapan yang di pakainya menjadi sangat buruk, sobekan dimana mana dan juga banyak luka bakar di tubuh luca, tak ayal orang yang melihat hal itu bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi? Bukanya serangan itu di lancarkan oleh luca tapi kenapa ia yang terpental dan hangus terbakar apa itu skill bunuh diri? Banyak spekulasi yang di keluarkan oleh para pasukan hal itu namun semuanya semakin aneh saat seseorang yang berdiri di pusat ledakan itu yang tak mengalami apa-apa bahkan rambutnya tak ada satupun yang terbakar.
[apa apaan? Kenapa malah aku yang terkena serangan ku sendiri?] luca yang sudah bangkit dengan susah payah itu sangat terkejut dengan apa yang terjadi padanya.
[mana mungkin ada skill macam itu!?] kata Luca tak menerima alasan yang menurutnya aneh karena kalau memang ada skill macam itu mungkin itu skill dengan kelangkaan rare bahkan lebih.
[ada buktinya ini! toh kau mendapat damage dari serangan mu sendirikan?] kata Luciel monohok dia benar benar ingin membuat lawanya semarah mungkin kalau kalian tanya kenapa satu alasanya membuat dia lengah.
[bajingan aku harus segera meminta bantuan aku tak akan bisa membunuh nya seorang diri.] kata luca namun sebenarnya sudah sedari tadi dia mendapat bantuan, hanya saja bantuan itu tak akan sampai dalam waktu dekat karena...
Beberapa menit sebelumnya.......
[cepat kita harus membantu Si Luca sialan itu!] kata seorang berambut panjang di kuncir yang berpakaian sedikit aneh, dia hanya memakai celana panjang namun tak memakai baju sebagai gantinya banyak aksesoris yang menggantung di badanya seperti gelang kalung dan sebagainya.
Saat mereka semua sedang berlari dengan cukup cepat tiba tiba di arah hutan utara di pinggir tempat pertarungan terjadi sekelompok orang yang berpakaian assasin, keluar dan menerjang pasukan yang di bawa jank, kejadian itu sangat cepat hingga para pasukan yang di bawa jank tak siap akan kedatangan pasukan itu, pasukan saling bertabrakan namun sepertinya pertarungan di dominasi oleh para assasin itu.
[sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa tiba tiba pasukan dari guild Fallen star menyerang kita secara tiba tiba.] kata jank yang saat ini sedang di gempur oleh pasukanya dan saat ini dia sedang berhadapan dengan salah seorang assasin.
[hehe apa kalian terkejut? Mungkin kalian akan lebih terkejut bila manusia api itu mati ya kan.] kata Reik sambil terus menyerang jank tanpa memberi jeda sedikitpun.
Pertarungan semakin larut dan semakin panas, di arah guild lavindor yang melihat pasukan bantuan nya di hadang oleh orang yang tak di kenal akhirnya mengetahui bahwa perang ini tak akan sperti yang di rencanakan mereka.
[sial sial sial, kenapa ini bisa terjadi? Kenapa bisa ada pasukan guild Fallen Star di sana?] kata Gram, yang menjadi sedikit pusing karena pertarungan ini semakin jauh dari apa yang di rencanakanya.
[aku akui apa yang di lakukan oleh guild Fallen star agak nekad bagaimana bisa mereka menempatkan pasukan di sana bahkan aku tak melihat secuilpun pergerakan yang di lakukan di arah pasukan utama.] kata seorang assasin yang sedari tadi hanya diam.
[kemungkinan besar, mereka memang sudah ada di sana sedari awal bahkan sebelum kita sampai di sini.] kata Sita sodara kandung Lita yang memakai job light knight.
[mereka benar benar ceroboh bagaimana bila kita sebelumnya memeriksa hutan itu?] kata Ungol yang terheran dengan strategi yang di lakukan Fallen Star.
[tapi buktinya kita tak memeriksanya kan, mungkin karena mereka sadar bahwa kita meremehkan mereka hingga mereka melakukan hal itu.] kata assasin itu kembali.
[Benar yang di katakan Garsem mungkin kita terlalu meremehkan mereka, baiklah semuanya bersiap kita akan menyerang mereka secara penuh, kita harus menyelesaikan ini secepat mungkin. SEMUA PASUKAN BERSIAP!!!.] kata gram yang langsung di ikuri oleh 8 ribu pasukan.
[MAJUUUUUU!!!] kata Gram dengan semangat dan di ikuti oleh seluruh pasukan.
Di arah guild Fallen Star pun kegaduhan mulai terdengar pasukan sudah mulai membentuk barisan untuk mempersiapkan benturan.
[Semua bentuk Formasi Bintang utara! Angkat senjata kalian. Para Pasukan Serbuuuuu!] Graynard berseru pada seluruh pasukan nya dan teriakan dari pasukan kedua belah pihak makin terdengar mengerikan.
__ADS_1
Di saat dua belah pihak hampir berbenturan para Tanker dari Fallen star langsung berbaris di depan untuk menahan serangan dan gempuran lawan, semua tanker itu berteriak menyebutkan skill pertahanan mereka masing masing.
[semuanya sekarang serang!!!] itu adalah teriakan Vloid dia dengan cermat langsung memberi perintah untuk melancarkan serangan sihir ke grombolan.
[magma Bom! Meteor breath! Ice Pillar!] saat semua penyihir masing masing mengeluarkan satu skill sihir saja Vloid dengan mudahnya langsung memuntahkan tiga skill sekaligus, yang membuat semuanya langsung melihat ke arah Vloid.
[aku sekarang mengerti kenapa dia yang di jadikan komandan batalion sihir bukan wakil ketua Antita.] kata seorang penyihir di antara pasukan penyihir.
Dor! Dor! Dor!
Tak hanya sihir Suara tembakan dan ribuan anak panah melesat, kearah pasukan guild Lavindor dengan telak hingga terdengar lebih banyak ledakan disana di sini.
[apa apaan dia kenapa dia memakai senapan bukan busur?] kata seorang archer di dalam pasukan archer.
[sudah jangan mengalihkan fokus terlebih dulu, pertarungan belum selesai.] kata orang di sampingnya.
Sebenarnya tak hanya dua orang itu yang jadi perhatian tapi hampir seluruh anggota SHC menjadi sorotan karena kekuatan yang di perlihatkan, tapi yang jadi sorotan paling utama adalah....
[Devine: area of healing!] kata seorang wanita berpakaian serba putih itu merapalkan mantra penyembuhan tingkat lanjut.
[apa apaan itu? dia bisa menyembuhkan banyak orang dalam sekali percobaan? Yang bnar saja kebanyakan dari kita juga belum bisa menyembuhkan dua orang sekaligus tapi dia sudah bisa meyembuhkan seratus orang lebih!? Ayolah yang benar saja.] sebenarnya para priestes dari Guild fallen star sekarang sedang prustasi bahkan sangat frustasi.
Baaimana tidak sudah beberapa menit berlangsung tapi mereka belum melakukan apapun semua penyembuhan hanya di lakukan oleh satu orang, mereka jadi bertanya tanya untuk apa mereka datang bila hanya di suruh menonton saja, tentu yang bisa melakukan itu hanya satu orang saja.
Pertarungan semakin ganas di medan pertempuran, sihir adu pedang dan segalanya telah di lakukan. tapi bukan hanya orang yang di medan pertempuran yang mereasa heboh namun dunia jagat maya pun sedang heboh dengan pertarungan itu.
Forum IMS di internet dengan sengaja memperlihatkan perang antara dua guild itu secara streaming, karena ini adalah pertarungan antar guild pertama yang di lakukan, banyak yang penasaran bagaimana jalana pertempuran itu, namun apa yang di tampilkan jauh dauh dari ekspetasi mereka.
Tak hanya pertempuran ini seperti pertempuran kerajaan pada masa lalu, namun juga apa yang terjadi di dalam nya menjadi sangat menarik, semua orang berpikir ini adalah akhir dari guild Fallen Star, karena melihat jumlah dari pasukan mereka sangat tak seimbang dengan lawan mereka, hingga banyak yang berspekulasi bahwa guild Fallen Star akan kalah.
Namun hal itu hanya sebuah perkiraan, dari awal pertempuran yang memperihat kan seorang swordman membantai ratusan orang, sergapan yang di lakukan para assasin, dan tentu saja bentrokan antar pasukan setelah melihat itu banyak yang mulai menarik kembali kesimpulan mereka.
hanya dalam beberapa menit saja views yang menonton perang itu sudah sampai ke angka yang mengerikan, bahkan bukan hanya di jepang yang nota bene dua guild itu berasal namun di seluruh dunia mulai membicarakan hal tersebut.
Di antaranya banyak yang berkomentar tentang kekuatn dari masing masing komandan dari kedua belah pihak, yang paling jadi sorotan utama memang ada empat orang yaitu Luciel, Hime, Schwein, dan Vloid kekuatan yang mereka tampilkan benar benar di luar nalar, dengan kombinasi dari strategi dan kekuatan, mereka semua bisa menahan serangan dari guild lavindor yang jumlah pasukanya dua kali lipat dari guild Fallen star.
Dari sekian banyak scene yang di tampilkan yang jadi sorotan terbanyak jatuh pada priestes pada perang kali ini, banyak yang bertanya tanya apa dia itu benar benar memiliki job priest, hal itu di pertanyakan karen melihat cara Hime yang menyembuhkan lebih efisien dan lebih banyak dari priest biasa, hingga dengan kehadiranya saja, pasukan dari Guild Fallen Star menjadi lebih susah untuk di bunuh.
Pertarungan menjadi semakin larut ke arah kemenangan guild Fallen star walau jumlah pasukan mereka terus berkurang namun tak sebanyak Guild Lavindor, bukan berarti petinggi guild lavndor tak melakukan sesuatu, hanya saja semua strategi yang di lakukan oleh para komandan mereka selalu saja berhasil di patahkan oleh pasukan Fallen star, entah itu serangan balik bahkan mundur secara teraturpun sangat susah di lakukan.
Dan hal itu berimbas pada moral pasukan dari kedua belah pihak, pertempuran yang seperti sudah di atur dengan cermat oleh seseorang.
Namun saat ini penonton kembali melihat kejadian yang sangat menarik.
Di medan pertempuran lebih tepatnya di arah berkumpulnya komandan dan ketua Lavindor.
[Sita kau segera pergi selamatkan Luca, kita tak bisa membiarkanya terbunuh atau moral pasuan kita akan lebih buruk.] kata Gram di sela pertarungan melawan pasukan itu.
[baik aku pergi...] kata sita dia sodara kembar dari lita dan juga seorang light Knight, yang bisa di tingkatkan menjadi paladin atau sejenisnya.
Di saat sita telah pergi cukup jauh sekarang Gram sedang bersama dua orang wakilnya yaitu Lita, dan ungol, sedangkan sisanya saat ini sedang berpencar di berbagai arah untuk membantu pasukan lainya.
Di tempat pertarungan antara Luca dan Luciel, luca saat ini keadaanya semakin buruk, walau serangan yang dapat di pantulkan oleh Luciel tak memberinya damage berarti karen dia berelement api namun setelah itu dirinya semakin terpojok, bahkan hp dia hanya tersisa 35% saja, tentu berbanding terbalik dari luciel yang masih berada di kisaran angka 80% karena dia dengan konstan terus meminum potion yang membuat Luca heran Sebenarnya berapa banyak potion yang dia punya?
[waah sepertinya pertarungan ini semakin meriah, apa kita akhiri saja ini dengan cepat aku harus membantu yang lainya.] kata Luciel dengan nada mengejek Luca.
[hahaha kau terlalu sombong kawan, mungkin sekarang aku kalah namun lain kali aku pasti akan mengalahkan mu!] kata luca sambil melesat kearah Luciel.
Saat mereka berdua sudah berada dalam jangkauan pedang mereka, Luca langsung mencoba menebas Luciel, dan Luciel pun melakuan hal yang sama, tapi saat kedua pedang hampir bersentuhan pedang luciel tiba tiba menghilang bahkan sosok lucielnya pun menghilang.
[akan aku tunggu pembalasanmu...] tiba tiba luciel sudah ada di samping luca dan menebas leher dari luca yang membuat hpnya langsung turun keangka 0 pertarungan selesai luca telah mati.
[Luca!..] di saat Luciel hendak pergi untuk membantu kawan kawanya, tiba tiba terdengar teriakan seorang wanita, wajahnya seakan mengatakan ketidak percayaanya melihat badan dari Luca berubahmenjadi cahaya.
[Kau! Apa kau yan membunuh Luca!] kata wanita itu dengan emosi yang meledak saat melihat rekanya sudah mati di tangan Luciel.
[yah memang kenapa? Kau ingin membalaskan dendam pacarmu?] kata luciel dengan nada datar.
[di-dia bukan pacarku! Ka-akmi hanya dekat saja! Bu-bukan berarti aku su-suk at-au apa!] kata Sita tergagap gagap akan perkataan dari Luciel.
[are kenapa kau malah malu malu? Ahk sudah lah jadi apa yang akan kau lakukan?] kata luciel menanggapi wanita di hadapanya itu.
[ehem! Aku akan membalaskan dendam Luca bersiaplah.] kata Sita dengan mengarahkan pedangnya ke arah Luciel.
[oh membalaskan dendam pacar sungguh so sweet kalian berdua..] kata luciel mencuba menggoda wanita yang di hadapanya.
[bo-bodoh bukan itu maksud ku!] wanita itu berteriak dan langsung menerjang ke arah Luciel.
__ADS_1
To Be Continue.....