
Emejing itulah kata yag paling tepat untuk mengatakan keadaan chruch of Gaia sekarang bangunan yang sudah di perbaiki seutuhnya bahkan mungkin mengalami perubahan, kami tak menyangka meninggalkan gereja selama sebulan saja peningkatan nya sudah sebanyak ini apalagi kalau kami pergi selama empat bulan seperti rencana sebelumnya mungkin kami tak akan tau bahwa kami berada di Chruch of gaia.
[pope apa ini tak berlebihan? Aku takutnya akan ada serangan dari gereja lain?] Luciel.
[yah sebenarnya aku pun memikirkan hal yang sama, tapi lama kelamaan aku menjadi yakin bahwa gereja lain sudah tak memperdulikan kita, karena sampai saat ini belum ada pergerakan yang mencurigakan dari gereja lain untuk melemahkan kita.]
Kami sekarang sedang melihat lihat Cruch of gaia yang bisa di bilang tidak kami ketahui, bagaimana tidak saat kami keluar dari ruangan pope ang pertamakali kami lihat adalah ruangan besar dengan banyak ornamen yang menakjubkan, terlebih sekarang begitu banyak orang silih hilir mudik, seperti nya mereka adalah pendeta baru, sungguh luarbiasa baru di tinggal beberapa waktu perkembanganya sudah seekstrim ini, bagai mana bila kami tinggalkan dua tahun.
[tapi tetap saja kita tak bisa lengah, mungkin kita harus memperketat gereja ini secepatnya.] Luciel.
[benar nak Luciel aku sudah merekrut beberapa orang untuk menjadi paladin dan juga priestess, hingga sekarang cukup aman tidak akan ada yang berani secara terang terangan, aku pun sekaran sedang berusaha memperbaiki ekonomi dari gereja terlebih dahulu, bagai manapun kita akan kesusahan bila tak mempunyai uang.]
[apa ada hal bisa kami bantu?] Asuka.
[mungkin untuk sekarang tak ada, kami terlalu banyak berhutang budi pada kalian, biar aku saja yang urus mulai sekarang, dan untuk artefak yang kalian bawa juga akan sangat membantu mulai dari sekarang.] Pope.
[Jagan terlalu memikirkanya kami melakukan ini juga demi keuntungan kami jadi jangan terlalu merasa berhutang budi pope.] Graynard.
[kalian sungguh baik hati, semoga dewi gaia selalu menyertai kalian.] pope itu pun mengajak kami keluar yang kami lihat adalah bangunan yang sangat berbeda saat pertama kali kami lihat, dan kami menuju ruangan untuk menyimpan artefak disana pun ada artefak sebelumnya Milestone Strength.
Artefak yang kami bawa bernama luminous Miracle, bentuknya kaca besar tapi kegunaanya sebenarnya adalah barier tingkat tinggi yang bisa melindungi seluruh gereja, dan juga dapat memberi berkah atau buff pada pengikutnya, jadi bisa di bilang sekarang Cruch of gaia akan sangat aman dari para orang tak bertanggung jawab.
Tapi satu hal yang sangat di kritis dalam artefak ini yaitu artefak ini tidak akan aktif bila tidak ada artefak lain di dekatnya, jadi bisa di bilang bila tak ada Tablet Gaia maka artefak ini tidak akan bisa di aktifkan alias tidak berguna, tapi saat artefak ini bisa di gunakan maka pertahanan dari gereja akan meningkat drastis.
Setelah itu kami langsung bersantai di halaman gereja sunguh hari yang sangat melelahkan namun kami tak punya tujuan lagi setelah ini.
[jadi setelah ini kita akan melakukan apa?] kata Reik sambil memakan makanan yang tadi dia beli sebelum kami kembali ke sini.
[entah lah mungkin mencari keberadaan artefak yang lain, sambil menaikan kekuatan kita mungkin?] kata Luciel.
[tapi apa ada petunjuk tentang artefak yang lainya?] kata Schwein sambil menyeruput teh yang di bawa oleh salah satu pendeta yang mereka bahkan tak tau itu siapa.
[silahkan di minum tuan nona.] kata pendeta baru yang membawa nampan berisi teh dan cemilan.
[tak perlu terlalu canggung biasa saja.] kata Graynard.
[tidak tuan aku tidak bisa selacang itu pada penyelamat gereja...] kata pendeta itu dengan membungkuk.
[baiklah saya permisi dulu.] kata pendeta itu dengan cepat.
[eh? kenapa sih dengan mereka? bukanya mereka terlalu berlebihan.] Reik.
[sudahlah nak reik, mereka semua sudah mendengar bahwa kalian adalah penyelamat gereja ini dari keruntuhan hingga mereka sangat berterimakasih pada kalian,] kata sang pope dia dari tadi sebenarnya berbingcang dengan Luciel akan artefak yang lainya namun sang pope pun tak mengetahui dimana artefak yang lainya hingga dia akan membentuk tim investigasi akan keberadaan artefak yang lainya.
[oh iya, dua minggu yang lalu kalau gak salah ada beberapa petualang yang mencari kalian katanya mereka dari guild Fallen Star, kata mereka ingin menyewa jasa kalian.] pope.
[Fallen Star? Sepertinya aku pernah mendengar guild itu tapi di mana yah?] kata Graynard sambil mengingat sesuatu.
[mungkin kamu pernah mendengarnya karena fallen star adalah guild terkuat nomer tiga di seluruh midgard.] kata Vloid, aneh bagaimana dia bisa mengetahui segala informasi yang kami butuhkan?
[aku mencarinya di internet dan bukanya banyak stasiun tv yang memberitakan IMS, sebenarnya kalian itu tinggal di mana sih, gua? Sampai informasi sepele begitu pun tak tau.] Vloid.
[ohhh... eh? Tu-tunggu bagai mana kau tau apa yang sedangku pikirkan?] kata Luciel.
[ekspresimu terlalu mudah di baca luciel.] kata Schwein mengomentari.
[hah?] pelongoku.
[tapi kenapa mereka ingin menyewa kita bukanya mereka bisa menyewa tentara bayaran yang lebih menjanjikan dari pada kita?] kata Kurina sambil memakan cemilan, benarsih guild sebesar itu hanya meminta bantuan ke tujuh orang itu sangat mencurigakan menurutku juga.
[entahlah mungkin mereka tak punya pilihan lain? Atau mungkin mereka sengaja kerena ingin mengajak kita ke guild mereka nantinya, atau mereka ingin menjebak kita?] kata Vloid.
[mana mungkin guild sebesar itu tak mempunyai pilihan lain? Bila memang pun bukanya lebih banyak tentera bayaran yang lebih menjanjikan?, dari pada kita benar kan, Entah kenapa mengapa ini menjadi mencurigakan.] Reik.
[sudahlah jangan terlalu menghawatirkan yang tidak pasti, lebih baik kita memikirkan apa kita akan menerima permintaan mereka apa tidak?] tandas Graynard.
[mungkin kita harus menerimaya deh, lagian lumayan uangnya bisa untuk menambah kas gereja.] kata Asuka yang sedari tadi diam, sebenarnya asuka itu jarang sekali masuk obrolan dia hanya akan masuk ke obrolan bila di perlukan saja dasar gadis canggung.
[benar juga toh, sekarang kita tak punya agenda mungkin ini bisa mengisi kekosongan kita sebelum melanjutkan penjelajahan.] kata Luciel.
[bila begitu ini nomor yang di berikan oleh mereka namun aku tidak tau nomer apa ini.]
__ADS_1
kata si pope, saat Graynard melihat nomer itu ternyata itu nomer hp pantas saja pope tak mengetahuinya karena memang NPC tak mengetahui player itu apa, yang mereka tau para player atau mereka biasa menyebutnya petualang adalah bukan dari dunia mereka, dan juga mereka berpikir kami itu aneh karena saat kami di bunuh kami bisa hidup kembali.
Yah NPC itu punya pola pikir yang sama dengan manusia mungkin kejadianya akan sama bila bumi kedatangan manusia-manusia yang di bunuh hidup kembali mungkin kita pun akan merasa aneh bahkan takut kan? Begitulah kurang lebih pemikiran para NPC.
[Terimakasih pope, ini sangat berguna bagi kami.] kata Graynard.
[oke aku akan menghubungi mereka, tunggu sebentar.] lanjutnya.
Saat graynard menuliskan nomer kontak itu dalam hologram di depanya, sebenarnya STT kami bisa di sambungkan dengan beberapa alat elektronik, seperti handphone hingga kami bisa menelepon orang lain di dunia nyata, kami bisa saja menghubunginya memakai chat yang tersedia di game sih namun karena kami belum tau siapa yang mencari kami dan juga yang meminta bantuan belum masuk dalam friend list siapapun di party jadi kami tak bisa menghubunginya secara langsung.
Beberapa saat Graynard menunjukan wajah yang sangat rumit seperti menemukan hal yang janggal.
[teman teman nomer ini.... adalah nomer Suimei.] kata Graynard dengan memasang wajah heran.
Kami yang mendengar kata Suimei sungguh terkejut bagai mana tidak Suimei yang di sebut Graynard adalah wakil ketua osis di sekolah kami, dan juga cucu pemilik dojo pedang hitam.
[apa kau tak salah?] kata Schwein.
[mungkin mereka salah memberi nomer lebih baik kita langsung saja ke markas guild mereka jadi kita tau apa yang mereka inginkan.] kata Luciel.
[apa kau sungguh mengatakan itu? Mana mungkin sebegitunya jadi kebetulan!] kata Schwein dengan terheran heran mau bagaimana lagi dengan pertemuan tujuh orang ini saja bisa di bilang kebetulan yang sangat aneh, apalagi dengan di tambah petinggi guild papan atas adalah kenalan mereka.
[yah akan lebih mengherankan bila suimei-senpai adalah ketua guild nya kan.] balas Luciel.
[menurutku lebih baik kita tanyakan saja langsung padanya, sini mana nomernya.]
Saat asuka merebut nomer itu dari Graynard mereka terkejut akan apa yang akan di lakukan asuka, mereka tak menyangka asuka akan melakukan itu.
[permisi apa benar ini dengan petinggi guild Fallen Star?] kata asuka dalam telepon.
[yah benar saya Tingker, apa ini dengan seven heaven color?] mendengar bahwa benar suimei yang mereka kenal adalah salah satu petinggi guild profesional yang terkenal, mereka semua menunjukan wajah seperti “sudahlah aku tidak akan terkejut lagi.”
[ah ya benar, ketua kami ingin bicara sebentar apa anda punya waktu?] kata asuka.
[seharusnya saya yang mengatakan itu, aku sangat berterimakasih karea berkenan mendengarkan permintaan kami.] Tingker.
[jangan berterima kasih dulu, kami belum melakukan apa-apa.] kata asuka sambil menengok ke arah teman teman nya, dia menunjukan ekspresi “siapa yang akan berbicara?”, namun wajah teman temanya hanya menunjukan muka bodoh tak mengerti.
[ma-maaf bisakah kamu tu-tunggu sebentar sepertinya ketua kami sedang ada masalah sedikit.] kata asuka yang merasa sedikit gugup, dan langsung menekan tombol mute untuk mematikan mic, dan berbalik ke arah teman temanya.
[bukanya itu sudah pasti bukanya yang paling cocok jadi ketua itu Graynard, toh dia juga ketua osis kan.] kata Kurina dengan memasang wajah “memang siapa lagi?”
[tunggu bukanya yang lebih pantas itu si Luciel karena dia yang paling kuat di tim kita?] kata graynard.
[eh aku bukanya lebih pantas Vloid dia tau betul seluk beluk game ini, kalu kekuatan sih itu bukan acuan untuk memilih ketua.] kata Luciel.
[eh kenapa aku? Tuh si Reik saja bukanya dia lebih bisa di andalkan untuk soal negosiasi dan berhadapan degan orang lain?]
Mungkin kalau ada seseorang yang melihat kejadian ini mungkin mereka berpikir anak anak sd yang sedang pemilihan KM kelas, sungguh kekanak kanakan.
[hey jangan malah ribut sekarang lebih baik jawab dulu itu tuh... dia pasti sedang menunggu gak sopan loh.] kata Reik dengan santainya karena dia tau dia mana mungkin cocok jadi ketua.
[Graynard lebih baik kau yang menangani ini kau yang lebih tau sifat dari wakil ketua jadi mungkin lebih baik kau yang mengurus masalah ini.] kata Kurina yang tahu betul akan hal itu.
[haaaah baiklah] dan dengan tidak langsung ketua mereka sekarang adalah Graynard.
[maaf aku lama tadi ada sedikit masalah, aku Golden panggil saja begitu, maaf aku tak bisa mengatakan identitas asli kami, jadi ada apa gerangan hingga Fallen Star membutuhkan kami?] to the point dari Graynard.
[ah salam kenal namaku Tingker, aku hanya ingin menyewa kalian saat guild war dua minggu dari sekarang, apa kalian bisa?] kata tingker yang juga langsung ke intinya karena dia pun tak suka bertele-tele.
[oh? Tunggu guild war apa aku tak salah dengar?, apa kau serius? lagian kami hanya bertujuh! Mungkin nanti di war guild tak akan terlalu berpengaruh.] Graynard
bukan tanpa alasan Graynard mengatakan itu, Karena dia tau war guild sebesar guild Fallen Star bisa berlangsung dengan pluhan ribu orang apalagi kekuatan nya juga pasti di atas pemain biasanya, menyewa tentara bayaran yang mempunyai anggota lebih banyak lebih baik dari pada mereka, apalagi luciel dan kawan-kawan yang terbentuk dari sebatas rumor dan sensasi, hingga kekuatanya belum di ketahui secara pasti, apalagi dengan jumlah anggota dari tentara bayaran mereka yang hanya bertujuh itu makin aneh bila mereka meminta mereka untuk ikut war guild.
Tapi yang lebih penting dari yang di atas adalah kekuatan mereka, tidak ada yang tau kekuatan mereka bertujuh hanya dalam video berdurasi sedikit dan itu pun hanya Kurina yang beraksi hingga akan sulit bagi orang orang menebak seluruh kekuatan tim mereka.
Saat mereka menunggu jawaban tiba tiba tingker tertawa dengan lepas yang membuat mereka terheran “apa dia kerasukan?” itulah yang ada di dalam pikiran mereka.
[hahahahaha... maaf aku tidak kuat menahan tawa, apa kalian sungguh mengatakan hal itu? Coba aku tanya pada kalian apa ada tentara bayaran yang mampu membunuh lebih dari dua ratus orang hanya sendiran terus siapa yang menaklukan dungeon tersusah hanya dengan tujuh orang?]
Graynard gagal paham pada apa yang di katakan oleh Tingker, menurutnya guild sebesar Fallen Star pasti punya orang yang memiliki daya hancur yang kuat yang hampir sama dengan daya hancur yang di tunjukan di video mereka, kalau masalah dungeon bukanya mereka baru saja menyelesaikanya? dan itupun belum sampai dua jam mereka keluar bagaimana mereka bisa tau bahwa mereka bertujuh sudah menaklukan dungeon.
__ADS_1
Jalur informasi yang di miliki guild profesional memang menakjubkan.
[baiklah kami mengerti, jadi intinya kita harus membantu Fallen Star untuk memenangkan war guild, tapi sebelum itu lawan kalian siapa hingga kalian membutuhkan bantuan dari kami?]
[oh itu guild Lavindor, mereka yang mengajak kami dahulu untuk war guild.]
Info dari Vloid, lavindor bukanlah guild profesional seutuhnya, mereka baru menginjak guild first-class mereka belum masuk jajaran guild profesional, hingga membuat mereka semua semakin kebingungan dengan keadaan guild fallen star, bukanya mereka bisa menghancurkan guild itu dengan kekuatan mereka, karena dari segi kekuatan guild first class dan Profesional sangat jauh perbandinganya, apalagi dengan fallen star yang di gadang gadang sangat kuat dalam segi kekuatan per individunya.
[kalau begitu karena kalian menyetujuinya bagaimana bila kita bertemu untuk membicarakan kesepakatan kita bagaimana?]
[baiklah berikan saja alamatnya kami akan kesana.]
Graynard bermaksud untuk menemui mereka langsung untuk mencari informasi lebih falid terkait hal ini.
[baiklah kalian ada di enggardian?] kata tingker.
[tidak kami semua berada di avantaheim, jadi kita akan bertemu di mana?]
Setelah mendengar jawaban dari Graynard tentang lokasi mereka Tingker sebenarnya cukp terkejut mau bagaimana jarak antara avantaheim dan enggardian itu sangat jauh namun mereka sudah sampai di avantaheim dengan rentan waktu yang cepat tidak terlalu cepat menurut Tingker.
[a-aku berada di markas pusat tepatnya di kota Amoura, aku akan menyuruh orang untuk menjemput kalian.]
[ahk kalau itu tak usah, kami akan kesana besok atau lusa, kami baru sampai dari perjalanan yang jauh hari ini kami masih butuh istirahat, paling kami bisa bertemu besok? bagaimana bila jam sebelas siang hari, bagai mana bisa? ] kata Graynard
[eh?... bagai- ahh baiklah aku mengerti aku tunggu kedatangan kalian betujuh] tingker yang pada awalnya kebingungan, namun iya langsung ingat bahwa mereka mempunyai item teleport hingga mereka mungkin bisa kemana saja dengan cepat, itulah pikirnya.
Setelah Graynard menutup telepon mereka berdiskusi untuk menanggapi permintaan mereka, menurut Graynard permintaan mereka terlalu banyak hal yang terkesan sangat tidak biasa dari yang didengar.
[menurutku tak ada masalah, toh kalau memang dia Suimei-senpai dia tak akan melakukan hal yang bodoh atau yang bisa membahayakan kita.] kata Kurina menanggapi hal itu, namun Graynard menambahkan mungkin mereka akan menghadapi lebih dari 30 ribu pasukan, yang mana akan menjadi perang besar besaran.
[tapi memang aneh sih kalau di pikir, aku tak pernah mendengar Fallen Star mempunyai konflik dengan Luvindor, tapi yang lebih parah kenapa mereka berani mengambil keputusan untuk melakukan warguild dengan guild profesional yang bahkan guild profesional yang lain menghindari masalah dengan fallen star?]
Maksud Reik memang IMS sudah jalan tiga bulan dan pemain pun sudah hampir menyentuh angka 100 juta pemain aktif, tapi bukan berarti waktu ini cocok untuk melakukan warguild, karena hingga sekarang kebanyakan player masih berlevel 28-30an lebih, hanya sedikit pemain yang mempunyai level 40 ke atas, sedangkan pemain elit paling bisa menyentuh angka 130 dan itu elit dari yang terelit.
jangan samakan dengan para bedebah ini mungkin level dari para bedebah ini bisa di bilang ke kelompok yang sedikit kuat karena masing masing di antara mereka hanya menginjak angka 45 sampai 60 itupun karena mereka tidak main fulltime karena mereka pelajar, dan bila ada orang yang bertanya kenapa mereka bisa sangat kuat walau jam main mereka lebih sedikit dari pemain kuat yang lain itu karena,
pertama, hanya sedikit orang yang mau melakukan perburuan dengan monster yang jauh lebih kuat,karena kebanyakan pemain tidak ingin mengambil resiko karena saat mereka mati bukan hanya item yang jatuh tapi level mereka juga berkurang, menurut mereka itu terlalu beresiko hanya untuk menaikan beberapa level.
yang kedua status abnormal yang mereka miliki kesampingkan Luciel yang memiliki job special tier, namun yang jadi perhitungan adalah reik dan Kurina mereka berdua memiliki job biasa pada umumnya yang membuat pertumbuhan dari statusnya seharusnya sama dengan pemain lain, namun karena mereka selalu berhadapan dengan monster dan keadaan sulit hingga mereka mendapat beberapa title dan status fighting spirit yang tidak sedikit itu lah yang membuat mereka sedikit abnormal dari kebanyakan orang.
Dan yang terakhir adalah skill, ketujuh dari mereka mendapat skill yang tidak sedikit dari dalam dungeon hingga membuat urutan skill mereka sangat banyak apalagi mereka bertujuh mendapat skill fasif yang dapat membuat kenaikan status atau membantu mereka dalam bertarung, dan tanpa mreka sadari mereka menjadi orang yang sangat kuat bahkan di sejajarkan pemain profesional yang sungguh sungguh memainkan IMS.
Jadi intinya jangan samakan para monster ini dengan orang-orang normal di luar sana.
[kau kenapa Luciel?] Kurina.
[tak hanya aku merasa ada yang mengejeku deh.] Luciel.
[hah? Sudahlah mending kau buat flycard untuk kita... besok kita akan ke sana pagi pagi sekali, biar besok langsung berangkat.] kurina yang melihat temanya memperlihatkan wajah bermasalah sangat aneh, namun sebenarnya ia pun merasakan hal yang sama, sih.
[emh baiklah... tapi apa kita akan pergi kesana semua?] kata Luciel.
[yah sebaiknya kita semua kesana biar aku tak perlu menjelaskanya lagi.] kata Graynard sambil menghampiri Luciel.
Yah lanjut menerangkan tenteng guild tadi oke, sebenarnya yang paling kritis dari guild saat ini adalah pondasi guild mereka dan juga keuangan, kedua hal itu bukan hal yang mudah untuk di miliki satu guild bahkan untuk mendirikan guild thrid-class saja harus mengeluarkan dana hampir berjuta juta gold, apalagi kalau guild seperti Fallen Star, mungkin mereka hanya membuat lelucon yang tak lucu untuk diri mereka sendiri.
Dan kedua pondasi, kebanyakan dari guild sekarang belum benar-benar memiliki pondasi yang kuat, kebanyakan guild saat ini hanya meminta ijin menumpang mendirikan guild mereka pada kerajaan, dan belum tentu kerajaan tersebut menerima dengan baik keberadaan guild tersebut, hingga hanya ada beberapa guild yang sudah berkerja sama dengan kerajaan itu pun dengan berbagai macam rintangan, bila mereka melakukan tindakan yang bisa membuat pondasi mereka hancur itu akan membuat guild itu mengalami kerugian yang tak sedikit.
Guild Falen Star sendiri ber markas di kota amoura ibukota Flame Phoenix Empire dan juga guild Fallen Star adalah guild terkuat yang mendukung Flame Fhoenix empire yang enjadikan mereka memiliki pondasi yang cukup kuat sedangkan lavindor? Mereka bahkan belum memiliki kota yang di jadikan markas mereka mereka belum memiliki kerajaan yang benar benar mereka dukung yang menjadikan mereka sangat rapuh bila ada yang menyerang mereka, itulah yang menjadi keanehan yang dirasakan Graynard, mungkin itu akan terjawab besok saat mereka mendatangi Fallen Star.
.....
[ketua kenapa kau senyam seyum begitu apa ada yang membuatmu bahagia.] seorang yang tampak seperti pendekar pedang, dengan pedang katana yang tergantung di samping pinggangnya, sedang melihat ketuanya yang sedang mengecek berkas sambil senyam senyum sendiri.
[tidak hanya saja mereka akan datang Vina, mungkin sekarang guild kita akan terselamatkan.] kata Tingker.
[haaah ketua aku sungguh tak tau cara berpikir mu, bagai mana mungkin tujuh orang bisa membalikan keadaan kita sekarang itu mustahil.] kata Vina yang tidak mengerti dengan pikiran ketuanya sendiri.
[kau akan mengerti pada saatnya tiba.] kata Tingker dengan senyuman yang terlihat menyeramkan di mata Vina.
...... tobe continue
__ADS_1
Re:creator.
hallo reader begini sebenarnya chapter sebelumnya itu banyak revisi jadi maaf kalo ada yang ambigu ke depanya