
{pertarungan di mulai dari tiga... dua... satu... Battle Start!!!}
[Bersiaplah rubah tua! Aku tak akan segan denganmu!] kata Luciel sambil berlari ke arah Tingker dengan cepat.
[ara...ara..] di saat yang bersamaan Tingker mencabut pedangnya dari sarung, terlihat pedang milik Tingker yang panjang dan bentuknya hampir mirip dengan Rapier namun yang membedakanya rapier milik Tingker memiliki satu sisi yang tajam seperti katana namun setajam silet.
[pedang apa itu? Baru pertamakali aku melihat pedang seperti itu.]
Kurina yang masih belum bergerak memikirkan apa sebenarnya Job dari Tingker sekilas Tingker hanya seperti swordman yang memakai pedang rapier atau swordsinger job second-tier namun dia jadi merasa ragu akan hal itu, namun setelah melihat jenis senjata yang di bawa oleh Tingker membuat kurina memikirkan kemungkinan yang lain.
[Job special-Tier...] itu lah yang di pikirkan Kurina.
......
[ano aku mau bertanya senjata apa yang di pakai oleh ketua Tingker?] kata Asuka yang merasa asing dengan senjata yang Tingker punya.
[aku juga tak tau detail nya namun yang aku tau ketua memiliki Job Special-tier, dia memakai pedang yang sejenis raper namun memiliki ketajaman dan ketipisan pedang itu berbeda dengan rapier pada umumnya, bisa di bilang pedang ketua adalah penyatuan dari katana dan rapier, namun hanya itu yang aku tau selebihnya ketua tak ingin membicarakanya...] kata Vina menjelaskan, namun hal itu membuat Graynard dan yang lainya menaikan alisnya,.
....
Luciel yang telah melesat langsung memberi Tingker beberapa serangan beruntun yang sangat tajam, dia menusuk menebas dengan kecepatan yang konstan, namun Tingker hanya menghindar dan tak memberi serangan balasan.
[Sial, sepertinya dia menjadi lebih hebat, apa yang harusku lakukan sekarang?] gerutu Luciel di sela serangan nya, luciel hanya terus menyerang dan menyerang namun ia tahu bahwa itu sia sia, hingga dia menaikan kecepatan seranganya.
Tingker yang melihat kecepatan Luciel bertambah hanya tersenyum kecil, dan terus menghindar hingga saat Luciel terus menyerang Luciel tidak sengaja membuat celah, dan Tingker dengan santainya mengayunkan pedangnya secara vertikal, namun serangan itu ternyata hanya tipuan dari Luciel, tiba tiba kurina datang dari belakang dan menahan serangan dari Tingker, saat serangan Tingker terhenti Luciel tak menyia-nyiakan hal itu dia dengan cepat berutar dan menebas ke arah Tingker tepat pada lehernya, namun sedetik kemudian hal yang sangat mengejutkan terjadi.
Tingker yang tertebas oleh Luciel tiba tiba berubah menjadi kabut hitam seperti Reik saat melawan Dusties, melihat itu kurina dan luciel langsung saling membelakangi bersiap akan kedatangan dari Tingker.
Jleb!!
Tiba tiba Luciel menerima tusukan di arah pundaknya, bahkan Luciel tak sempat bereaksi dan langsung menjauh dari Tingker yang sedang tersenyum.
[jadi bagaimana apa kau sudah tau sesuatu?] tanya luciel ke kurina tanpa melihat kurina.
[aku sebenarnya tidak ingin mengatakan ini, tapi sayang nya aku tak tau apa-apa tapi satu hal yang pasti dia menjadi lebih kuat sekarang, dan lagi kenapa ia mempunyai skill yang sama dengan reik?] kata Kurina.
[tidak itu berbeda, dia tak memakai skill itu afterimage, kita hanya melihat bayangan dia dan sebenarnya dia memang sudah tidak ada disana sebelum kita menebasnya.] kata Luciel.
[ahk benar aku lupa memang itukan keahlian dia, sial ini pasti akan merepotkan....Luciel aku punya rencana tapi aku tak berpikir ini akan berhasil.] kata Kurina.
[oh apa rencananya?] kata Luciel semangat.
[serang dia dengan membabi buta!.] kata kurina dengan serius.
[g*b*** itu bukan rencana namanya!] teriak Luciel.
[memang kau punya rencana yang lebih bagus?] kurina.
[tidak!] teriak Luciel lagi.
[iya kan? Jadi?] kata Kurina.
[Serang!!!!] mereka kembali melesat, namun sekarang lebih cepat dari sebelumnya pada awalnya mereka berdua hanya ingin melihat kemampuan Tingker yang sekarang, karena mau bagaimanapun mereka sudah tak menghadapi Tingker lebih dari satu tahun pasti akan ada perbedaan dari segi kekuatan dan pergerakan dari yang mereka ingat dulu.
Yang menerjang terlebih dahulu adalah luciel, dengan cepat luciel langsung memberikan serangan secara diagonal dari bawah kanan ke arah atas kiri dari Luciel, hal itu hanya di sambut oleh senyum dari Tingker, dengan pergerakan yang efisien Tingker menghindari seluruh serangan dari Luciel dan Kurina dengan sangat tipis.
Waktu terus bergulir namun serangan dari Kurina maupun Luciel terus di hindari oleh Tingker yang membuat kedua orang itu semakin frustasi.
__ADS_1
...
[what the hell!? Apa apaan?] Graynard yang melihat pertarungan dari ketiganya tidak bisa menyembunyikan keterkejutanya, dia pada awalnya berpikir bahwa Tingker sangat gila untuk menantang mereka berdua sekaligus, namun hal yang lebih mengejutkan terjadi tepat di depan matanya.
Dua monster bekerjasama dengan kemampuan dan juga kecepatan yang bisa di bilang bukan kecepatan manusia biasa, bisa di hindari dengan santai oleh orang yang secara penampilan lemah lembut? Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa.
[apa sebenarnya yang sedang terjadi? Kenapa mereka bisa bergerak secepat dan selincah itu, dan kenapa ketua sangat santai menghadapi serangan mereka berdua!] yang mengatakan itu adalah Antita, dia sungguh melotot melihat pertarungan yang ada di depanya.
[bukanya dia ketua kalian? mengapa malah kau yang terkejut dengan kekuatan ketua mu sendiri?] kata Reik yang merasa heran dengan perkataan Antita, bagaimana mungkin wakil ketua nya sendiri tak tau dengan kekuatan ketuanya.
[mungkin kalian merasa heran dengan perkataan Antita namun sebenarnya kami pun tak tau dengan kekuatan ketua yang sebenarnya sampai saat ini hanya sedikit orang yang pernah melihat ketua bertarung, aku salah satu orang yang pernah melihat ketua bertarung namun se ingatku ketua tak sekuat ini.] perkataan dari Dusties membuat semuanya terdiam dan hanya melihat pertarungan antara mereka bertiga.
Tak hanya para SHC dan wakil ketua yang merasa takjub, semua yang melihat pertarungan mereka bertiga merasa takjub bahkan ada yang sampai tak bisa bernafas saat melihat pertarungan antar monster berbentuk manusia tersebut, kebanyakan dari anggota guild sebenarnya meremehkan Tingker menurut mereka Tingker menjadi ketua Guild karena dia yang paling bisa berpolitik di antara mereka, bukan karena kekuatan yang dia punya, “jangan melihat buku dari covernya” mungkin kiasan itu paling tepat untuk menggambarkan tiga orang yang sedang silih tebas itu.
Tidak ada suara apapun di sekitar lapangan pertarungan, hanya ada suara benturan besi dari tiga orang yang sedang bertarung dengan sengit, luciel yang sedari tadi terus melancarkan serangan sudah mulai lelah begitu juga kurina, mereka berdua terus melancarkan serangan dengan beruntun tanpa jeda namun serangan yang di hasilkan sangat minim, hp dari Tingker masih berada pada angka 75% dan dia belum melancarkan serangan yang berarti.
Sebenarnya dari ketiganya pun belum ada yang memakai skill penyerangan atau pun pertahanan, mereka hanya memakai seni beladiri murni, saat ketiganya bertarung luciel melancarkan tebasan diagonal dari kanan ke kiri secara horizontal dan membuat Tingker backlif ke belakang beberapa kali.
[ara.. sepertinya kalian sudah kelelahan, padahal kalian yang menyerangku tapi kalian yang kelelahan fufufu...] kata Tingker dengan tertawa yang di buat buat.
[entah kenapa bila kau yang mengatakanya serasa menjadi kalimat mesum.] kata kurina sambil ter engah engah, mereka berdua benar benar kehabisan cara untuk menyerang Tingker.
[tenanglah kurina, kita mungkin akan mendapat kesempatan bila kita bertahan.] kata Luciel yang sebenarnya keadaanya lebih parah dari pada Kurina karena di antara keduanya Luciel lah yang paling ganas menyerang Tingker.
[apa kalian sudah selesai berdiskusi? Sekarang giliranku untuk menyerang hihihi] Tingker yang sagat berwibawa dan cantik seakan berubah menjadi orang yang gila tarung menurut mereka yang mengenalnya, pembawaanya yang di perlihatkan dari tadi menjadi sedikit berbeda saat bertarung dengan duo monster itu.
Luciel dan Kurina bersiap akan benturan yang akan terjadi, mereka sangat tau bila mereka lengah sedikit saja mereka akan tamat hingga dari tadi keduanya tak pernah melepaskan pandangan mereka pada Tingker bahkan sesaat sebelum mereka bertarung.
Penonton melihat Tigker dengan tatapan terpana seakan tak percaya dengan pandangan yang di hadapan mereka bagaimana tidak, tingker dengan santainya berjalan mendekat ke arah Luciel dan Kurina, namun Luciel dan Kurina malah diam seakan menunggu Tingker mendekat saat jarak mereka semakin dekat Tingker memasukan pedangnya pada sarungnya seakan akan menyudahi pertempuran namun saat jarak mereka tiga meter, tiba tiba Tingker menghilang dan muncul di belakang mereka berdua, penonton merasa heran dengan apa yang terjadi namun pemandangan selanjutnya sungguh di luar nalar hp dari Kurina dan Luciel berkurang setidaknya 20-30%, mereka semua bertanya tanya apa yang di lakukan Tingker hingga bisa melukai mereka berdua.
Dengan serangan yang aneh tersebut beberapa menit kemudian luciel dan Kurina kalah dari Tingker, semua yang melihat pertarungan tersebut sangat terpana bahkan ada beberapa yang masih terperangah dengan kejadian tersebut, Tingker hanya tersenyum dan kembali bergabung dengan wakil ketuanya di ikuti oleh dua orang yang menunduk karena mereka baru sadar ada yang lebih monster daripada mereka berdua.
[kenapa sangat sepi begini? Ada apa dengan kalian?] tanya tingker dengan polos seakan tidak ada yang terjadi.
Saat mereka semua sadar sorakan terdengar bahkan ada yang bertepuk tangan tapi semua orang yang terlihat bahagia dan senang sebenarnya mengatakan hal yang sama di dalam hati mereka.
“aku tak boleh membuat ketua marah!”
[baiklah.. bagaimana, mereka bisa di andalkan bukan? Bila kalian ingin frotes aku tunggu kedatangan kalian.] dan tentu saja tak ada yang berani komplain setelah melihat pertarungan itu.
[sekarang aku akan mengenalkan mereka, pertama dia adalah Graynard dia yang akan memimpin perang kali ini] semua orang yang mendengar itu bertanya tanya kenapa yang memegang komando tertinggi bukan ketua malah orang itu?
[senang berjumpa dengan kalian, mungkin kalian ada yang tidak mengenal kami namun aku harap kalian bisa bekerja sama sebaik mungkin untuk memenangkan perang kali ini, namaku Graynard atau mungkin kalian mengenalkami dengan golden guardian.] saat graynard memperkenalkan namanya semua orang menjadi riuh akan bisikan, kerena sebagian besar mereka sudah mendengar desas desus tentang dungeon dhurga yang berhasil di taklukan oleh tujuh orang, yang mana bahkan guild terkuat saat ini the Maiden hanya bisa masuk sampai lantai 50 dengan kerugian yang tak sedikit.
[namaku vloid aku seorang spell caster, atau kalian bisa menyebutku Aquatic Sorow aku yang akan mengkomandani devisi penyihir.] Vloid memperkenalkan dirinya dengan malu malu, yang membuat banyak laki laki mesem-mesem gak jelas, aku peringatkan dia berbatang oke!
[Namaku Reik, aku seorang assasin, julukanku silver staber aku yang akan menjadi ketua devisi assasin.]
[namaku Kurina aku atau fire crusher, aku yang akan menjadi komandan dari batalion 1 aku harap kita bisa akrab.] kata kurina dengan agak formal.
[aku white priestes, kirihime kalian bisa menyebutku hime bila namaku terlalu panjang dan aku yan akan menangani devisi penyembuh, salam kenal.] kata hime memperkenalkan diri dengan elegant, wow dia benar benar meresapi peranya sebagai tuan putri hahaha.
[aku Green Sniper salamkenal.] kata schwein dengan datar.
[eh cuman itu ayolah perkenalkan namamu dengan benar..] Reik.
[maaaa! Iya iya namaku Schwein, devisi archer PUAS!! Aaaah himeeee aku mau ganti namaku huaaaaaa!!] oke kesampingkan rengekan dari shwein yang membuat orang jadi salah tingkah, mau tertawa takut dosa di tahan gak bisa serba salah.
__ADS_1
[namaku Luciel, aku tidak mengkomandani pasukan manapun tapi aku ada di garis depan, semoga kita bisa bekerja sama ke depanya.] walau dia mengatakan hal itu dengan panjang lebar namun ekspresi yang di berikan sangat datar itulah Luciel dia telah kembali menjadi orang yang dingin.
[yah begitulah perkenalanya cukup sampai di sini sekarang, aku ingin kalian bisa menerima mereka yang menjadi komandan dan bekerjasama dengan baik, aku yakin dengan ikatan kita kita bisa menghadapi semua rintangan yang menerpa guild Fallen Star!]
[[HAAAAA!]] semua berteriak dengan semangat karena empat hari lagi sebelum perang guild yang sudah di tentukan.
.....
Selesai dengan perkenalan dan pembahasan soal strategi yang akan di pakai saat perang nanti, walau strategi yang di berikan saat itu tak semua di bicarakan pada seluruh angota, kerena takutnya di antara anggota guild masih ada beberapa mata mata yang di kirim oleh guild Lavindor yang akan membuat seluruh rencana yang di susun akan berantakan.
Dan akhirnya seluruh orang yang hadir di pertemuan dadakan itu langsung kembali ke aktivitasnya masing masing.
[aku kira mereka orang orang yang sangat menakutkan.] kata salah satu orang di tribun lapangan.
[hah? Apa yang kau katakan... bisa membuat orang terdiam dengan hanya berdiri, dimana letak tak menakutkanya?] kata temanya di sebelahnya.
Semua orang yang mendengar perkataan orang itu hanya diam, karena mereka pun sebenarnya sependapat dengan dia namun juga tidak.
[bukan itu maksudku, aku kira wajah dan kepribadian meraka seperti rambo atau voldemort dalam herry potter] timpal orang itu lagi.
[iya sih...] saat orang orang sedang membicarakan anggota Seven Heaven Color, Luciel dan kawan kawan sekarang sudah kembali ke ruangan Tingker dan mempersiapkan hal yang akan di lakukan selanjutnya.
[Reik, Schwein, Vloid kalian bertiga beriaplah kita akan memberikan salam perkenalan pada Lavindor.] kata graynard saat di ruangan Tingker yang membuat Vina dan yang lainya menjadi bingung dengan perkataan Graynard.
[siap laksanakan!] Reik.
[aiyo kapten.] Vloid.
[tunggu yang menyerang kesana hanya kami bertiga? Aku kira Luciel atau Kurina akan ikut dalam penyerangan kali ini?] kata Schwein.
[aku pikir dengan kalian bertiga pun sudah lebih dari cukup untuk ucapan salam perkenalanya.] kata Graynard sambil menyeruput teh yang di sediakan di ruangan.
[Haaah baiklah..] Schwein akhirnya hanya diam menerima apa yan di tugaskan kepadanya.
[apa yang kalian sedang rencanakan?] kata Tingker dengan terheran-heran.
[yah tidak kami hanya ingin memperkenalkan diri kami pada guild lavindor, mereka sudah berani mengirim assasin dan berbuat licik kan?, bukannya kita harus memberikan hadiah juga pada mereka?] kata Luciel dengan menyeringai yang sangat mengerikan untuk orang yang pertamakali melihat nya.
[hey apa otak kalian bermasalah setelah memainkan game ini? Menyerang markas mereka hanya dengan 3 orang itu..] kata Antita dengan bingung juga ingin mengatakan apa.
[hahaha tenang kami tak akan menyerang mereka secara frontal kami hanya ingin menyusup untuk mendapatkan sesuatu dan juga sedikit info, agar perang ini akan menjadi menarik.] kali ini Graynard yang memberikan senyum iblisnya.
[haaah bagaimana semerdekanya kalian saja, tapi aku minta kalian tak melakukan hal yang ceroboh.] kata Tingker yang tau apapun yang di katakan olehnya tidak akan di dengar oleh mereka.
[[Roger~]] kata mereka berbarengan namun tak berteriak hanya dengan nada datar dan senyuman.
~to be continue
...
**mantemannnnn terimakasih telah baca tulisanku yang agak acak ini semoga kalian sukaaaaaa!
oiya jangan lupa pencet tombol like yah di bawah sama, tombol favorit, vote juga boleh, apalagi kalau di beri tif anjaaay, makin semangat nulisnya.
dan juga jangan lupa jaga diri kalaian walau vaksin sudah ada tapi kalian belum di suntik jadi tetep aja belum aman, hati hati yahhhh.
see you, Re:Creator**
__ADS_1