Immortal Slayer Online

Immortal Slayer Online
Chapter 6 seven heaven color


__ADS_3

Hari ini adalah hari senin, hari dimana memulai segalanya, menyambut hari dengan senyuman itulah namanya hidup.


Namaku rinabuki haku, aku orang jepang normal tanpa hal yang istimewa seperti indra, hobiku adalah kendo, namun sekarang aku lebih suka main game! yah game yang ku mainkan adalah ims atau immortal slayer online, hem tapi bukan aku sangat menyukai game dengan gendre begini sih, tapi karena aku bermain dengan sahabatku indra, setiap petualangan sangat menyenangkan bila bersama dia.


Aku sekarang ada di daerah midgard timur dan tengah untuk mengantar indra dalam misinya, sebenarnya kami tak berdua, ada teman teman ku yang lain yang aku bahkan tak menyangka akan berakhir begini tapi setiap petualngan memang lebih menyenangkan bila bersama teman haha.


Tapi aku tak sedang login melainkan aku pergi untuk sekolah karena kami sudah masuk sekolah mulai hari ini, emmh tapi kok kayak ada yang salah yah?


[ahhk kenapa aku ke jalan ini, ini kan jalan memutar aduuh aku harus cepat cepat kalo tidak aku akan telat.]


Setelah itu haku pun melesat dengan kecepatan cahaya, dalam khayalanya.


....


[ahk untung aku tak terlambat...haaaah]


[memang kenapa kau sampai kesiangan? Belum move on?]


[indra kumohon aku masih cape jangan ngajak bercanda dulu..]


[ohh oke baiklah.]


Itu lah temanku indra dia kalau di sekolah sangat pendiam seperti es yang ada di antartika, namun kalau kita sedang tidak ada di sekolah atau di midgard dia akan jadi periang bagai orang yang berbeda aneh tapi nyata.


[ hey hey kalian tau gak video ini, lihat.]


[ohhh apa dari sorang proplayer?.]


[yah aku pun tak tau, tapi yang ku tau video ini direkan di enggardian]


Anak anak perempuan lagi ngomongin apa? Kok kayak pamiliar apa tadi enggardian bukanya itu kota tempatku dan indra pertamakali login.


[yah saat itu orang ini nyelamatin cewek yang lagi di godain sama orang-orang ini.]


[wahh keren banget, tapi kok wajahnya seperti familiar yah.]


Gubrak!


[eh kenapa tuh pangeran?.]


Melihat indra terjatuh mereka semua langsung menatap indra tapi orang yang di maksud hanya duduk kembali dan baca buku namun sekarang bukunya di dekatkan dengan wajahnya.


[indra sepertinya kau sebentar lagi jadi terkenal.]


[diam kau haku, jangan keras keras.]


Para perempuan itu pun melanjutkan percakapanya.


[hey chika apa kau tau siapa nama yang ada di video itu?]


[tidak tapi yang dari komentar sih mereka menyebut dia darkswordman karena pakaianya serba hitam dan menutupi seluruh tubuhnya.


[bruuufff ....] aku tak bisa menahan senyumku hahaha apanya yang darkswordman hahaha julukan yang payah hahahaha.


[sialan lihat saja kau haku.] kata indra dengan menatapku dengan sinis.


[maaf maaf aku hanya tak menyangka kau akan di beri julukan yang aneh hihihi]


[sialan...] setelah itu indra hanya memfokuskan diri ke buku namun perkataan para perempuanitu sangat membuatku terkejut.


[dan ada lagi video yang memperlihatkan dia lagi namun, sekarang dia sedang berparty dengan kawanya.] chika


[ehhh coba ku lihat.] hibe


[tunggu mereka melawan begitu banyaknya metalbeard bagai mana mungkin!?.] ruri


[wah mereka hebat, lihat begitu mudahnya mereka melawan kawanan itu, apa mereka menang?] hibe.


[yah yang mengejutkan adalah mereka berhasil mengalahkan semuanya! bukanya itu sangat hebat, tujuh orang melawan kawanan metal beard bukanya itu hebat biasanya satu metal beard saja harus di bunuh beberapa orang yang mempunyai level cukup besar, bahkan ada rumor bahwa mereka saat ini adalah party terkuat saat ini.] chika.


[waaah aku jadi penasaran mereka itu siapa.]


Brak! Pintu tiba tiba di buka dan asuka dan mitsuki seperti sudah berlari dua kilometer, namun wajah mereka menunjukan wajah serius.


[indra, haku ikuti kami, rapat mendadak!] kata ketua kelas.


[ba-baik ayo indra.]


[yeah..]


Aku dan indra pun berjalan di belakang mereka berdua.


Sedangkan di kelas setelah melihat kejadian itu.


[hei bukanya mereka beberapa waktu ini sering bersama? Apa memang mereka sedekat itu sebelumnya?]


[entah lah tapi yang pasti kombinasi mereka sangat cocok, pangeran musim dingin, pangeran musim semi, bidadari sekolah, putri sadis., bukanya kombinasi mereka sangat unik.]


[yah benar...] setelah itu terjadi keributan tentang apa yang tejadi di antara mereka berempat.


.........


Di ruang osis yang di isi oleh tujuh orang yang bukan anggota osis, mereka bertujuh menunjukan muka yang serius tak ada yang membuka suara dahulu sehingga.


[jadi sekarang siapa pelakunya..] kata matoba yang berwajah serius.


[ma- maaf aku tak menyangka video yang ku upload akan jadi se viral ini.] kata gin menunduk dengan merasa bersalah.


[na... na... gin tak perlu meminta maaf, matoba hanya bercanda kok.] kata asuka menenangkan dan semuanya melihat matoba dengan mata yang menyeramkan.


[ma-hahaha aku hanya bercanda gin hahaha] kata matoba.


[yah tak apa-apa sih toh di dalam video itu wajah kita tak terlihat karena full armour yang kita pakai.] kata indra menengahi.


[tidak wajahku terlihat sangat jelas di video itu.] kata mitsuki sambil gugup karena hal itu.


[tenang mitsuki, kau tak akan di kenali kok aku jamin.] kata matoba dengan senyam-senyum akan sesuatu.


[eh serius? Syukurlah...] semuanya hanya diam tak menanggapi mitsuki lagi dalam hati mereka menanyakan mengapa bisa penampilan mitsuki bisa sangat berbeda di ims, kalau di ims mitsuki itu bagaikan putri orang kaya, tapi di sekolah dia berpenampilan culun berkacamata tebal hingga, saat pertamakali haku dan indra bertemu di ims mereka sama sekali tak mengenali mitsuki.


[sudah lah... toh ini pun bukan pertama kali.]


[eh kalian memang nya pernah memvideokan pertarungan kalian?]


[tidak, saat itu sedikit berbeda kami saat itu tak sengaja di rekam oleh salah satu siswa disini saat memusnahkan sarang goblin.] kata graynard dengan tenang seolah tak terganggu dengan apapun.


[eh video itu juga kalian?]

__ADS_1


[yah untung saat itu juga muka kita tak terlihat jelas jadi aman.] kata ku sambil menyeruput teh yang kusediakan tadi sebelum diskusi.


[tapi apa kita akan begini terus? Jika terus seperti ini lambat laun kita akan terkenal dan orang merepotkan pasti berdatangan.] kita memang sudah memperkirakan hal ini di jauh hari, namun kehawatiran mitsuki mungkin akan terjadi bila kami tak bergerak.


[emm aku juga berpendapat sama dengan mitsuki, kalau kita hanya diam, lambat laun kita akan di kejar-kejar guild besar, kecuali kalau kalian memang ingin masuk guild sih.] kata ketua mengutarakan pendapatnya.


[yah tapi kita harus bagaimana agar hal ini tak terjadi?] kata indra dengan datar, dasar sok cool tapi memang begitu sih kelakuanya kalo di sekolah.


[menurutku sebaiknya kita tidak bersembunyi atau berusaha tak terlihat bagai manapun kita terlalu mencolok hingga bila kita ingin merahasiakan ini akan menjadi tugas yang mustahil.]


[maksud mu gin?] asuka.


[begini bukanya kalian merahasiakan kemampuan kalian karena tak ingin orang merepotkan mengganggu kalian seperti guild itu kan?]


[yah memang benar terus apa hubungan nya.] kata mitsuki karena bingung apa yang di maksud gin.


[yah menuutku daripada kita terus bersembunyi lebih baik kita menunjukan diri dan kita menyatakan bahwa kita tak ingin di ganggu siapa pun, mungkin.]


[menurutku penjelasan dari gin bagus tapi kita tak bisa sepolos itu mengatakan kita tak ingin masuk guild, bisa bisa kita di sebut sombong dan malah jadi lebih merepotkan nantinya.] kata indra, eh gak biasanya dia mengatakan hal yang benar.


[emmmh bagaimana kalau begini....] kata ketua graynard sambil mengambil kertas di hadapanya.


[Setuju!] matoba setengah berteriak.


[belum ***! ketua juga belum bicara apa apa.] kata ku dengan menjitak kepala matoba.


[adck sakit woi kenapa di jitak!]


[udah dengerin dulu waktu nih waktu!] kata mitsuki menengahi.


[jadi begini bagaimana kalau kita memperkenalkan diri sebagai tentara bayaran. Dengan begitu tak akan ada guild yang merekrut kita tapi dengan begini kita harus menerima beberapa tawaran dari guild bila ada yang ingin menyewa jasa kita.]


[tapi ketua memangnya bakal ada yang percaya toh kita cuman bertujuh.]


[ tak asuka kekuatan kalian itu melebihi kekuatan pasukan elite guild, mungkin kalian sama kuatnya dengan tujuh ketua guild jadi mungkin guild profesional akan mempercayainya, tapi gimana kalau ada guild merepotkan yang ingin menyewa kita?] pernyataan dan pertanyaan gin membuat mereka berpikir kembali.


[kalau itu... sebaiknya kita hanya menerima permintaan dari guild yang bisa di percaya saja mudahkan?] kata ketua melanjutkan.


[tunggu bukanya kalau kita mau menjadi tentara bayaran harus memiliki nama kelompok?] kata gin yang sama sekali tak menyambung dengan pembicaraan sebelumnya.


[yah itu tinggal buat aja, gitu aja kok repot.] kata matoba dengan nada mengejek.


[malah itu titik masalahnya, coba kau berikan nama apa kelompok ini?] kata gin melanjutkan.


[emmmh coba ku pikirkan... firebuster!] matoba.


[[di tolak!]] kata mereka berbarengan.


[huuuuh... tuh kan apa yang ku bilang.] kata gin.


[emh bagaimana kalau seven heaven color, toh aku sudah punya julukan darkswordman....] kata indra nyeletuk tapi membuat semua orang menahan tawa karena perkataan indra.


[eh apa yang lucu?] lanjutnya.


[tak hanya saja aku tak menyangka kau akan menerima gelar mu itu.]haku.


[sudah mengejeknya? Jadi bagaimana?] kata indra dengan memasang wajah datar.


[baiklah bila semua setuju kita akan pakai nama itu.] kata ketua dengan tenang.


[[eh?]]kata mereka bersamaan dengan memasang muka penuh tanda tanya.


[yah benar julukan kalian memang kalian ingin ngumbar nama asli kalian? Jadi setidaknya kita bisa bergerak bebas karena tak ada yang tau nama asli kita kan?] mereka semua memasang wajah bermasalah namun perkataan indra memang benar hingga mereka semua merasa bermasalah.


[sudahlah kalian terima saja, kita tak punya banyak waktu lagi,] lanjutnya dengan senyum penuh kemenangan.


[haah sudahlah untuk nama julukan nanti ku pikirkan yang terbaik.] kata ketua dengan membawa tulisan yang tadi ditulis sebagai berkas biar tak lupa akan tadi yang di bicarakan.


Setelah itu bell berbunyi dan kami masuk ke kelas kami masing-masing.


......


[woooh jadi ini yang namanya avantaheim, besar sekali dan ramai!] tidak biasanya hime sangat bersemangat karena biasanya dia kalem imut dan ramah jadi heboh begini membuat seluruh party tersenyum akan tingkah laku hime.


[tenanglah hime nanti kau tersesat loh..] kata schwein dengan menggenggam tangan hime yang membuat hime jadi malu akan tingkahnya barusan.


[kau sangat bersemangat yah hari ini.] kata reik dengan tangan di belakang kepala.


[yah tidak biasanya melihat hime se heboh itu] kata ketua dengan santai..


[oh iyah,greja gaia memang berada di mana luciel?] kata kurina sambil memakan yakitori yang dia beli di jalan tadi.


Memang dari tadi kita ber keliling tapi kami tak menemukan chruch of gaia namun yang ku tau chruch of gaia memang ada di avantaheim, mungkin aku harus bertanya ke npc kali yah..


[tidak tau aku akan bertanya dulu kalian istirahat lah dulu...]


Setelah bertanya kesana kemari aku bertanya, tapi tak satupun ada yang tau letak chruch of gaia bahkan ada yang tak tau apa itu chruch of gaia.


[haaa.... kenapa itu grejanya sangat susah di temukan?] keluh luciel sesaat sesudah dia bertanya pada npc sekitar.


[akkh namun aku tak bisa menyerah, kalau tidak si kakek nanti akan gentayangan menghantui aku.]


Dengan begitu luciel bermaksud melanjutkan pencarian namun langkahnya terhenti karena mendapat pesan dari reik,


[luciel kami menemukan chruch of gaia]


Luciel sangat terkejut namun dia langsung menanyakan lokasinya dan berlari secepat mungkin ke tempat yang di tuju.


Setelah sampai luciel terkejut bukan main karena gereja yang di maksud sangat tak mencerminkan gereja itu lebih seperti bangunan yang hampir roboh dan sangat tua, dengan perasaan campur aduk luciel menanyakan kebenaran akan hal ini namun, reik mengatakan dia tau pun dari npc yang lewat saat mereka berjalan jalan di area ini.


[ba-baiklah mending kita konfirasi kebenaranya saja, ayo]


Merekapun menuju ke pintu gereja dan mengetuknya, sesaat setelahnya ada seorang perempuan berpakian pendeta membukakan pintu dia telihat sangat terkejut dan menanyakan maksud tujuan mereka,


[ad-ada yang bisa saya bantu?] dia terlihat sangat ketakutan karena bertemu tujuh petualang sekaligus ke grejanya tersebut.


[ begini nona kami mau, mencari pope of gaia, apa dia ada?]


Kata dari luciel membuat mata sang pendeta langsung melotot dia langsung menyuruh mereka masuk dan duduk dan segera mencari pope of gaia tersebut.


Ternyata sang pope sekarang sedang berkebun, kalian menanyakan kenapa seorang pope berkebun satu alasanya mereka sangat miskin, yang aku lihat greja ini sangat bobrok luar dalam tapi greja ini juga merawat anak yatim, hingga aku sangat kasian dengan mereka.


[sepertinya kita tau sekarang uang dari tentara bayaran harus kemanakan.] seketika setelah graynard mengatakan itu semua orang langsung mengangguk menunjukan persetujuan.


[ahhk selamat datang , maaf bila aku masih berpakaian seperti ini, ada yang bisa saya bantu?] kata kakek 60 tahunan namun dia memancarkan aura kebijaksanaan namun sangat ramah?.


[ahk kami ke sini ingin menyerahkan surat ini.] kata luciel dan langsung di buka oleh sang pope,

__ADS_1


[ini surat dari igrid berarti dia telah menemukanya...] kata sang pope tak bisa menahan air matanya mereka semua tak ada yang dapat bereaksi bahkan sang pendeta hanya mematung tak mengerti apa yang terjadi.


[nak apa kau yang menerima surat ini langsung dari igrid?]


[iya benar aku di suruh langsung oleh kakek igrid untuk menyerahkanya padamu.]


[terus dimana dia?] saat sang pope itu menanyakan nya aku tak bisa suara seakan suaraku di ambil dari kerongkonganku, sangat susah mengatakan kebenaranya.


[hey nak kenapa kau diam? Dia baik baik saja kan?]


[maaf... tapi dia sudah tiada...] kata ku yang sangat pedih, semua orang yang melihat itu terkejut, kecuali kurina karena aku telah menceritakanya kepada kurina.


Sang pope itu yang pada awalnya tersenyum langsung menunjukan wajah sedih yang tidak bisa di gambarkan dia seperti mendapat sebuah sambaran petir pada siang hari.


Dia menangis dengan tersedu sedu, mungkin agak mengelikan saat melihat kakek kakek menangis dengan haru, namun aku tau bahwa tangisan lara itu bukan tangisan yang sederhana seperti kita di tinggal oleh orang yang kita sayang namun terkesan ada sedikit penyesalan, dan perasaan yang lain yang aku tak tau apa itu.


Setelah beberapa menit akhirnya sang pope telah tenang dan mengajak kami megobrol terutama padaku karena aku yang tau saat saat terakhir igrid itu.


[oh jadi kau mewarisi job dari igrid yah... berarti dia sangat percaya terhadapmu, aku sangat berterimakasih telah mengirim surat ini, mungkin dengan surat ini kami bisa bangkit walau tak akan sekuat seperti dulu..]


[memang apa isi surat itu sehingga bisa memperbaiki keadaan gereja ini, dan kenapa gereja ini sangat terpuruk begini.] kata graynard yang penasaran akan keadaan gereja ini sekarang.


[sebenarnya isi surat ini adalah lokasi dari salah satu artefak gaia dari gereja kami.]


[artefak apa itu?] kata reik dengan penasaran.


[artefak adalah barang pusaka milik gereja dan hanya bisa di gunakan oleh gereja, gereja ini dulu punya banyak pengikut, namun sekitar seratus tahun yang lalu gereja ini di serang oleh organisasi kegelapan yang mengikuti dewa loki mereka biasa di sebut mytic darkness of loki yang bertujuan membuat ragnarok, kehancuran dunia.]


[tunggu ragnarok? Apa ada orang gila yang menginginkan itu?]


[sayangnya iya, tapi saat itu kami bisa menahan serangan itu, tapi kerusakan yang kami dapat pun bukan sedikit setidaknya empat dari lima artefak telah hilang entah di curi atau di sembunyikan oleh kelompok mereka.]


[berarti sekarang gereja ini setidaknya punya satu artefak kan tapi kenapa keadaanya begini?]


[itu karena artefak terakhir tidak membantu dalam pertempuran dan juga banyak gereja lain yang menekan perkembangan gereja kami karena tak suka terhadap kekuatan dari dewi gaia.]


[haaah kenapa begitu?] hime.


[hahaha mereka mungkin takut atau pun iri terhadap kami yang dulu, jadi begini lah sekarang...] aku tau dalam tawa itu ada sedikit kemarahan di dalamya.


[jadi artefak terakhir itu apa?] kata kurina yang sedari tadi entah sedang menulis apa di dalam hologramnya.


[artefak yang tersisa adalah tablet gaia, tablet itu bisa memberi job khusus dari gaia pada pengikutnya,]


[eh bukanya dengan itu gereja ini bisa mencari pengikut baru ya?] kata reik.


[tak sederhana itu reik kau mendengarnya tadi kan gereja yang lain menekan perkembangan dari gereja ini berarti segala gerak gerik pasti terbatas, termasuk pencarian pengikut pasti akan sangat sulit bila terus seperti ini,]


kata ku namun aku sangat heran bila gereja ini bisa di buat seperti ini berarti gereja yang menekan tak hanya satu atau gereja itu sangat kuat hingga bisa mengikat satu gereja yang dahulunya mempunyai reputasi tinggi sampai seperti ini.


[iya benar nak luciel, sudahlah yang harus ku fokuskan saat ini bagaimana membawa artefak yang sudah di cari susah payah oleh sahabatku ini.]


[oh soal itu biar kami saja yang membawa artefak itu, tapi sebelum itu..] kata ku yang langsung membuka market player. Yang isinya segala sesuatu yang di jual oleh player.


[eh kalian mau membantu? Tapi..]


[ah sudahlah.... biar kami saja yang urus, jadi apa yang akan kita lakukan?]


kata graynard dengan menayakan padaku, aku hanya mengatakan untuk menunggu sebentar sambil mengutak ngatik market ku itu, apa yang ku lakukan? Tentu saja menjual potion dan perlengkapan yang kami dapat selama perjalanan kesini,


mungkin untuk armour hanya untuk menambah lapakku supaya terihat daganganya banyak, bagaimana pun semua armor itu kebanyakan mahal jadi mungkin akan sedikit orang yang mau beli kecuali sultan tentunya, dan sekarang aku sebenarnya menargetkan para guild yang mempunyai duit banyak.


potion ku sekarang melebihi dua ribu potion, haha banyak kan! aku terus membuat potion di perjalanan, namun pemakaianya sangat jarang jadi numpuk deh di invetory ku walau aku juga sudah memberinya ke partyku sebagian namun tetap saja bila terlalu banyak juga.


Yang aku jual adalah potion I dan potion II karena skill potion marker ku telah lumayan tinggi seharusnya aku bisa membuat beberapa potion III, tapi bila aku sekonyong konyong menawarkan potion III bisa bisa jadi heboh karena belum ada player yang bisa membuat potion III bahkan potion II pun masih sangat jarang, tapi bila ku hanya menawarkan potion I dan II mugkin orang orang akan menganggapku memonopoli barang, jadi yah begitulah.


[hey luciel, sebenarnya sedang apa kau ini?] kata reik karena penasaran dari tadi aku hanya menatap layar holo ku.


[hehe hehe huahahahahaha!!!!] aku yang melihat holoku karena senang plus takjub kelepasan tertawa terbahak bahak.


[ap-apa dia kerasukan?] kata graynard dengan memasang wajah ketakutan.


[hey nona pendeta, bisa kau melapalkan trun undead bersamaku?] kata hime dengan gelisah.


[hey, hey, lihatlah kekuatan ku!] kata ku dan mereka semua waspada terhadap apa yang akan kulakukan, dan aku menekan tombol di dalam holo ku, seketika di atas meja berjatuhan banyak sekali uang gold sampai berserakan di lantai dan luciel kembali tertawa.


[ap-apa dari mana kau mendapat uang sebayak ini luciel?] kata kurina dengan wajah kaget.


[apa kau merampok? Apa kau ngebajak sistem? Hey apa yang kau lakukan?] kata gin dengan terheran heran dengan apa yang ada di hadapanya.


[tenanglah aku hanya menjual beberapa barang di invetory ku, tapi yang paling laku sih potion. Padahal aku meletakan 2000 potion tapi semua abis tak tersisa walau baru lima menit. hehehe]


Mendengar apa yang di katakan luciel membuat mulut mereka ternganga, bukan hanya jumlah dari potion itu namun betapa cepatnya barang itu laku.


[mungkin aku harus sering sering membuat potion, hahahaha] mereka semua menggelengkan kepala mereka tentunya kecuali sang pope dia hanya memandang luciel dengan kagum dia tidak berpikir pemuda di hadapanya bisa membuat sesuatu hal yang gila.


[igrid kau memang... bisa bisanya kau menemukan anak menakjubkan ini, di akhir hayatmu]


[kakek kau bisa memakai uang ini untuk memperbaiki gereja ini dan juga kau bisa membeli beberapa ternak agar anak-anak di sini menjaganya, dan tentu saja makanan!] kataku dengan semangat.


[tapi kakek jangan terlalu berlebihan, kalau memang gereja ini masih di awasi mungkin mereka akan mencari masalah bila tiba tiba gereja ini bangkit, jadi menurutku kita harus sedikit demi sedikit memperbaiki keadaan sekarang, dan secara diam-diam dahulu, saat kekuatan kita sudah cukup, baru kita bisa muncul ke permukaan, dan melibas mereka!] kata kurina dengan wajah serius ahk aku tau apa yang akan terjadi bila dia memperlihatkan wajah begitu.


[tapi saat ini yang paling penting kakek apa kau tau gereja mana saja yang berusaha melumpuhkan gereja ini?] lanjutnya.


[itu sebenarnya yang menekan kami hanya satu gereja yaitu cruch of zeus, mereka dari dahulu memang selalu mencari masalah dengan gereja ini.] kata pope dengan wajah yang menahan kesal namun dia sadar akan sesuatu.


[tapi memang apa yang akan kau lakukan?] lanjutnya.


[tidak aku hanya mau tahu mungkin akan ada kesempatan buat membalas perlakuan mereka.] kata kurina denan senyum menyeramkan yah dia kalau sedang kesal atau marah akan sangat merepotkan dia bisa saja menghancurkan gereja itu bila dia ingin.


[tu-tunggu! Akan bahaya bila kalian menyerang mereka, kekuatan mereka sekarang telah sangat besar dan juga tersebar di seluruh midgard, bila kalian sembrono kalian akan jadi kesulitan.] tiba tiba pendeta itu berbicara, padahal dari tadi dia diam..


[tenang nona itu tak akan terjadi sekarang, namun aku jamin bila ada kesempatan di masa depan.....] kata kurina menenangkan pendeta itu.


Setelah itu kami tak langsung pergi dan membawa artefak tapi kami memutuskan untuk membantu dahulu di gereja karena aku yakin gereja ini membutuhkan bantuan dari kami.


......


To be continue.


...Hai hai haiiiiii kawan kawan apa kalian sehat? Semoga kalian sehat amiiin


...


...Seru gak chapter ini? Komen yah dan juga jangan lupa berikan sentuhan terakhir pada bintang yang di bawah semoga hari kalian menyenangkan.


...

__ADS_1


__ADS_2