
Hampir menyentuh delapan jam telah berlalu perang antara guild Fallen Star dan Lavindor, namun perang itu tak juga menemukan titik terang, yang mana semakin lama semakin tak terduga arah perang ini akan berjalan kearah mana.
Penonton pun di buat takjub walau perang ini sudah memakan waktu yang tak sedikit namun penonton di website resmi IMS malah semakin banyak peminatnya, bahkan sekarang penonton sudah menginjak 14 juta views di seluruh dunia, tidak hanya sampai disitu bahkan sekarang seluruh pemain pro dari guild terkenal mulai berkomentar satu sama lain, yang membuat mereka pun sedikit menjadi sorotan seperti pemain terkuat saat ini Jack, dia merasa penasara akan kekuatan dari Luciel, yang bergitu mudahnya melawan Luca, dia menjadi penasaran apa dia lebih kuat atau lebih lemah dari Luciel.
Sontak setelah komentar itu dikirim banyak yang ikut berkomentar salah satunya adalah Alice wakil ketua guild blood rose, itu ikut berkomentar dan di ikuti oleh pemain pro lainya.
Alice: emh aku menjadi tertarik pada swordman yang mengalahkan pengguna api itu.
Rick : nona alice dari pada kau tertarik pada orang yang tak di kenal mending jalan jalan sama abang rick yang ganteng ini!!!
Qiu: hey Rick apa guild Sun Palace sudah ingin rata dengan tanah.
Rick: apa maksudmu! Apa kau ingin aku hajar Qiu!
Bintang: hohoho sepertinya perang ini semakin meriah.
Qiu: bintang kau jangan ikut campur.
Bintang: are? Aku hanya berkomentar apa salahku?
Joker: cangcimen! cangcimen!
Marus: hey joker apa kau kurang kerjaan apa?
Joker: hehehe tenang marius, jangan di bawa serius santai aja kali.
Bintang: woy joker bayar utang.
Joker: heee kapan aku berhutang pada mu kampret!
Rick : malah nagih utang lagi nih anak, wey dari pada nyampah gak jelas disini mending kalian urus tuh guild kalian!
Marus: kau juga sama rick, apa segitu tak punya kegiatan? Malah nonton orang lain perang.
Jack : hooo marus kau mengatakan begitu padahal kau juga sama halnya seperti kami.
Alice: bisakah kalian diam?
Setelah komentar alice yang seperti orang yang marah semua ketua dan petinggi guild papan atas itu langsung diam, pepatah mengatakan “cewek sangat menakutkan saat dapet!” mungkin pepatah itu sangat mutlak benar.
.......
Dengan arahan dari kedua belah pihak, guild Fallen Star yang sedari awal mengambil momentum untuk menyerang, sekarang sedikit demi sedikit mulai menurunkan tempo serangan, pada awalnya itu tak terlalu terasa namun lama kelamaan, hal itu semakin terlihat jelas, entah apa alasanya? Namun satu hal yang pasti perang ini sudah memasuki pertempuran terakhir.
Di salah satu daerah pertempuran, ada seorang assasin yang bergerak sangat cepat ke arah salah satu orang dari guild fallen star, dan tanpa ada ba bi bu dia langsung menebas kearah leher wanita yang kita kenal dengan nama Vina.
Trang!!!
Namun serangan itu berhasil di tahan oleh vina dengan cukup baik, dan membuat kedua belah pihak mundur beberapa langkah.
__ADS_1
[halo sayang ku, cintaku, vinaa] kata seorang ninja namun dengan bentuk rambut yang agak narsis dan aneh..
[ught! Garsem lama tak berjumpa...] kata vina dengan raut muka yang seakan merasakan kesialan.
[bagimana kabarmu apa kau baik baik saja?] kata garsem dengan nada sok cool.
[yah hariku sangat baik, karena hari-hari tampa kau itu sangat baik untuk kesehatan ku...] kata vina sambil bersiap karena dia tau tak bolaeh lengah saat melawan garsem, mau bagaimana pun dia adalah salah satu assasin terbaik saat ini, apalagi dengan sifatnya yang licik dia selalu menghalalkan segala cara agar dia menang.
[ahhhh.... benarkah seperti itu? aku kira kau akan kesepian dan sedih tanpa diriku ini yang selalu memerhatikan mu.] kata garsem dengan berpose dengan sangaaaat lebay.
[ha ha ha pengertiankah apa itu bisa di sebut pengertian.] kata vina dengan bergumam.
Sebenarnya hubungan mereka berdua tak seperti yang di bayangkan garsem, yang seolah mereka sangat dekat bahkan terlihat vina sangat butuh dia namun itu semua sangat berkebalikanya..
Contoh nya saat kelompok vina saat memburu monster untuk berlatih dan memburu exp, namun saat kelompok yang vina ketuai menghadapi bos, si kampret gram selalu saja datang saat bos hampir di kalahkan dan melakukan hal yang tak perlu untuk mencari perhatian dari vina dan anggota lain, seperti membunuh boss monster itu sendirian saat hp bos itu tinggal setengah atau saat memasuki mode besrek dengan beralasan dia membantu kelompok vina yang sama sekali tak perlu karena kelompok mereka beik-baik saja, dan lebih parahnya dia tak memasuki party vina yang menyebabkan exp dari monster bos itu tak terbagi ke anggota party vina.
dan itulah alasan terkuat vina saat itu tak bisa menaikan level dengan cepat adalah ulah si kampret garsem, dan lebih parahnya lagi dia tak sadar bahwa yang ia lakukan itu benar benar membuat orang di sekitarnya merasa risih bahkan marah, belum lagi kelakuan anehnya yang lain, sehingga sebenarnya vina juga merasa sedikit senang dengan berkhianatnya garsem diluar dengan kondisi guildnya yang semakin melemah.
[moi... moi... moi... jangan malu malu seperti itu, aku tau kau sangat merindukanku ayo pina sematkan tangan mu padaku kita pindah ke lavindor agar hati kesepian mu bisa terobati saat kau berada di dekatku...] kata garsem dengan mengeluarkan mawar dari inventory dan berpose seakan melamar seorang putri.
[ahsso... sudah lama aku tak merasakan kejijikan ini...] kata vina sambil menatap garsem dengan kehilangan harapan.
Tanpa ba bi bu vina dengan tatapan ganar langsung menebas bunga sekaligus pemilik bunga itu, dan dengan refleks garsem langsung melompat kebelakang tampa sedikipun menerima damage.
[exellent... serangan mu sungguh indah... apa in artinya kau menerima ajakan ku?] kata garsem samil wink ke arah vina.
[garsem aku akan jujur padamu, aku sebenarnya sangat bersyukur kau meninggalkan guild fallen star, karena aku sangat jijik melihat kelauan mu.] kata vina sambil menatap garsem dengan tatapan yang seolah dapat membunuh siapapun yang dilihatnya.
[aaaahhh dia sudah tak tertolong...] kata vina sambil menggelengkan kepalana karena ternyata garsem lebih bebal dari pada yang dia pikirkan, tidak dia memang idiot tingkat akut.
Vina bersiap dengan pedangnya yang ujungnya di arahkan pada garsem, namun orang yangdi tunjuk hanya memasang senyum tipis sembari masih mengoceh tentang dirinya dan vina yang harus di satukan walau bumi itu datar.
Dalam sekejap vina langsung melesat ke arah garsem secara diagonal dari atas ke bawah, garsem yang di serang hanya mundur beberapa langkah sambil tersenyum, tapi serangan dari vina tak sampai di situ, dia terus menebas dan sesekali menusuk garsem namun seranganya kebanyakan masih bisa di halau oleh garsem, namun vina tak terkejut atau pun merasa terganggu karena seranganya tak mengenai telak garsem karena dia sadar bahwa lawanya saat ini adalah salah satu pengguna job assasin terbaik hingga tak mudah buat dia membunuh garsem.
Garsem pun sebenarnya sedikit terkejut dengan keahlian vina dalam menggunakan pedang yang menurut dia tak sesederhana itu, walaupun kelakuan garsem cukup membuat lawan gedeg namun dia juga punya tidak sebodoh itu hingga tak menyadari kemampuan dari vina, garsem merasa dia akan dalam masalah bila dia terus bermain-main, akhirnya dia menarik salah satu belati panjang yang tersarung di pinggang bagian belakangnya.
[oh sepertinya kemampuanmu banyak meningkat dari terakhir kali kita bertemu.] kata garsem sambil memblok serangan horizontal dari vina, di ikuti backlip ke belakang sebanyak dua kali.
[yah ini berkat aku selalu jauh darimu....] kata vina sambil menunjuka senyum tipis nya.
[hey sayang jangan berbicara seolah aku ini seorang pengganggu..] kata garsem sambil memperlihatkan giginya yang putih dan clinggggg itu.
[memang...apa kau tak sadar bahwa kau itu pengganggu? Asal kau tau saat kau keluar dari fallen star pun aku ataupun seluruh anggota tak merasa masalah malah kami bersyukur terbebas dari kelakuanmu yang absurd] kata vina sambil mengangkat bahu dan tersenyum lebar.
[ap- hey bukankah itu terlalu keterlaluan..] kata garsem perangainya sedikit berbeda.
[tidak, tidak, aku serius bahkan aku langsung membuat pesta bersama teman temanku saat kau pergi...] kata vina dengan wajah sok imut.
[hentikan vina kau tak perlu berdusta seperti itu, aku tau ka sangat sangat... mencintaiku kan.] kata garsem merasa panik karena respon vina tak seperti yang dia inginkan.
__ADS_1
[kita lihat saja, aku ini berbohong apa tidak.] kata vina di depan garsem sambil bersiap menebas garsem.
Garsem yang tak siap langsung mencoba menghentikan tebasan katana vina menggunakan kedua belatinya, naun tetap saja karena ketidak siapanya dari serangan kejutan vina membuat dia terpental beberapa langkah, namun tak sampai di situ vina dengan ganasnya terus menyerang garsem dengan segala cara.
Hingga beberapa pertukaran itu vina dan garsem mundur beberapa langkah untuk mengambil nafas, keduanya tak melonggarkan sedikitpun kewaspadaan mereka masih saling tatap dengan pandangan sinis.
[vina kau memaksaku...] kata garsem dengan nada yang dingin.
[night shadow...] setelah berkata seperti itu garsem, mengeluarkan asap berwarna hitam, dan di asap itu maju empat garsem secara bersamaan, namun vina tak terkejut ataupun panik karena dia tau betul itu adalah skill dari garsem yang bisa membuat banyangan dirinya sendiri.
Empat garsem langsung mengeroyok vina dengan ganas, namun vina masih bisa bertahan dari keroyokan itu dan sesekali melakukan serangan terhadap garsem, tak hanya itu orang di sekitaran vina yang sedari tadi sibuk sendiri mengurusi musuh masing masing akhirnya melihat pertarungan antara vina dan garsem, bahkan sesekali ada yang membantu vina untuk keluar dari serangan garsem walau tak membantu secara keseluruhan karena mereka sadar mereka akan menghambat vina bila membantu terlalu berlebihan.
[sial mengapa kalian mengganggu pertarungan kami!!!] kata garsem sambil berteriak kesekitarnya.
[hey ini perang bukan duel di arena, kalau ada yang membantuku itu sah sah aja.] kata vina dengan wajah mengejek.
[heh terus kenapa dari tadi tidak ada yang membantuku hah!] kata garsem pada orang di sekitarnya karena ia pun tau di sana sedang ricuh silih tebas.
[hahahaha mungkin mereka tak mau membantu orang yang menyebalkan sepertimu garsem.] berkat ucapan vina, dia menjadi naik pitam.
Akhirnya garsem menerjang vina dengan serangan yang membabibuta sembari sesekali dia memberikan skill serangan pada vina, pada awalnya vina bisa menahan itu semua namun lama kelamaan vina semakin terdesak karena serangan beruntun dari garsem.
Hingga akhirnya hp dari keduanya terus berkurang hingga tinggal menyisakan 25%, garsem yang melihat itu tak menyia nyiakan peluang karena dia sadar bila pertarungan ini semakin berlarut larut dia yang akan mati karena perbedaan stamina yang memang stamina assasin lebih sedikit dari job tipe fighter seperti samurai.
Di saat garsem ingin mengambil nyawa musuhnya tiba-tiba tubuh vina bersinar terang dan hpnya langsung kembali seperti semula seakan tak pernah di sentuh sedikitpun oleh musuh.
[ap-bagaimana mungkin?] kata garsem melihat hal itu merasa aneh karena tak ada sedikitpun priest di sekitarnya saat ini walau dia tau priest dari fallen star setidaknya sedari tadi sangat menyebalkan namun dia tak menduga heal dari priest bisa sampai ke lokasi garsem padahal jaraknya sangat jauh dari pasukan priest, namun keterkejutanya makin menjadi saat serangan garsem seakan tak ada kesanya untuk vina sedikitpun.
[tunggu priest macam apa yang bisa menyembuhkan sampai sejauh ini!?] kata garsem yang frustasi serangan demi serangan tak ada yang berdampak pada vina.
Sebenarnya yang terkejut tak hanya garsem, bahkan vina pun yang mendapat healan pun merasa terkejut dengan keadaanya sekarang, namun ia sadar tak ada waktu untuk memikirkan itu dia harus segera mengakhiri pertempuran ini secepat mungkin agar kerugian tak menjadi semakin besar di pihaknya.
[Yuki no kami....] saat vina mengucapkan nama skill nya, tubuhnya seakan menjadi lima dan bergerak berbarengan kearah garsem, dan saat jarak keduanya sudah semakin dekat vina melesat ke arah garsem dengan sangat cepat, hinga garsem yang sudah bersiaga menghadapi vina itu sedikit terkejut akan kenaikan kecepatan yang di lakukan vina.
Dan dengan serangan itu garsem yang sedari tadi hpnya sudah kritis akhirnya berubah menjadi butiran cahaya dan menghilang dari hadapan vina...
[heyy kau tak apa? Apa kau masih bisa bertarung!] suara itu terdengar dari atas setelah garsem menghilang, vina yang mendengar itu langsung memalingkan wajahnya ke atas ternyata di sana ada seorang priest yang sedag melayang sambil memegang tongkat.
[ehh kau? Aaah aku masih bisa bertarung...] jawab vina yang merasa terkejut akan kedatangan hime yang sedikit eksentrik dengan terbang sambil memberikan heal ke sekitarnya.
[oke aku kalau begitu aku pergi dulu mencari yang lain daaah...] whuussss... hime terbang menjauh dari vina dengan kecepatan deng sambil terus memberikan heal ke sekitarnya, melihat itu vina hanya bisa tersenyum dengan canggung.
[hahaha sepertinya ini semakin aneh saja...] kata vina dan langsung menerjang pasukan musuh yang ada di sekitarnya.
Sedangkan di jarak yang agar jauh ada pertarungan lain yang sedang terjadi......
~to be continued
Halooo haloo halooooooo pada para reader sekalian maaf bila daku ini tak bisa konsisten dalam upload, keadaan ku saat ini tak memungkinkan untuk upload secara konsisten, walau sebenarnya aku setiap hari juga nulis sih....
__ADS_1
Pokoknya maaaf banget yah daaah salam hangat dari
Re:Creator