
Hari minggu pagi setelah hari melelahkan itu, kami bertujuh sudah akan beragkat kembali, namun sekarang bukan untuk mengalahkan monster yang gila namun sekarang kami akan pergi ke Amoura, di sana katanya ada yang ingin meminta bantuan kami.
[kita akan pergi jam delapan dan apa ada yang kelupaan?] kata Graynard.
[emh apa yah aku merasa kita melupakan sesuatu yang penting deh?] aku merasa heran saat kami pulang kemarin seperti kita melupakan sesuatu tapi apa?
[eh iya kalo gak salah drop item kemarin telur dan pedang itu mau di gimanain.] kata Reik sambil makan sesuatu yang dia bawa, apa stok cemilanya unlimited yah?
[ahh benar telur itu hampir aja lupa,] kata ku.
Saat itu kami langsung berkumpul di halaman gereja untuk mendiskusikan drop itu.
Saat itu kami di suguhkan satu pedang dan telur naga, waaah ini sih drop tergila sepanjang kami memainkan game ini sih.
[jadi siapa yang akan membawa pedang dan telur ini.] kata Graynard.
[Meurutku karena demon itu di kalahkan oleh Luciel biar dia dulu saja yang membawa drop terlebih dahulu.] kata Asuka.
Semua setuju dengan apa yang di katakan Asuka, aku yang sebenarnya keberatan dengan itu akhirnya menyerah dan setuju saja, dan aku pun membawa pedang dari demon Gill Gart,
[pedang yang sangat bagus.] kataku
{ warth sword. (Epic)
Level: -
ATK: 470-750
Pedang kemarahan milik Gill yang bisa membuat lawanya ketakutan dan sengsara dan memilih untuk bunuh diri dari pada melawan nya.
Memakai pedang ini bisa memakai Skill Wrath blow, dan sesekali memberikan efek bleed pada lawan sebanyak.}
Wah aku tak menyangka pedang ini sangat bagus dan efek bleed bisa sangat berguna untuk melawan monster atau musuh yang mempunyai hp besar mantap lah.
Dengan efek bleed aku bisa membuat musuh berkurang hp mereka secara berkala, dan skill yang di berikan pedang ini pun sangat bagus
{wrath blow (active)
Dapat memberikan serangan pada lawan dan melupakan pertahanan lawan sebanyak 70%, dan dapat mementalkan lawan dengan jarak beberapa meter.
Cost mana: 1000
Cooldown: 5 menit. }
Emh? Wah lumayan nih ini bisa di pakai untuk mementalkan bucin yang lagi berpacaran di pojokan nih.
Dan sesudah itu kami mendiskusikan siapa yang akan merawat telur naga itu, kalau kalian menanyakan aku itu tak mungkin mengurus kucing juga gak bisa, apalagi naga ahk mustahil mustahil.
[jadi siapa yang akan merawatnya kalau begitu?.] kata Graynard karena mereka semua merasa enggan.
[aaahhh bila terus begini kapan selesainya kita kan akan ke Amora kalo tak cepat bisa bisa kita terlambat.] aku mulai kesal dengn perdebatan mereka.
[ah!? Kurina bukanya kau suka mengurus kucing mungkin kau bisa mengurus naga itu!] kataku teringat bahwa Kurina punya banyak kucing di rumahnya.
[haaaa? Hey kau pikir kucing sama naga itu sama!? Aku mana mungkin bisa mengurus naga!] emhh anak ini bener bener dah.
[sudah lah jangan menolak, kalau kau menerimanya aku akan memasakan mu opor dan soto jadi terima saja oke.] kata ku dengan menyuap Kurina.
[ka-kau tak bisa menyuapku begitu saja.] kata kurina dengan menahan keinginanya untuk memakan makanan kesukaanya dengan susah payah.
[emh padahal aku mau masak banyak loh oh kalian juga bisa datang bila mau, biarkan saja Kurina toh dia gak mau.] kata ku menggoda anak kucing itu haha ekspresinya sangat lucu dia benar benar menahan nya dengan susah payah.
[emmmh ba-baiklah ka-kalau begitu aku akan mengurus naga itu, toh aku juga bisa mengurusnya sih, dan juga aku sepertinya yang paling bisa mengurusnya sih, jadi biarkan aku saja yang mengurusnya sih.]
Murahan!, setelah itu kami hanya tersenyum dengan kelakuan anak kucing ini yang senyam senyum menantikan makananya nanti.
Setelah itu Kurina mengambil telur naga itu dan sesaat telur itu langsung bersinar terang dan telur itu pecah hingga sang naga kecil terlihat dari sana.
Gyaaaak!!
Sang naga kecil itu berteriak kecil ke arah Kurina dan membuat duo cewek berteriak kecil karena keimutan naga itu, aneh menurut ku naga yang bisa menghancurkan negara bisa seimut ini?
Saat aku memikirkan itu ternyata sang naga sudah di bawa oleh Asuka di pangkuanya waah dia mungkin akan pantas jadi istriku nanti whahahah.
[jadi Kurina kau akan menamakan naga ini nama apa?] kata Reik.
[karena naga ini di sebut calamity mungkin namanya mity?] good job penamaan yang imut.
[yeey sekarang namamu Mity!] kata asuka dengan semangat.
Gyaaak!!!!!!
[mity kah... jadi kita lihat status dari naga ini.]
{ Mity
Ras: Calamity Dragon
Level 1
STR (750) VIT (900) DEX (150) AGI (500) INT (650)
Dragon transformasi
__ADS_1
Dragon breath
Claw Slash
Call Tamer }
Uhukh!!! Semuanya muntah darah! Apa apaan dengan setatus ini bahkan statusnya empat kali statusku gila!
{Dragon Tranformasi
Mana: 5000
Cooldown: 1 hari
Bisa merubah anak naga menjadi bentuk sesungguhnya dari sang naga,.}
{dragon breath
Mana: 2500
Cooldown: 10 menit
Naga calamity bisa menyemburkan api dalam mulurnya yang bisa memusnahkan sekitarnya.}
{Claw slash
Mana: 400
Bisa menyerang musuh menggunakan cakar tajam yang di perkuat sihir dan bisa melupakan pertahanan sebanyak 100% }
{Call Tamer
Sang naga bisa di panggil atau masuk ke dalam dimensi tame.}
[baik kita bersiap untuk pergi ke Amoura!] Graynard.
[Yeah!!!]
Gyaaak!!!
Kami pun berangkat seolah tidak ada yang terjadi!!
.....
[apa mereka sudah sampai?] kata vina pada sahabatnya itu.
[tidak kemungkinan besar mereka akan telat.] kata Tingker sambil mondar mandir karena sangat resah takut mereka tidak jadi datang karena mereka lah harapan terakhir dari guild mereka.
[tenanglah Ting, kau jangan resah begitu mereka pasti datang.] kata vina sambil menenang kan sang sahabatnya itu.
Whooouushhhh!!
Tingker yang sedang merenung merasa ada angin sepoi berlalu namun yang itu bukan angin biasa itu adalah Luciel and the gang, mereka datang dari langit hingga membuat seisi guild menjadi ricuh akan kedatangan tamu mereka, bahkan Tingker dan vina yang melihat kedatangan mereka bertujuh hanya bisa mematung akan kelakuan kelompok tukang pamer itu, bagaimana tidak setelah mereka memerkenalkan item teleport pada khalayak dan sekarang mereka terbang di atas mereka, “apa mereka benar benar player?” itulah yang di pikirkan vina saat melihat orang orang berpakaian warna yang berbeda itu.
[ah maaf kan kami karena telat, tadi di jalan ada sedikit hambatan jadi kami sedikit telat untuk kesini, sekali lagi maaf.] kata Graynard sambil melihat seseorang yang wajahnya sangat familiar untuk mereka bertujuh.
[ahh.. tidak apa-apa, lagian kita masih memiliki banyak waktu sebelum warguild itu.] kata Tingker kembali sadar, namun teman dia yang di sebelahnya masih melongo karena kejadian itu.
[baiklah ayo kita pergi ke dalam, kita akan membicarakanya di kantorku saja.] lanjutnya, mereka semua pergi masuk ke gedung guild Fallen Star, mereka sebenarnya tidak telalu disambut pada awalnya karena anggota guild merasa tidak mungkin mereka bertujuh akan dapat membantu mereka, namun saat melihat bagaimana mereka datang dengan cara yang tidak biasa membuat mereka harus mengevaluasi ulang penilaian mereka.
....
Sesampainya mereka dalam ruangan yang di dalamnya ada sofa dan di ujung ada meja dan kursi dan banyak rak buku berisi berbagai macam buku dari midgard, dan mereka semua orang duduk kecuali reik dan luciel reik berdiri di sebelah pintu dan Luciel berada di antara rak buku karena penasaran akan isi dalam rak buku yang sebesar lemari pakaian itu.
Saat Luciel asik dengan dunianya sendiri, graynard menunjukan wajah serius pada orang yang ada di hadapanya ya siapa lagi kalau bukan Tingker, King dari Guild Fallen Star dansalah satu bishop dan orang kepercayaan Tingker, Vina.
[jadi ketua Tingker, apa yang kamu butuhkan dari kami.] To the point Graynard.
[yah... sebenarnya kami membutuhkan kalian untuk memimpin pasukan.] kata Tingker dengan datar, yang di sambut pelongoan kembali dari semuanya.
[hmm? Tunggu apa yang kau bicarakan? Bukanya itu tugas dari wakil guild.] kata Graynard dengan tak mengerti apa yang di katakan Tingker.
[sepertinya aku tak bisa menyembunyikanya kah....] kata Tingker.
[tapi ketua..] kata Vina.
[tak apa Vina, mau bagai mana pun mereka pasti akan mengetahuinya walau tidak di beritahu, jadi lebih baik kita memberitahunya secepatnya.] kata Tingker dengan hati berat, tapi tidak dengan tujuh orang di hadapanya mereka semua sungguh merasa akan ada hal yang merepotkan mendatangi mereka.
Tingker menjelaskan bahwa masalah ini sebenarnya dimulai saat guild lavindor tiba tiba menantang guild mereka untuk mengadakan perang besar-besaran, dan sebenarnya itu di tolak oleh Tingker karena mereka juga tau akan keadaan mereka yang belum stabil walau di sebut salah satu guild terkuat pun, namun hal itu di tentang oleh sebagian besar wakilnya mereka mengatakan bahwa Lavindor telah meremehkan mereka dan juga, mereka mengatakan bahwa mereka akan kehilangan muka bila menolak war tersebut.
Karena Tingker terus di desak oleh para wakil yang oposisi dan untuk menerima perang tersebut hingga Tingker akhirnya menerima tantangan itu, namun hal yang sangat mengejutkan hingga membuatnya marah setengah mati adalah saat hampir semua wakil yang oposisi mengundurkan diri dari Guild Falen Star, mereka tiba tiba menghilang bagai di telan badai, tak sampai di situ satu minggu kemudian para wakil itu pun kembali hadir di permukaan namun bukan untuk Falen star namun untuk musuh mereka Lavindor.
Tingker tak menyangka akan ada konspirasi di dalam guild nya, dia tau bahwa guildnya baru di bentuk tiga bulan lalu hingga rasa solidaritas mereka belum benar benar kuat, namun Tingker tak menyangka mereka akan melakukan hal selicik itu untuk menjatuhkan guild Fallen Star, yang tingker tau para wakil tersebut yang keluar dari guild di iming imingi uang yang besar, hingga mereka kelewat serakah hinga membuat mereka jatuh dalam lubang gelap tersebut.
Mendengar hal itu Graynard dan yang lainya merasa prihatin dalam keadaan Tingker yang bukan lain teman mereka juga di dunia nyata mereka tak menyangka hal se buruk ini akan menimpa teman mereka, saat ini wakil ketua yang masih bertahan hanya ada tiga beserta Vina, dua yang lainya sedang membawa pasukan mereka untuk berburu menaikan level.
Saat mereka sedang merenung tiba tiba Luciel dan yang lainya menerima pesan dari Graynard, hingga mereka semua menaikan alis mereka.
Hingga luciel yang sedang membaca buku menarik tangan Graynard ke tempat yang agak jauh dari mereka.
[hey Graynard, apa kau serius?] kata Luciel sambil memelanan suaranya hal itu membuat semua anggota mereka tersenyum canggung pada Tingker.
[aku serius Luciel, lagian apa kau tidak kasihan pada Suimei? Lagian aku juga punya ide yang bagus.]
__ADS_1
[hah apa itu?] saat luciel menanyakan itu graynard mengirim pesan lagi pada mereka dan mereka semua akhirnya setuju dengan apa yang di rencanakan Graynard.
[baiklah kami akan menerima permintaan mu, Suimei.] Graynard yang tersenyum di balik jirahnya, sedangkan Tingker dan Vina melongo karena Graynard mengatakan nama Tingker di dunia nyata bukan nama di game, hingga akhirnya Graynard dan yang lainya melepas perlengkapan yang menyembunyikan wajah mereka.
Pada awalnya Vina tak mengenal mereka namun lama kelamaan dia sadar akan orang yang di hadapan mereka.
[eh- ka-kau ketua osis? Jumonji-senpai] kata Vina dengan tergagap melihat orang di hadapanya.
[yap aku jumonji, dan mereka..] kata Graynard namun keburu di potong Reik.
[biar kita memperkenalkan sendiri namaku di sini Reik, namun di dunia nyata namaku Matoba dari kelas XI-b salam kenal.] kata Reik.
[aku haizuki indra, kelas XI-B kalian bisa memanggilku Luciel disini.] kata Luciel sambil tersenyum yang membuat Vina menjadi merah karena senyuman maut yang di berikan Luciel, emh apa ada yang salah di sini?.
[aku Asuka, dari kelas XI-B nickname ku kirihime, panggil saja hime.] kata hime dengan tenang.
[ini aku haku! suimei-senpai, tapi disini namaku kurina.] kata haku sambil menunjukan jempol pada suimei.
[aku Vloid, nama asliku gin muramasa kelas XI-A salam kenal.] kata gin sambil membungkukan badanya.
[eh kau Gin? Serius kamu gin! Ini aku Yui! ] kata vina dengan semangat sambil menghampiri Gin.
[ Yui!? Waaah aku tak menyangka kita akan bertemu di sini.] yah siapa juga yang akan menyangka lol.
[ehm aku yang terakhir namaku mitsuki, aku ketua kelas XI-B di sini panggil saja aku-] belum juga tamat mitsuki memperkenalkan diri.
[[Schwein!!]] kata mereka bertujuh berbarengan, wajah schwein sangat merah karena malu.
[bagaimana apa kau terkejut Suimei-senpai?] tanya Kurina dengan semangat
Suasana menjadi sunyi karena perkenalan mereka Vina hanya melihat lagi member dari Seven heaven color dia tak menyangka orang yang selalu membuat sesuatu yang sensasional adalah orang yang sangat dia kenal, namun berbeda dengan Tingker dia memang terkejut namun dalam artian lain.
[yah bagaimana mengatakanya yah? aku tak menyangka kalian akan jujur padaku, aku kira kalian akan merahasiakanya walaupun itu dariku sekalipun.] kata Tingker dengan santai.
[[eeeh?]] sekarang mereka semua tak paham akan tingkah Tingker yang seakan tak terkejut dengan identitas mereka, bahkan reik yang ingin memaan cemilanya jadi mematung dari pernyataan Tingker, mereka tak menyangka Tingker akan setenang itu setelah mengetahui identitas mereka.
[eh? Kenapa kau tak kaget?] kata Kurina dengan memasang wajah heran.
[yah sebenarnya aku sudah tau itu dari lama, aku tak sengaja mendengar pembicaraan kalian, dan juga aku menemukan kertas yang isi nya nama julukan dan nama kelompok kalian di ruang osis, jadi aku menyimpulkan begitu saja.]
Mendengar penjelasan itu mereka langsung melihat Graynard dan orang yang di pandang hanya senyum canggung dia pun tak menyangka suimei menemukan tulisan acak yang dia simpan di bawah meja ketua osis.
[tapi aku tak menyangka kalian sampai merencanakan sampai mencari gegara dengan firebuster.] kata Tingker sambil menyeruput teh nya.
[ah kalau itu sebenarnya kami bukan menandai firebuster namun nama itu kami tulis karena Reik menyarankanya, aku pun tak menyangka akan bermasalah dengan guild firebuster hahaha.] kata Luciel yang membuat Vina heran karena dia tak menyangka orang yang di sekolah selalu diam beribu bahasa akan bicara segitu santainya.
[ada apa Vin? Kok kamu bengong?] kata Vloid pada Vina yang seperti terkejut akan sesuatu.
[tak aku hanya tak menyangka Luciel akan banyak bicara.] kata Vina.
Hal itu hanya di balas oleh tawa kecil Vloid dia berkata.
[dia biasanya banyak ngomong kok bila bersama kami, dia itu tipe gak akan banyak bicara pada orang yang tak di kenalnya.] kata Vloid yang di tanggapi ohh oleh Vina.
[tunggu berarti kau sengaja menyewa kami karena kau tau identitas kami yang sebenarnya?] kata graynard.
[yah benar itu salah satu alasan terkuatku, aku pun sebenarnya ingin meminta kalian untuk masuk ke guild kami dengan mengancam akan membeberkan identitas kalian tapi aku tak menyangka kalian akan memperkenalkan diri bahkan masuk guild secara sukarela.] Tingker.
Semua orang yang di ruangan itu hanya tersenyum canggung setelah mendengar ancaman Tingker.
“yah begitulah Suimei-senpai dia bisa melakukan apapun bila terdesak” itulah yang di pikirkan Kurina.
[sudahlah kau memang Suimei yang ku kenal, dan kita harus segera membicarakan strategi selanjutnya, tapi sebelum itu Reik!] kata Graynard dengan penuh penekanan.
Sesaat setelah Graynard menyebutkan namanya Reik langsung membuka pintu di seberang pintu ternyata ada seseorang yang menguping, assasin itu terkejut bukan main karena skill stelth nya bisa di ketahui, saat dia akan kabur tangan reik sudah menggenggam kerah sang assasin itu, reik langsung membantingnya sampai lantai di sekitaranya retak oleh benturan si assasin, hp dari assasin itu pun turun hingga 10% reik langsung menusuk assasin itu memakai jarum pelumpuh hingga si assasin tak bisa bergerak.
[hoho mereka ternyata sangat berani sampai mengirim assasin ke sini] kata Luciel dengan enteng.
[yah benar aku kira mereka sudah kelewat percayadiri hingga mengirim penyusup secara terang-terangan.] kata Schwein dengan malas.
Namun reaksi yang di keluarkan Tingker berbeda dia merasa sangat takjub akan kemampuan mereka, mereka bisa merasakan penyusup itu padahal dia sedari tadi yang paling waspada malah tak merasakan apapun.
[kita apakan anak curut ini, introgasi?] kata reik dengan santai sambil menduduki si penyusup itu.
[hahaha mengintrogasi? Memangnya kalian bisa mengintrogasi ku? Hahaha]
[eh bisa kok! bahkan kami tinggal nanya pada mu, kamu pasti menjawabnya secara sukarela] kata Reik dengan senyum mengerikan.
[hahaha bagaimana bisa? bahkan walau kalian meyiksaku pun aku tak akan menjawabnya toh di sini aku tak mengelami sakit sedikitpun.] kata sang penyusup dengan percara diri.
[hei Luciel bukanya kau punya item yang bisa membuat pemain kembali ke level 1.] kata Reik dengan santai menanyakan itu ke Luciel.
[oh itu mau di pakai sekarang?] kata Luciel dengan tenang.
[ap- haha kalian halu yah mana mungkin ada item seperti itu.] kata sang panyusup walau dia agak sedikit takut mendengar kata item penurun level.
[ada kok, kami baru saja menemukanya di dungeon yang terakhir kali kami taklukan.] kata reik dengan santainya di barengi Luciel yang mengeluarkan pedang nya yang berwarna hitam di padu corak merah di beberapa corak pedangnya dan pada mata pedangnya terlihat sangat tajam dengan memancarkan warna sedikit kemerahan, yang membuat hal itu semakin seperti nyata di mata sang penyusup karena baru pertamakalinya dia melihat pedang sebagus itu dia berpikir itu bukan pedang biasa.
[kalau begitu jawab semua pertanyaan kami kalau tidak aku akan menebasmu pakai ini, gak sakit sih namun yah nyelekit di sanubari kalau ini di tebaskan padamu.] kata Luciel dengan tenang tapi menunjukan wajah iblisnya.
[eeiihhk! Ba-baiklah! Aku akan mengatakan semuanya!]
......
__ADS_1
To be continue.