
[hehehe baiklah ganteng, jadi kau di sini sebenarnya mau apa?] kata Luciel sambil menodongkan pedangnya.
[aku disini ingin mencari tau orang yang di minta tolong Fallen Star, dan juga aku di suruh untuk menghasut orang yang di sewa untuk di ajak ke kubu kami.] kata sang penusup ketakutan, mau bagai mana lagi dengan levelnya sekarang bila ia di jatuh ke level 1 kembali mungkin dia bisa gila di buatnya.
[terus apa kau tau kenapa para wakil itu sampai berani mengkhianati guild ini, kalau kau mengatakan masalah uang aku tebas kau.] tanya Luciel.
[hieek!! anu sebenarnya itu alasan yang paling kuat tapi bukan hanya itu selain uang ketua kami Antares, mengiming imingi item yang bisa meningkatkan kekuatan penggunanya,] kata penyusup itu.
[item? Bukan equipment?] kata Reik dengan heran.
[iyah.. item! Kami tak sengaja menemukan item itu di sebuah gua yang di jaga monster level 150 saat ekspedisi kami.] kata penyusup itu.
Luciel merasa itu tak mungkin, karena setaunya mau bagaimanapun item mana mungkin bisa membuat orang menjadi sangat kuat secara instan kecuali.....
[apa nama item itu?] kata Luciel dengan santai.
[blessing art’s of gaia....] sekejap setelah mendengar kata gaia di akhir nama item itu membuat semua anggota seven heaven color, menjadi tersenyum mau bagaimana karena item yang mereka cari malah datang sendiri.
[jadi antares menyimpan item itu dimana?] kata Graynard.
[kalau tidak salah item itu di simpan di gudang guild yang hanya bisa di buka dan di ketahui oleh ketua dan beberapa petinggi guild saja.]
[oke terima kasih atas infonya, Tingker apa kamu punya penjara di guild ini?] tanya Graynard.
Hal itu dijawab oleh anggukan Tingker, dan memerintahkan Vina untuk memasukan penyusup itu ke dalam sel, dan mereka semua kembali ke pembicaraan mereka kembali.
[aku tak menyangka kalian bisa merasakan kehadiran penyusup itu, padahal aku dari tadi siaga namun tetap saja tak menyadarinya.] kata Tingker membuka obrolan mereka, sekarang mereka semua duduk tidak berdiri seperti tadi.
[yah sebenarnya yang merasakan itu Reik karena dia juga seorang assasin jadi dia bisa dengan mudah menemukan penyusup.] kata Graynard.
[yah terserah lah tapi apa pedang itu benar benar bisa membuat pemain jatuh ke level 1?] tanya Tingker dengan penasaran karena mau bagaimanapun item itu akan sangat menakutkan untuk pemain yang levelnya sudah cukup besar seperti tingker.
[tidak ini hanya equipment biasa, tadi kami hanya menggertak saja. Hehe] kata Luciel dengan enteng, yang membuat Tingker tak habis pikir mereka bisa memikirkan hal itu dengan cepat.
[baiklah dari pada itu bukanya akan sia-sia walau pun kami mengurung dia di sel toh dia tetap bisa memberikan info itu di dunia nyata.] kata Tingker.
[mungkin benar tapi aku pikir dia akan menjadi kunci kemenangan untuk kita.] Graynard.
[apa maksudmu?] kata Tingker tak mengerti.
[aku hanya ingin dia berpikir bahwa apa yang kami katakan ini benar, misal kalau kita membuat dia lolos begitu saja ada kemungkinan dia berpikir bahwa apa yang Reik katakan soal item itu hanya bohong belaka, namun dengan kita mengurungnya dia akan berpikir bahwa kita ingin agar informasi itu tak sampai ke atasan mereka, dan dengan ini guild Lavindor akan kebingungan atas informasi palsu tersebut.]
[tapi hanya dengan itu bukan berarti mereka akan langsung percaya begitu saja bukan?] kata Tingker.
[yap mungkin, tapi itu sudah cukup untuk membuat mereka khawatir, tenang kita akan membuat ini semakin menarik....]
kata Graynard, beberapa saat kemudian datang dua orang berpakaian seorang swordman dan seorang tanker, setelah itu mereka berdiskusi akan strategi yang akan mereka pakai minggu depan.
Saat semua petinggi dari guild berkumpul Graynard tersenyum kecut dengan orang yang di hadapanya, pertama seorang tanker terkuat di guild ini Dusties A.K.A Kunimi yang ternyata adalah sekretaris osis dan juga teman Graynard dia adalah seorang Rook, yang kedua Antita A.K.A Kuriyama, dia adalah bendahara osis dia menjabat sebagai knight, yang membuat Graynard geleng geleng ternyata guild ini di buat pada awalnya hanya untuk para siswa sekolah mereka berkumpul dan bermain bersama, namun karena anggota guild mereka semakin lama semakin kuat hingga mereka di sejajarkan ke guild Second-Class menjadikan Tingker dan beberapa orang yang berpengaruh di guild memutuskan untuk menjadikan guild mereka open member untuk semuanya asal nasuk dalam beberapa kriteria mereka.
Sehingga hampir semua anggota penting dari guild ini sebenarnya adalah siswa di sekolahnya, dan sebagian besar pawn biasa mereka anggota luar, dan para wakil yang keluar pun sebenarnya orang luar yang di tunjuk Tingker karena kemampuan dan kontribusi pada guild mereka adalah priest, penyihir dan tanker terkuat mereka dan itu pun di terima baik oleh anggota dari sisi siswa, namun setelah kejadian kemarin para anggota inti yang dari sekolah jadi sedikit tak percaya akan anggota luar sekolah sehingga banyak perpecahan dan lagi di perparah oleh banyaknya anggota mereka yang berkhianat, mengikuti jejak wakil yang juga berkhianat yang mana mereka pun ternyata di hasut oleh Guild Lavindor, setelah kejadian mengenaskan itu banyak banyak dari anggota inti yang masih setia dalam Guild meragukan keputusan dari Tingker yang mengajak SHV.
Keadaan di ruang rapat guild menjadi hidup setelah mereka tau bahwa orang orang yang menyebabkan kericuhan beberapa waktu yang lalu ternyata orang yang di kenal bahkan teman dekat mereka sendiri, Dusties juga menjadi malu sekaligus marah ke Graynard karena merahasiakan itu darinya karena Dusties pernah memberitahu dengan antusias dan semangat cerita atau video dari para seven heaven color ke jumonji.
Coba saja kalian bayangkan bila kita membicarakan orang atau ngefans ke seseorang tapi sebenarnya orang itu adalah orang yang di ajak nya bicara, malu kan?
Hingga akhirnya mereka semua berdiskusi hal yang jadi inti pertemuan sekarang, yah cara mengalahkan Lavindor.
....
[tunggu! Bukanya strategi ini terlalu ceroboh?!] teriak Dusties karena mendengar strategi dari Graynard.
[tenanglah kawan, aku jamin rencana ini akan berhasil, dan dia pun pasti akan sangat mudah melakukanya.] kata Graynard sambil menunjuk satu orang namun orang yang di tunjuk menunjukan muka masam dia adalah Luciel.
[tapi...] kata Dusties ragu, dia bukan meremehkan kemampuan mereka namun strategi yang di berikan Graynard sungguh aneh dan nekat menurut Dusties.
[tenanglah Dusties, kami juga mengerti akan apa yang kau khawatirkan, namun kita tak punya pilihan lain kan dan juga apa kau mempunyai strategi yang lebih baik?] kata Antita,
Dusties yang mendengar penuturan Antita menjadi diam dan bingung dia merasa strategi yang di berikan Graynard terlalu ngawur untuk di sebut strategi namun ia pun sangat bingung karena dia tak punya strategi yang bagus untuk mengalahkan Lavindor.
[hahaha bila kalian masih ragu akan kekuatan kami mending kita adakan latih tanding, sekalian melakukan perkenalan pada anggota yang lainya.] kata Reik dengan santai.
[emh aku setuju dengan apa yang di katakan matoba, apa kalian tak keberatan lagian kita harus mengenal kekuatan masing masing teman kita sebelum pertarungan sesungguhnya benar kan?.] kata Tingker.
[hem lagian kita harus memberi tahu anggota guild siapa yang akan menjadi komandan mereka.] tambah Vina, sembari memberi senyuman penuh arti, pada siapa? Kalian bisa tebak sendiri.
[yap itu benar, tapi aku ingin kalian merahasiakan identitas kami, dan sebaiknya semua orang yang ada disini menjadi pemimpin setiap batalion kecuali Luciel, itu juga akan meredakan sedikit kekhawatiran mereka pada kami.] kata Graynard.
[iya iya baik laksanakan tuan misterius,] perkataan Tingker membuat semuanya tertawa.
........
[bagaimana apa kau tau siapa yang di sewa Tingker untuk membantu mereka?] kata seorang berjirah warna kuning berhiaskan motif kuning itu menanyakan pada rekanya sang penyihir.
__ADS_1
[Sebenarnya Radh tertangkap sebelum tau identitas mereka, dia sekarang sedang di kurung di penjara guild.] Kata penyihir itu.
[apa bagaimana mungkin apa di antara mereka ada seorang assasin berlevel tinggi?] kata knight itu dengan sangat terkejut karena assasin yang dia kirim bukan assasin yang sembarang dia juga masuk ke 10 assasin terkuat saat ini.
[entahlah namun yang pasti orang yang di bawa oleh Tingker sangat berbahaya, kata Radh mungkin orang orang itu memiliki level yang sangat tinggi, karena saat dia di tangkap dia merasakan tekanan yang sangat besar walau mereka tak mengeluarkan fighting aura.] kata penyihir itu sambil memasang wajah seriusnya.
[kalau hanya itu di guild kita pun banyak yang memilikinya, mungkin mereka hanya pemain tingkat atas saja.] kata knight itu sambil meminum wine yang ada di atas meja.
[yah kalau itu aku juga setuju dengan mu, namun yang jadi masalah adalah mereka mempunyai item yang bisa membuat player kembali ke level 1.] kata sang penyihir dengan sangat berat mengatakanya.
[brrruuufffh.... apa yang kau katakan item penurun level!? Apa kau sedang bercanda? Mana mungkin ada item seperti itu?] kata knight itu dengan mata melotot.
[sayang nya itu yang di katakan Radh, dia tidak mungkin berani menyampaikan informasi palsu.] Kata sang penyihir dengan tenang.
[sial sebenarnya apa yang di rencanakan oleh nenek lampir itu!] sesaat setelah mereka berbincang, hal yang sangat tidak terpikirkan kedua orang itu terjadi di bangunan guild tersebut...
.....
Sekarang di sebuah lapangan yang sangat besar ada sekumpulan orang yang memiliki lambang yang sama di dada kiri mereka sedang berkumpul dan membicarakan sesuatu mereka semua menanyakan kenapa mereka semua di kumpulkan sekarang di lapangan itu.
[mohon perhatianya teman teman!] setelah Tingker berkata begitu seluruh orang yang sedang bergerumul itu langsung terdiam dan melihat ke arah ketua mereka berada.
[empat hari lagi kita akan menghadapi perang yang menentukan nasib guild kita sekarang! Maka dari itu aku selaku ketua guild Fallen Star, dan semua wakil yang tersisa telah memutuskan untuk meminta bantuan terhadap tentara bayaran yang sangat kuat!]
semua pemain yang ada di lapangan semuanya berbisik dengan keputusan dari ketua mereka, namun mereka berpikir hanya meminta bantuan dari tentara bayaran hanya sebatas tentara tambahan saja tak sepenting itu.
[mungkin kalian merasa heran dengan perkataanku yang mengumumkan hal tersebut, tapi sebenarnya aku ingin mengatakan bahwa, mereka para tentara bayaran yang aku bawa akan menjadi komandan untuk setiap batalion yang ada.]
langsung saja hal itu di tentang oleh para anggota guild itu mereka merasa itu terlalu berlebihan, mereka berpikir di antara mereka pun ada yang layak untuk di jadikan komandan hingga tak perlu menyuruh orang lain untuk menjadi komandan.
[tenang! Aku tau apa yang kalian pikirkan, aku akan menerima semua protes itu tapi dengan satu syarat aku akan menerima seluruh keluhan itu setelah kalian melihat kemampuan dari mereka!] setelah itu para anggota seven heaven color naik ke atas panggung dan semua orang melihat para orang yang di depan mereka merasa, tidak ada yang spesial di antara mereka hingga ada yang mencaci, karena merasa ketua tidak dapat di andalkan.
Namun saat kegaduhan itu tiba-tiba seluruh orang yang ada di lapangan menjadi kaku, dan bahkan ada yang ber status fear melihat itu mereka semua langsung terdiam seketika, di pikiran mereka siapa orang yang mempunyai point fighting sprit sebesar itu hingga membuat hampir separuh lebih yang di dekat panggung merasakan auranya.
[bisakah kalian lebih sopan sedikit, kami di sini untuk membantu kalian, apakah ini sikap orang yang sedang meminta bantuan, aku tak heran kalian dikhianati bila sikap kalian begini!] dingin! yah itu yang dirasakan oleh orang yang mendengar perkataan luciel.
Semua orang langsung diam tak ada yang berani berbicara dan tiba tiba semua orang menjadi patuh.
[maaf atas kelancangan anggota kami Luciel,] kata Tingker yang juga sebenarnya terkejut akan yang di lihatnya.
[yah tidak apa-apa sih aku paham akan kondisi kalian namun lain kali hargai dan hormati lah orang lain bagaimanapun rupa dan sikap mereka.] kata Luciel dengan datar, dia sekarang sedang memasang mode musim dinginya, hingga membuat seluruh perkataanya sangat dingin untuk orang yang melihat dan mendengarnya.
[terima kasih, jadi apa kalian ada yang ingin menantang salah satu di antara mereka untuk membuktikan bahwa mereka bisa di andalkan!?]
Saat semua sedang diam tiba tiba ada seseorang yang mengangkat tanganya orang itu adalah wakil ketua Rook dari guild Fallen Star, Dusties.
Melihat wakil mereka mengangkat tangan untuk menantang seseorang dari seven heaven color, semua orang merasa tak percaya karena mereka berpikir Dusties tak akan menentang ketua mereka, namun Dusties mengangkat tangan bukan tak menerima keberadaan Lucel dan kawan kawan namun dia tak menerima Strategi yang di berikan Graynard, hingga dia melakukan itu.
[jadi.... siapa yang akan melawanku?] kata dusties sambil menekan setiap perkataanya.
[aku biar aku saja yang melawanya!] dia adalah seorang assasin bertopeng dan memakai pakaian serba hitam Reik, semua orang berpikir dia sudah tak waras karena menantang tanker, karena bukan rahasia lagi kalau assasin akan kesulitan duel one on one melawan tangker, karena biasanya assasin akan menyerang orang dengan bersembunyi dan memanfaatkan sekitar untuk menyerang musuh, tapi karena tipe tanker biasanya memiliki hp yang tebal hingga akan sulit untuk assasin melawan tanker dan malah terbunuh duluan karena hp assasin lebih sedikit dari swordman.
Namun Luciel berpikir terbalik dengan mereka dia mengangap Reik yang sekarang, memang mungkin Reik tak bisa one hit kill pada Dusties, tapi serangan dan kecepatanya akan sangat merepotkan untuk Tanker seperti Dusties.
Sekarang dua orang yang akan bertarung telah berdiri di tengah lapangan sedangkan para anggota yang lain semuanya duduk di bangku penonton, sebenarnya lapangan ini bisa dibilang sangat mirip dengan lapangan sepak bola, dan sekarang semua orang sedang melihat dua orang yang sedang bersiap untuk bertarung.
[apa kalian tidak akan berubah pikiran?] kata Tingker sebelum pertarungan di mulai.
[tenang lah Tingker ini cuman pertarungan antar lelaki tidak akan terjadi apapun.] kata Dusties sambil tersenyum.
[yah benar ketua, kami hanya saling memperkenalkan diri saja.] kata reik sambil mengangkat jempolnya.
[haah baiklah...] kata Tingker sambil menyalakan sistem bertarung pvp di arena, setelah itu terlihat hp dan nama mereka berdua.
{pertarungan di mulai dari tiga, dua, satu! Battle strart!}
Walau tanda bunyi pertarungan dimulai Reik tak langsung menyerang, dia menyiapkan kuda kuda dengan badan di condongkan kedepan,
[huuuuuf.. fyuhhhhh..] Reik menarik napas dan.
Blassshhh.....
Reik menerjang Dusties dengan kecepatan tinggi Dusties yang menunggu kedatangan Reik pun sedikit terkejut dengan kecepatan yang Reik tunjukan, dalam sekejap reik sudah berada di depan Dusties yang asalnya mereka di pisahkan sekitar 10 meter.
Dusties yang melihat itu tak tinggal diam, dia langsung mempersiapkan tameng besarnya dan menghalau serangan Reik, namun serangan yang di tunggu tak kunjung datang, ternyata Reik sengaja menerjang Dusties untuk Membuat Dusties memberi respon itu hingga Reik langsung menunsuk dan berputar ke kanan Dusties, Dusties pun melihat pergerakan dari reik langsung menyiapkan pedangnya untuk menebas ke arah Reik.
Taaanng! Tang! Duk!!
Reik yang seranganya dapat di hentikan oleh Dusties langsung menendang perisai Dusties dan backlip ke belakang memanfaatkan momenum tersebut, Reik langsung mempersiapkan dua belati merah biru nya yang dia dapat dari Dungeon, dan kembai melesat ke arah Dusties, nemun sekarang dia tidak langsung menyerang Dusties, dia terus bergerak mendekat seperti mau menyerang namun langsung menghilang.
Tak ayal itu membuat Dusties sedikit kebingungan dengan pergerakan Reik dia terus berlari dengan kecepatan tinggi sambil terus menghilang, tiba tiba Reik berada di belakang Dusties, namun hal itu di sadari Dusties dan menebas ke arah Reik namun tiba tiba Reik menjadi asap hitam saat di tebas, saat itu juga Reik sudah berada di depan Dusties, dia langsung menyerang Dusties dengan pergerakan yang sangat cepat.
Walau dusties mempunyai Hp yang besar tapi bila ia terus di serang dengan beruntun tetap saja HP dia terus turun dengan cepat, apalagi serangan dari Reik kebanyakan sangat mematikan di setiap serangan nya.
__ADS_1
Saat reik terus menyerang dengan membabi buta, Dusties langsung mengaktifkan skill pertahananya, dan membuat Reik mundur beberapa langkah ke belakang.
[oh aku tak menyangka kau bisa membuatku tersudut seperti ini.] Kata dusties sambil ter engah-engah.
[yah sebenarnya ini baru awalnya sih. Hehe] kata reik dengan cengengesan.
Dusties yang mendengar perkataan Reik sedikit kesal karena lawanya seperti meremehkanya namun sesaat kemudian dia di buat terkejut karena.
[apa! Dia menghilang?] kata seorang di bangku penonton.
[tidak dia bukan menghilang tapi pergerakan dia terlalu cepat!] balas Vina dengan sedikit terkagum akan kecepatan dari Reik dia ber pikir kecepatanya mungkin sedah sejajar dengan 10 assasin terkuat saat ini bahkan mungkin dia lebih hebat.
[Hah! Kau pikir trik seperti itu akan berpengaruh padaku?] setelah mengatakan itu Dusties menebas ke arah sampingnya dan tepat saat dia menebas Reik pun sedang menebah Dusties hingga pedang dan belati mereka berbentur sangat keras hingga menimbulkan suara yang keras.
[berat! Bagai mana mungkin? Apa Status STR dia lebih tinggi dariku?]
Dusties merasa tanganya sedang di timpa batu besar, bahkan pijakanya sedikit bergeser kebelakang saking tak kuat menahan hantaman dari belati Reik, namun Dusties langsung meninju Reik dengan tamengnya, reik yang melihat itu tak mundur dia hanya menghindari ke samping dan kembali menebaskan belatinya kearah Dusties, melihat serangan yang terarah padanya bukan berarti Dusties bisa menahanya, dia menerima serangan itu cukup telak yang membuat Hp dusties turun ke 10%.
[Sial, aku menyerah!] kata dusties yang melihat dia tidak akan menang walaupun pertandingan itu di lanjutkan.
Seluruh lapangan itu bergemuruh oleh sorakan dari para anggota guild, mereka sungguh terkesan dengan kekuatan dari Dusties dan Reik, mereka berpikir bila mereka yang berhadapan dengan salah satunya mungkin mereka akan kalah dengan telak, apalagi kecepatan yang di lihatkan oleh Reik mereka tak berpikir sedikitpun untuk bisa menang apalagi menghentikan pergerakan dari Reik, itu mustahil untuk pemain biasa seperti mereka, namun Dusties bisa melakukan itu dengan sangat mudah seperti dia telah tau akan serangan Reik.
[Terimakasih wakil ketua Dusties dan Reik, kalian benar-benar hebat! bahkan aku pun tak berpikir bisa melawan kalian berdua.] kata Tingker yang sangat senang akan kekuatan kedua rekanya itu.
[tidak, tidak, apa yang kau katakan? bahkan walau aku dan luciel bekerja sama, aku ragu aku akan bisa mengalahkanmu.] itulah yang ada di pikiran Kurina.
[apa yang kau katakan? Bahkan walau aku dan Kurina berkerja sama pun aku ragu kami bisa mengalahkanmu.....] polos perkataan Luciel.
[woy! Jangan jujur jujur amat kali!] kata Kurina yang jengkel akan perkataan sahabatnya itu.
[eh? Serius? Kalian bohongkan?] kata Schwein dengan heran, di mata anggota Seven Heven Color kombinasi seragan Luciel dan Kurina itu bisa di bilang sangat mengerikan, mau bagaimana mungkin seorang wanita cantik dan lembut bisa mengalahkan dua monster itu sendiri.
[haaaah walau pun aku ingin mengatakan tidak, tapi kenyataanya memang begitu, mungkin soal status mungkin kami unggul namun beda cerita bila mengalahkanya, dengan teknik bela diri yang dia kuasai dari kecil dan juga pengalamanya itu benar benar di luar jangkauan kami, bahkan kalau kalian berlima menghadapi Tingker sendiri pun aku jamin dia bisa mengatasi kalian berlima dengan mudah.]
kata Kurina, tapi mau bagaimanapun mereka tetap tak percaya, mereka tak bisa membayangkan orang yang cantik, imut dan terlihat manis itu bisa menghentikan dua monster yang sangat agresif itu.
[Kau terlalu melebih lebihkan kurina, aku pasti akan kalah bila melawan kalian secara bersamaan.] kata Tingker sambil menunjukan senyum paling manisnya.
[hah..., bahkan dari kami kecil hingga sekarang aku tak pernah ingat bisa menaruh pedang padamu....] kata Luciel sambil mengingat ingat.
[ara ara benarkah?] kata Tingker sambil menunjukan ekspresi paling imut yang dia punya.
[eh? Kenapa kau marah Tingker?] celetuk Kurina.
[AKU TAK MARAH BODOH! Ups!] kata Tingker sambil menunjukan muka yang paling menyeramkan yang dia punya.
[nah itu dia ekspresi yang kami terima saat kami masih jadi murid di dojonya.] kata Luciel sambil menahan tawa.
[ara.... kalian sudah berani yah kurina.. Luciel...] hawa setan sangat terasa di sekeliling Tingker.
Gluk...
Mereka berdua tak mengira akan merasakan kemarahan dari Tingker walau pun sudah keluar dari dojo.
[yah sepertinya penonton masih ingin melihat kemampuan kalian.... Luciel, Kurina seperti yang kalian mau aku akan melawan kalian berdua sekaligus dan jangan kabur... Luciel.] sebenarnya sebelum Tingker mengatakan itu Luciel sudah mau mengaktifkan skill Silent step untuk kabur dari terkaman Tingker namun itu telat sepertinya.
Dengan wajah malas Kurina dan Luciel berdiri di tengah lapangan dengan memegang senjata mereka masing masing namun bukan senjata utama mereka yang mereka tunjukan.
[emh kalian sepertinya tak semangat, bagaimana kalau begini, bila kalian berdua bisa mengalahkanku aku bersedia kencan dengan salah satu di antara kalian, bagaimana?] saat Tingker mengatakan itu mata Kurina langsung menunjukan api semangat yang sangat besar.
[Luciel bantu aku!] kata Kurina dengan semangat.
[aaaaaahh dasar rubah tua, dia tau saja cara menangani anak kelinci ini.] kata Luciel dengan makin malas.
[oh apa penawaranku kurang? baiklah Luciel, bila kau kalah aku jamin aku akan mengumbar masa lalu mu dengan ku....] kata yang keluar dari Tingker membuat Luciel menjadi membatu, dia tak ingin hal itu di umbar akan jadi masalah serius bila itu terjadi.
[eh? Memangnya ada apa di antara suimei-senpai dan indra di masalalu?] kata hati Asuka.
[hey bukanya itu terlalu-] Luciel merasa ada tekanan yang berat di arah para komandan.
[ara apa kau takut? Jadi Luciel sekarang telah berubah menjadi pecundang rupanya.] kata Tingker memanasi Luciel,
[oke oke bila itu cara main mu, tapi jangan protes bila kami bermain kasar!!!] kata Luciel sambil menunjuk Tingker dengan pedangnya.
[ara... kalian ingin bermain kasar dengan tubuh kecil ini.... kau mesum luciel...] tingker mengatakan itu dengan wajah menggoda dua anak adam di depanya.
[Kau yang mesum! Rubah tua!] balas Luciel dengan muka merah.
Setelah perbincangan yang sangat tak perlu itu sistem hitung mundur langsung menggema di seluruh Lapangan.
{Pertarungan dimulai dari Tiga.. dua... satu... battle start!}
.....
__ADS_1
To Be Continue