Indigo: The Hand Of Demon

Indigo: The Hand Of Demon
Hollow Girl


__ADS_3

#Arc 1: Nightmare


...


Pagi hariku selalu sama, bangun lebih awal dari ayam tetanggaku. Setiap jam 03.00 dini hari aku sudah terbiasa terjaga entah mengapa. Tapi rasanya seolah-olah aku sudah tidur 12 jam. Padahal sejak pulang dari McB semalam aku tidak langsung tidur, menyiapkan buku dulu, mencatat kasus-kasus dari clientku, mandi, nonton tv, makan lagi, melamun, berimajinasi, lihat grup keluarga, menonton tv lagi, dan ketiduran saat iklan.


Tapi ya karena sudah rutin bangun di waktu sepertiga malam, sebaiknya aku bermeditasi sebentar untuk mengisi kembali segala energi yang aku keluarkan seharian.


Aku berjalan turun dari kamar, lalu tak sengaja melihat paman Billy sedang bermain dengan kucing peliharaan ayah.


"Pagi, Paman." Sapaku.


Paman Billy mengambil tangan kanannya yang tergeletak di meja, lalu melambaikannya padaku. "Pagi, Rey. Biasa nih?"


"Ah, biasa lah... Hehehe... Ngomong-ngomong, sudah ada nama untuk kucing ayah?" Tanyaku iseng.


Paman Billy mengedipkan matanya, "sudah dong!"


"Siapa?"


"Jonathan Romano, aku terinspirasi dari film Mexico yang aku tonton waktu kecil."


"Keren, dipanggilnya apa?"


"Jono." Jawabnya polos.


Eh... Jonathan Romano, jadi Jono?


"KEREEEN!"


Paman Billy langsung tersenyum lebar. "Oh tentu saja!"


"Ngomong-ngomong kemana Shinta?" Tanya paman.


"Entah, mungkin sedang pergi jalan-jalan malam lagi. Paman tidak istirahat? Energimu rasanya makin susah aku rasakan kian hari."


"Aku memang sudah seminggu ini tidak masuk ke dalam lukisan, bosan rasanya berada disana cuma menggerakan bola mata saja. Tapi kalau dipikir-pikir, lelah juga kelamaan berada di luar."


Tanganku merangkul tubuh transparan Paman Billy.


"Memangnya Paman mau bernasib sama seperti Melly? Tetangga hantu kita yang bandel tak mau masuk ke dalam pohon selama dua minggu penuh. Akhirnya saat energi kematian yang dia miliki habis, rohnya pun sirna, tidak bisa bereinkarnasi."


Paman Billy melirik ketakutan.


"Te-tentu saja aku tidak mau! Bisa-bisa rencanaku bereinkarnasi mirip Brad Pitt gagal!"


"Nah, sana kembali ke lukisan!"


"Baiklah Rey!"


Ketika dia benar-benar kembali ke dalam lukisan, aku cuma tertawa kecil.


Oh ya, di dalam rumahku yang sederhana khas rumah cenayang ini hiduplah dua keluarga yang sudah menjadi layaknya satu keluarga. Yaitu keluarga Yordis, yang beranggotakan aku, ayah, ibu, juga kakek, dan Shinta dalam bentuk roh. Nah yang kedua adalah keluarga pohon beringin, yaitu Paman Billy, paman Chad, Bibi Barbara, dan Miguel. Mereka semua hantu yang sudah lama ada di rumah ini, dengan kata lain, sebelum kami pindah kesini, mereka adalah penunggu aslinya.


Rumahku ini sangat aneh, dimana tingkat dari rumah ini bukan lah ke atas, melainkan ke bawah. Jadi kami punya tiga basement yang fungsinya berbeda-beda. Ada yang digunakan sebagai ruang meditasi, lalu di bawahnya ada ruang penyimpanan buku-buku mantra, dan di lantai paling gelap nan terbawah dari rumahku ini, adalah tempat dimana portal dari dunia roh, dan dunia manusia berada. Para cenayang bisa pergi kesana untuk beberapa urusan spiritual mereka masing-masing. Sedangkan bagi para roh yang ingin tinggal di dunia manusia, mereka akan dikontrak oleh penguasa dunia roh. Contohnya keluarga pohon beringin, kakek, kolonel, juga Shinta. Mereka ini bukan golongan roh gentayangan, karena sudah punya kontrak izin tinggal di dunia manusia. Misalkan kakekku ingin tinggal di dunia manusia selama 50 tahun, maka masa reinkarnasi mereka juga ditambah 50 tahun lamanya. Jadi total kakek akan bereinkarnasi setelah 100 tahun.


Kadang aku juga suka menyebrang ke dunia roh, tapi tidak bisa berlama-lama karena para penghuni roh mudah marah kepadaku, sebab aku menyembunyikan sesosok Iblis di tangan kiriku.


...


Kegiatan meditasiku biasanya selesai dalam 3 jam. Dan tak terasa sekarang sudah mulai pukul 06.00 pagi. Saatnya aku harus mandi, lalu bersiap pergi ke sekolah.


Saat sedang memakai seragam, aku mengambil remote tv lalu menekan-nekan tombol maju untuk mencari kartun pagi. Dan saat setelah berhasil menemukan Spongebob, aku tertawa sebentar, lalu lanjut rapih-rapih sembari menggigit roti selai cokelat yang kubuat habis mandi tadi.


Kemudian tiba-tiba sebuah breaking news muncul saat scene sedang lucu-lucunya.


"Breaking news pagi!"


"Ah, sial!" Aku langsung mengacak-acak rambutku karena gregetan, lalu pergi dari ruang tamu tanpa memperdulikan berita yang sedang disiarkan.


"Pewaris Nebula Grup, dikabarkan meninggal dunia karena serangan jantung dini hari tadi. Nabilah yang juga seorang—"


...***...


Aku yang baru sampai di gerbang sekolah mendadak dikejutkan oleh kerumunan anak yang membawa banyak sekali karangan bunga berbondong-bondong menuju kelasku.

__ADS_1


"Ada apa ini?"


Tanpa pikir panjang, aku berjalan bersama-sama dengan mereka masih dengan wajah kebingungan.


"Siapa yang berulang tahun?"


Semakin dalam aku menyusuri lorong, semakin sering pula aku melihat beberapa anak menitikan air mata.


"Loh, bukan ulang tahun toh?"


Saat aku tiba di dalam kelas, Bu Miller memberikan sebuah pengumuman yang sangat mengejutkan, terutama untukku.


"Anak-anak semua yang ibu sayangi, hari ini kita kedatangan kabar duka yang sungguh tidak disangka-sangka.  Ketua kelas kita tercinta, Nabilah Naraya Nebula telah pergi untuk selama-lamanya meninggalkan kita semua dini hari tadi. Oleh karena itu, sebagai penghormatan untuk yang terakhir kalinya. Kita harus datang ke tempat peristirahatan terakhirnya." Jelas Bu Miller.


Tanganku langsung lemas mengingat lagi-lagi firasat buruk yang kemarin menghantuiku jadi kenyataan.


"Apa yang terjadi padanya? Jelas-jelas semalam tidak ada keanehan apapun." Kataku pelan.


Kondisi kelas semakin riuh akibat berita duka ini, Nabilah memang lah sosok yang sangat penting bagi sekolah kami meski pun aku sama sekali tidak pernah mengenalnya dengan baik sebelumnya.


"Rey, sebaiknya kita ikut dengan rombongan anak kelasmu menuju pemakaman Nabilah. Ada hal yang janggal disini." Ucap Shinta tiba-tiba yang datang dengan terburu-buru.


"Apa? Apa yang aneh?" Aku semakin kebingungan.


"Kau tahu aku bisa memprediksi cara mati seseorang kan? Saat membaca aura Nabilah, aku sama sekali tidak menemukan tanda-tanda kematian akibat serangan jantung. Kecuali dia dibunuh oleh roh tingkat spesial yang dapat merenggut nyawa." Jelas Shinta.


"Kau benar, hanya ada satu cara untuk membuktikannya."


...


Kira-kira pada pukul 08.00 pagi, kami semua sudah berada di area pemakaman dimana tubuh Nabilah disemayamkan.


Angin besar datang bertiup jauh dari arah utara, makam Nabilah sungguh tidak mengeluarkan hawa kematian sama sekali. Biasanya, ketika seseorang meninggal dunia, roh mereka tidak akan pergi jauh sampai semua orang yang menyayangi mereka ikhlas atas kepergian ini.


Kerabat Nabilah masih terlihat sangat terpukul atas kejadian ini, namun makam itu tidak terasa merefleksikan kesedihan keluarganya.


"Shinta, bisa kah kau pergi ke bawah tanah untuk melihat kondisi jasadnya?" Pintaku. Shinta pun menurutiku dan langsung masuk ke dalam tanah.


Tak lama kemudian, Shinta melompat terbang, lalu berteriak sangat keras kepadaku ...


"Apa?"


Sekujur tubuhku merinding bukan main, saking terkejutnya, kedua kakiku sampai lemas hingga aku jatuh terduduk ke belakang.


"Rey, kau baik-baik saja?"


"Rey kau kenapa?" Tanya teman-temanku.


Pikiranku melayang kemana-mana. Kejadian ini sangat lah janggal.


Ak-aku harus beritahu kakek atas masalah ini.


...


Aku berlari untuk menyetop sebuah taxi, lalu dengan terburu-buru aku minta sang sopir untuk mengebut menuju rumahku.


"Ini tidak mungkin nyata kan?!"


"Tidak, ini bisa saja terjadi. Kau bilang aura Nabilah berwarna keemasan, kan?! Apa kau lupa ciri-ciri para calon Hollow?"


Tidak perduli ketika si sopir taxi menatapku aneh saat bicara sendirian, aku benar-benar panik saat ini.


Jika Hollow benar-benar ada, berarti Nabilah telah mengalami mati suri. Masalahnya adalah para cenayang sangat bertanggung jawab atas urusan ini sebab hanya kami lah makhluk yang diberi kepercayaan untuk mengendalikan jalur orang mati ke tempat asalnya. Hollow adalah keberadaan dimana roh seorang manusia dijadikan perebutan antara dunia manusia, dan dunia roh.


Singkat cerita aku telah sampai di rumah.


"Ayah, dimana kakek?!" Tanyaku terburu-buru.


"Apa ini ada hubungannya dengan kemarahan penguasa dunia roh?"


"Maksud ayah Raja Lamiel? sial!"


"Kakekmu ada di dunia roh, susul dia! Ayah akan mengurus para petinggi yang juga menanyakan hal ini."


"Baik!"

__ADS_1


Berlarilah aku menuju basement terbawah rumah dimana portal dunia roh berada. Shinta juga ada bersamaku, kami berdua tanpa pikir panjang langsung menyebrang dan pergi menuju istana Raja Lamiel sang penguasa dunia roh.


Di dalam dunia roh, Shinta mengubah wujudnya menjadi seekor harimau putih besar yang langsung mengangkat tubuhku ke atas punggungnya.


"Pegangan yang erat, Rey!"


Shinta berlari sangat kencang melewati banyak tempat di dunia roh, hingga tibalah kami di pasar setan dimana terdapat tangga panjang menuju jembatan nirwana.


Ketika kami telah tiba di jembatan nirwana, Shinta merubah wujudnya lagi menjadi sesosok naga besar yang mengantarku terbang ke atas langit dimana istana Raja berada.


Kami terbang melewati banyak penjaga istana yang tiba-tiba mengejar kami dengan agresif.


"TANGKAP BOCAH IBLIS ITU!!!" Teriak panglima penjaga. Mereka semua segera mengejar aku, dan Shinta. Puluhan penjaga terbang melesat mencoba melemparkan tombak api mereka ke arah kami, namun Shinta terus menerus menghindari serangan ini, padahal kami sudah mau sampai!


"Jangan ganggu kami! Kami punya urusan penting dengan Raja Lamiel!" Teriakku.


Tetapi tetap saja mereka tidak mau menggubris kata-kataku, hingga akhirnya...


"Shinta, lakukan."


Wujud naga Shinta terbang berbelok ke bawah menuju para penjaga, kemudian dengan kekuatan besar yang dimilikinya, Shinta mengubah napasnya menjadi petir besar yang menghempaskan semua pasukan penjaga jatuh menghujam jurang.


"GROAAAAAAR...!!!"


"Baik, ini sudah cukup, ayo Shinta!"


...


Setelah terbang cukup jauh, sampai lah kami di istana Raja. Di singgahsana Raja, kakek terlihat sedang berdebat hebat dengan Raja.


"Hollow itu milik dunia kami! Kalian tidak berhak membiarkan dia tinggal bersama kalian begitu saja setelah kejadian 16 tahun yang lalu, sekarang apa lagi yang mau kau masukkan ke dalam tubuh Hollow itu?! Sebaiknya kali ini kau menyerah, atau kontrakmu akan kubatalkan!" Teriak Raja Lamiel di depan kakek.


"Sungguh lancangnya kau padaku, Lamiel. Padahal jika 16 tahun lalu aku tidak mengorbankan nyawaku dan cucuku, dunia roh sudah hancur diporak-porandakan olehnya! Sekarang kau malah meminta Hollow yang malang itu? Aku tidak akan menyerahkannya kepada kalian karena ini adalah tanggung jawabku sebagai ketua dari keluarga Yordis."


"Lalu jika dia bebas, duniamu juga akan hancur! Khahaha... Bebaskan saja dia dan biarkan kedua dunia hancur bersamaan. Toh seluruh cenayang juga akan musnah, dan dosa-dosa mereka akan berada di punggungmu!"


"Begitu kah?"


"KAKEK!" Teriakku.


Kakek tersenyum saat mendengar suaraku.


Lalu ia berjalan mendekati Raja Lamiel.


"Lamiel, kutanya satu hal padamu."


"Hah?!"


"Apakah... Kau tahu nama asli Iblis yang ada di tangan kiri cucuku?"


Raja Lamiel terlihat terkejut, dia menelan liurnya sendiri.


"Lantas, apakah kau tahu?"


"Lihat tubuh cucuku, ada benang merah yang diikat di tangan kirinya dan di lehernya. Kau mengerti apa artinya, kan?"


Raja Lamiel, terbelalak, lalu saking kagetnya ia sampai terjatuh dari singgahsana.


"Ja-jangan bilang kalau cucumu bisa mengendalikannya?"


Kemudian kakek melihat ke arahku sambil tersenyum.


"Rey..."


Aku yang mengerti maksud ucapannya pun langsung menghampiri Raja Lamiel, lalu menaruh telapak tangan kiriku ke dahi kepalanya.


"Turuti ucapan kakekku atau aku akan membuat dia mengamuk disini." Kataku tegas sembari menatap tajam Raja Lamiel.


Raja Lamiel terpaku untuk beberapa detik hingga akhirnya dia mau mengalah juga.


"Ba-baik, aku menyerah. Gadis Hollow itu milik kalian."


...


>>IndigoPedia(~'-')~

__ADS_1


Eps. 6: King Lamiel, atau Raja Lamiel adalah seorang Raja tunggal yang menguasai dunia para roh, dengan kata lain ialah yang menempati roh bumi itu sendiri. Ia telah abadi di dalamnya, bersama para tentara, dan rakyat roh. Semua kontrak para roh kepada manusia, diatur oleh Raja Lamiel. Land of Spirit ini menjadi tempat terpisah daripada Land of Middle, dan Afterlife. Semua penduduk roh di Land of Spirit lebih banyak dihuni oleh roh lain non manusia yang hidup kekal di dalamnya, seperti para bangsa siluman, penyihir, monster yang dikutuk, dan lain-lain.


__ADS_2