Isteri Kecilku

Isteri Kecilku
Maba


__ADS_3

"Gila itu si Angel uda sok kecantikan eh mala berani mengganggu kakak senior lagi, kasian sekali kakak itu." Dandi menggerutu dengan kesal.


"Kenapa malah kau yang kesal, sudah biarkan aja geh. Yang penting kakak itu gak kenapa - kenapa." jawab Dani menepuk bahu Dandi yang emang suka sekali ikut campur urusan orang.


"Fe, kau tak apa? Kenapa kau bisa bermasalah dengan adik kelas itu sih, apa kau tau dia itu siapa. Dia kan anak orang kaya yang terkenal sangat kejam." ucap Linda pada Arlin setelah mereka sampai di kelas mereka.


Arlin bernafas dalam "Aku juga gak tau kenapa, tiba - tiba saja dia marah dan mendorong aku. Tapi mau sekaya dan sekejam apa pun aku tak akan takut dengan mereka selama aku tak ada salah." jelas Arlin dengan tenang.


"Hei, hai gaes aku dengar katanya tadi kamu bermasalah dengan si Angel ya, mahasiswa baru yang terkenal cantik dan juga serba bisa itu. Aku dengar dia memiliki pendukung dan saudara sepupu dari si Wita dan Beril." jelas Andi yang buru - buru menghampiri Arlin dan yang lainnya.


"Hem, benar jangan sampai kamu bermasalah dengan mereka. Apa kamu gak lihat anak - anak yang jadi korban mereka semuanya hampir mau keluar loh dari kampus ini. Ya, seolah - olah kampus ini milik mereka saja." Jefri menyambung ucapan Andi


"Selama mereka tak mengusik aku dan kalian aku tak peduli jika aku tak melihat perbuatan mereka, tapi jika sampai mereka berani mengusik aku maka aku tak akan bersabar lagi." Arlin berkata dengan santai dan semua temannya tertawa terbahak karena merasa kalau Arlin berlalu sok berani.


...🍂🍂🍂...


"Liyon apa yang kamu lakukan?" Lira yang melihat Liyon sedang membongkar sesuatu didalam almari.


"Sayang aku sedang mencari album foto kita saat Ferdi masih kecil, seingat ku aku taruh di sini tapi kok gak ada ya di sini, apa kamu memindahkannya?" Liyon berkata sambil menatap Lira dengan bingung.


"Album foto? Untuk apa kamu mencari album foto, itu sudah lama sekali dan kita tak pernah berfoto lagi sejak itu." Lira ikut mencari karena dia lupa dimana menaruhnya.


"Kau selalu melupakan segalanya." kesal Liyon


"Hei, kenapa kamu marah. Wajar kan kalau aku lupa orang aku tak melihatnya lagi, lagian itu juga sudah sangat lama sekali, kau yang aneh ngapain mencari barang yang sudah lama sekali." sewot Lira dan pergi meninggalkan Liyon.

__ADS_1


"Hei sayang kau mau kemana, tak mau membantuku lagi?" Liyon teriak memanggil Lira namun Lira sudah cuek dan tak mau peduli dengan Liyon.


"Ya dia marah, aku kan mencarinya untuk aku tunjukkan pada Ferdi saat dia datang nanti." gumam Liyon dan dia mencari lagi.


...🍂🍂🍂...


"Hai boy, aku sudah menghubungi papa mu dan mengatakan kalau kau akan kembali dan melanjutkan sisa S2 mu disana, kapan rencana kamu akan pindah ke Indonesia." tanya Lian pada Ferdi.


"Secepatnya pa, tapi tolong jangan bilang sama papa dulu karena aku ingin mengejutkannya. Sudah saatnya aku berdamai dengan semuanya, karena selama ini aku telah membuat mereka semua susah." Ferdi berkata dengan senyuman yang sangat menawan.


"Oho, akan sepi rumah ini dan tak akan ada lagi yang menemani aku pergi ke pesta dan pamer pada semua orang betapa cakep dan kerennya kakak ku ini." Lili berkata dengan menggoda Ferdi.


"Maka kamu harus mencari cowok yang baik dan yang paling penting yang bisa memuaskan papa ok princes." Ferdi dengan lembut mengusap kepala Lili dan berkata dengan lembut.


"Huh, apakah akan ada hal semacam itu. Tau sendiri seperti apa selera papa, aku akan pergi ke Indonesia juga dan akan mencarinya disana siapa tau akan ada yang menarik hati ku." Lili berkata sambil terbahak dan semuanya ikut tertawa mendengar penuturan Lili, Lian dan Yuki sangat senang dan sayang sama putri mereka yang tumbuh dengan baik dan lembut serta penurut dan tak pernah berontak.


...🍂🍂🍂...


"Arlin sayang berhentilah apa kau tak lelah dari tadi terus saja berkelahi sama samsak itu hah?!" kesal Meli yang melihat putrinya dari sore sudah latihan.


"Oh, ayolah mama ku yang cantik tidak bisa kah kalau tidak marah sehari saja sama aku putri mu yang paling cantik ini dan menggemaskan ini." Arlin bergelayut pada Meli dan dengan sengaja mengusapkan keringatnya pada mamanya itu.


"Hei sana pergi mandi duh kamu ini anak perempuan kenapa bau sekali, kenapa kau mengotori tubuh ku dengan keringatmu hah." kesal Meli dan Arlin hanya tertawa sambil berlalu meninggalkan Meli.


"Mama Meli dimana Arlin." Arlan menerobos masuk kedalam rumah Meli

__ADS_1


"Hei kalian, dia sedang pergi mandi. Apa sudah makan ayo makan malam bersama." Meli menyiapkan menu makan malam.


"Hai bocah." teriak Arlin dari atas dan langsung melompat


"Hei, sial. Kau benar - benar ya." Erlan dan Arlan dengan cepat menangkap Arlin dan memarahinya.


"Tak bisakah kau turun dengan cara yang benar hah?! Kenapa kau selalu bikin orang jantungan." Arlan memukul Arlin setelah mereka menurunkan Arlin dari pelukannya dan adiknya.


"Hem, lain kali." dengan santai Arlin berkata dan duduk di meja makan.


"Bagaimana dengan kuliah kalian? Apakah menyenangkan setelah berhasil mengikuti aku." ucap Arlin dan mengambil menu makan malamnya.


"Kak, bisakah kau jangan bersembunyi dan temui kami di kampus, apa kakak tau kami bertiga sudah mencari kakak selama 1 minggu loh tapi kami tak menemukan kakak dimana pun." Erlan mengeluh dan menatap Arlin dengan tatapan manja.


Arlin tersenyum dan dia tau kalau Arlan, Erlan, dan Fendi mencari dia selama masa orientasi, tapi Arlin sengaja sembunyi dan tak menunjukan akan dirinya karena dia masih belum siap untuk memberitahu tentang dirinya kepada teman - temannya yang saat ini sangat baik padanya, dan Arlin gak mau kalau mereka hanya berteman dengan dia cuma untuk memanfaatkan dirinya sama seperti saat dia masih di sekolah menengah pertama dan atas.


"Ya aku akan menemui kalian saat aku siap nanti, karena kalian di kampus begitu sangat terkenal dan juga populer." Arlin berkata dengan senyuman dan menikmati makan malamnya.


"Hei, jadi mereka jadi anak populer ya di kampus? Hem, akan ada yang banyak dikejar anak cewek nanti nih." Meli berkata sambil menggoda Arlan dan Erlan.


"Duh ma, mereka sudah jadi pusat perhatian dan rebutan para cewek , dan mereka bertiga jadi sangat terkenal di kampus. Kalau aku mendekati mereka takutnya nanti aku akan jadi bahan bully dari orang - orang yang berusaha mendekati mereka, apa lagi semuanya adalah anak para orang kaya dan para pejabat." Arlin berkata dengan tersenyum.


"Ya bagus kalau ada anak pejabat yang tertarik, kalau bisa menjalin hubungan juga bagus siapa tau nanti semua bisnis jadi semakin lancar." Farid berkata tanpa dosa.


"Papa.!" Arlin dan Meli berkata bersamaan.

__ADS_1


"Ya, papa kan bicara yang sebenarnya." jawab Farid dan tertawa.


Malam itu keluarga Farid dan Meli makan malam bersama kedua putra kembar Liyon dengan sangat senang dan akrab karena mereka sudah seperti anak Meli sendiri karena saat kecil Meli juga ikut menyusui si kembar, dan setiap hari mereka pasti datang ke rumah Meli untuk latihan sama Arlin atau hanya sekedar mengganggu Arlin.


__ADS_2