Isteri Kecilku

Isteri Kecilku
Gadis Malam


__ADS_3

Ferdi yang sudah 1 minggu ini ada di Indonesia baru hari itu dia datang ke rumah Meli dan Farid untuk berkunjung, Ferdi disebut dengan sangat hangat oleh Meli dan juga Farid karena bagibmereka Ferdi selain anak dari tuannya juga adalah calon menantinya.


"Kau sudah seminggu di sini kenapa baru sekarang datang, apa kau tau kalau aku sangat merindukanmu." Meli memeluk Ferdi seperti memeluk anaknya sendiri.


"Maafkan aku ma, karena begitu banyak kegiatan dan juga pekerjaan yang harus aku selesaikan jadi aku baru sempat datang sekarang." Ferdi menjawab dengan senyuman yang terlihat sangat manis.


"Arlin belum datang, kalau kamu ingin menunggunya boleh kau tunggu di kamarnya saja karena aku akan pergi ke kantor sekarang." Farid berkata sambil menepuk bahu Farid.


"Iya baiklah, tunggu dia di kamarnya nanti makan siang bareng ya." Meli pun meminta Ferdi untuk menunggunya


"Baiklah." Ferdi pun naik dan masuk kedalam kamar Arlin yang terlihat tak seperti kamar cewek pada umunya. Karena didalam kamar Arlin justru banyak terpajang gambar motor besar dan miniatur motor serta mobil sport dan juga berbagai aksesori yang bisa dibilang semua adalah koleksi cowok.


"Oh ini kamar apa musium ya, kenapa semuanya adalah barang - barang seperti ini?" Ferdi melihat dan meneliti satu persatu benda - benda yang ada diluar Arlin.


"Hem, apa kamu kaget dengan semua ini? Maafkan Mama karena tak bisa mengaturnya, dia tak pernah mau untuk menjadi seorang anak cewek pada umumnya, dia selalu mengumpulkan semuanya sendiri dan setiap hari selalu berlatih dengan angkat beban dan permainan DJ yang selalu membuat dia lupa waktu." Meli masuk dan melihat Ferdi yang berdiri dan meneliti kamar putrinya langsung menjelaskan.


"Tak apa ma, tapi ini untuk apa ma? Kenapa ada begitu banyak wik dan juga krim penghilang kulit?" Ferdi mengangkat sebuah botol yang tertulis di situ adalah krim penghilang kulit.


"Hah... Itu adalah krimnya saat dia keluar rumah dan pergi ke kampusnya, kalau wik ini biasa dia pakai kalau dia lagi pertunjukan di klub Brayen." jawab Meli dan menunjukkan beberapa foto Arlin yang telah berubah.


"Dia?" Ferdi kaget melihat foto yang sama dengan gadis yang kemaren dia lihat saat menolong dua mahasiswa yang di buli oleh teman - temannya.


"Iya dia Arlin, dia selalu menggunakan penyamarannya ini setiap pergi ke kampusnya dan ini saat dia tampil di klub Brayen." Meli menunjukkan semua foto perubahan Arlin pada Ferdi.


"Kenapa dia melakukan itu ma?" Ferdi merasa aneh dan bingung kenapa dia melakukan banyak perubahan.

__ADS_1


"Kalau wajahnya di klub sudah dia lakukan sejak dulu, kalau wajahnya di klub baru dia lakukan saat dia memasuki perkuliahan, dan dia melakukan itu semua untuk menjaga dirinya karena dia bilang dia gak mau kalau ada orang lain yang melihat wajah aslinya sebelum suaminya, dan alasan yang lain karena dia ingin menyembunyikan kelebihannya sebab dia ingin hidup seperti orang lain yang tak memiliki kemampuan apa pun." jelas Meli pada Ferdi dan mendengar penjelasan Meli Ferdi merasa senang karena calon istrinya menjaga dirinya hanya untuk bertemu dengan dia.


"Ada lagi alasan yang lain, ya itu mama melarang dia menggunakan kekerasan selama di lingkungan belajar karena mama tak ingin dia berbuat salah lagi seperti dulu." jelas Meli yang kemudian menceritakan kisah Arlin saat dia ada di bangku sekolah menengah.


Ferdi yang mendengarkan cerita soal Arlin pun merasa bersalah karena tak ada untuk Arlin dimasa sulitnya, dan Ferdi dalam hati bertekad kalau dia akan menjaga Arlan mulai datai sekarang. Setelah itu Ferdi berpamitan pada Meli karena menerima panggilan dari perusahaannya.


Sepeninggal Ferdi Arlin pun pulang ke rumahnya dengan wajah kesal karena tak bisa membantu teman - temannya dengan benar, dan melihat itu Meli tak ingin mengganggu putrinya yang dalam suasana hati kurang baik dengan cerita soal Ferdi yang datang ke rumahnya, karena Meli tak ingin membuat putrinya semakin terbebani.


"Sayang apa yang terjadi kenapa kamu terlihat marah begitu, apa ada sesuatu yang membuat mu kesal hem?" Meli mendekat dan bertanya dengan lembut.


"Arlin kesal ma, karena Arlin tak bisa berbuat apa pun saat teman - teman Arlin dikerjai tepat didepan mata Arlin." jelas Arlin dan dia pun mulai menangis.


"Apa sua karena mama sayang? Maafkan Mama ya, mama hanya tak ingin kamu dimanfaatkan dan dijebak seperti dulu." Meli memeluk Arlin dan menepuk halus punggung Arlin.


"Mama, terima kasih ma." Arlin memeluk Meli dengan erat.


"Sudah - sudah, ini sudah malam kamu pergi mandi dan makan. Mama sudah masak tadi." Meli bangun dan mau keluar.


"Tidak ma, Arlin ada pertunjukan di klub om Brayen malam ini. Jadi Arlin akan mandi dan langsung pergi saja nanti malam disana." Arlin pun kembali semangat.


...💔💔💔...


Sesampainya di klub milik Daren terlihat pengunjung sudah begitu banyak memadati klub itu karena mereka semua tau kalau malam ini akan ada penampilan dari gadis malam Kerin dan juga akan menemani malam ini dengan permainan musiknya karena ini adalah akhir pekan yang panjang.


"Om, aku lapar." Arlin mendekati Brayen dan berbisik

__ADS_1


"Kau belum makan? Kalau begitu makan dulu sebelum tampil, om gak mau kalau nanti kamu jatuh pingsan karena kelaparan bisa repot nanti aku." jawab Brayen mencubit pipi Arlin.


"Tante Nikita tak datang om?" Arlin terlihat mencari Nikita yang selalu tak pernah absen tak kelihatan.


"Hem, bentar lagi akan tiba karena tadi dia ada sedikit urusan. Sudah kamu makan dulu om kedepan." Brayen meninggalkan Arlin didalam ruangannya.


Malam itu suasana sungguh sangat ramai semua pengunjung sangat antusias dengan penampilan Arlin yang berubah menjadi Kerin sang DJ dengan permainannya yang sungguh sangat menakjubkan.


"Yo...Kerin, Kerin, Kerin." teriak semua pengunjung malam itu.


"Oh, Fe kau datang." Brayen melihat Ferdi datang bersama dengan teman - temannya.


"Ramai sekali om." Ferdi melihat suasana klub sangat gaduh


"Ya karena Kerin tampil." jawab Brayen dengan senyum misterius.


"Oh iya ini teman ku, Sandi dan Dendi." Ferdi memperkenalkan teman - temannya.


"Ya ya selamat menikmati, om tinggal dulu." Brayen pun meninggalkan meja Ferdi.


"Wao keren banget penampilan DJ itu, dia cewek gak sih." Sandi memuji penampilan Arlin


"Hem, sepertinya dia cewek. Sungguh luar biasa, pantas saja banyak penggemarnya. Lihatlah klub ini hampir penuh." Dendi pun ikut terpukau dengan penampilan Arlin.


"Hem, dengan wajah baru dan permainan baru menarik, aku jadi ingin tau dia akan jadi seperti apa lagi nanti. Kau suka bermain dan bersembunyi sayang, akan ku ikuti permainan mu." gumam Ferdi dalam hati memperhatikan permainan Arlin dan senyum tipis dibibirnya.

__ADS_1


__ADS_2