Istri Burik Berubah Cantik Karena Penghinaan Suami

Istri Burik Berubah Cantik Karena Penghinaan Suami
dahlia mandul


__ADS_3

Asih dan tiara yang sedang tertawa degan salah seorang yang bisa kupastikan dokter rumah sakit ini. Liat saja kamu Asih, akan ku rusak kebahagiaan mu.


❄❄❄❄❄❄❄❄


( adit pov)


Yang benar saja, aku yang jelas jelas ayah kandung tiara tidak di perbolehkan Asih melihat anak ku sendiri, sedangkan sekarang dirinya dan tiara tengah tertawa bersama pria lain.


" Sudah mas, tujuan kita disini ke dokter kandungan. Kalo mas bikin masalah disini, adek pulang sekarang. " Ancam dahlia seakan tau apa yang akan aku lakukan.


Panas memang rasanya hati ini, tapi benar yang di katakan dahlia. Susah payah aku membujuknya agar mau menemui dokter kandungan, liat saja Asih kebahagiaan yang kamu rasakan tidak akan lama lagi.


Ancaman dahlia tak ku gubris lebih jauh, yang terpenting sekarang adalah menemui dokter kandungan.


........


( author pov)


" Bagaimanan bisa begitu dok.. Tidak mungkin istri saya mandul. Saya sudah bayar mahal buat tes dan cek semuanya. Tidak saya tidak Terima, " Sentak Adit menggema di ruangan dokter kandungan.


Dahlia hanya mampu tertunduk lesu, dirinya menangis dalam diam.


' bagaimana mungkin aku bisa mandul, bagaiamana nasip pernikahan ku, bagaimana nanti aku menatap wajah mas Adit dan mertua ku. Apa yang harus aku lakukan... ' lirih nya.


Adit menatap tajam ke arah dahlia yang tertunduk lesu di depan pintu ruang dokter kandungan.


Tanpa perkataan ia meninggalkan dahlia setelah berdebat dan sempat di usir oleh dokter kandungan.


Pikirannya kacau, nasi telah menjadi bubur. Uang yang di pinjamnya telah terkuras banyak, pekerjaan di ujung tanduk. Akhir dari semuanya dahlia mandul. Hentaman yang sangat keras menimpa nya.


Dahlia membuntuti Adit dalam diam, jangankan untuk meminta Adit menunggunya, dan memanggilnya. Untuk Melihat mata Adit saja dahlia tak berani. Ia merasa malu, ia merasa menyedihkan, dan ia merasa terbuang sekarang.


Adit berjalan ke arah pintu keluar, sempat di liriknya sebentar tempat dimana asih serta tiara becanda gurau dengan david. Namun nihil mereka tidak ada lagi disana.


Ia menarik nafas panjang sebelum melangkahkan kaki menuju pintu keluar rumah sakit. Tiga juta bukan nominal kecil baginya. Uang yang di pinjam sisa tiga juta lagi, setelah dua juta di berikannya kepada bu sumi.


Setelah sampai parkiran motor, Adit menoleh ke belakang " Naik. " Perintahnya kepada dahlia yang sedari tadi mengikutinya dari belakang.


Dahlia duduk di jok belakang tanpa suara.


Sepanjang jalan pulang tak ada percakapan apapun antara keduanya. Hanya sapuan angin yang menerpa tubuh mereka.


Sampai di rumah, Adit membanting helm dan berjalan masuk ke rumah.


Dahlia hanya mampu terdiam. Bukan kesalahannya jika ia terlahir mandul, bukan kemauan nya jika ia dinyatakan mandul, tapi mengapa seakan akan semua nya terjadi karena dirinya.

__ADS_1


Dahlia dengan air mata yang menggenang, tak berani melangkahkan kakinya ke dalam rumah. Apalagi dengan kondisi Adit yang siap menerkam dirinya.


" MASUK " Teriak Adit dari dalam rumah.


Dahlia bergeming. Air matanya telah bercucuran melebihi derasnya air hujan.


" MASUK DAHLIA. MASUK. " Teriak Adit lagi.


Dahlia menggenggam tangannya yang bergetar hebat, ia memberanikan diri, memantapkan hati, menulikan telinga masuk ke dalam rumah yang mana auranya lebih menakutkan dari neraka.


" Haruskah aku menyeretmu masuk dahlia, " Sentak Adit setelah melihat dahlia melangkahkan kakinya sangat pelan.


" Maaf mas... Maaf, " Kata pertama yang keluar dari mulutnya semenjak hasil pemeriksaan itu keluar.


" Siapa yang menyalahkan mu,? " Tanya Adit santai.


Dahlia terbengong, mencerna pertanyaan Adit barusan.


' bukankah mas Adit yang sangat menginginkan seorang anak, bahkan ia sempat berdebat dengan dokter. Apa mas Adit mengatakan itu karena ingin menceraikan ku, atau dirinya ingin punya istri kedua yang bisa memberikan anak untuknya ' batin dahlia bertanya tanya. Bingung melihat sikap Adit yang berubah 180 derajat dalam waktu singkat.


Ia mengusap air matanya, dan duduk bersebelahan dengan Adit. " Mas, jangan ceraikan adek mas. Adek juga gak mau di madu mas,.. " Lirih nya meneteskan air mata.


Adit mengusap pelan kepala dahlia " Siapa yang mau ceraikan kamu, mas juga gak ada keinginan nambah istri baru. Kamu aja dah bikin repot. Mas ada rencana, tapi harus kamu yang jalani nya, gimana? " Kedua alis Adit naik turun.


Dahlia sedikit bernapas lega, " Apa mas, adek siap asal adek gak di ceraikan dan di madu. "


" Cara apa mas, jangan buat adek cemas. Suami teman asih itu anggota mas, jangan berurusan dengan mereka mas. Kita beli bayi aja kalo mas emang mau punya anak " Bujuk dahlia.


Adit menatap wajah dahlia " Gak bisa dek, ini satu satunya jalan untuk kita terlepas dari masa keterpurukan ini. " Balas Adit.


Dahlia menggenggam tangan Adit, " Tapi mas, ... "


" Sudah jangan tapi tapian, mas sudah terlanjur pinjam uang sama renternir dek. Kalo uang itu gak di kembalikan nyawa mas dalam bahaya. " Sambung Adit memotong pembicaraan dahlia.


Dahlia membulatkan kedua matanya, ia tak tau jika uang yang di pakainnya berobat adalah uang hasil meminjam dari renternir.


" Mas beneran minjam uang dari renternir? " Tanya dahlia sekali lagi memastikan.


Adit mengangguk mantap, " Kamu pikir uang segitu banyak bisa jatuh dari langit. Kerjaan mas sekarang di ujung tanduk. Pemasukan gak ada, kamu gak kerja. Dari mana uang sebanyak itu kalo gak minjem. " Sahut Adit dengan pikiran yang beraneka ragam memenuhi kepalanya.


" Mas adek kerja aja ya, jangan berurusan sama asih lagi mas. Adek khwatir, " Bisik dahlia lembut.


Adit menepis tangan dahlia yang memegang tangannya " Mau kamu kerja, mau kamu gak kerja. Rencana ini tetap aku jalankan. Dan kamu harus ikut campur, karena semua masalah terjadi setelah aku menikahimu. " Tatapan tajam Adit menusuk jantung dahlia.


Tenggorokan dahlia terasa keluh, tercekat. Ia tak menyangka jika Adit benar benar menyalahkannya atas semua yang terjadi, emosi Adit yang berubah ubah membuatnya takut. Marah di rumah sakit, baik saat dirinya meminta maaf seakan semua nya bukanlah apa apa, dan dalam hitungan detik tatapan Adit berubah tajam menakutkan, hingga ia merasa tersudut.

__ADS_1


" Aku akan menculik tiara. Dan yang harus menculiknya adalah dirimu, " Ujar Adit menerawang ke depan.


Dahlia syok " Apa mas. Kamu mau menculik anak mu sendiri. Mas, kamu masih waras... Tiara anak mu. " Balas dahlia tidak percaya akan rencana Adit.


" Kita akan minta tebusan, asih sangat mencintai anak nya. Tidak mungkin dirinya tidak memberikan apa yang kita minta. Aku juga tau, tapi aku sudah tidak punya jalan lain. Lagi pula tiara akan aman, karena aku ayahnya. " Jelas Adit seakan akan rencananya akan berjalan lancar.


" Memberi asih sedikit pelajaran agar tidak besar kepala, bagaimana mungkin keluarganya tidak mengizinkan aku menemui anak ku sendiri. " Sambung Adit lagi.


Dahlia hanya mampu terdiam. Dirinya hanya mampu mengangguk, hanya menculik anak kecil yang saat ini tidak bisa berjalan, seperti nya tidak sulit. Namun rasa kasihan dan ibah menghantui hatinya.


" Adek... Adek... Mau tapi, mas rahasiakan hasil tes tadi dari ibu. " Pinta dahlia.. Berat rasanya jika harus mengikuti rencana Adit. Tapi lebih berat lagi jika bu sumi mengetahui perihal dirinya yang mandul. Kehidupan pernikahannya bisa jadi tidak akan bertahan lama.


Adit tersenyum penuh arti kepada dahlia. Dahlia sulit menafsirkan arti senyuman Adit.


.........


" Bagaimana hari ini, tiara sudah bisa jalan belum? " Tanya David setelah melihat tiara keluar dari ruang fisioterapi.


Asih tak menduga jika dirinya akan bertemu lagi dengan David, entah ada dimana saja dirinya disitu David ada. Apa rumah sakit ini sekecil itu ya, pikir asih.


" Bisa om, dikit. Tiara kepingin banget jalan " Lirih tiara tertunduk lesu.


David duduk berjongkok menghadap ke arahnya " Tiara pasti bisa jalan lagi, tiara kan anak yang hebat. Pasti tiara kuat. Harus rajin belajar ya. ".


tiara mengangguk patut. baik David dan asih tersenyum melihat tiara.


" baiklah, nanti kalo tiara sudah bisa berjalan. oom mau ajak main ke taman permainan. seru loh, banyak permainannya. ada kincir angin, ada kuda kudaan. ada teddy bear besar juga. tapi tiara harus sembuh dulu. okay? " David mengusap pelan kepala tiara.


kali ini ia memperlihatkan sederetan giginya yang putih " oom janji? " tanyanya dengan wajah polos


David mengangguk tersenyum. " janji " . bisiknya manis.


" mama di kacangin ya dari tadi... " sindir asih melihat keduanya asih menggobrol layaknya ayah dan anak.


David berdiri, tersenyum manis sekali. membuat jantung asih berdetak tak karuan.


🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾


asih up....


seperti biasa kk.


jangan lupa meninggalkan jejak ya. 😘😘


jempol mu membahagiakan hati othor 🥰🥰🥰🙏🏻

__ADS_1


terimakasih🙏


__ADS_2