
Hari sudah semakin malam. Tiara tertidur pulas sekali. Mengapa diriku bisa seceroboh ini, bagaimana kami pulang. Benak asih berkelit.
" Kalo saya anter pulang boleh? " Tanya David sopan. Kesempatan dalam kesempitan ya kan.
" Apa tidak merepotkan dok? Hari sudah semakin malam, dokter pasti lelah sekali. Saya pesan taxi saja dok, " Tanya Asih sedikit tak enak.
" Eh, gak apa. Saya antar saja. Sudah malam Asih, tak baik bagi seorang wanita pulang malam sendiri. Apalagi bawa anak kecil. Saya antar ya? " Pinta David tak mau di tolak.
" Baiklah, terimakasih dok. Maaf ngerepotin. " Seru Asih
" Apa sih, kok ngerepotin terus dari tadi. Ayo kita ke mobil saya. " Ajak David yang masih menggendong tiara.
David tersenyum senang, mereka seperti ini layaknya suami istri yang baru pulang kerja. Kupu kupu dalam perut David berterbangan. Dirinya merasa kembali muda. Layaknya anak ABG.
" Bisa tolong ambil kunci mobil saya di saku jas saya. " Pintah David setibanya di mobil David.
Asih mengangguk, ia merogo saku jas David, namun nihil.
" Maaf, saku di sebelahnya. " David sengaja tidak memberitahu di mana kunci mobilnya. Ingin berlama lama berada di dekat Asih. Ya ampun David, segitu Bucin nya.
Ketika Asih melangkah ke arah kantong jas sebelahnya, ia tersandung batu parkiran menyebabkan tubuhnya membentur tubuh atletis David, dan tak sengaja ia memeluk David dari belakang.
Tubuh Asih tercetak jelas dari belakang tubuh David. Secepat kilat Asih bangkit, seraya mengucapkan kata maaf berulang kali.
David merasa sangat beruntung malam ini, sungguh mimpi apa yang menyebabkan dirinya kedatangan dewi fortuna. Senyum merekah tak luntur dari wajah tampan nya.
" Ini kuncinya dok, " Asih menyerahkan kunci mobil David setelah menemukannya.
Wajah merah Asih tertutup gelapnya lampu di tempat parkiran.
David menyerahkan tiara dalam gedongan Asih, lantas membuka pintu mobil untuk mereka.
Asih masuk ke dalam mobil dalam diam, ia masih teringat kejadian barusan. Sungguh rasa sakit di kakinya kalah akan rasa malu nya.
David menghidupkan mesin mobilnya. Mobil mereka melaju, meninggalkan parkiran rumah sakit.
__ADS_1
" Asih, boleh saya minta sesuatu sama kamu? " Tanya David serius, sesekali melihat Asih yang fokus melihat jalan di depan mereka.
Asih menoleh " Iya apa dok, jika saya bisa bantu. Saya pasti akan bantu. " Jawab Asih setulus mungkin.
David tersenyum, inilah yang membuatnya jatuh hati pada Asih, senyum nya yang tulus " Boleh tidak jangan memanggil saya dengan embel embek dok, panggil saja David. " Balas David kembali melihat Asih.
Asih sedikit ragu tapi dirinya telah berjanji " Baiklah. " Jawabnya sembari tersenyum.
" Terimakasih Asih, " Balas David.
Suasana dalam mobil sangat canggung, David bingung percakapan apa yang harus di mulai nya.
Tidak mungkin membahas masalah pribadi disini. Tidak mungkin juga masalah pekerjaan.
" Bagaimana keadaan Ratna sekarang Asih? " David memulai obrolan mereka.
" Baik, dok. Eh, David. Mbak Ratna baru saja melahirkan, saya ke rumah sakit karena mbak Ratna melahirkan, " Asih menyambung obrolan mereka.
" Benarkah, wah... Selamat Ratna. Kamar no berapa sih? " Obrolan terus saja berlangsung.
David menganggukan kepalanya " Anak nya cewek? "
Asih menggeleng " Anaknya cowok, mbak Ratna emang kepingin anak cowok sih, alhamdulillah sesuai dengan kriteria nya. "
" Nanti di tikungan depan kita belok kanan ya David, " David mendengar namanya di panggil seakrab itu sungguh bahagia.
apakah Asih benar benar tulang rusuknya. Tapi kalo beneran jadi sama Asih, apa mama akan suka ya. benak David berkecambuk.
perjalanan dari rumah sakit ke rumah Asih memang tidak begitu jauh.
" siap, bos. hehe " David mencairkan suasana.
" kata mu tadi belum sempat jenguk bayi nya ya kan?, gimana kalo besok, kita jenguk bareng. kebetulan saya juga sekalian mau lihat. kamu keberatan? " David kembali menoleh ke Asih.
Asih tersenyum " boleh, mbak Ratna pasti senang sekali. dokter yang berjuang untuk hidup nya. mau mengunjunginya, mbak Ratna pasti merasa sangat berterimakasih kepada kamu. " jawab Asih panjang.
__ADS_1
sekali lagi David tersenyum senang. di panggil dengan sebutan kamu aja senang nya kayak dapat lotre jutaan.
mobil David berhenti tepat di halaman rumah Asih. ia turun terlebih dahulu, sebelum membuka pintu untuk ibu satu anak itu.
" terimakasih David, " ucap Asih selepas turun dari mobil David.
David hanya tersenyum. manis sekali.
David juga membantu Asih mengendong tiara, Asih membuka pintu rumahnya. Dan membaringkan tiara di sofa ruang tamu.
" maaf Asih, saya pamit duluan." David hendak beranjak ke mobilnya.
" David, lain kali saya teraktir kamu ya. sebagai tanda terimakasih, dan tolong jangan menolak, " pinta Asih mendekat ke arah David.
" terimakasih sebelumnya, saya tunggu hehe. " balas David sebelum menghidupkan mesin mobil dan meninggalkan perkarangan rumah Asih.
Asih menepuk nyamuk yang hinggap di kaki nya, dan tak sengaja ia menepuk bagian kantong celana nya.
Asih menemukan benda yang hampir membuatnya menangis, kunci mobil nya. ternyata ada di dalam kantong celana jeans.
❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄
up
up
up
up kemalemannnn haha
jangan lupa meninggalkan jejak kk 🙏
terimakasih 🥰
like nya ya ka 😂
__ADS_1