
Hentam keras di belakang kepalanya membuat asih pingsan tak sadarkan diri. Perlahan pandangannya kabur, kesadarannya sirna. Hingga semuanya gelap. Dan dirinya terjatuh di samping mobil merahnya seorang diri.
π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±
Adit bersorak gembira, rencana yang di pikirkan nya berjalan dengan lancar. Ia membagikan uang sisa pinjaman kepada semua orang yang terlibat dalam penculikan anaknya sendiri.
" Ingat jika sampai semua ini terungkap, kalian semua harus mengatakan dahlia adalah dalang dari semuanya. Mengerti, " Tegas Adit pada beberapa preman yang membantunya menjalankan rencana gilanya ini.
Dahlia tak ada ditempat, dirinya pergi mengurus anak dari suaminya itu. Seorang bocah kecil yang sedang sakit dan tak bisa berdiri terus saja menangis memnaggil nama sang bunda.
" Diem ya sayang,... Tante ada bawa makanan nih. Kamu dari tadi belum makan. Ayo sini tante suapin. " Bujuk dahlia merasa kasihan pada tiara.
Hidung yang terus berair, tangisan yang berubah menjadi segukan, dahlia sungguh iba melihatnya.
" Tiara gak mau makan... Tiara mau mama... Hiks... Hiks... Hiks... " Jerit tiara di sela sela tanggis nya.
Adit yang mendengar suara teriakan anaknya segera masuk ke dalam rumah " Tiara anak papa sayang, itu juga mama tiara loh. Namanya mama dahlia, " Adit mengelus elus kepala tiara sembari melirik dahlia yang kelihatan akan menangis.
Tiara menggoyangkan kepalanya, menepis tangan Adit yang sedang mengelus kepalanya " Huuhhhggg, huhhg, tiara gak mau, tiara mau mama asih. Mama asih.. Hiks... Hiks.. Hiks... Tiara takut. Tiara mau pulang... Hiks.. Hiks.. " Tangis tiara lagi.
Adit berusaha sesabar mungkin menghadapi anak satu satunya ini.. " Kan disini ada papa nak, papa juga sayang tiara.. Ayo sini tiara makan dulu ya. " Bujuk Adit mengambil alih piring yang di bawa oleh dahlia.
Tiara menepis suapan sendok yang di berikan oleh Adit. Hingga piring yang di pegang nya juga ikut terjatuh ke lantai, mengakibatkan semuanya berantakan dan piring nya pecah.
__ADS_1
Adit mulai emosi menghadapi tingkah tiara, " Aaarrggg, " Keluh Adit sebelum meninggalkan tiara bersama dengan dahlia.
Ia membanting pintu, meluapkan kekesalannya.
' Entah apa yang meracuni pikiran tiara, hingga ia sangat benci dan tidak mau menurut kepada ku, pasti asih yang membuat diriku jelek di mata anak ku sendiri. Asih semua ini tidak akan ku buat mudah bagimu, ' kesal adit dalam hatinya.
Saat ini mereka tidak berada dirumah Adit yang sesungguhnya, tapi menumpang di sebuah rumah tua yang telah lama tak berpenghuni, mereka tinggal sementara di sana hanya untuk melancarkan aksinya.
Matahati semakin turun, suara tangisan tiara berubah menjadi segukan lemah. Entah sudah berapa banyak air mata yang di keluarkannya. Dengan tubuhnya yang hanya duduk di kursi roda, tiara selalu memandang ke arah pintu utama berharap asih berdiri disana.
Pakaian yang dikenakan tiara telah basah, oleh keringat dan air matanya sendiri, Adit tak menyiapkan pakaian ganti untuk tubuh ringkih sang buah hati. Jangankan pakaian, tak ada satu pun orang yang memindahkan tubuh lesunya ke tempat tidur. Kakinya telah kamu sedari tadi tertekuk.
Lagi lagi, tiara menangis dengan keras. Hanya satu kata yang keluar dari mulutnya " Mama. " Dahlia sedari tadi berusaha membuat anak tirinya itu diam, bahkan ia rela membelikan tiara jajanan agar anak itu diam. Tapi nihil. Tangisan tiara semakin kuat, membuat dirinya semakin bingung.
........
Asih di larikan ke klinik terdekat, setelah dua jam lebih suster berusaha membagunkannya akhirnya asih tersadar.
" Tiara... " Kata pertama yang keluar dari mulut asih.
" Asih, ya Tuhan asih kamu sudah sadar. " Seru istri Reno yang sedari tadi duduk menemani nya di kamar UGD klinik.
Asih menolehkan kepalanya " Mbak dewi, tiara mana mbak, " Pinta asih sembari memegangi kepalanya.
__ADS_1
Denyutan akibat pukulan itu masih sangat terasa, sakit. Kepalanya terasa sangat berat, asih meneteskan air matanya mengingat kejadian sebelum dirinya limbung.
" Tiara mana mbak.. Tiara. " Teriak asih dengan air mata yang bercucuran. Lantas dewi menghampiri asih, ia bingung harus menjawab apa,
Asih bangun dari tidurnya, ia memaksakan diri. " Mau kemana sih... ? " Tanya dewi
" Aku mau cari tiara mbak, anak ku di culik orang mbak. " Peliknya membuat dewi serta seluruh orang di dalam ruangan itu kaget.
Lantas dewi segera menghubungi suaminya, " Tunggu asih, nanti kita cari tiara bersama. Mbak hubungi mas reno dulu. Kenapa bisa kejadian kayak gini asih,.. Mbak.. Mbak pikir tiara masih di rumah sakit. Kamu pulang duluan... astagfirullah asih " Ucap dewi
Lantas dewi segera menghubungi suaminya reno. Namun asih masih nekad mencari tiara walaupun kondisinya tidak memungkinkan.
Anaknya yang masih duduk di kursi roda. Siapa yang tega berbuat seperti itu pada anaknya, tiara pasti sedang ketakutan sekarang. Apa yang harus aku lakukan ya rabb.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
up
up
up
yeee...
__ADS_1
jangan lupa meninggalkan jejak ya kk ππ
terimakasih π