
Dengan sisa tenaga nya asih berjuang, ia mencari kunci mobil di dekatnya. Ia sangat tau klinik tempatnya sekarang, banyak suster yang melarangnya pergi. Tapi hati ibu mana yang bisa tenang jika mengalami kejadian seperti ini.
Kepala masih berdenyut, ia menggerakkan kakinya menuju pintu utama. Dewi menghadangnya, " Mbak tau ini berat asih, ayo ikut mbak asih. Kita cari sama-sama. Mas reno lagi dalam perjalanan ke sini.
" Mbak.. Hiks.. Hiks.. Asih salah apa mbak. Asih tak pernah menyinggung siapa pun, mengapa harus tiara mbak. Tiara masih sakit, tiara masih duduk di kursi roda mbak. Tiara... Tiara... " Asih menangis sejadi jadinya.
Dewi juga ikut meneteskan air matanya. " Sabar sih, kita cari tiara bersama ya. Kondisi kamu gak baik asih, mbak juga punya anak. Mbak juga tau perasaan kamu, " Dewi memeluk asih yang masih menangis sesegukan.
Asih menggelengkan kepalanya " Asih pergi sekarang mbak, tolong jangan halangi jalan asih mbak. Mungkin tiara belum jauh mbak... Asih mau pergi, tiara pasti ketakutan mbak. Anak ku mbak... " Jerit asih berusaha memberontak dalam pelukan dewi.
" Asih, kamu sudah pingsan berjam jam. Lebih baik kita minta bantuan polisi, ayo mbak temani kamu ke kantor polisi. " Seru dewi menggandeng tangan asih.
Ketika mereka hendak membuka handle pintu, seorang pria berpakaian serba hitam yang membantu asih dulu, saat asih di cekal adit di depan salonnya, ia berdiri di depan pintu dengan tangan yang siap memutar handle pintu.
" kamu. " seru pria itu ketika tatapannya bertemu dengan asih.
asih tak mengubris sapaannya maupun panggilannya. dirinya siap pergi ke kantor polisi, dengan pandangan yang masih berkunang kunang, badan sempoyongan. asih bertekad dan berjuang akan menemukan tiara.
tangan pria itu refleks menggenggam pergelangan tangan asih, sontak asih menoleh padanya. raut lesu lemah, mata yang sembab menjadi pandangan menyedihkan.
" apa yang terjadi padamu? " tanya pria itu penasaran.
seorang pria berjalan tergontai gontai menghampiri mereka yang ada di antara pintu masuk " bos... " seru pria itu memanggil pria berbaju hitam yang sedang bertatap dengan asih.
" tolong jangan halangi saya... " seru asih yang mana air matanya masih mengalir deras.
" maaf Pak, bisa lepaskan tangan teman saya, teman saya sedang buru buru mau pergi ke kantor polisi, bisa tolong lepaskan. " dewi dengan nada tinggi berkata kepada jayden.
__ADS_1
" baiklah, saya ikut. " putus jayden, ia melepaskan tangan asih.
baik asih maupun dewi tak mengubris perkataan jayden, masih ada hal penting lainnya yang harus di urus.
asih dan dewi melangkah cepat menuju parkiran mobil.
jayden serta Colin anak buahnya yang baru saja tertabrak mobil, dirinya tengah bertugas saat mobil itu menyerempetnya dan membuat dirinya pingsan di tempat. kejadian yang terjadi di waktu yang sama namun lokasi yang berbeda menimpa Colin dan asih. karena itu Colin bisa ada di klinik yang sama dengan asih.
" tuan kita mau kemana? " seru Colin dengan kaki pincang di balut banyak perban. ia memaksa dirinya untuk bangun, sedangkan para suster tidak mengizinkan nya untuk bergerak di karena kan luka yang di terimanya cukup serius.
jayden melirik sebentar ke arah Colin sang asisten " kamu gak perlu ikut. istirahat disini, biar saya urus sendiri. " jayden pergi meninggalkan Colin setelah mengatakan nya.
Colin tak berani membantah perkataan tuan nya, ia hanya mengangguk dan menurut.
jayden mengikuti kemana asih dan dewi pergi, raut cemas terpancar dari wajah jayden kala melihat asih yang begitu kacau.
keseimbangan badan asih roboh, ia limbung.
" mbak... hiks... hiks.. " lirih asih berusaha bangkit di bantu oleh dewi.
jayden menggelengkan kepalanya, dengan sigap dirinya membantu asih berdiri.
" anda .. " belum selesai ia berbicara, kepala nya berdenyut sangat kuat, sakit. ia memegangi kepalanya.
" dengan kondisi seperti ini, kemana kalian akan pergi? " tanya jayden sedikit memaksa.
dewi kembali melihat gerbang klinik, berharap suaminya dapat membantu mereka sekarang.
__ADS_1
" kami akan ke kantor polisi, anak asih di culik ... "
" jangan ke kantor polisi, mereka tak bisa membantu kalian. diam saja disini, saya yang akan membantu. " jayden memotong perkataan dewi.
asih yang dalam rengkuhan jayden masih sadar, " tidak, bagaimana caranya, kita harus ke kantor polisi. " sahut asih yang saat ini berusaha bangkit berdiri.
" aku bisa memukannya dalam hitungan jam. jika kalian tidak percaya, silakan pergi ke kantor polisi, kita lihat apakah tiara masih bisa terselamatkan jika mereka menemukannya besok. " jayden seperti biasa, tegas dan menakutkan.
air mata asih bertambah deras, ia menggangguk dan meminta tolong jayden untuk menemukan buah hati nya.
" jayden, aku mohon temukan anak ku, dirinya masih duduk di kursi roda, tak bisa berjalan. mungkin saat ini ia menangis sesegukan mencari ku, ku mohon jayden. berapa pun bayarannya akan ku bayar. " isak asih memegang tangan jayden.
sedangkan dewi yang ikut menangis menganggukan kepalanya.
jayden mengepalkan tangannya, manusia tidak beradab menculik anak kecil yang sedang sakit bahkan tidak bisa berjalan.
❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄
up up up
jngan lupa meninggalkan jejak kk 🙏😁
love, vote, coment, like + favorite.
gift ny jg boleh 🤣🤣🤣🤣🤣
love you guys.. 😘
__ADS_1