
mereka menemukan titik lokasi penyekapan tiara. Asih yang tidak sabaran segera membuka pintu mobil hendak keluar, hingga tangan besar jayden menagkapnya membuat badanya sedikit limbung.
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
bruukk...
hentaman tubuh Asih mengenai dada bidang jayden.
jayden tekejut segera mengatur jarak di antara mereka " maaf, saya tidak bermaksud. jika kamu keluar sekarang akan sangat berbahaya. biarkan para bawahan ku yang menetraliris keadaan di luar. setelah cukup aman kita juga akan menyusul. " ucap jayden setengah gugup, benturan antara tubuh Asih dan dirinya mengakibatkan jantung nya bekerja tidak normal.
huh... santai jayden. relaks jayden. kamu bukan anak abg lagi, berhentilah berdebar... huhff . bisik jayden dalam hati.
" tapi, tiara dalam bahaya. " tekan Asih yang masih berusaha keluar dari mobil.
" apa yang di katakan jayden, ada benar nya Asih. Biarkan para ahli yang bekerja, mbak yakin tiara dalam kondisi aman untuk saat ini. " jelas dewi mencoba menenangkan Asih.
Jayden memberi kode pada Colin, tanpa perlu di jelaskan Colin menganggukan kepalanya.
tak berselang lama...
handphone Asih berbunyi, nomor yang tidak di ketahui namanya tertera di sana.
" hallo, " sapa orang di sebarang. Asih sangat tau pemilik suara ini. hidup bersama cukup lama membuatnya hapal ciri khas suara mantan suaminya.
" apa? " tanya Asih ketus, mood nya sedang tidak baik untuk meladeni Adit.
pria di seberang telpon tertawa dengan keras. " tiara ada bersama ku. " ucap nya santai.
" tiara bersama mu? " tanya Asih tidak percaya.
jantung Asih berdetak tak menentu setelah mendengar suara tiara yang menangis ketakutan memanggil manggil namanya. Marah, kesal, emosi, takut, sedih, semua menjadi satu.
__ADS_1
" kau apakan tiara Adit, dia itu anak mu. " pekik Asih dengan air mata yang jatuh tanpa permisi.
" beri aku lima puluh juta, akan ku kembalikan tiara pada mu. hanya lima puluh juta Asih, tiara sudah berpindah dalam pelukan mu. " terang Adit tak berperasaan.
Nafas Asih bergemuruh, dada nya naik turun menahan luapan emosi.
jayden serta yang lain menuntut penjelasan dari Asih.
" kau benar tak pantas disebut seorang ayah, dia itu anak mu adit, tiara baru saja keluar dari rumah sakit. bahkan dirinya tak bisa berjalan dan masih duduk di kursi roda. kau meminta tebusan untuk anak mu sendiri. kau gila Adit. gila.. " jerit Asih di sela sela amarah dan tangis nya.
sekarang jayden mengerti mengapa Asih bercerai dengan mantan suami nya.
dewi menggenggam tangan Asih mencoba memberinya kekuatan. Panggilan terputus, handphone itu masih setia di telinga Asih. perlahan ia menurunkan handphone, meletakkan nya dengan pelan di samping tempat duduknya.
jayden memegang bahu Asih, tatapannya mengatakan tiara akan baik baik saja. percayalah.
Colin menerima panggilan, tak butuh waktu lama. mereka semua bergerak.
telpon Asih kembali berdering, satu pesan masuk. Adit mengirim lokasi dimana Asih harus menyerahkan uang ny, beserta foto tiara yang sedang menangis ketakutan.
semua sudah siap, hanya menunggu perintah dari jayden.
jayden menganggukan kepalanya.
sebenarnya, jayden tak membutuhkan mereka semua. dirinya sendiri sudah cukup menghadapi orang sekelas Adit. Tak perlu banyak orang hanya menangkap seekor semut. huh,.. biar terlihat keren aja.
Samar Samar Asih mendengar suara pekikan tiara, semakin dekat suara pekikan itu semakin jelas.
deguban jantung Asih semakin tak beraturan. Dewi menggenggam tangan Asih.
Para bawahan jayden mulai mengintai rumah yang di sewa oleh Adit. mereka masuk satu per satu,
__ADS_1
" ada apa ini... " teriak Adit dari dalam.
" jangan macam macam ya kalian, Asih keluar kamu. kalo tidak tiara tidak akan aku berikan padamu. " teriak nya lagi.
tak butuh waktu lama. Adit berada dalam genggaman tangan mereka.
" mana tiara? " tanya Asih pada Adit yang sudah tersungkur di lantai.
dahlia dahlia datang, ia mendorong kursi roda yang mana tiara duduk di atasnya ke halaman rumah.
semua mata tertuju padanya, tak terkecuali Asih.
sungguh miris, melihat kondisi anaknya yang bisa di katakan sangat menyedihkan.
dahlia menyerahkan tiara dalam rengkuhan Asih. tatapan senduhnya, melihat kondisi Asih yang juga menyedihkan sungguh mengiris hatinya.
lantas Asih berlari menghampiri anaknya,
" mama... mama... " teriak tiara sesegukan. Ingin rasanya ia berlari memeluk sang bunda. tapi apa lah daya kaki nya tak bisa digerakan.
" tiara, " Asih memeluk erat buah hatinya. tiara sesegukan dalam pelukan Asih. ketakutan, kecemasan semua perasaan negatif hilang sudah. kini tiara merasa aman berada dalam rengkuhan bunda nya.
semua mata tertuju pada pemandangan haru di depan mereka, tak terkecuali Adit dan dahlia.
dahlia mengusap pelan air matanya, menurutnya inilah hal yang sepatutnya di lakukan. Sebelum adit tertangkap, Adit memerintahkan Dahlia membawa kabur tiara. Tapi hati nuraninya membawanya kembali untuk menyerahkan anak tirinya itu.
❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄
up
up
__ADS_1
jangan lupa meninggalkan jejak ya kk 🙏🥰🥰
love you guys 🥰